<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; anak</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>My Family….I love you</title>
		<link>http://pengharapan.com/my-family%e2%80%a6-i-love-you.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/my-family%e2%80%a6-i-love-you.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 02:29:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.
Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/isyarat-i-love-you.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Isyarat I Love You'>Isyarat I Love You</a> <small>treat every love as last love&#8230; Sejak semula, keluarga dari...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/love.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Love'>Love</a> <small>LOVE Is &#8230;&#8230;. Love is patience Love is kind Love...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.</p>
<p>Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya. Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. <span id="more-1244"></span></p>
<p>Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.</p>
<p>Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut! Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat: “Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya … Saya minta maaf Dad … ”</p>
<p>Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku … tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.</p>
<p>Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuh anny a. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.</p>
<p>Namun… belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal…. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, Dad”.</p>
<p>Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu…… Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!</p>
<p>Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang… Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok jalan …. tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat.</p>
<p>Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. . Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, Dad”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasanny a melakukan itu.</p>
<p>Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk mommy…..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?” Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”.</p>
<p>Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan …. Aku bilang pada anakku, “Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.</p>
<p>Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur…… ‘Mommy sayang’, Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya. Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?</p>
<p>Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ….</p>
<p>Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.</p>
<p>Artikel ini disumbangkan oleh Hermawan HS</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/isyarat-i-love-you.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Isyarat I Love You'>Isyarat I Love You</a> <small>treat every love as last love&#8230; Sejak semula, keluarga dari...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/love.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Love'>Love</a> <small>LOVE Is &#8230;&#8230;. Love is patience Love is kind Love...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/my-family%e2%80%a6-i-love-you.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Pilihan</title>
		<link>http://pengharapan.com/dua-pilihan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/dua-pilihan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 03:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cacat]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[shay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1232</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:
&#8216;Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:</p>
<p>&#8216;Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami.<br />
Namun tidak de mikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? &#8216;<span id="more-1232"></span></p>
<p>Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.</p>
<p>Ayah tersebut melanjutkan: &#8220;Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir<br />
satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia&#8221;</p>
<p>Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:</p>
<p>Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,&#8221;Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?&#8221; Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan  untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.</p>
<p>Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, &#8220;kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti&#8217;</p>
<p>Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.</p>
<p>Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu.</p>
<p>Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.</p>
<p>Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?</p>
<p>Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.</p>
<p>Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.</p>
<p>Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa lang kah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput.</p>
<p>Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.</p>
<p>Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.</p>
<p>Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak<br />
&#8220;Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!&#8221;. Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.</p>
<p>Semua orang berteriak, &#8220;Lari ke base dua, lari ke base dua!&#8221;</p>
<p>Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua.</p>
<p>Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua.</p>
<p>Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.</p>
<p>Semua yang hadir berteriak, &#8220;Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay&#8221;</p>
<p>Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan<br />
memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, &#8220;Shay, larilah ke home, lari ke home!&#8221;. Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.</p>
<p>Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan ke dalam dunia.</p>
<p>Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.</p>
<p><em><strong>Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.<br />
</strong></em>﻿</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/dua-pilihan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia Selalu Ada !</title>
		<link>http://pengharapan.com/dia-selalu-ada.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/dia-selalu-ada.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 00:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.
Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.
Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/8-pertanda-bahwa-si-dia-adalah-jodoh-anda.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 8 Pertanda Bahwa Si Dia Adalah Jodoh Anda'>8 Pertanda Bahwa Si Dia Adalah Jodoh Anda</a> <small>Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.</p>
<p>Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.</p>
<p>Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.<br />
<span id="more-1184"></span><br />
Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.</p>
<p>Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.</p>
<p>Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. Sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.</p>
<p>Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan &#8220;begitu kejam&#8221; melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini.<br />
Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti.. !<br />
DIA setia,<br />
DIA mengasihi kita,<br />
dan DIA selalu ada bagi kita…</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/8-pertanda-bahwa-si-dia-adalah-jodoh-anda.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 8 Pertanda Bahwa Si Dia Adalah Jodoh Anda'>8 Pertanda Bahwa Si Dia Adalah Jodoh Anda</a> <small>Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/dia-selalu-ada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangkuk Bakso</title>
		<link>http://pengharapan.com/semangkuk-bakso.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/semangkuk-bakso.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 00:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bakso]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[semangkuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1171</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di  dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang  ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak  sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal,  marah, dan jengkel.
