Archive for June, 2010
Ibuku Bermata Satu
Author: happyJun 25
Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya. Dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan. Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang keluarga.
Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.
Keesokan harinya di sekolah. “Ibumu bermata satu?… eeeee ejek seorang teman. Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini. Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, “Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang , kenapa engkau tidak segera mati saja?!!!?
Ibuku diam tak bereaksi. Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini… Mungkin ini karena ibuku tidak pernah menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu… Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum. Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir akan membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi meninggalkannya.
Satu Jam Saja
Author: happyJun 24
Sebelum membaca kisah ini, tanyakanlah hati kecil Anda. Berapa banyak waktu berharga yang Anda berikan untuk anak-anak Anda? Berapa banyak kesempatan dalam hidup ini menikmati masa2 indah bersama anak2 sebelum mereka beranjak dewasa & mempunyai kehidupannya sendiri ?
Seorang pria yang kembali terlambat pulang dari kerja, dlm keadaan letih lesu, menemukan putranya yg berusia 5 tahun sedang menantinya di depan pintu. “Papa, bolehkah saya tanya sesuatu?” “Tentu, Nak. Apa yg ingin kau tanyakan?” jawab pria tersebut. “Papa, berapa jumlah uang yang Papa peroleh dalam satu jam?” “Itu bukan urusanmu! Mengapa kamu bertanya seperti itu?” kata pria tersebut dengan marah. “Saya hanya ingin tahu. Tolong beritahukan berapa uang yang Papa peroleh dalam satu jam?” tanya anak itu. “Baiklah, bila kamu benar-benar ingin tahu. Papa mendapat 20 ribu per jam.” “Oh,” anak itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
Air Mata Papa
Author: happyJun 24
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Delapan Kebohongan Seorang Ibu Selama Hidupnya
Author: happyJun 23
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Tamu Istimewa
Author: happyJun 23
Pada minggu ini James, pembuat sepatu, bangun sangat awal, membersihkan tokonya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku dan menyiapkan meja. Dia tidak akan bekerja. Dia sedang menanti teman, seorang tamu khusus: Tuhan sendiri. Kemarin malam Tuhan datang padanya dalam suatu mimpi dan memberitahukan bahwa Dia akan datang bertamu besok.
Jadi James duduk di ruangan yang nyaman dan menunggu, hatinya penuh dengan kegembiraan. Kemudian dia mendengar langkah kaki di luar dan ketukan pada pintu “Itu DIA,” pikir James, sambil lari ke arah pintu dan membukanya.
Ternyata itu hanyalah tukang pengantar surat. Wajahnya merah dan jari-jarinya biru kedinginan. Dia menatap sambil menelan ludah ke arah cerek teh di tungku. James mempersilahkan dia duduk menghangatkan diri di dekat tungku. Kata pengantar surat itu, “Terima kasih, teh ini enak sekali.” Kemudian dia menghilang di tengah hawa dingin di luar.
Ketika pengantar surat itu pergi, James membersihkan meja lagi. Lalu dia duduk di dekat jendela untuk menanti kedatangan tamunya. Dia merasa yakin bahwa tamu itu akan datang.
Pada Kelebihan Diri
Author: happyJun 23
“Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu, ” kata seorang guru yang
hari itu menjadi pembimbing retreat bagi anak-anak sekolah dasar.
Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.
Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras : “Ayo,
tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo.” Anak-anak manis itu
seketika menjadi salah tingkah.
Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di
antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang nurutin kata ibu.
Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan.”
Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : “Kenapa tulisnya
kadang-kadang? “. Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata : “Emang cuma kadang-kadang, pak guru”
Los Felidas
Author: happyJun 22
Di-kota. itu, ada seorang pengemis wanita yang juga ibu dari seorang gadis kecil. Tak seorangpun tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh bekas suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka. Belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti & tak sepeserpun uang ada di kantong, padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yg berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik & putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sempit dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat utk berteduh.Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yg dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu. Sang suami berkata “Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur di sini.”
