Archive for July, 2010

Susan Boyle

Kalau ada yang bilang “Jangan lihat kualitas seseorang dari luarnya saja”, itu tepat sekali untuk yang satu ini. Per Juni 2010, video di You Tube ini sudah dilihat lebih dari 95 juta kali.

 

Iklan Shampoo dari Pantene Thailand, menceritakan seorang gadis bisu-tuli yang belajar main biola. Kalau saja semua iklan dibuat seperti ini………

 

Nick Vujicic

Nick Vujicic lahir tanpa lengan dan kaki. Memang hidupnya tidak mudah, tapi dia tidak menyerah, malah bisa membuat kehadirannya menjadi berkat bagi orang lain.

 

Install Cinta Kasih

Customer Service (CS) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
CS : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?
CS : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?
P : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?
CS : Program apa saja yang sedang aktif?
P : Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.

Sampul Coklat

Hidup ini memang penuh kesulitan, namun mereka yang mempunyai kesabaran, kreativitas ketekunan akan mampu merubah kesulitan menjadi peluang. Tidak tunduk pada keadaan, namun mempengaruhi keadaan menjadi lebih baik.
Tahun ajaran baru, selalu mengingatkan saya pada banyak hal. Salah satunya, adalah sampul coklat. Ya, sampul buku dari kertas tipis berwarna coklat, yang selalu dipakai untuk sekolah, hingga saat ini. Benda itu, mengajarkan saya tentang kesederhanaan, dan juga kasih sayang. Benda itu juga menunjukkan kepada saya bahwa kemuliaan tak selalu datang dan sesuatu yang serba mahal.
Dulu, saat saya kelas 2 SD, Pak guru mengharuskan setiap anak untuk menyampul semua buku tugas dengan sampul coklat. “Agar lebih rapi & bersih.” begitu kira-kira ucapan beliau. Saya pun merasa wajib untuk menurutinya, apalagi saya ditunjuk menjadi ketua kelas saat itu. Dan besok, buku tugas itu harus sudah dikumpulkan, lengkap dengan sampul coklat.
Namun sayang, saya agaknya tak dapat memenuhi perintah Pak Guru. Saat saya sampaikan kepada lbu di rumah, lbu berkata bahwa ia tak punya cukup uang untuk membeli sampul coklat. Saat itu, adik saya memang sedang sakit. Dan lbu baru saja membeli obat, sehingga tabungan lbu belum cukup untuk membeli beberapa lembar sampul, sedangkan ayah juga belum pulang dari keliling berjualan barang ke-luar kota. Duh duh, saya bingung saat itu. Bimbang, antara takut dengan perintah Pak Guru & kasihan pada lbu yg tak punya uang.
Jenny, gadis cantik, kecil berusia 5 tahun, bermata indah. Suatu hari,ketika ia dan ibunya sedang berbelanja bulanan, Jenny melihat sebuah kalung mutiara tiruan. Indah, meskipun harganya cuma 2.5 dolar. Ia sangat ingin memiliki kalung tersebut, dan mulai merengek kepada ibunya.
Akhirnya sang Ibu setuju, katanya: “Baiklah, anakku. Tetapi ingatlah bahwa meskipun kalung itu mahal, ibu akan membelikannya untukmu. Nanti, sesampai di rumah, kita buat daftar pekerjaan yang harus kamu lakukan sebagai gantinya. Dan, biasanya kan Nenek selalu memberimu uang pada hari ulang tahunmu. Itu juga harus kamu berikan kepada ibu.”
“Okay,” kata Jenny setuju. Merekapun lalu membeli kalung tersebut.
Setiap hari, Jenny dengan rajin mengerjakan pekerjaan yang ditulis dalam daftar oleh ibunya. Uang yang diberikan oleh neneknya pada hari ulangtahunnya juga diberikannya kepada ibunya. Tidak berapa lama, perjanjiannya dengan ibunya pun selesai. Ia mulai memakai kalung barunya dengan rasa sangat bangga. Ia pakai kalung itu kemanapun ia pergi. Ke sekolah taman kanak-kanaknya, ke gereja, ke supermarket, bermain, dan tidur, kecuali mandi. “Nanti lehermu jadi hijau,” kata ibunya. Jenny juga memiliki seorang ayah yang sangat menyayanginya. Setiap menjelang tidur, sang ayah akan membacakan sebuah buku cerita untuknya.
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa.