Archive for June, 2010
Dermawan Rahasia
Author: happyJun 29
Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an, ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.
Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu hari, ayahku mengantar majikannya ke sebuah kota lain untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis. Sebelum masuk ke kota itu, mereka berhenti untuk makan sandwich sebagai ganti santap siang. Ketika mereka sedang makan, beberapa orang anak lewat, masing-masing menggelindingkan sebuah roda yang terbuat dari kaleng. Salah seorang di antara anak-anak itu pincang. Setelah memperhatikan lebih dekat, majikan ayahku tahu bahwa anak itu menderita club foot.
Ia keluar dari mobil dan menghentikan anak itu.”Apakah kakimu membuatmu susah?” tanya orang itu kepada si anak.
“Ya, lariku memang terhambat karenanya,” sahut anak itu.”Dan aku harus memotong sepatuku supaya agak enak dipakai. Tapi aku sudah ketinggalan. Buat apa tanya-tanya?”
“Hmm, aku mungkin ingin membantu membetulkan kakimu. Apakah kamu mau?”
“Tentu saja,” jawab anak itu.
Anak itu senang tetapi agak bingung menjawab pertanyaan itu. Pengusaha sukses itu mencatat nama si anak lalu kembali ke mobil. Sementara itu, anak itu kembali menggelindingkan rodanya menyusul teman-temannya.
Wanita Dan Pencuri Kue
Author: happyJun 29
Dunia ini memang semakin gila. Manusia makin tak tahu berterima kasih. Seenaknya merebut milik orang lain tanpa rasa berdosa sedikitpun.
Suatu hari, ada seorang wanita sedang menunggu di bandara. Wajahnya cantik & anggun. Ia menunggu giliran penerbangannya. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu mencari tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yg baru saja dibelinya. Saat sedang asyik2nya membaca, tiba2 ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita itu mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.
Air Mata Mutiara
Author: happyJun 29
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. ”Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. “Si ibu terdiam sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Ayahku Tak Bisa Datang
Author: happyJun 28
Cinta & Kasih sayang dapat melintasi batas sejauh apapun, bahkan menuju tempat jauh yang sepertinya tak mungkin terjangkau.
Gadis kecil itu berumur 6 tahun Rambutnya diikat gaya buntut kuda pakaian favoritnya terikat simpul hias. Hari ini adalah Hari Bapak di sekolah, dan sudah tak sabar ia ingin pergi. Tapi ibunya mencoba untuk menerangkan dan mencegahnya agar sebaiknya ia tinggal dirumah. Sebab teman2 sekelasnya tak akan mengerti & bertanya2, mengapa ia ke sekolah sendirian tanpa disertai ayahnya, padahal ini adalah hari Bapak di sekolah & semua teman2nya akan datang didampingi ayahnya. Mereka dengan bangga akan memperkenalkan ayahnya masing2 di depan kelas.
Namun gadis kecil ini tak gentar & tak takut. Ia sudah tahu apa yang akan dikatakan nanti. Gadis kecil ini sudah siap menceritakan alasan apa pada rekan2 sekelasnya, mengapa ayahnya tak bisa hadir hari ini. Tapi ibunya tetap saja kuatir, ibunya takut kalau2 teman2nya mengejeknya & membuatnya menangis, ibunya takut sekali membayangkan anak gadisnya dihina & menghadapi acara hari ini sendirian. Itu pula sebabnya ia coba sekali lagi, berusaha menahan putrinya dirumah. Tapi gadis kecil itu tetap bersikeras ke sekolah, ia ingin menceritakan pada semua teman2nya. Tentang ayahnya yang tak pernah ia lihat lagi, seorang ayah yang tak pernah menelpon lagi, tentang ayahnya yang meninggalkannya dihari ulang tahunnya.
Salesman Gagap
Author: happyJun 28
Siang itu, Erwin-seorang Marketing Manager PT Bukuku terlihat sedang memarahi 10 orang sales girl di kantornya. Jari telunjuk Erwin terlihat menuding kesana kemari sambil bibirnya mengucapkan berbagai kalimat yang tidak enak didengar. Para salesgirl di depannya terlihat begitu ketakutan dan diam tidak bergerak, mungkin karena merasa bersalah. Kemarahan Erwin itu disebabkan karena para sales girl itu rata-rata hanya mampu menjual 3 buah buku Ensiklopedi dalam 1 minggunya; meleset jauh dari yang ditargetkan yaitu 10 buah ensiklopedi dalam 1 minggu. Padahal para salesgirl itu sudah diikut sertakan dalam berbagai macam pelatihan dengan biaya mahal, dan setelah kembali dari pelatihan ternyata tidak ada peningkatan yang berarti. Dalam suasana tegang di pertemuan itu, tiba-tiba seorang asisten Erwin mengajukan usul yang menarik. Menurut asisten tersebut, para salesgirl cantik itu harus mengenakan busana yang sexy supaya lebih menarik perhatian dan bisa menjual lebih banyak ensiklopedi. Usulan itu dianggap sebuah ide cemerlang dan diterima dengan suka cita oleh Erwin; dan akhirnya rapat memutuskan bahwa para salesgirl harus mengenakan busana yang sexy dan rok mini dalam memasarkan ensiklopedi.
