Siang itu, Erwin-seorang Marketing Manager PT Bukuku terlihat sedang memarahi 10 orang sales girl di kantornya. Jari telunjuk Erwin terlihat menuding kesana kemari sambil bibirnya mengucapkan berbagai kalimat yang tidak enak didengar. Para salesgirl di depannya terlihat begitu ketakutan dan diam tidak bergerak, mungkin karena merasa bersalah. Kemarahan Erwin itu disebabkan karena para sales girl itu rata-rata hanya mampu menjual 3 buah buku Ensiklopedi dalam 1 minggunya; meleset jauh dari yang ditargetkan yaitu 10 buah ensiklopedi dalam 1 minggu. Padahal para salesgirl itu sudah diikut sertakan dalam berbagai macam pelatihan dengan biaya mahal, dan setelah kembali dari pelatihan ternyata tidak ada peningkatan yang berarti. Dalam suasana tegang di pertemuan itu, tiba-tiba seorang asisten Erwin mengajukan usul yang menarik. Menurut asisten tersebut, para salesgirl cantik itu harus mengenakan busana yang sexy supaya lebih menarik perhatian dan bisa menjual lebih banyak ensiklopedi. Usulan itu dianggap sebuah ide cemerlang dan diterima dengan suka cita oleh Erwin; dan akhirnya rapat memutuskan bahwa para salesgirl harus mengenakan busana yang sexy dan rok mini dalam memasarkan ensiklopedi.
Beberapa minggu berlalu, dan ternyata penjualan memang meningkat. Kalau semula rata-rata seorang sales girl hanya menjual 3 ensiklopedi, maka dengan cara baru ini sudah naik menjadi rata-rata 5 ensiklopedi per orang. Tapi karena masih jauh dari target, maka Erwin mengadakan meeting lagi dengan asisten dan para salesgirlnya. Asisten Erwin mengusulkan agar para sales girl menggunakan busana yang lebih sexy lagi, yaitu menaikkan rok mini setinggi 1 cm dan menurunkan busana di bagian dada 1 cm juga. Usul diterima dan dijalankan.
Beberapa minggu berlalu lagi, dan ternyata penjualan memang meningkat. Kalau semula rata-rata seorang sales girl hanya menjual 5 ensiklopedi, maka dengan cara baru ini sudah naik menjadi rata-rata 7 ensiklopedi per orang. Tapi karena masih jauh dari target, maka Erwin mengadakan meeting lagi dengan asisten dan para salesgirlnya. Asisten Erwin mengusulkan agar para sales girl menggunakan busana yang lebih sexy lagi, yaitu menaikkan rok mini setinggi 1 cm dan menurunkan busana di bagian dada 1 cm juga. Usul diterima dan dijalankan lagi.
Beberapa minggu berlalu lagi, dan ternyata penjualan memang meningkat. Kalau semula rata-rata seorang sales girl hanya menjual 7 ensiklopedi, maka dengan cara baru ini sudah naik menjadi rata-rata 8 ensiklopedi per orang. Tapi karena masih belum memenuhi target, maka Erwin mengadakan meeting lagi dengan asisten dan para sales girlnya. Dan kali ini usulan asisten Erwin untuk menggunakan busana yang lebih sexy lagi ditolak mentah2 oleh para salesgirl, karena busana mereka sudah sangat minim, dan kalau diminimkan lagi bisa-bisa ditangkap Polisi Susila karena dikira perempuan panggilan door to door. Maka rapat dibubarkan tanpa hasil, dan makin pusinglah Erwin memikirkan cara menaikkan penjualannya.
Di saat Erwin sedang pusing itu, datanglah seorang pemuda, pakaiannya sudah agak lusuh, matanya agak juling, dandanan dan wajahnya biasa saja seperti para pemuda pada umumnya, sama sekali tidak ada yang istimewa. Pemuda ini dengan terbata-bata berkata:
“MMMMMaaaaaaafffff, pakk…… sssss aaaya mmmmelihat aadaaa iiiikkkklllaannn llllllooowongan untuk pe..pekkkeerjaaan di..diissiiniii yyaaaa, paakkk”
Karena Erwin sedang pusing dan tidak berminat berbicara banyak, maka Erwin segera menerima berkas lamaran pemuda tersebut, Erwin lalu mengambil 10 ensiklopedi dan dengan agak sinis Erwin menyerahkannya ke pemuda itu sambil berkata:
“Iya…iya, kamu diterima. Sekarang kamu jual ensiklopedi ini dan jangan kembali kalau belum terjual. Mengerti …?!”
