<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 04:41:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Masih Adakah Hari Esok?</title>
		<link>http://pengharapan.com/masih-adakah-hari-esok.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/masih-adakah-hari-esok.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 04:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berlalu]]></category>
		<category><![CDATA[hari esok]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja.
Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya.
Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, &#8220;Tidak apa-apa, besok kan bisa.&#8221;
Ketika [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja.</p>
<p>Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya.</p>
<p>Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, &#8220;Tidak apa-apa, besok kan bisa.&#8221;</p>
<p>Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar saja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya.</p>
<p>Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, &#8220;Tidak apa-apa, besok kan bisa.&#8221;<br />
<span id="more-485"></span>Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain.</p>
<p>Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.</p>
<p>Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya.</p>
<p>Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.</p>
<p>Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, &#8220;Ah, aku capek, besok saja aku menghubungi mereka.&#8221;</p>
<p>Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.</p>
<p>Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya.</p>
<p>Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.</p>
<p>Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya &#8220;Aku cinta kamu&#8221;, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, &#8220;Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya.&#8221;</p>
<p>Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.</p>
<p>Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari.</p>
<p>Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut.</p>
<p>Sebelum sempat berkata &#8220;Aku cinta kamu&#8221;, istrinya telah meninggal dunia.</p>
<p>Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.</p>
<p>Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.</p>
<p>Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut.</p>
<p>Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.</p>
<p>Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, &#8220;Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu&#8230;&#8221; Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir. Dia meninggal dunia dengan airmata di pipinya.</p>
<p>Waktu itu  tidak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.</p>
<p>Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!</p>
<p>Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.</p>
<p>Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat.</p>
<p>Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.</p>
<p>Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka &#8220;besok&#8221; akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.</p>
</div>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/masih-adakah-hari-esok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilarang Keras untuk Tertawa !!</title>
		<link>http://pengharapan.com/dilarang-keras-untuk-tertawa.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/dilarang-keras-untuk-tertawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 09:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[car]]></category>
		<category><![CDATA[drive]]></category>
		<category><![CDATA[women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[



No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/W9asOLhog0c" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/W9asOLhog0c"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/YUGnigBYItA" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/YUGnigBYItA"></embed></object></p>
</div>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/dilarang-keras-untuk-tertawa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan dan Kenikmatan itu Sederhana</title>
		<link>http://pengharapan.com/keindahan-dan-kenikmatan-itu-sederhana.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/keindahan-dan-kenikmatan-itu-sederhana.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 06:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[kenikmatan]]></category>
		<category><![CDATA[mengenali]]></category>
		<category><![CDATA[sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Ada keindahan dalam hal2 yang sederhana.
Tadi ada seekor cicak yang sedang kasmaran dan mengejar betinanya, ada daun kuning jatuh dari pohon besar, ada pula segelas air putih yang terasa nikmat sekali.
Kita hanya puas pada kesuksesan, keberhasilan yang hingar bingar, keuntungan yang berlimpah. Tapi pernahkah kita menikmati keindahan pada hal2 yang sederhana.
Enaknya bakso tempat SMP kita [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Ada keindahan dalam hal2 yang sederhana.<br />
Tadi ada seekor cicak yang sedang kasmaran dan mengejar betinanya, ada daun kuning jatuh dari pohon besar, ada pula segelas air putih yang terasa nikmat sekali.</p>
<p>Kita hanya puas pada kesuksesan, keberhasilan yang hingar bingar, keuntungan yang berlimpah. Tapi pernahkah kita menikmati keindahan pada hal2 yang sederhana.</p>
