Archive for June, 2010

Inipun Akan Berlalu

Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.
Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”

Bejana Terindah

Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana/baskom untuk tempat anggur & daging. Ada beberapa bejana tersedia- manakah yang akan terpilih? “Pilihlah saya”, teriak bejana emas, “Saya mengkilap dan bercahaya. Saya sangat berharga dan saya melakukan segala sesuatu dengan benar, ditempa dgn keras & sungguh2 murni. Keindahan saya mengalahkan yang lain. Dan untuk orang yang seperti Engkau, Tuanku, emas adalah yang terbaik!”
Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata. Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi. “Aku akan melayani Engkau, Tuanku, aku akan menuangkan anggur­Mu dan aku akan berada di meja-Mu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memuji-Mu.’

Membeli Cinta

Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang batur (baca: hamba sahaya) yang sangat lugu – begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.
Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana. “Hutang mereka sudah jatuh tempo,” kata sang tuan. “Baik, Tuan,” sahut si bodoh. “Tetapi nanti uangnya mau diapakan?” “Belikan sesuatu yang aku belum punyai,” jawab sang tuan.

Soichiro Honda

Bila Anda saat ini sedang merasa malu karena “Terpaksa” menjual perhiasan istri Anda buat modal kerja, maka mulai sekarang jangan malu lagi & belajarlah pada Soichiro Honda, pendiri salah satu pabrik otomotif terbesar didunia : HONDA MOTORS. CO.LTD.
Soichiro Honda lahir ditahun 1906. la adalah putra sulung Gihei. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga besarnya yg sangat berat, Gihei membuka bengkel reparasi sepeda
Sejak kecil, Honda sudah terpaksa membantu ayahnya mencari nafkah di bengkel. Meski berat, namun Honda menyukai pekerjaannya & dari situlah ia mulai belajar hal2 tehnik & membuatnya sangat menyukai mesin. Honda menjadi senang mengamati cara kerja mesin penggilingan padi, ia suka menunggu berjam2 petugas memasang kabel telpon, senang mengamati pesawat terbang militer Amerika di-pangkalan Hamamatsu desanya, serta mengagumi satu2nya mobil didesa tetangganya.

Rahasia Terbesar

Baru beberapa hari yang lalu kami memperoleh ‘bocoran’ tentang Rahasia Terbesar ini. Rahasia yang sudah ada sejak manusia ada dan terus berlanjut sampai sekarang, sayangnya tidak banyak orang yang mengetahui dan menyadari Rahasia ini sehingga banyak orang yang masih berkutat dalam kesusahan selama hidupnya. Setelah tahu Rahasia ini, terjawablah semua pertanyaan yang selama ini menjadi ‘misteri/keajaiban’ alam dan interaksi manusia. Kami ingin anda semua tahu dan menyadari Rahasia ini dan berharap anda bisa memanfaatkannya untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih sukses dari pada kehidupan anda saat ini. Biarlah orang yang miskin menjadi kaya, dan orang yang kaya menjadi makin kaya dan membantu yang masih miskin. Hidup harus saling tolong-menolong, kan?

Proses

Jalan hidup yang dilalui setiap orang tidak ada yang sama; selalu berbeda antar seorang dengan yang lain. Semua orang menjalani ujian dan proses yang membentuk hidup kita lebih arif, bijaksana, dewasa & berharap hanya kepada TUHAN. Satu hal yang saya tahu, sering kali kita tak pernah bersyukur buat apa yg kita alami. Kita selalu mengeluh & bilang bahwa TUHAN tidak adil. TUHAN tidak sayang saya, dsb Yang intinya kita banyak menyalahkan TUHAN, tanpa melihat ada apa dibalik semua peristiwa yang di-ijinkanNYA terjadi dalam hidup kita.
Kali ini saya belajar banyak untuk terus bersyukur apapun yang terjadi. Hidup saya terbelit hutang. Mulai dari saya menikah 2 tahun yang lalu sampai dengan hari ini saya masih mencicil hutang2 tersebut. Semuanya gara2 saya dan suami terjebak hutang kartu kredit dengan bunga berbunganya yang sangat tinggi. Saya sering Stress karena hutang tersebut apalagi debt collectornya sering tidak sopan & kasar, terlebih dengan penghasilan saya & suami yang pas2an dan habis untuk membayar hutang2 sehingga terkadang kami harus pintar2 gali lobang tutup lobang untuk membiayai hidup sehari2, karena jujur saja gaji kami tidak bisa menutup kebutuhan dengan anak satu dan hutang yang bertumpuk.

Bukan Aku Tak Cinta

Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30.
“Tinnn.. Tiiiinnnnn…!!”
Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.

Kisah Ayam & Sapi

Ada orang kaya yg baru saja mati sedang antri masuk neraka. Sambil nongkrong, ia ngobrol2 sama Malaikat penjaga gerbang neraka. “Wahai malaikat, kenapa sih orang2 pada ngatain gua pelit, bahkan gua dibilanq kikir segala sampe musti masuk neraka. apa nggak salah tuh TUHAN nyemplungin gua kesini? bukankah menjelang kematianku, aku sudah membagi warisanku untuk yayasan sosial, rumah2 ibadah & panti2 asuhan?
Malaikat penjaga neraka cuman senyum2 geli & menjawab “Gini aja deh, kalo kamu penasaran, gua mau kasih cerita dikit tentang Ayam & Sapi.” Sapi binatang yang begitu populer, sementara ayam begitu dengki dengannya. Suatu hari ayam tak tahan lagi & ngomel2 ke­ sapi. Heh sapi, orang bicara tentang kamu begitu manis tentang kelembutanmu & matamu yang begitu memancarkan penderitaan.” kata ayam pada sapi dengan dongkol. “orang mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim & susu. Bagaimana dengan aku, hah? Aku memberi daging ayam, aku memberi bulu2ku buat kemoceng, bahkan mereka memasak & membuat sup dengan kakiku untuk kaldu? Tapi kenapa justru kamu yg disanjung2? Kenapa?”

Bunda, Luar Biasa!

Seorang anak terlahir normal, tanpa cacat sedikit pun. Proses kelahirannya berlangsung normal, tanpa operasi caesar. Tetapi proses panjang selama sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal. Bahkan, jika bukan karena kuasa Allah, takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang menakjubkan ini. Selain faktor Allah, tentu saja ada sang bunda yang teramat luar biasa…
Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil, Sinta mengaku kaget bercampur haru. Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya, sepanjang hari-harinya setelah itu. Betapa tidak, sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan, ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di rumah tangganya. Dan kenyataannya, Allah menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya. Sinta pun tersenyum gembira.

Penjual Tempe

Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Itu merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.
Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar bahwa tempenya yang terbuat dari kacang kedelai hari itu masih belum jadi, hanya separuh jadi. Biasanya tempe beliau telah masak sebelum berangkat. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyata memang kesemuanya belum masak.