&#8220;Huh, ibu sudah  tidak sayang lagi padaku. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di  dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang  ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak  sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal,  marah, dan jengkel.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Huh, ibu sudah  tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya  sendiri, sungguh keterlaluan,&#8221; gerutunya dalam hati. &#8220;Ini semua pasti  gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan  makanan kesukaanku. Dasar anak manja!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ditunggu sampai siang, tampaknya orang  serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat,  ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.<span id="more-1171"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan  perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja.  Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan  sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium  aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap  nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau beli bakso, neng?  Duduk saja di dalam,&#8221; sapa si tukang bakso.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang,&#8221; jawabnya tersipu malu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi  bakso yang super enak.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Putri pun segera duduk di dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, &#8220;Lho, kenapa menangis,  neng?&#8221; tanya si abang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya jadi ingat ibu saya, nang.  Sebenarnya&#8230; hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya  kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang  tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa,  bang.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Neng cantik, abang yang baru sekali aja  memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu  dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai  segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua  sendiri neng, ntar nyesel lho.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Putri seketika tersadar, &#8220;Kenapa aku  tidak pernah berpikir seperti itu?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menghabiskan  makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di  rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus  lega,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus  mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat  semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua  itu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ibu, maafkan Putri, Bu,&#8221; Putri pun menangis dan menyesal di  pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di  dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya.  Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>=====================================================</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun  dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima  kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang  diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah  menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu,  kapan pun.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi,  segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak  sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya  merugikan diri sendiri. Maka untuk itu, <strong>kita butuh untuk belajar  dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis  dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : andriewongso.com</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/semangkuk-bakso.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab Cinta</title>
		<link>http://pengharapan.com/sebab-cinta.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/sebab-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 01:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[lelah]]></category>
		<category><![CDATA[menghapus]]></category>
		<category><![CDATA[putus asa]]></category>
		<category><![CDATA[sebab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu muda berlari kencang mengejar bis yang berjalan merambat di depan halte di daerah Kebon Nanas, Tangerang, Banten. Saat berlari, ia tidak sendiri. Ia menggendong anaknya yang masih berusia satu tahun. Pundak kecilnya juga masih harus dibebani dengan sekotak alat musik karaoke. Dua beban yang tak menyurutkan laju kencangnya mengejar bis kota , sayangnya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ibu muda berlari kencang mengejar bis yang berjalan merambat di depan halte di daerah Kebon Nanas, Tangerang, Banten. Saat berlari, ia tidak sendiri. Ia menggendong anaknya yang masih berusia satu tahun. Pundak kecilnya juga masih harus dibebani dengan sekotak alat musik karaoke. Dua beban yang tak menyurutkan laju kencangnya mengejar bis kota , sayangnya bis besar itu hanya menyisakan kepulan asap hitam di wajah wanita pengamen itu.</p>
<p>Si kecil yang digendongnya, hanya bisa menutup mata untuk menghindari kepulan asap yang memerihkan mata. Ia, sungguh takkan pernah mengerti sebab apa dibawa berlari mengejar satu bis ke bis lainnya. Ia, juga takkan pernah memahami, setiap kali ibunya bernyanyi di depan puluhan pasang mata di dalam bis kota . Yang ia tahu hanyalah, terik matahari, atau derasnya hujan, debu jalanan, asap knalpot, aroma bis kota , tatapan iba, dan juga makian penumpang yang terganggu oleh hingar musik ibunya. Semua itu menjadi sahabat sehari-hari si kecil.<span id="more-949"></span></p>
<p>Lain lagi dengan pemandangan di Pasar pagi Cikokol, Tangerang, Banten. Pukul 02.00 dini hari, seorang anak berusia tidak lebih tiga tahun terlelap di tengah pasar. Berselimut angin malam, berteman aroma pasar, si kecil tertidur ditemani hiruk pikuk para aktor pasar; penjual dan pembeli. Sesekali mimpinya tergugah oleh klakson mobil, matanya terbuka melihat sekejap sang ibu yang sibuk melayani pembeli. Kemudian terlelap kembali merajut mimpi indahnya.</p>