<p>Enaknya bakso tempat SMP kita dulu, murah, gurih, nikmat, dan penuh keceriaan. Makanan ter enak adalah makanan dekat sekolah kita dulu. Lucunya anak2 kecil di kebon binatang, walaupun bau tahi gajah tidak enak sekali. Gembiranya pembantu yang mau pulang lebaran ketika kita beri baju bekas kita. Adakah hal2 kecil ini membuat anda bahagia? Apakah &#8220;inner joy&#8221; anda bersorak sorai, ataukah sudah tidak ada lagi &#8220;keceriaan nurani&#8221; ini dalam kehidupan anda?<br />
<span id="more-478"></span>Kehidupan bukanlah hanya berisi sederetan rekor kesuksesan dan tonggak tonggak sejarah, tetapi juga berisi rentetan kesederhanaan yang indah dan penuh arti.</p>
<p>Kenikmatan itu murah, kalau kita tahu bagaimana cara menikmati hidup ini. Kita tidak perlu tersandera oleh dogma kehidupan yang harus mendewakan harta dan materi. Tapi merasakan rasa indah dalam kesederhanaan yang ada.</p>
<p>Mungkin telah terjadi tujuh puluh dua hal kecil yang indah yang anda lalui hari ini, tetapi mata anda tertutup pada satu proyek yang tidak juga goal itu&#8230; Mengapa tidak mencoba membuka mata kita? Kita bagaikan orang yang berada didalam bus yang melewati jalan2 yang luar biasa indah pemandangannya, tetapi kita tutup gorden penutup jendela bus, sehingga apapun tidak terlihat dari dalam.</p>
<p>Rasakan apapun yang anda lalui, karena hidup ini cuma perjalanan saja. Dan bagaimana kita memilih cara kita memandang hidup ini, adalah hak kita sendiri. Cobalah menikmati kesederhanaan keindahan itu dan menjalani dengan penuh rasa.</p>
<p>Semoga ini dapat menggugah anda untuk lebih mengenali lagi keindahan kecil yang anda lalui dan sering lupakan dalam hidup anda</p>
</div>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/keindahan-dan-kenikmatan-itu-sederhana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjing Kecil</title>
		<link>http://pengharapan.com/anjing-kecil.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/anjing-kecil.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 03:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>
		<category><![CDATA[direndahkan]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[tuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di sekitar rumah pemiliknya.
Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya.
Kata kuda itu : &#8220;Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik rumah ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di sekitar rumah pemiliknya.</p>
<p>Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya.</p>
<p>Kata kuda itu : &#8220;Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik rumah ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya&#8221;, ujarnya dengan sinis.</p>
<p>Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi.</p>
<p>Lalu dia mendengar suara seekor sapi di kandang sebelah berkata : &#8220;Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini&#8221;, dengan nada mencemooh si anjing kecil.<br />
<span id="more-475"></span>Teriak seekor domba : &#8220;Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dariku, aku memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Aku memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, sepertinya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini.&#8221;</p>
<p>Satu demi satu binatang di rumah  itu ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di rumah itu.</p>
<p>Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari rumah itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.</p>
<p>Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi&#8230;..</p>
<p>Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan si anjing kecil, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu.</p>
<p>&#8220;Aku tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga disini, aku memang hewan yang paling tidak berguna disini.&#8221;</p>
<p>Kata anjing tua itu : &#8220;Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan.&#8221;</p>
<p>Malam itu ketika pemilik rumah baru pulang dan kelihatan amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria.</p>
<p>Akhirnya pemilik rumah itu memeluk dia erat-erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata : &#8220;Meskipun aku pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kamu menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di rumah ini, kecil-kecil kamu telah mengerti artinya kasih&#8230;&#8221;</p>
<p>Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya&#8230;.. Dan jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain, karena orang yang tinggi hati akan direndahkan dan orang yang rendah hati akan ditinggikan. Semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri2, sebaiknya jangan terlalu menyombongkan diri dan merendahkan orang lain.</p>
</div>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/anjing-kecil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wasiat Ayah</title>
		<link>http://pengharapan.com/wasiat-ayah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/wasiat-ayah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bungsu]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sulung]]></category>
		<category><![CDATA[wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan dua orang anak laki-laki (sebut saja si-Sulung dan si-Bungsu). Pada suatu hari, sang Ayah mendadak sakit keras dan diprediksi sudah mendekati ajalnya. Menyadari akan hal ini, sang Ayah pun segera memanggil kedua anak laki-lakinya si-Sulung dan si-Bungsu.
