<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; air</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/air/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Batu Besar</title>
		<link>http://pengharapan.com/batu-besar.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/batu-besar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 01:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[batu besar]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kerikil]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[pasir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA.
Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, &#8220;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&#8221;
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA.<br />
Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, &#8220;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&#8221;<br />
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.<br />
Ia bertanya pada kelas, &#8220;Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?&#8221;<br />
Semua mahasiswa serentak berkata, &#8220;Ya!&#8221;<br />
Dosen bertanya kembali, &#8220;Sungguhkah demikian?&#8221;<span id="more-895"></span></p>
<p>Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu.<br />
Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, &#8220;Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&#8221;<br />
Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, &#8220;Mungkin tidak.&#8221;<br />
&#8220;Bagus sekali,&#8221; sahut dosen.</p>
<p>Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.<br />
Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, &#8220;Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&#8221;<br />
&#8220;Belum!&#8221; sahut seluruh kelas.<br />
Sekali lagi ia berkata, &#8220;Bagus. Bagus sekali.&#8221;<br />
Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.</p>
<p>Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, &#8220;Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?&#8221;<br />
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, &#8220;Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.&#8221;<br />
&#8220;Oh, bukan,&#8221; sahut dosen, &#8220;Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa:<br />
Bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.&#8221;<br />
Apa yang dimaksud dengan &#8220;batu besar&#8221; dalam hidup anda?</p>
<ul>
<li> Anak-anak anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Pasangan anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Pendidikan anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Hal-hal yang penting dalam hidup anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Mengajarkan sesuatu pada orang lain</li>
</ul>
<ul>
<li> Melakukan pekerjaan yang kau cintai</li>
</ul>
<ul>
<li>Waktu untuk diri sendiri</li>
</ul>
<ul>
<li> Kesehatan anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Teman anda</li>
</ul>
<p>Ingatlah untuk selalu memasukkan &#8220;Batu Besar&#8221; pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.<br />
Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri: &#8220;Apakah &#8216;Batu Besar&#8217; dalam hidup saya?&#8221; Lalu kerjakan itu pertama kali.<br />
<strong>NIAT BAIK JANGAN DITUNDA.</strong></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/batu-besar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air VS Besi</title>
		<link>http://pengharapan.com/air-vs-besi.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/air-vs-besi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 08:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[besi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kelembutan]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya : &#8220;Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak&#8221;.

Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.
Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya : &#8220;Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak&#8221;.</div>
<div></div>
<div>Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.</div>
<div id="_mcePaste">Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana . Aturannya : &#8220;Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang&#8221;</div>
<div></div>
<div>Besi dan air pun mulai berlomba : Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu. Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-92"></span></div>
<div>Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini. Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat</div>
<div>dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua. Score air dan besi 2 : 0</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : &#8220;Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Airpun segera menggenang. Sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini, tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya keseberang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/air-vs-besi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Air Kehidupan Mengalir</title>
		<link>http://pengharapan.com/ketika-air-kehidupan-mengalir.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/ketika-air-kehidupan-mengalir.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 04:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[mengalir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria mendatangi Sang Guru, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha
saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.

&#8220;Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221; &#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221;
Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  Sang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Seorang pria mendatangi Sang Guru, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha</div>
<div id="_mcePaste">saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>&#8220;Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221; &#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  Sang Guru meneruskan, &#8220;Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup.&#8221;</div>
<div>Banyak  sekali  di  antara  kita  yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa  disadari  kita  melakukan hal-hal yang  bertentangan dengan norma kehidupan.  Sungai  kehidupan  ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.</div>
<div><span id="more-40"></span></div>
<div>Resistensi kita, penolakan kita untuk  ikut mengalir bersama kehidupan</div>
<div>membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.   Dalam hal   berumah  tangga, bentrokan-bentrokan   kecil  itu  lumrah. Persahabatan pun  tidak  selalu  langgeng.</div>
<div id="_mcePaste">Apa  sih  yang  langgeng, yang abadi dalam hidup ini?</div>
<div>Kita tidak  menyadari   sifat  kehidupan.  Kita  ingin mempertahankan  suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Penyakitmu  itu  bisa  disembuhkan,  asal  kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti  petunjukku,&#8221;  kata  Sang Guru.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tidak  Guru, tidak! Saya sudah betul-betul  bosan.  Saya tidak ingin hidup,&#8221; pria itu menolak tawaran sang guru.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Jadi  kamu  tidak  ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?&#8221; &#8220;Ya, memang saya  sudah bosan hidup.&#8221; &#8220;Baiklah, kalau</div>
<div id="_mcePaste">begitu maumu. Ambillah botol obat ini.  Setengah  botol  diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Giliran  pria  itu  jadi  bingung.  Setiap  guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat</div>
<div id="_mcePaste">hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah  menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya  dengan  senang hati.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah  botol&#8221;obat&#8221; dari Sang Guru. Dan&#8230; ia merasakan ketenangan yang tidak  pernah ia rasakan sebelumnya.. . Begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia  akan mati.  Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam  itu,ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu  yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.</div>
<div>Pikir-pikir  malam  terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan,  ia  bersenda  gurau.  Suasananya santai</div>
<div id="_mcePaste">banget! Sebelum tidur, ia mencium  istrinya  dan  berbisik, &#8220;Sayang, aku mencintaimu. &#8220;</div>
<div></div>
<div>Esoknya bangun tidur,  ia  membuka  jendela  kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan  tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah  setengah  jam kemudian, ia  melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk  dapur  dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.</div>
<div>Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan  kenangan manis! Sang  istri  pun merasa aneh sekali.</div>
<div id="_mcePaste">Selama ini, mungkin aku salah, &#8220;Maafkan aku, sayang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Di  kantor,  ia  menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, &#8220;Hari ini, Boss kita kok  aneh  ya?&#8221; Dan sikap mereka pun</div>
<div id="_mcePaste">langsung berubah. Mereka menjadi lembut.  Karena  siang  itu  adalah  siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah  dan  lebih  toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Tiba-tiba  hidup menjadi indah.  Ia mulai  menikmatinya. Pulang ke rumah petang  itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda. Kali ini justru sang istri  yang memberikan ciuman kepadanya, &#8220;Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.&#8221; Anak-anak pun tidak  ingin ketinggalan,  &#8221;Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami.&#8221;</div>
<div></div>
<div>Tiba-tiba,  sungai  kehidupannya  mengalir kembali.Seketika hidup menjadi sangat  indah.  Ia  mengurungkan niatnya untuk</div>
<div id="_mcePaste">bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan  setengah  botol  yang sudah ia minum? Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat  wajah  pria</div>
<div id="_mcePaste">itu, Sang  Guru langsung  mengetahui apa yang telah terjadi, &#8220;Buang saja  botol itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh!</div>
<div>Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan  saja, maka  kau  akan menikmati setiap detik kehidupan. Hilangkan   egomu, keangkuhanmu.   Jadilah lembut,selembut  air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.  Itulah  rahasia  kehidupan.  Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan. &#8220;</div>
<div></div>
<div>Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja.´Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!</div>
<div>Tunggu.  Kita  semua  <strong>SUDAH  TAHU</strong> bahwa  kita</div>
<div id="_mcePaste"><strong>BISA MATI KAPAN SAJA.</strong></div>
<div id="_mcePaste">Tapi masalahnya: apakah kita <strong>SELALU SADAR</strong> bahwa</div>
<div id="_mcePaste">kita <strong>BISA MATI KAPAN SAJ</strong><strong>A?</strong></div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/ketika-air-kehidupan-mengalir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