——————————————————————————–
Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan sejak itu, ia tak pernah kembali ke-Los Felidas. Tak seorangpun tahu pasti kemana pria itu pergi.
Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, & bila malam tidur di emperan toko itu.Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil & jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya. Suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan lebih baik, ibu itu bangkit & memutuskan utk bekerja. Masalahnya adalah dimana ia hrs menitipkan anaknya, yg kini sudah hampir 2 tahun & tampak cantik jelita. Tiada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu di situ & berharap agar nasib tak memperburuk keadaan mereka.
Keadilan dan Kasih
Author: happyJun 22
Di suatu tempat dan waktu terdapat seorang kepala suku. Ia sangat dihormati bukan hanya karena keperkasaan fisiknya, namun juga hikmatnya dalam memimpin sukunya. Selama masa kepemimpinannya hukum benar-benar ditegakkan sehingga semua anggota suku merasa aman.
Suatu kali, terjadi pencurian sapi milik seorang anggota suku. Mendapat laporan itu, Kepala Suku mengumpulkan rakyatnya dan berkata bahwa siapapun yang melakukan pencurian itu akan dihukum cambuk 20 kali. Ia berharap agar ancaman tersebut dapat menghentikan pencurian tersebut.
Tetapi, tiga hari kemudian, ada lagi warga yang lain yang mengadukan kehilangan ternak miliknya. Kepala Suku kecewa. Dan ia memberi tahu rakyatnya bahwa ia telah menaikan ancaman hukuman menjadi 50 kali hukuman cambuk. Sekali lagi, Kepala Suku berharap bahwa pencurian tersebut adalah yang terakhir.
Jangan Benci Aku Mama
Author: happyJun 22
Baca kisah ini terharu banget. Apapun kondisi anak kita, tetaplah anak titipan Tuhan yg wajib kita jaga, pelihara, sayangi, bagaimanapun kondisi fisik atau yg lainnya.
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.
Sepasang Kaos Kaki
Author: happyJun 21
Menjadi “sama dan serupa” atau dengan panggilan “cool”, trendy dengan remaja lain merupakan keinginan semua remaja. Saya masih ingat bagaimana sebagai seorang remaja dalam tahun 70an saya merasakan harus memiliki sepasang kaus kaki sport fesyen yang terbaru yang sedang “in”. Persoalannya, bulan lalu saya baru saja membeli sepasang kaus kaki sekolah.
Tetapi, kaus kaki sport sekarang sedang menjadi kegilaan anak-anak muda, oleh sebab itu saya menjumpai ayah meminta bantuannya.
“Ayah, Saya perlukan sedikit uang untuk kaus kaki sport”, ujar saya satu petang di bengkel di mana ayah saya bekerja sebagai mekanik.
“Nak” ayah kelihatannya terkejut.
“kaus kakimu baru berumur satu bulan, tapi mengapa kini kau perlukan kaus kaki baru?”
“Setiap orang memakai kaus kaki sport yah!” sahut ku.
——————————————————————————–
“Memanglah begitu keadaannya nak, namun untuk ayah mendapatkannya untuk mu amatlah payah” ayah diam seketika.
“Gaji ayah kecil dan sering tidak mencukupi untuk memenuhi keperluan sehari-harian” sambung ayah.
“Ayah, saya akan kelihatan seperti budak bodoh memakai kaus kaki jenis ini ” kataku sambil menunjuk kepada sepasang kaus kaki yang sedang saya pakai.
Ayah memandang dalam-dalam ke mataku.
Kemudian dia menjawab, “Begini saja, Kau pakai kaus kaki ini untuk satu hari lagi. Besok, di sekolah, perhatikan semua kaus kaki dari kawan-kawanmu. Bila selesai sekolah jika kau masih berkeyakinan bahwa kaus kakimu paling buruk jika dibandingkan dengan kawan-kawanmu, ayah akan memotong uang belanja ibumu dan membelikan sepasang kaus kaki sports”








