<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; air mata</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/air-mata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Air Mata Mutiara</title>
		<link>http://pengharapan.com/air-mata-mutiara.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/air-mata-mutiara.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 03:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air mata]]></category>
		<category><![CDATA[kerang]]></category>
		<category><![CDATA[mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[pasir]]></category>
		<category><![CDATA[penderitaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. &#8221;Anakku,&#8221; kata sang ibu sambil bercucuran air mata, &#8220;Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. &#8220;Si ibu terdiam sejenak, &#8220;Sakit sekali, aku tahu anakku. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. &#8221;Anakku,&#8221; kata sang ibu sambil bercucuran air mata, &#8220;Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. &#8220;Si ibu terdiam sejenak, &#8220;Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat&#8221;, kata ibunya dengan sendu dan lembut.</div>
<div><span id="more-247"></span></div>
<div id="_mcePaste">Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.</div>
<div>Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.</div>
<div id="_mcePaste">Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.</div>
<div>Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan &#8220;kerang biasa&#8221; menjadi &#8220;kerang luar biasa&#8221;. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah &#8220;orang biasa&#8221; menjadi &#8220;orang luar biasa&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi &#8220;kerang biasa&#8221; yang disantap orang, atau menjadi &#8220;kerang yang menghasilkan mutiara&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang &#8220;biasa-biasa saja&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. &#8220;Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.&#8221;</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/air-mata-mutiara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Sang Ayah</title>
		<link>http://pengharapan.com/hadiah-sang-ayah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hadiah-sang-ayah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air mata]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Diapun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya. Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.</div>
<div></div>
<div>Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,&#8230; bukan sebuah kunci! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas.</div>
<div id="_mcePaste">Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, &#8220;Yaahh&#8230; Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-232"></span></div>
<div>Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.</div>
<div id="_mcePaste">Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.</div>
<div></div>
<div>Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk kerumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal disitu. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelek terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Alkitab itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu.</div>
<div></div>
<div>Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Alkitab itu, ia membuka Alkitab tersebut dan mulai membalik-balik halamannya. Ayahnya menggaris dengan rapi sebuah ayat, Matius 7:11.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Dan kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, masakan Bapa-mu yang di sorga tidak akan memberikan apa yang kamu minta kepada-Nya?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Alkitab itu. Dia memungutnya.. sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.</div>
<div>Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok kedalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk disamping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">HOW MANY TIMES DO WE MISS GOD&#8217;S BLESSINGS BECAUSE WE CAN&#8217;T SEE PAST OUR OWN DESIRES</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hadiah-sang-ayah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Mata Papa</title>
		<link>http://pengharapan.com/air-mata-papa.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/air-mata-papa.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 08:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air mata]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga]]></category>
		<category><![CDATA[papa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya&#8230;..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya&#8230;..</div>
<div id="_mcePaste">Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.</div>
<div id="_mcePaste">Lalu bagaimana dengan Papa?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?</div>
<div id="_mcePaste">Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-207"></span></div>
<div>Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil&#8230;&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.</div>
<div id="_mcePaste">Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Kemudian Mama bilang : &#8220;Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya&#8221; ,</div>
<div id="_mcePaste">Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi sadarkah kamu?</div>
<div id="_mcePaste">Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.</div>
<div id="_mcePaste">Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : &#8220;Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?</div>
<div id="_mcePaste">Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.</div>
<div id="_mcePaste">Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika kamu sudah beranjak remaja&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: &#8220;Tidak boleh!&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?</div>
<div id="_mcePaste">Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat &#8211; sangat luar biasa berharga..</div>
<div id="_mcePaste">Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,</div>
<div id="_mcePaste">Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia&#8230;. :&#8217;)</div>
<div id="_mcePaste">Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..</div>
<div id="_mcePaste">Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?</div>
<div id="_mcePaste">Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.</div>
<div id="_mcePaste">Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut &#8211; larut&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .</div>
<div id="_mcePaste">Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata &#8211; mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika kamu menjadi gadis dewasa&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Papa harus melepasmu di bandara.</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?</div>
<div id="_mcePaste">Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini &#8211; itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. ..</div>
<div id="_mcePaste">Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata &#8220;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&#8221;. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT&#8230;kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.</div>
<div id="_mcePaste">Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : &#8220;Tidak&#8230;. Tidak bisa!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan &#8220;Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu&#8221;. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.</div>
<div id="_mcePaste">Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.</div>
<div id="_mcePaste">Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..</div>
<div id="_mcePaste">Karena Papa tahu&#8230;..</div>
<div id="_mcePaste">Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.</div>
<div id="_mcePaste">Dan akhirnya&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?</div>
<div id="_mcePaste">Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: &#8220;Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Bahagiakanlah ia bersama suaminya&#8230;&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dengan rambut yang telah dan semakin memutih&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Papa telah menyelesaikan tugasnya&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .</div>
<div id="_mcePaste">Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa &#8220;KAMU BISA&#8221; dalam segala hal&#8230;</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/air-mata-papa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