Beberapa minggu berlalu, dan ternyata penjualan memang meningkat. Kalau semula rata-rata seorang sales girl hanya menjual 3 ensiklopedi, maka dengan cara baru ini sudah naik menjadi rata-rata 5 ensiklopedi per orang. Tapi karena masih jauh dari target, maka Erwin mengadakan meeting lagi dengan asisten dan para salesgirlnya. Asisten Erwin mengusulkan agar para sales girl menggunakan busana yang lebih sexy lagi, yaitu menaikkan rok mini setinggi 1 cm dan menurunkan busana di bagian dada 1 cm juga. Usul diterima dan dijalankan.
Hadiah Sang Ayah
Author: happyJun 28
Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Diapun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya. Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,… bukan sebuah kunci! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas.
Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, “Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku?”
Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.
Kisah Pohon Epal
Author: happyJun 26
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon epal yang amat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon epal ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan epal sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon epal tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon epal itu juga menyukai anak tersebut.
Masa berlalu…
Anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon epal tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon epal tersebut dengan wajah yang sedih.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon epal itu.
” Aku bukan lagi kanak- kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab remaja itu.
” Aku maukan permainan. Aku perlukan uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada yang sedih.
Lalu pohon epal itu berkata, “Kalau begitu, petiklah epal-epal yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan.”
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua epal di pohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon epal itu merasa sedih.
Jacky Chan
Author: happyJun 26
Saat bayi, dijual ibunya untuk biaya rumah sakit. Jackie Chan, lahir di-Hong Kong 7 April 1954 dengan nama Chan Kong Sang. Ayah & ibunya adalah pesuruh di-kedutaan Francis. Saking miskinnya, saat lahir, Jackie dijual ke-dokter yang membantunya lahir karena orang tuanya tak sanggup membayar biaya obat. Untunglah salah satu teman ayahnya mau memberi pinjaman 500HK (Rp. 250.000) untuk menebus Jackie.
Saat 7 tahun orang tuanya terpaksa meninggalkannya mencari nafkah di kedutaan Cina di-Australia. Jackie kecil diserahkankan ke-sekolah opera Peking dibimbing guru Yu Jim Yuen. Awalnya, Jackie gembira sekali, namun kemudian dia sadar betapa keras kehidupan harus dihadapinya.
Di-Sekolah Opera Peking, ia harus bangun & siap pada jam 5 pagi, lari keliling sekolah, latihan keras 6 jam, istirahat tanpa makan siang, latihan lagi, mandi, makan malam, latihan lagi & tidur jam 9 malam. Ia juga sering dihajar habis2an oleh gurunya, dipukuli, dijambak, ditampar, dsb saat melakukan kesalahan. Sering ia harus tidur jam 2 pagi karena salah gerakan & harus mengulang hingga berhasil. Bahkan bila satu murid saja membuat gurunya marah, maka semua murid dihajar habis. Kebrutalan ini membuat Jackie kecil & teman2nya berusaha saling melindungi satu sama lain & terikat persahabatan hingga sekarang dengan rekan2 seperguruan seperti Sammo Hung, Yuen Piao, Yuen Wah & Correy Yuen Kwai.(semua sama2 terjun ke dunia film)
Toko Suami
Author: happyJun 25
Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota New York dimana wanita dapat memilih suami. Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut. “Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI” Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut.
Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko..Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami..
Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 1 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan
Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 2 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil
Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 3 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cakep banget.
“Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.
Mantel Kuning
Author: happyJun 25
Rinai hujan selalu membuat saya terharu. Rintiknya, mengingatkan pada masa-masa yang telah lalu. Begitu pula hari ini. Dulu, sewaktu kecil, saya ingin sekali punya mantel hujan. Kuning, itu warna yang saya inginkan. Teman-teman saya yang lain telah memilikinya, dan mereka tampak gagah dengan mantel itu. Untuk anak kelas 2 SD, semua yang berwarna cerah, akan selalu tampak indah. Namun sayang, Ibu tak punya cukup uang untuk membelinya. Walau sempat kecewa, saya harus menurut, dan menahan keinginan untuk mempunyai mantel kuning itu.
Walau begitu, saya tetap kesal. Dan rasa itu memuncak ketika saya harus pulang dari sekolah. Hari itu hujan begitu deras. Saya makin kecewa dengan Ibu. Sebab, jika ada mantel, tentu saya tak perlu kena hujan, dan bisa bergabung bersama teman-teman yang lain. Kesal, dan marah, begitulah yang saya rasakan saat itu. Sementara yang lain tertawa dan menikmati hujan, saya harus berjalan pulang dengan tubuh yang basah kuyup.






