<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hanya Ada 3 Hari Dalam Hidup Ini</title>
		<link>http://pengharapan.com/hanya-ada-3-hari-dalam-hidup-ini.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hanya-ada-3-hari-dalam-hidup-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[3 hari]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1289</guid>
		<description><![CDATA[Yang pertama :
&#8220;HARI KEMARIN&#8221;
Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi.
Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan.
Dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin berlalu,
LEPASKAN saja.

Yang kedua :
&#8220;HARI ESOK&#8221;
Hingga mentari terbit esok hari,
Kamu tak tahu apa yang akan terjadi.
Kamu belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari.
Kamu tak mungkin [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseimbangan Hidup'>Keseimbangan Hidup</a> <small>Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup, Belajar Dari Kesalahan'>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</a> <small>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang pertama :</p>
<p>&#8220;HARI KEMARIN&#8221;</p>
<p>Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi.<br />
Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.<br />
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan.<br />
Dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin.<br />
Biarkan hari kemarin berlalu,<br />
LEPASKAN saja.<br />
<span id="more-1289"></span><br />
Yang kedua :</p>
<p>&#8220;HARI ESOK&#8221;</p>
<p>Hingga mentari terbit esok hari,<br />
Kamu tak tahu apa yang akan terjadi.<br />
Kamu belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari.<br />
Kamu tak mungkin tahu, sedih atau ceria di esok hari.<br />
Karena esok hari belum tiba,<br />
BIARKAN saja.</p>
<p>Yang tersisa kini hanyalah :</p>
<p>&#8220;HARI INI&#8221;</p>
<p>Pintu masa lalu telah tertutup.<br />
Pintu masa depanpun belum tiba.<br />
Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini.<br />
Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini.<br />
Bila kamu mampu melupakan hari kemarin.<br />
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari.<br />
Hiduplah HARI INI.</p>
<p>Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.</p>
<p>Hiduplah apa adanya.<br />
Karena yang ada hanyalah hari ini.</p>
<p>Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat.<br />
Meski mereka berlaku buruk pada kamu.</p>
<p>Sayangilah seseorang sepenuh hati hari ini karena mungkin besok cerita sudah berganti.</p>
<p>Ingatlah bahwa kamu menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka tetapi karena siapakah diri kamu sendiri.</p>
<p>Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu.<br />
Atau masa depan membuatmu bingung.</p>
<p>Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu. Sepenuh jiwa ragamu.</p>
<p>Berterima kasihlah pada orang yang telah melukai hatimu, karena dia telah membuat hatimu kuat.</p>
<p>Berterima kasihlah pada orang yang telah membohongimu, karena dia membuat hidupmu makin bijaksana.</p>
<p>Berterima kasihlah pada orang yang telah membencimu, karena dia yang mengasah ketegaranmu.</p>
<p>Dan berterima kasihlah pada orang yang telah menyayangimu, karena itulah ANUGERAH TERINDAH dalam hidupmu.</p>
<p>Diposting oleh Muryati Hapsari di http://facebook.com/pengharapan tanggal 3 Januari 2012</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseimbangan Hidup'>Keseimbangan Hidup</a> <small>Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup, Belajar Dari Kesalahan'>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</a> <small>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hanya-ada-3-hari-dalam-hidup-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Engkau Alami Selama Ini</title>
		<link>http://pengharapan.com/yang-engkau-alami-selama-ini.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/yang-engkau-alami-selama-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 07:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[dusta]]></category>
		<category><![CDATA[engkau]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1283</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu … Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya &#8230; Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.
Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail atau sms pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya … Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mail atau smsmu, dia [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu … Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya &#8230; Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail atau sms pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya … Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mail atau smsmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya … Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura &#8211; pura tidak melihatmu … Saat kau mencintainya dengan tulus, dia mengacuhkanmu…Saat dia yang kau sayangi tiba-tiba memutuskan hubungannya denganmu.</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><span id="more-1283"></span>Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan … Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu … Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu …</span></p>
<p><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><em>Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu … Sebenarnya </em></span><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><em>semua yang kau alami tersebut sangat berguna bagimu,karena dia sedang mengajarimu …</em></span></p>
<p><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan</span><span style="font-family: Arial, sans-serif;"> … sebenarnya dia sedang mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia .…</span></p>
<p><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Saat temanmu menghapus e &#8211; mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa,dia pura-pura tidak melihatmu … sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk &amp; selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail atau sms yang kau kirim … atau mungkin saja dia memang tidak melihatmu …</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Dan saat dia tidak menjawab e–mail atau sms-mu … sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e -mail atau sms temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mail atau smsnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu …</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba–tiba memutuskan hubungannya denganmu sebenarnya …. Dia sedang mengajarimu untuk menerima rencanaNya …</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu … sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun …</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu … sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya …</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan … sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif &amp; santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan …</span></p>
<p><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dgn orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan … Dan </span><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><em>betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan / dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina .…</em></span></p>
<p><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Yang paling berharga adalah &#8230; Se</span><span style="font-family: Arial, sans-serif;">benarnya </span><span style="font-family: Arial, sans-serif;"><em>orang &#8211; orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati &amp; jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu …</em></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family: Arial, sans-serif;">Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu hidupmu</span></p>
<p lang="sv-SE"> </p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/yang-engkau-alami-selama-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mandikan aku MAMA</title>
		<link>http://pengharapan.com/mandikan-aku-mama.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/mandikan-aku-mama.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 13:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[mandikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[Aku punya sahabat, sebut saja namanya Pita. Ketika masih kuliah, aku mengenalnya sebagai seorang yang berotak cemerlang. Universitas mengirimnya ke negeri bunga Tulip untuk mempelajari hukum internasional di Universitas Utrecht, sedangkan aku memilih menyelesaikan pendidikanku di bidang kedokteran. Pita terus mengejar impiannya hingga suatu saat ia mendapatkan seorang suami yang sama-sama berprestasi. Bertepatan dengan diangkatnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/aku-menangis-untuk-adikku-sebanyak-6-kali.