Sesudah mereka berdua bersimpuh di dekat Ayah berbaring, sang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/kasih-seorang-ayah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kasih Seorang Ayah'>Kasih Seorang Ayah</a> <small>Sejak dulu, radio merupakan salah satu-satunya teman yang selalu menemani...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hadiah-sang-ayah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadiah Sang Ayah'>Hadiah Sang Ayah</a> <small>Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan dua orang anak laki-laki (sebut saja si-Sulung dan si-Bungsu). Pada suatu hari, sang Ayah mendadak sakit keras dan diprediksi sudah mendekati ajalnya. Menyadari akan hal ini, sang Ayah pun segera memanggil kedua anak laki-lakinya si-Sulung dan si-Bungsu.</p>
<p>Sesudah mereka berdua bersimpuh di dekat Ayah berbaring, sang Ayah pun menyatakan permintaannya kepada mereka : “Kalian berdua harus berjanji kepada Ayah……, bahwa setelah Ayah meninggal dunia nanti, kalian berdua harus menepati 2 pesan terakhir Ayah”. Sambil terisak tangis dan suasana hati yang tidak karuan, Sulung dan Bungsu pun hanya dapat manggut-manggut melihat kondisi Ayahnya yang semakin kritis.<span id="more-473"></span>Begini kira-kira kedua pesan Ayahnya itu:<br />
“<strong>PERTAMA</strong>, kalian harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian berdua<strong> TIDAK BOLEH MENAGIH PIUTANG</strong> kepada siapapun”. Tidak ada tindakan lain dari Sulung maupun Bungsu dalam menanggapi pesan <strong>PERTAMA</strong> Ayahnya itu selain mengatakan <strong>IYA KAMI BERJANJI</strong> dan menganggukkan kepala meski perasaan bingung menghinggapi kedua Anak tersebut.</p>
<p>“<strong>KEDUA</strong>, kalian berdua harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian berdua <strong>TIDAK BOLEH TERKENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG</strong>”. Semakin bingung-lah mereka terhadap permintaan Ayahnya. Tetapi sekali lagi keadaan lah yang memaksa mereka berdua untuk mengatakan <strong>IYA KAMI BERJANJI</strong> dan menganggukkan kepala.</p>
<p>Akhirnya, sesuai dengan rencana sang Ayah pun meninggal dunia dengan tenang karena telah menyatakan pesannya kepada kedua Anaknya. Prosesi pemakaman pun berlangsung dan kehidupan harus terus berjalan, karena baik Sulung maupun Bungsu memiliki Wirausaha yang harus dijalankan sebagai sandaran hidup.</p>
<p>Hari berganti hari, Minggu berganti minggu, Bulan dan Tahun. Tidak terasa 5 tahun telah berlalu sejak kematian sang Ayah. Disinilah mulai tampak perbedaan yang sangat mencolok antara Sulung dan Bungsu. Sang Ibu sebagai orang di “<strong>Tengah</strong>” pun tanggap akan hal ini. Perbedaan yang paling nyata adalah soal<strong> EKONOMI / KEUANGAN</strong>. Sang Ibu merasa iba kepada nasib si-Bungsu yang ekonominya sangat amburadul dan boleh dikatakan mulai Gulung Tikar. Sebaliknya, sang Ibu pun bangga kepada nasib si-Sulung yang boleh dibilang sangat sukses dalam bidang ekonomi.</p>
<p>Tergelitik rasa penasaran, iba dan bangga yang bercampur jadi satu, sang Ibu pun mengunjungi si-Bungsu untuk menanyakan perihal nasibnya:</p>
<p>“Wahai Bungsu, mengapa nasib mu sedemikian malangnya anakku ???”.</p>
<p>Si Bungsu pun menjawab:<br />
“Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah. <strong>PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH PIUTANG KEPADA SIAPAPUN.</strong> Sedangkan teman, kolega, client, dll tidak berniat untuk mengembalikan hutang mereka jika tidak ditagih, sehingga lama-kelamaan habislah modal saya Ibu. <strong>KEDUA</strong>, Ayah melarang saya untuk <strong>KENA</strong> <strong>SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG</strong>, itulah sebabnya pergi dan pulang dari Toko, saya selalu menggunakan jasa Taxi, karena saya hanya memiliki sepeda motor, sehingga modal saya lama-kelamaan habis Ibu”.</p>
<p>Melihat malangnya nasih Bungsu, sang Ibu pun menghibur dengan mengatakan :<br />
<strong>“ENGKAU MEMANG ANAK YANG BERBAKTI, KARENA ENGKAU MENJAGA JANJIMU KEPADA AYAH”.</strong></p>
<p>Kemudian berkunjunglah sang Ibu ke kediaman Sulung. Kali ini suasana berubah 180 derajat. Si Sulung adalah orang yang kaya raya dan sangat makmur ekonominya. Penasaran, sang Ibu pun menanyakan perihal nasibnya :</p>
<p>“Wahai Sulung, mengapa nasibmu sedemikian beruntung anakku ???”.</p>
<p>Si Sulung pun menjawab: “Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah”.</p>
<p>Sang Ibu pun keheranan akan jawaban Sulung dan menanyakan dengan rasa penasaran yang tinggi,</p>
<p>“kok bisa begitu ???”.</p>
<p>Sulung pun menjawab :<br />
<strong>“PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH PIUTANG KEPADA SIAPAPUN</strong>, oleh karena itu <strong>SAYA TIDAK PERNAH MEMBERIKAN HUTANG KEPADA SIAPAPUN</strong>, sehingga modal saya tetap. <strong>KEDUA, SAYA DILARANG KENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG</strong>, karena saya hanya memiliki sepeda motor, maka saya berangkat ke Toko pagi-pagi benar sebelum matahari terbit, dan pulang dari Toko malam benar setelah matahari terbenam, sehingga <strong>SEMUA CUSTOMER SAYA TAHU BAHWA TOKO SAYA BUKA PALING PAGI &amp; TUTUP PALING MALAM</strong>, sehingga Toko saya diserbu banyak pelanggan”.</p>
<p>Sang Ibu pun keheranan penuh kekaguman akan jawaban dari si-Sulung.</p>
<p>Selama ini anda selalu memerankan karakter Sulung / Bungsu ???<br />
Semoga bermanfaat untuk menghadapi persoalan hidup apapun. Anda hanya tinggal memilih …… Sulung ……….. atau ……………..Bungsu.</p>
