Sewaktu Kris dan Maria baru pacaran, Kris melipat 1000 burung kertas buat Maria, menggantungkannya di dalam kamar Maria. Kris mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Maria sangat menyukai burung kertas itu dan menyatakan bahwa ia sangat berbahagia. Maria juga pernah menyatakan bahwa ia sangat ingin untuk jalan-jalan ke Paris karena Maria merasa Paris sangatlah indah dan cocok untuknya.
Waktu itu, Maria dan Kris setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua. Kemana-mana mereka selalu bersama, dan mereka membuat banyak orang iri melihat cinta kasih mereka.
Tetapi pada suatu saat, tiba-tiba Maria mulai menjauhi Kris. Maria memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!
Sewaktu Maria mau mutusin Kris, Maria bilang sama Kris, “Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah
kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!”
Kris sangat terpukul, dia tidak menyangka bahwa Maria bisa berlaku seperti itu. Kris merasa sangat frustasi, dan peristiwa ini juga
membuat perubahan besar pada prilaku Kris, Kris menjadi punya tekad yang sangat kuat untuk membuktikan kepada Maria bahwa dia juga bisa menjadi orang yang kaya dan sukses. Setelah Maria pergi ke Perancis, Kris bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun…
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya Kris mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Maria, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, Kris dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Maria.
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Kris mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Kris tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Maria tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Kris, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.
Orang tua Maria memberitahu Kris, sebenarnya Maria tidak pergi ke paris, tapi Maria terserang kanker, Maria pergi ke surga. Maria ingin Kris menjadi orang yang kaya dan sukses, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Kris dulu. Maria bilang dia sangat mengerti Kris, dia percaya kalau Kris pasti akan berhasil.
Maria mengatakan, kalau pada suatu hari Kris akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Kris langsung berlutut, berlutut di depan makam Maria, menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Kris. Kris teringat senyum manis Maria yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.
Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Kris sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Leave a Reply