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aku Menangis Untuk Adikku Sebanyak 6 Kali'>Aku Menangis Untuk Adikku Sebanyak 6 Kali</a> <small>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku punya sahabat, sebut saja namanya Pita. Ketika masih kuliah, aku mengenalnya sebagai seorang yang berotak cemerlang. Universitas mengirimnya ke negeri bunga Tulip untuk mempelajari hukum internasional di Universitas Utrecht, sedangkan aku memilih menyelesaikan pendidikanku di bidang kedokteran. Pita terus mengejar impiannya hingga suatu saat ia mendapatkan seorang suami yang sama-sama berprestasi. Bertepatan dengan diangkatnya Pita menjadi staf diplomat dan selesainya suaminya meraih gelar doktor, lahirlah seorang anak laki-laki buah cinta mereka, Eka namanya. Pita semakin sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Eka baru berumur 6 bulan. Pita sangat sering meninggalkan Eka pergi dari satu kota ke kota lain, bahkan dari satu negara ke negara lain.</p>
<p>Aku pernah bertanya kepadanya, &#8220;Bukankah Eka masih terlalu kecil untuk ditinggalkan ?&#8221; &#8220;Tidak, aku sudah mempersiapkan segalanya dan semua pasti berjalan baik&#8221;, jawab Pita.<span id="more-1279"></span></p>
<p>Di bawah perawatan baby-sitter dan pengawasan kakek-neneknya, Eka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan lincah. Kakek neneknya tidak pernah lupa menceritakan kepada Eka akan kehebatan kedua orang tuanya yang telah menjadi kebanggaan mereka semua. Meskipun kedua orang tuanya begitu sibuk, namun Eka bisa memahami kesibukan mereka.</p>
<p>Suatu hari, Eka pernah meminta seorang adik kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya menjelaskan tentang kesibukan mereka yang belum memungkinkan untuk memberikan Eka seorang adik. Kali ini, Eka lagi-lagi mengerti kondisi orang tuanya. Karena sikap Eka yang begitu pengertian dan dewasa, Pita menyebutnya &#8220;Dewi kecil&#8221;. Meskipun kedua orang tuanya sering pulang larut malam, namun Eka tetap bersikap manis dan tidak ngambek. Karena kemanisan sikap Eka, aku pernah mengimpikan seorang anak sepertinya.</p>
<p>Pagi yang cerah di hari itu, entah kenapa Eka tidak mau dimandikan oleh baby sitternya. &#8220;Eka ingin mama yang memandikan&#8221;, katanya.</p>
<p>Pita yang setiap hari berpacu dengan waktu tentu saja menjadi gusar. Eka mengajukan permohonan yang sama selama kurang lebih seminggu, tetapi Pita dan suaminya tidak begitu peduli. &#8220;Mungkin ia sedang dalam masa peralihan sehingga ia minta perhatian yang lebih&#8221;, pikir mereka.</p>
<p>Sampai suatu sore, aku dikejutkan oleh telepon Ida, sang baby sitter. Ada kepanikan di dalam suaranya, &#8220;Bu dokter, Eka sakit demam dan kejang-kejang. Sekarang ia di UGD&#8221;.</p>
<p>Tanpa pikir panjang aku langsung menuju UGD, tetapi semua sudah terlambat. Kematian telah menjemput Eka yang lincah, pintar dan pengertian. Saat kejadian, mamanya sedang meresmikan kantor barunya.</p>
<p>Dalam keadaan terpukul, Pita pulang ke rumah dan satu-satunya yang ingin ia lakukan adalah memandikan anaknya Eka. Keinginan untuk memandikan Eka memang tercapai, walau dalam keadaan tubuh yang terbujur kaku. Ia memandikan Eka diiringi deraian air mata dan rintihan pedih, &#8220;Ini mama sayang &#8230; mama yang memandikan Eka&#8221;.</p>
<p>Tubuh kecil Eka telah tertimbun tanah, tetapi kami masih berdiri membisu disana. Aku membiarkan Pita mengucapkan kata-kata yang bisa menghibur dirinya sendiri atas kepergian Eka-nya. Hening sejenak, sebelum Pita akhirnya tertunduk, &#8220;Bangun Eka, mama mau mandikan Eka, berikan mama kesempatan sekali lagi, Ka &#8230;&#8221;</p>
<p>Rintihan itu begitu menyayat kalbu, tapi semua sudah terlanjur. Penyesalan selalu datang terlambat dan kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang.</p>
<p>Nyatakanlah perhatian dan kasih kepada orang-orang yang kita kasihi, selama masih ada kesempatan.</p>
<p>Semua berjalan sesuai dengan Hukum sebab-akibat. Ada sebab maka ada akibat dalam kehidupan ini.</p>
<p>Kita bisa mencari waktu lain untuk berkarier dan berusaha, tetapi orang-orang yang kita kasihi tidak selamanya bisa bersama kita. Siapa yang tahu berapa lama seseorang hidup di dunia ini?</p>
<p>Berbuat baik dan nyatakanlah cinta kasih kita selama masih ada kesempatan.</p>
<p>Semoga semua makhluk berbahagia.</p>
<p>(Diposting oleh Muryati Hapsari di http://facebook.com/pengharapan tanggal 19 Januari 2012)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/aku-menangis-untuk-adikku-sebanyak-6-kali.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aku Menangis Untuk Adikku Sebanyak 6 Kali'>Aku Menangis Untuk Adikku Sebanyak 6 Kali</a> <small>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/mandikan-aku-mama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</title>
		<link>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 04:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[burung]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.
Sulitnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Dari Keledai'>Belajar Dari Keledai</a> <small>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur....</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.<br />
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.<br />
Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.<br />
semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,<br />
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.<span id="more-1277"></span><br />
Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.<br />
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>Walaupun sulit tetapi harus di praktekkan, jangan berhenti sampai ditengah jalan harus berjuang agar hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi ( better and better).<br />
mari kita bersama-sama melangkah dalam kemajuan hidup bukan sebaliknya.<br />
Sadari semua orang memiliki kelebihannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri dan harus terus berusaha untuk bersama-sama saling mendukung dan memotivasi.</p>
<p>Ini ada cerita renungan tentang seekor anak burung unta yang ingin belajar terbang,. Dia merasa malu karena orang tuanya dan kelompoknya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan dia sering sekali mengamati burung-burung lain yang dapat terbang kesana-kemari.<br />
Sedangkan hidup mereka hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.<br />
Akhirnya ketidakpuasan akan hidup pun melanda dirinya.</p>
<p>Dia pun pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya dan mereka meninggalkan anak burung unta itu sendirian.<br />
Anak burung unta tersebut pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo pun berkata: ”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang bagaimana bisa terbang, orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”</p>
<p>Lalu anak burung unta tersebut, masih penasaran dengan guru yang mungkin dapat membantunya belajar terbang dia pun mencari burung elang, Burung elang dengan sombongnya berkata:” Lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. Pulang saja sana!”<br />
Masih pantang menyerah dan pergi menemui burung nazar (burung pemakan bangkai).</p>
<p>Lalu Kawanan burung nasar itu senang dengan hadirnya burung unta yang bodoh itu sebab dia adalah santapan lezat untuk mereka. Mereka pun berkata: ”Hai anak burung, Kami akan mengajarimu terbang, tetapi kamu harus terbang dari puncak bukit ini dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu. Sekarang belajar dulu di daratan ini untuk mengepakan sayapmu, kemudian berlari sekuat tenaga untuk terbang melewati puncak tebing ini sampai di puncak tebing seberang ”</p>
<p>Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kemudian berpesta pora.<br />
Seandainya burung unta itu mendengarkan nasihat orang tuanya, maka ia akan baik-baik belajar tarian burung unta, dan akan hidup dengan bahagia menghibur semua orang di kebun binatang dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya dihargai sebagai burung ‘balerina’ dan ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’ . Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya.</p>
<p>Tuhan memberkati&#8230;</p>
<p>( Posting dari Andreas Alvino tanggal 18 Januari 2012 di http://facebook.com/pengharapan )</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Dari Keledai'>Belajar Dari Keledai</a> <small>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur....</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Imajiner Manusia dengan Tuhannya (2)</title>
		<link>http://pengharapan.com/dialog-imajiner-manusia-dengan-tuhannya-2.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/dialog-imajiner-manusia-dengan-tuhannya-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 12:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[imajiner]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1267</guid>
		<description><![CDATA[TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk .
TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk&#8230;!!!
