kisah Seekor Belalang

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”.

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.
Read the rest of this entry »

Bawang Bombay Kehidupan

Menjelang istirahat, sang pengajar mengajak mahasiswanya untuk melakukan suatu permainan. “Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan kalian ?” Pengajar pun meminta bantuan seorang mahasiswa maju ke depan kelas, dan mulai melakukan permainan itu.

“Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”

Mahasiswa perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih, teman sekampusnya dan lainnya. Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu mahasiswi itu mencoret satu nama, tetangganya.
Read the rest of this entry »

Izinkan Aku Menciummu Bu

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.
Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu.
Read the rest of this entry »

I’m a Big Girl Dad

Saya adalah anak bungsu. Ayah saya adalah seorang pekerja tambang. Rambutnya sudah putih semua, tapi tubuhnya masih terlihat kuat & gagah. Hatinya lembut & sayang keluarga. Hampir tiap pagi jika tidak sedang tugas, dia selalu mengantar saya sekolah. Kami selalu berangkat dengan motor bututnya, motor kebanggaan yang selalu dicucinya tiap hari. Motor itu begitu bututnya, sampai kadang bunyi kelontangan saat berjalan. Karena itu kadang saya malu & pengen agar tubuh saya menciut & menghilang saja kala motor ayah saya masuk halaman sekolah.

Jarak rumah ke ­sekolah sekitar satu jam. Dia sering memakaikan jaket tebal agar saya tidak kedinginan diterpa angin pagi. Dan setibanya di-depan pagar sekolah dia selalu menurunkan saya & menciumi pipi saya berkali2. Namun setelah beranjak remaja, saya mulai risih kala ayah mencium pipi saya. Apalagi di depan teman2. Saya kan udah umur 12 tahun? masak diciumin terus seperti anak balita aja? Sebel banget deh. Maka saya putuskan bahwa saya bukan anak kecil & tidak butuh kecupan di pipi lagi.
Read the rest of this entry »

Tangan Ibuku

Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya.

Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya,pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidak sabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut,dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya. Seketika ketidak sabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.
Read the rest of this entry »

Botol Acar

Sejauh yang aku ingat, botol acar terletak di lantai bersebelahan dengan lemari pakaian di kamar tidur orang tuaku. Apabila ayah hendak tidur, beliau akan mengosongkan isi kantongnya dan menjatuhkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Ketika koin-koin itu jatuh ke dalam botol yang masih kosong, mereka akan berbunyi sangat nyaring. Kemudian bunyinya perlahan akan melemah ketika botol telah terisi. Aku selalu jongkong di lantai di depan botol acar itu dan mengagumi bulatan tembaga dan perak yang berkilauan ketika matahari masuk melalui jendela seperti sebuah harta karun. Pada saat botol itu sudah terisi penuh, ayah akan duduk di meja dapur dan memutar koin-koin itu sebelum dibawa ke bank. Membawa koin ke bank selalu merupakan pekerjaan besar. Tertumpuk rapi di sebuah kotak kecil, uang-uang itu diletakkan diantara kursi ayah dan kursiku di truk tuanya.
Read the rest of this entry »

Duel

Dunia ini, penuh Dendam & Permusuhan. Didalam Keluarga, lingkungan sekitar, hingga dunia Bisnis. Semuanya penuh persaingan & saling menjatuhkan. Adakah Cara menghentikannya ???

Pada saat itu udara di luar sangat dingin, sehingga danau2 di sekitar gunung Tay San telah menjadi es semua, walaupun demikian di bawah satu pohon yang rindang duduk bersila seorang pria dengan badan bagian atasnya terbuka, seperti orang lagi kepanasan. Anehnya walaupun di luar udara sangat dingin, namun keluar asap mengepul dari kepala orang itu, seperti asap dari kawah gunung, kalau orang tidak mengetahuinya, pasti akan menduga bahwa orang ini kepalanya sedang kebakaran.
Kenyataannya tidaklah demikian, pendekar ini sedang menjalankan dan mempraktekkan ilmu “Api panas” yang dalam bahasa Mandarin-nya disebut Hot Fai Ya (alias ‘Hot Fire’ hehehe…). Kalau beras mentah digenggam di tangannya dlm jangka waktu 10 menit saja pasti sudah bisa jadi nasi, karena tangannya bisa berfungsi seperti rice cooker untuk menanak nasi.
Puluhan tahun waktu & tenaganya telah ia korbankan untuk mempelajari ilmu ini. Setiap hari ia diharuskan minum darah ular Kobra yang panas minimum 2 liter, makan kambing hidup 1 ekor, dsb, hanya dengan satu tujuan saja ialah untuk membalas dendam terhadap suhengnya (kakak seperguruannya) sendiri, walaupun sebenarnya ia dahulu dihajar oleh suhengnya, ketika ia tertangkap basah karena berzinah dengan perempuan tetangganya. Sekarang tibalah saatnya dimana ia merasa bisa membalas dendam kesumat ini terhadap suheng-nya karena telah mempermalukannya di depan rekan2 seperguruan.

Read the rest of this entry »

Tuhan menciptakan Kejahatan

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan??

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Read the rest of this entry »

Hanya Sedetik

Beberapa hari yang lalu aku menerima telepon dari salah seorang teman kuliahku yang sudah lama sekali tidak pernah terdengar kabarnya. Pembicaraan yang semula mengenai kegembiraan masa lalu dan acara wisuda yang baru saja ia lalui berubah menjadi pembicaraan yang sangat menyentuh hati ketika ia bercerita mengenai ayahnya.

Kesehatan ayahnya yang memburuk akhir-akhir ini membuat ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Karena penyakit yang dideritanya, ayahnya menjadi susah tidur dan sering berceloteh sendiri. Temanku yang sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena menjaga ayahnya menjadi jengkel dan berkata dengan ketus pada ayahnya supaya ayahnya diam dan tidur dengan tenang. Ayahnya menjawab bahwa ia juga sebenarnya ingin beristirahat karena ia sudah lelah sekali, dan jika temanku itu keberatan menemani dirinya, biarlah ia sendiri menjalani perawatan di rumah sakit.
Read the rest of this entry »

Pelajaran Hidup

Saat kau berumur 1 tahun,
dia menyuapi dan memandikanmu
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam

Saat kau berumur 2 tahun,
dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu

Saat kau berumur 3 tahun,
dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai

Saat kau berumur 4 tahun,
dia memberimu pensil berwarna
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan

Saat kau berumur 5 tahun,
dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah

Saat kau berumur 6 tahun,
dia mengantarmu pergi ke sekolah
Sebagai balasannya, kau berteriak : “NGGAK MAU!”
Read the rest of this entry »