“Sssiii… aaappp, ppppaakkkk!!”, jawab pemuda itu dengan gagapnya.
Setelah pemuda itu pergi, Erwin pun berpikir lagi tentang cara dan strategi pemasaran yang akan dilakukannya. Saat baru selesai makan siang, pemuda gagap tadi terlihat datang lagi memasuki kantor Erwin.
“Lho, kamu kan saya suruh menjual ensiklopedi, kenapa balik lagi, ayo kerja sana…”, kata Erwin dengan ketusnya.
“Ssssuuu…dddaaahhh….pak, iiiiiiini uuuuuangnya”, jawab pemuda gagap itu. Erwin seakan tak percaya melihat tumpukan uang yang ada di depannya. Ternyata pemuda gagap itu berhasil menjual 10 ensiklopedi hanya dalam beberapa jam, padahal salesgirl sexy hanya bisa menjual 8 ensiklopedi dalam 1 minggu. Tapi Erwin tidak percaya begitu saja. Mungkin tadi teman2 si gagap yang membantunya dengan membeli ensiklopedi tersebut, pikir Erwin. “OK, bagus kalau begitu besok kamu datang lagi ya”, kata Erwin.
“SSiiii aaap pakkkk”, jawab pemuda gagap itu.
Keesokan harinya, pemuda gagap itu pun datang lagi. Dan Erwin makin heran karena ternyata hasilnya sama; hanya dalam 1 hari pemuda itu berhasil menjual 10 ensiklopedi. Dan hal itu terus berulang sampai berhari-hari, hingga akhirnya pemuda gagap itu meraih predikat Salesman dengan Penjualan Terbanyak. Erwin merasa sangat takjub dengan kehebatan pemuda gagap itu, maka pada acara meeting bulanan, dikumpulkannya semua salesman dan salesgirl lainnya. Di acara meeting bulanan itu Erwin menobatkan sang pemuda gagap sebagai Salesman Terbaik, dan meminta pemuda gagap itu memperagakan caranya menjual yang dashyat itu, dengan harapan semua salesman dan salesgirl lainnya bisa menerapkan hal yang sama.
Dengan malu-malu, pemuda gagap itu maju ke panggung dan memperagakan caranya menjual ensiklopedi.
Tok, tok, tok pemuda itu memperagakan mengetuk pintu rumah yang dikunjunginya, krrieet…..setelah pintu dibukakan,…. dengan sopan dan tergagap-gagap pemuda itu berkata:
“Sssseelamat   papaaa….ggggi Ibu, nnnnnaaaammmaaaa ssssaaaayyaaaa AAAAndi, Sssssaayyyyaaaaa maaa..maaau mmmmeeeennnaaawaaarrrkannn bbbuuukkuuu eeennnssiiiklllooppedi……. Iiiiiibbuuu mmaa..maaauuu bbbee..beeelllliii   aaa..aaatttaaauu sssssaaayaa baacaaiiinn?”
Catatan: Ensiklopedi adalah buku ilmu pengetahuan berisi ribuan halaman dan lebih tebal dari kamus. Dalam keadaan normal, dibutuhkan waktu lebih dari seminggu untuk membaca 1 ensiklopedia, sedangkan kalau dibacakan oleh orang gagap ……hmm, pikir sendiri deh.
Pembaca yang budiman, berapa banyak diantara kita yang beranggapan bahwa pemuda gagap itu tidak bakal sukses menjadi salesman? Pemuda gagap itu bicara saja susah, apalagi harus menjual sesuatu kepada orang lain? Sebenarnya inilah kunci segala kesuksesan yang kita cari selama ini: GUNAKAN KELEMAHAN SEBAGAI KEKUATAN. Berapa banyak diantara kita yang beranggapan bahwa kelemahan adalah suatu hal yang memalukan dan harus di tutup-tutupi? Padahal sebenarnya kita bisa memanfaatkan kelemahan itu bisa menjadi suatu kekuatan luar biasa? BERSAMA TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL !
Anda ingat artikel tentang Team Hoyt? Tentang Rick Hoyt yang lumpuh bersama ayahnya menjalani lomba triathlon? Coba kunjungi website mereka di Http://www.teamhoyt.com
Anda ingat artikel tentang Nick Vujicic? Tentang seorang pemuda yang terlahir tanpa tangan & kaki, dan sekarang malah jadi pembicara dan motivator? Coba kunjungi websitenya di Http://www.lifewithoutlimbs.org
Janganlah minta KEMUDAHAN kepada Tuhan, tapi mintalah KEKUATAN pada NYA agar kita bertumbuh dan bisa mengatasi setiap masalah yang menimpa.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.