</div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/kasih-seorang-ayah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kasih Seorang Ayah'>Kasih Seorang Ayah</a> <small>Sejak dulu, radio merupakan salah satu-satunya teman yang selalu menemani...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hadiah-sang-ayah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadiah Sang Ayah'>Hadiah Sang Ayah</a> <small>Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/wasiat-ayah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Seorang Ibu</title>
		<link>http://pengharapan.com/cinta-seorang-ibu.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/cinta-seorang-ibu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 02:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah di suatu desa ada seorang perempuan yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suami perempuan ini sudah lama meninggal karena sakit. Perempuan tua ini sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Adapun anak satu- satunya adalah laki-laki dan ia mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak lagi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/delapan-kebohongan-seorang-ibu-selama-hidupnya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Delapan Kebohongan Seorang Ibu Selama Hidupnya'>Delapan Kebohongan Seorang Ibu Selama Hidupnya</a> <small>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/di-dunia-ini-hanya-ibu-seorang-yang-baik.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik'>Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik</a> <small>Judul Asli: &#8220;Shi Sang Chi You Mama Hau&#8221; Alkisah, ada...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/senyum-ibu-terakhir.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Senyum Ibu Terakhir'>Senyum Ibu Terakhir</a> <small>Karena merasa sangat kehilangan, saya hampir tidak merasakan kerasnya bangku...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Alkisah di suatu desa ada seorang perempuan yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suami perempuan ini sudah lama meninggal karena sakit. Perempuan tua ini sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Adapun anak satu- satunya adalah laki-laki dan ia mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat perempuan tua ini sering kali menangis meratapi nasibnya yang malang.</p>
<p>Namun begitupun perempuan tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, &#8220;Tuhan tolong Kau sadarkan anakku yang ku sayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat, sebelum Aku mati&#8221;.</p>
<p>Namun semakin lama si Anak laki-laki perempuan tua ini semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.<br />
<span id="more-470"></span>Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman Pancung.</p>
<p>Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si perempuan tua. Dia menangis, meratapi Anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan.</p>
<p>&#8220;Tuhan, Ampunilah Anak Hamba.Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya.&#8221; Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur perempuan tua ini kembali ke rumah . Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.</p>
<p>Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan ,rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan Pancungnya yang telah diasah tajam, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.</p>
<p>Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan , lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada. Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah, darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana Lonceng diikat.</p>
<p>Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi?</p>
<p>Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si perempuan tua yang tak lain adalah ibu dari anak lelaki yang mau dihukum pancung itu sudah dalam kondisi kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya, si ibu dengan susah payah memanjat ke Atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.</p>
</div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/delapan-kebohongan-seorang-ibu-selama-hidupnya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Delapan Kebohongan Seorang Ibu Selama Hidupnya'>Delapan Kebohongan Seorang Ibu Selama Hidupnya</a> <small>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/di-dunia-ini-hanya-ibu-seorang-yang-baik.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik'>Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik</a> <small>Judul Asli: &#8220;Shi Sang Chi You Mama Hau&#8221; Alkisah, ada...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/senyum-ibu-terakhir.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Senyum Ibu Terakhir'>Senyum Ibu Terakhir</a> <small>Karena merasa sangat kehilangan, saya hampir tidak merasakan kerasnya bangku...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/cinta-seorang-ibu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah yang Lebih Berharga</title>
		<link>http://pengharapan.com/hadiah-yang-lebih-berharga.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hadiah-yang-lebih-berharga.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 03:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berharga]]></category>
		<category><![CDATA[buta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. Kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.