AKU : Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/dialog-imajiner-manusia-dengan-tuhannya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dialog Imajiner Manusia Dengan Tuhannya'>Dialog Imajiner Manusia Dengan Tuhannya</a> <small>Man : Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TUHAN : Kamu memanggilKu ?</p>
<p>AKU : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?</p>
<p>TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.</p>
<p>AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk .<span id="more-1267"></span></p>
<p>TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk&#8230;!!!</p>
<p>AKU : Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini..</p>
<p>TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.<br />
Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi misalnya.</p>
<p>AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?</p>
<p>TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.</p>
<p>AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?</p>
<p>TUHAN : Hari ini adalah Hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.<br />
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.<br />
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.<br />
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.</p>
<p>AKU : Tapi bagaimana mungkin Kita tidak khawatir jika Ada begitu banyak ketidakpastian.</p>
<p>TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.</p>
<p>AKU : Tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.</p>
<p>TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, Tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.</p>
<p>AKU : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?</p>
<p>TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.<br />
Orang baik tidak dapat melewati rintangan, tanpa menderita.<br />
Dengan pengalaman itu hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.</p>
<p>AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?</p>
<p>TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.<br />
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.</p>
<p>AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?<br />
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?</p>
<p>TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.<br />
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.</p>
<p>AKU : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…</p>
<p>TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam.<br />
Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga.<br />
Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.</p>
<p>AKU : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.<br />
Apa yang dapat saya lakukan?</p>
<p>TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.<br />
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.<br />
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.<br />
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.</p>
<p>AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?</p>
<p>TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.<br />
Selalu hitung yang harus kamu syukuri, jangan hitung apa yang tidak kamu peroleh.</p>
<p>AKU : Apa yang menarik dari manusia?</p>
<p>TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.<br />
Jika mereka bahagia, tidak Ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”</p>
<p>AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?</p>
<p>TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.<br />
Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu.<br />
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.</p>
<p>AKU : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?</p>
<p>TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.<br />
Peganglah saat ini dengan keyakinan.<br />
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.</p>
<p>AKU : Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.</p>
<p>TUHAN : Tidak Ada DOA yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.</p>
<p>AKU : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.</p>
<p>TUHAN : Oke&#8230;dech&#8230; Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.<br />
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.<br />
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.<br />
………TUHAN has signed out&#8230;&#8230;.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/dialog-imajiner-manusia-dengan-tuhannya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dialog Imajiner Manusia Dengan Tuhannya'>Dialog Imajiner Manusia Dengan Tuhannya</a> <small>Man : Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/dialog-imajiner-manusia-dengan-tuhannya-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seandainya &#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://pengharapan.com/seandainya.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/seandainya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 14:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[adik]]></category>
		<category><![CDATA[kakak]]></category>
		<category><![CDATA[seandainya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1264</guid>
		<description><![CDATA[Roy Angel adalah petani miskin yang memiliki kakak seorang milyuner. Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya. Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Roy Angel adalah petani miskin yang memiliki kakak seorang milyuner. Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya. Setelah itu kakak Roy Angel menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah di New York dan memiliki kantor di Wallstreet.</p>
<p>Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap.<br />
<span id="more-1264"></span>Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.<br />
&#8220;Hai.. nak&#8221; sapa Roy<br />
Anak itu melihat pada Roy dan bertanya &#8220;Apakah ini mobil Tuan?&#8221;<br />
&#8220;Ya,&#8221; jawab Roy singkat.<br />
&#8220;Berapa harganya Tuan?&#8221;<br />
&#8220;Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa&#8221;.<br />
&#8220;Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?&#8221;<br />
Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.<br />
&#8220;Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya&#8221;<br />
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam, &#8220;Seandainya&#8230;. seandainya&#8230;.&#8221;<br />
Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu.<br />
&#8220;Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku.&#8221;<br />
Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya:<br />
&#8220;Seandainya&#8230; seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu&#8230;..&#8221;</p>
<p>Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya. Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.<br />
Sampai satu kali anak itu berkata,&#8221;Tuan bersediakah mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini&#8221;.<br />
Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.<br />
&#8220;Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah.&#8221; pikir Roy.<br />
&#8220;OK, mengapa tidak&#8221;, kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.<br />
Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak,<br />
&#8220;Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali&#8221;.<br />
Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot.</p>
<p>Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu. Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh.<br />
Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:<br />
&#8220;Lihat&#8230; seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu&#8221;.</p>
<p>Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya. Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.</p>
<p>Kisah ini diambil dari sebuah kisah nyata yang ditulis dalam sebuah buku &#8220;Stories for the family&#8217;s heart&#8221; by Alice Gray.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/seandainya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengunjungi Orang Sakit</title>
		<link>http://pengharapan.com/tips-mengunjungi-orang-sakit.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/tips-mengunjungi-orang-sakit.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 03:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Video Inspiratif dan Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[berkunjung]]></category>
		<category><![CDATA[orang sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1260</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu menjenguk seseorang di rumah sakit, banyak sekali yang mengatakan, “ Bagaimana rasanya hari ini ? ”
Betapa konyolnya ucapan itu ! Tentu saja keadaan mereka buruk, kalau tidak pastilah mereka tidak berada di rumah sakit kan ?