<p>Anak pasar itu &#8211; kalau boleh disebut begitu &#8211; tak pernah tahu sebab apa ibunya menyertakannya dalam aktivitas di pasar dini hari itu. Ia tak pernah benar-benar mengerti kenapa dirinya berada di tengah &#8211; tengah tumpukan cabai, bawang, tomat dan sayuran setiap pagi dan melihat transaksi jual beli yang dilakukan ibunya. Saat terbangun dan menemani ibunya, cabai, bawang, tomat itulah sahabatnya. Angin pagi yang menusuk menjadi selimutnya, dan aroma tak sedap pasar becek lah yang kerap mengakrabinya.</p>
<p>Di tempat yang berbeda. Seorang ibu di Bogor naik turun KRL (kereta api listrik) menggendong anaknya yang cacat mental dan fisik, padahal si anak sudah berusia belasan tahun. Anak yang takkan pernah mengerti itu, benar-benar tidak tahu, sebab apa ibunya rela menanggung malu mengemis belas kasih dari penumpang kereta. Si anak juga tak pernah bertanya,</p>
<p>“beratkah ibu menggendong saya?”</p>
<p>Masih di kereta yang sama, seorang ibu lainnya menggendong anaknya yang berusia tiga tahun. Si kecil yang lucu dan ramah itu, hanya memiliki sebelah tangan. Ia tak dianugerahi tangan kiri dan dua kaki saat terlahir ke dunia ini. Anak itu, tak pernah memahami kenapa di setiap menit selalu ada tetes air mata di sudut mata ibunya. Si kecil selalu tersenyum, meski air muka ibunya tak pernah menyiratkan bahagia. Senyum sang ibu kerap dipaksakan di depan para penumpang kereta, demi sekeping receh yang diharapnya.</p>
<p>***</p>
<p>Anak-anak itu, memang belum akan mengerti sebab apa ibunya mengejar bis kota , mengakrabi malam di pasar, dan menyusuri gerbong demi gerbong kereta api. Yang mereka tahu hanyalah, mereka tak pernah jauh dari ibunya. Yang mereka rasakan adalah kecupan di kening dan wajah setiap kali sang ibu berkesah tak mendapatkan rezeki.</p>
<p>Bahasa kalbu ibu berkata,</p>
<p>“sebab cinta, ibu melakukan semua ini nak”.</p>
<p>Sungguh, jika tak karena cinta, langkahnya sudah terhenti. Cintalah yang mengajarkannya untuk menghapus kata “lelah” dan “putus asa” dalam kamus hidup seorang ibu.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/sebab-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Kamu Berpikir Saya Tidak Melihat</title>
		<link>http://pengharapan.com/ketika-kamu-berpikir-saya-tidak-melihat.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/ketika-kamu-berpikir-saya-tidak-melihat.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 01:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[orang dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[tidak melihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=931</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pesan yang seharusnya dibaca semua orang dewasa, karena anak-anak memperhatikan kamu dan melakukan seperti apa yang kamu lakukan bukan seperti apa yang kamu katakan.
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu menggantungkan lukisan pertama saya pada lemari es dan saya ingin cepat-cepat untuk melukis yang lain lagi.
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, melihat [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pesan yang seharusnya dibaca semua orang dewasa, karena anak-anak memperhatikan kamu dan melakukan seperti apa yang kamu lakukan bukan seperti apa yang kamu katakan.</p>
<p>Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu menggantungkan lukisan pertama saya pada lemari es dan saya ingin cepat-cepat untuk melukis yang lain lagi.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, melihat kamu memberi makan seekor kucing liar, dan saya belajar adalah sungguh baik untuk menyayangi binatang. Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, melihat kamu membuat kue kesukaanku dan saya belajar bahwa hal kecil pun dapat menjadi sesuatu yang spesial dalam hidup.<span id="more-931"></span></p>
<p>Ketika kamu berpikir bahwa saya tidak melihat, saya mendengar kamu mengucapkan doa dan saya tahu di sana ada Tuhan yang selalu bisa saya ajak ngobrol dan saya belajar untuk percaya dalam Tuhan.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak memperhatikan, saya melihat kamu membuatkan makanan dan membawanya kepada seorang teman yang sakit, dan saya belajar bahwa segala yang kita punya dapat dipakai untuk menolong sesama.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu memberikan waktumu dan uangmu untuk menolong orang yang tidak memliki apapun dan saya belajar bahwa orang mempunyai sesuatu harus memberikan kepada orang tidak punya.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu peduli dengan rumah kita dan kepada setiap orang di dalamnya dan saya belajar bahwa kita harus peduli pada apa yang diberikan kepada kita.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat bagaimana kamu memegang tanggung jawabmu, bahkan ketika kamu merasa tidak enak dan saya belajar bahwa saya akan menjadi orang bertanggungjawab ketika saya semakin dewasa.<br />
Ketika kamu berpikir bahwa saya tidak melihat, saya melihat air mata dari matamu dan saya belajar bahwa kadang kala sesuatu itu menyakitkan dan tidak salah untuk menangis.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat bahwa kamu peduli dan saya ingin menjadi segala sesuatu yang saya mampu.<br />
Ketika kamu berpikir bahwa saya tidak memperhatikan, belajar paling banyak dari masalah hidup bahwa saya perlu untuk mengetahui bagaimana menjadi orang yang baik dan produktif ketika saya bertumbuh dewasa.</p>
<p>Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya mencarimu dan ingin mengatakan “Terimakasih untuk segala sesuatu yang saya lihat ketika kamu berpikir saya tidak melihat.</p>
<p>Mata Kecil Melihat Banyak Hal.<br />
Setiap dari kita, orang tua ataupun teman, mempengaruhi hidup dari seorang anak.<br />
Bagaimana kamu akan menyentuh kehidupan seseorang hari ini?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/ketika-kamu-berpikir-saya-tidak-melihat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Kekerasan</title>