Setahun sudah lewat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hadiah-sang-ayah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadiah Sang Ayah'>Hadiah Sang Ayah</a> <small>Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. Kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.</p>
<p>Setahun sudah lewat sejak Susan, 34 tahun, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa, dia kehilangan penglihatannya dan terlempar ke dunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri.<br />
Sebagai wanita yang sangat independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya, dan menjadi beban bagi semua orang di sekelilingnya.<br />
<span id="more-467"></span>&#8220;Bagaimana mungkin ini bisa terjadi pada diriku?&#8221; dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapa pun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu &#8212; penglihatannya takkan pernah pulih lagi.</p>
<p>Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus.</p>
<p>Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekat untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi.</p>
<p>Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.</p>
<p>Akhirnya, Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa sampai ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak di pinggir kota yang berseberangan.</p>
<p>Mula-mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun.</p>
<p>Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru &#8212; membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. Tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak. Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah.</p>
<p>Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi.</p>
<p>&#8220;Aku buta!&#8221; tukasnya dengan pahit. &#8220;Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku&#8221;</p>
<p>Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan,sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.</p>
<p>Dan itulah yang terjadi. Selama dua minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan satu kursi kosong untuknya.</p>
<p>Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung waktu turun dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya.</p>
<p>Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya; wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah.</p>
<p>Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri.</p>
<p>Tibalah hari Senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya satu bus dan sahabatnya yang terbaik. Sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untuk menjalani hidup?</p>
<p>Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir itu, &#8220;Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?&#8221;<br />
Sopir itu menjawab, &#8220;Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu&#8221;</p>
<p>Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya, &#8220;Apa maksudmu ?&#8221;<br />
&#8220;Kau tahu, minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung&#8221;, kata sopir itu.</p>
<p>Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk menyakinkan diri &#8212; hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.﻿</p>
</div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hadiah-sang-ayah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hadiah Sang Ayah'>Hadiah Sang Ayah</a> <small>Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hadiah-yang-lebih-berharga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bambu dan Pakis</title>
		<link>http://pengharapan.com/bambu-dan-pakis.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bambu-dan-pakis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 03:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bambu]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[pakis]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya memutuskan untuk berhenti &#8230; berhenti dari pekerjaan yang selama ini telah saya tekuni, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitas yang selama ini saya jalani. saya pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. saya berkata kepada Tuhan : &#8220;Tuhan, berikan saya satu alasan untuk tidak berhenti?&#8221;
Dia [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Suatu hari saya memutuskan untuk berhenti &#8230; berhenti dari pekerjaan yang selama ini telah saya tekuni, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitas yang selama ini saya jalani. saya pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. saya berkata kepada Tuhan : &#8220;Tuhan, berikan saya satu alasan untuk tidak berhenti?&#8221;</p>
<p>Dia memberi jawaban yang mengejutkan saya. &#8220;Lihat ke sekelilingmu&#8221; , kataNya. &#8220;Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?&#8221;. &#8220;Ya&#8221;, jawab saya. Lalu Tuhan berkata, &#8220;Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.<br />
<span id="more-464"></span>Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. &#8221;</p>
<p>&#8220;Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. &#8221; &#8220;Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. &#8221;</p>
<p>&#8220;Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu.&#8221;</p>
<p>Tuhan berkata &#8220;Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saat mu akan tiba&#8221;, Tuhan mengatakan itu kepada saya.<br />
&#8220;Engkau akan tumbuh sangat tinggi&#8221;<br />
&#8220;Seberapa tinggi saya harus bertumbuh?&#8221; tanya saya.<br />
&#8220;Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?&#8221;<br />
Tuhan balik bertanya.<br />
&#8220;Setinggi yang mereka mampu?&#8221; saya bertanya<br />
&#8220;Ya.&#8221; jawabNya, &#8220;Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai.&#8221;</p>
<p>Lalu saya pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap saya. Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.</p>
</div>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bambu-dan-pakis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filosofi Dasar Dalam Hidup</title>
		<link>http://pengharapan.com/filosofi-dasar-dalam-hidup.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/filosofi-dasar-dalam-hidup.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 03:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.