Lagi pula, kata &#8211; kata klise tersebut membuat pasien menjadi tertekan mentalnya. Mereka tentu merasa kurang sopan kalau mereka [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu menjenguk seseorang di rumah sakit, banyak sekali yang mengatakan, “ Bagaimana rasanya hari ini ? ”</p>
<p>Betapa konyolnya ucapan itu ! Tentu saja keadaan mereka buruk, kalau tidak pastilah mereka tidak berada di rumah sakit kan ?</p>
<p>Lagi pula, kata &#8211; kata klise tersebut membuat pasien menjadi tertekan mentalnya. Mereka tentu merasa kurang sopan kalau mereka membuat penjenguk menjadi sedih dengan berkata yang sebenarnya mengenai keadaan mereka yang payah. Bagaimana mereka bisa mengecewakan seseorang yang telah susah payah datang mengunjungi mereka di rumah sakit dengan menjawab bahwa mereka kesakitan, payah, seperti seonggok karung bekas ?</p>
<p>Oleh karena itu, mereka terpaksa berbohong, berkata, ” Saya sudah baikan hari ini ”. Dengan perasaan bersalah bahwa mereka tidak berbuat apa &#8211; apa untuk cepat sembuh. <strong>Begitulah, begitu banyak pengunjung rumah sakit yang justru membuat pasien merasa lebih sakit !<span id="more-1260"></span></strong></p>
<p>Seorang teman dari Australia dalam keadaan sekarat akibat menderita kanker parah di sebuah rumah sakit di Perth. Saya mengenalnya sudah beberapa tahun dan cukup sering menjenguknya. Suatu hari dia menelpon saya di rumah, meminta agar saya mengunjunginya hari itu juga, karena dia merasa waktunya sudah dekat. Saya menghentikan segala aktifitas saya dan segera meminta seseorang mengantarkan saya ke rumah sakit di Perth yang berjarak tujuh puluh kilometer. Sewaktu lapor di resepsi rumah sakit tersebut, suster jaga mengatakan bahwa si teman tersebut memberi intruksi agar tidak seorangpun diijinkan menjenguknya.</p>
<p>Tapi saya sudah datang begitu jauh khusus untuk menjenguknya, saya berkata kalem.<br />
“ Maaf ”, kata sang suster, “ Dia tidak ingin menerima segala pengunjung dan kita harus menghormatinya ”.<br />
“ Tidak mungkin ”, protes saya, “ Dia telah menelpon saya sekitar satu setengah jam yang lalu dan meminta saya datang ”.</p>
<p>Suster tua itu memandang saya dan meminta saya untuk mengikutinya. Kami berhenti di depan kamar dia dan si suster menunjuk sebuah kertas yang diplester di pintunya : <strong>“ TIDAK MENERIMA PENGUNJUNG ! ”</strong></p>
<p>“ Lihat ! ”, kata si suster.<br />
Begitu saya memeriksa kertas tersebut, saya membaca kata &#8211; kata lain, ditulis dengan huruf &#8211; huruf yang lebih kecil di bawahnya : “ kecuali Ajahn Brahm ”.<br />
Akhirnya saya boleh masuk.</p>
<p>Saat saya bertanya kepada teman saya, mengapa dia menaruh kertas pengumuman tersebut dengan perkecualian, dia menjelaskan bahwa setiap kali teman dan kerabat datang mengunjunginya, mereka sangat sedih dan tertekan menyaksikan keadaan dan kondisinya yang parah dan itu membuat perasaannya menjadi lebih buruk. Kena kanker sudah cukup jelek dan saya tidak ingin menambahnya dengan berhadapan dengan segala problem mental penjenguknya lagi.</p>
<p>Kemudian dia berkata bahwa cuma saya satu &#8211; satunya teman yang memperlakukannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai seseorang yang sekarat ; teman yang tidak sedih melihatnya semakin hari semakin kurus dan loyo, malahan menceritakan lelucon &#8211; lelucon dan membuatnya tertawa. Saat itu saya menghiburnya dengan lelucon &#8211; lelucon, sementara dia mengajarkan saya bagaimana menolong seorang teman yang sedang menghadapi kematian. <strong>Saya belajar darinya bahwa saat menjenguk seseorang di rumah sakit, <span style="text-decoration: underline;">berbicaralah kepada pribadinya dan biarkan penyakitnya menjadi urusan dan pembicaraan dokter serta suster saja.</span></strong></p>
<p>Dia meninggal kurang dari dua hari setelah kunjungan saya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/tips-mengunjungi-orang-sakit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejujuran membawa berkat</title>
		<link>http://pengharapan.com/kejujuran-membawa-berkat.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kejujuran-membawa-berkat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 09:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berkat]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan.
David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan.</p>
<p>David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.<span id="more-1255"></span></p>
<p>&#8220;Halo, apa kabar?&#8221; telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara.<br />
David dengan nada agak terisak berkata: &#8220;Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.&#8221;<br />
Ibu David berkata: &#8220;Anakku tersayang, mama tahu.&#8221;<br />
&#8220;Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?&#8221;<br />
David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, &#8220;Mama, apa yang telah terjadi di rumah?&#8221;</p>
<p>Ibu David berkata, &#8220;Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan,<br />
bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri.&#8221;</p>
<p>Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David juga &#8220;tes&#8221;, &#8220;tes&#8221; tak hentinya menetes, dan ia berpikir Kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung. David berkata kepada ibunya, &#8220;Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian.&#8221;</p>
<p>Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out.</p>
<p>Pada detik ketika David mengatakan &#8220;Sampai jumpa&#8221; kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut.</p>
<p>Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.</p>
<p>David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh,<br />
pertama: karena tidak ada yang tahu,<br />
ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan.<br />
Namun setelah bolak-balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon.</p>
<p>Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum berkata, &#8220;Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon).&#8221;</p>
<p>Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, &#8220;Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan.&#8221;<br />
Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.</p>
<p>Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, &#8220;Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat<br />
ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hore!&#8221;, David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen.<br />
Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.</p>
<p>Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja,<br />
sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.</p>
<p>Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya: &#8220;Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan.&#8221;<br />
Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi.<br />
David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.</p>
<p>Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya.<br />
Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut:<br />
&#8220;Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya.&#8221;</p>
<p>Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme:<br />
&#8220;Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan.&#8221;</p>
<p>So, di saat-saat paling sulit,<br />
Pertama : Jangan melupakan harapan sudah ada di depan mata.<br />
Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.</p>
<p>Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC.<br />
Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direkturnya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kejujuran-membawa-berkat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Diri Sendiri</title>
		<link>http://pengharapan.com/menjadi-diri-sendiri.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/menjadi-diri-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[great pretender]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi diri sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1248</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah seorang yang sangat menggunakan ” hati ”. Boleh dibilang sangat berperasaan. Kalau terjadi sesuatu yang mengganggu hati ini, aku terlalu sering meluapkannya dalam tangisan. Aneh, suatu kebiasaan yang tidak pernah berubah, meski kadang ingin sekali aku ubah.