Seorang pemuda yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/pelajaran-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pelajaran Hidup'>Pelajaran Hidup</a> <small>Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu Sebagai...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/apa-yang-kau-inginkan-dalam-hidupmu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Yang Kau Inginkan Dalam Hidupmu'>Apa Yang Kau Inginkan Dalam Hidupmu</a> <small>Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.</p>
<p>Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, &#8220;Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yang sebelah juga ?&#8221; Si bapak tua menjawab, &#8220;Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.&#8221;<span id="more-461"></span>Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup &#8211; jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.<br />
Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.</p>
<p>Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat diartikan :<br />
supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.<br />
Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.</p>
<p>Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan.<br />
Berkeras hati &amp; berusaha mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.</p>
<p>Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya. Karena tiada badai yang tak berlalu. Tiada Pesta yang tak pernah Usai. Semua yang ada di dunia ini tiada yang abadi.</p>
</div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/pelajaran-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pelajaran Hidup'>Pelajaran Hidup</a> <small>Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu Sebagai...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/apa-yang-kau-inginkan-dalam-hidupmu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Yang Kau Inginkan Dalam Hidupmu'>Apa Yang Kau Inginkan Dalam Hidupmu</a> <small>Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/filosofi-dasar-dalam-hidup.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boleh Bawa Temanku?</title>
		<link>http://pengharapan.com/boleh-bawa-temanku.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/boleh-bawa-temanku.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 03:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cacat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Huuu&#8230;.uuura! &#8221; Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya.
Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><p>&#8220;Huuu&#8230;.uuura! &#8221; Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya.<br />
Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tersebut. Dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.<span id="more-457"></span><br />
Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan-rekan bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota. Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport.</p>
<p>Si Anak: &#8220;Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?&#8221;<br />
Ibu: &#8220;Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan-segan bawalah!&#8221;<br />
Si Anak: &#8220;Tetapi kawan saya adalah seorang cacat, karena korban perang di Vietnam?&#8221;<br />
Ibu: &#8220;&#8230;&#8230;oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacat?&#8221; &#8211; nada suaranya sudah agak menurun<br />
Si Anak: &#8220;Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!&#8221;<br />
Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: &#8220;Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah?&#8221;<br />
Si Anak: &#8220;&#8230;tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!&#8221;<br />
Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: &#8220;Na&#8230;ak lain kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar nanti biaya penginapannya! &#8221;<br />
Si Anak: &#8220;&#8230;tetapi ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!&#8221;<br />
Si Ibu: &#8220;Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang-orang penting yang berkunjung kerumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacat dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan-jangan nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti.&#8221;</p>
<p>Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.<br />
Orang tua dari kedua anak tersebut maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tersebut tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung kerumah mereka.<br />
Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anaknya sendiri!</p>
<p>Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!</p>
<p>Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tersebut kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri?<br />
Apakah kita lain dari mereka?<br />
Apakah Anda masih tetap mau berkawan<br />
&#8230;&#8230;. dengan orang cacat?<br />
&#8230;&#8230;..yang bukan karena cacat tubuh saja?<br />
&#8230;&#8230;. tetapi cacat mental atau&#8230;&#8230;..cacat status atau cacat nama atau<br />
&#8230;&#8230;..cacat latar belakang kehidupannya?  <br />
Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang<br />
&#8230;&#8230;.yang jatuh miskin?<br />
&#8230;&#8230;.yang bekas pelacur?<br />
&#8230;&#8230;.yang tidak punya rumah lagi?<br />
&#8230;&#8230;.yang pemabuk?<br />
&#8230;&#8230;.yang pecandu?<br />
&#8230;&#8230;.yang berlainan agama?</p>
<p>Renungkanlah jawabannya, hanya Anda dan Sang Pencipta saja yang mengetahuinya?!<br />
Semoga cerita diatas memberikan pencerahan kepada kita semua.</p>
</div>

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/boleh-bawa-temanku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