Aku ingin menjadi seperti kakakku. Dia sangat tegar. Apapun yang mengganggu hati, jarang sekali masuk ke dalam [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/disiplin-diri.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Disiplin Diri'>Disiplin Diri</a> <small>Disiplin diri adalah sebuah cara untuk membuat impian anda menjadi...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku adalah seorang yang sangat menggunakan ” hati ”. Boleh dibilang sangat berperasaan. Kalau terjadi sesuatu yang mengganggu hati ini, aku terlalu sering meluapkannya dalam tangisan. Aneh, suatu kebiasaan yang tidak pernah berubah, meski kadang ingin sekali aku ubah.</p>
<p>Aku ingin menjadi seperti kakakku. Dia sangat tegar. Apapun yang mengganggu hati, jarang sekali masuk ke dalam hati, melainkan hanya menyentuh pikirannya. Ingin sekali ku seperti itu, tidak gampang tersakiti. <span id="more-1248"></span></p>
<p>Sepertinya, cukup banyak pula seseorang yang ingin menjadi seperti pribadi yang lainnya.</p>
<p>“ Aduh, pingin ya kayak Tom Cruise, cakep banget and badannya bagus “.</p>
<p>“ Aduh, pingin ya kayak Bill Gates, pinter banget “.</p>
<p>“ Aduh, pingin ya kayak … “. ( just feel free to fill in the blank )</p>
<p>Keinginan kita untuk menjadi seorang yang lain telah mengaburkan dan membingungkan kita sendiri untuk membangun “ image “ diri kita sendiri. Terlalu banyak “ imitasi “ yang kita gunakan. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya kita mau dan inginkan, karena kita tidak berani menjadi diri kita sendiri. Kita tidak pernah jujur terhadap diri kita sendiri.</p>
<p>Jujur, sebenarnya sangat menyiksa menjadi ” orang lain ”, dan bukannya diri kita sendiri. Kadang kita harus berlaku ” keras ” terhadap diri ini agar dapat menjadi orang lain. Untung -untung, tidak terjadi “ kepribadian ganda “. Let’s stop this ! No more “ Great Pretender “.</p>
<p>Berusaha menjadi seorang yang lain, hanya membuat kita, tidak menjadi yang terbaik dari versi ” diri sendiri ”. Percayalah, The Best of Ourselves is always good enough for this life !!! Kalau bisa menjadi versi yang terbaik dari diri sendiri, mengapa harus menjadi versi yang ke &#8211; dua dari orang lain ? (”,)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/disiplin-diri.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Disiplin Diri'>Disiplin Diri</a> <small>Disiplin diri adalah sebuah cara untuk membuat impian anda menjadi...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/menjadi-diri-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Family….I love you</title>
		<link>http://pengharapan.com/my-family%e2%80%a6-i-love-you.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/my-family%e2%80%a6-i-love-you.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 02:29:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.
Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/isyarat-i-love-you.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Isyarat I Love You'>Isyarat I Love You</a> <small>treat every love as last love&#8230; Sejak semula, keluarga dari...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/love.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Love'>Love</a> <small>LOVE Is &#8230;&#8230;. Love is patience Love is kind Love...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.</p>
<p>Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya. Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. <span id="more-1244"></span></p>
<p>Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.</p>
<p>Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut! Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat: “Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya … Saya minta maaf Dad … ”</p>
<p>Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku … tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.</p>
<p>Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuh anny a. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.</p>
<p>Namun… belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal…. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, Dad”.</p>
<p>Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu…… Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!</p>
<p>Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang… Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok jalan …. tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat.</p>
<p>Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. . Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, Dad”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasanny a melakukan itu.</p>
<p>Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk mommy…..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?” Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”.</p>
<p>Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan …. Aku bilang pada anakku, “Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.</p>
<p>Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur…… ‘Mommy sayang’, Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya. Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?</p>
<p>Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ….</p>
<p>Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.</p>
<p>Artikel ini disumbangkan oleh Hermawan HS</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/isyarat-i-love-you.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Isyarat I Love You'>Isyarat I Love You</a> <small>treat every love as last love&#8230; Sejak semula, keluarga dari...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/love.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Love'>Love</a> <small>LOVE Is &#8230;&#8230;. Love is patience Love is kind Love...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/my-family%e2%80%a6-i-love-you.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