		<link>http://pengharapan.com/tanpa-kekerasan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/tanpa-kekerasan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 01:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[menghukum]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.</p>
<p>Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.<br />
<span id="more-916"></span><br />
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.” Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya.</p>
<p>Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menuju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.</p>
<p>Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”</p>
<p>Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.</p>
<p>Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”</p>
<p>Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.</p>
<p>Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.</p>
<p>Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin.</p>
<p>Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.</p>
<p><strong>Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan </strong></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/tanpa-kekerasan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangkuk Bakmi Panas</title>
		<link>http://pengharapan.com/semangkuk-bakmi-panas.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/semangkuk-bakmi-panas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 01:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[semangkok]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Pada malam itu, ada seorang anak gadis yang bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, gadis itu segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, dia baru menyadari bahwa dirinya sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, dia melewati sebuah kedai bakmi dan mencium harumnya aroma masakan. Gadis itu ingin sekali memesan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada malam itu, ada seorang anak gadis yang bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, gadis itu segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, dia baru menyadari bahwa dirinya sama sekali tidak membawa uang.</p>
<p>Saat menyusuri sebuah jalan, dia melewati sebuah kedai bakmi dan mencium harumnya aroma masakan. Gadis itu ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi dirinya segera sadar kalau dia tidak mempunyai uang sama sekali.</p>
<p>Pemilik kedai melihat gadis itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, saya tidak membawa uang” jawab gadis itu dengan malu-malu “Tidak apa-apa, saya akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, saya akan memasakkan bakmi untukmu”.<span id="more-729"></span><br />
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Gadis itu segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.</p>
<p>“Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.</p>
<p>“tidak apa-apa” saya hanya terharu jawab gadis itu sambil mengeringkan air matanya.</p>
<p>“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi saya semangkuk bakmi !, tetapi, ibu saya sendiri, setelah bertengkar dengan saya, mengusir saya dari rumah dan mengatakan kepada saya agar jangan kembali lagi ke rumah”</p>
<p>“Kamu, seorang yang baru saya kenal, tetapi begitu peduli dengan saya dibandingkan dengan ibu kandung saya sendiri” katanya kepada pemilik kedai.</p>
<p>Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan gadis itu, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kamu berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, saya hanya memberimu semangkuk bakmi dan kamu begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kamu kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kamu malah bertengkar dengannya”</p>
<p>Gadis itu terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa saya tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru saya kenal, saya begitu berterima kasih, tetapi kepada ibu saya sendiri yang memasak untuk saya selama bertahun-tahun, saya bahkan tidak memperlihatkan kepedulian saya kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, saya bertengkar dengannya.<br />
Gadis itu, segera menghabiskan bakminya, lalu dia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, dia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, dia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika ibunya bertemu dengan dia, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Anakku kamu sudah pulang, cepat masuklah, ibu telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kamu tidur, makanan akan menjadi dingin jika kamu tidak memakannya sekarang”. Pada saat itu dia tidak dapat menahan tangisnya dan dia menangis dihadapan ibunya.</p>
<p>Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.</p>
<p>RENUNGAN:</p>
<p>BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.<br />
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.<br />
PIKIRKANLAH HAL ITU??<br />
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?</p>
<p>HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/semangkuk-bakmi-panas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Punya 3 Anak Menikah Semua</title>
		<link>http://pengharapan.com/punya-3-anak-menikah-semua.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/punya-3-anak-menikah-semua.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 01:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[bulan madu]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada 3 anak putri: Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi bulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi Pulau Batam, Voni pergi Kekepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali. Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua orang tua mereka minta dikirim kabar [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada 3 anak putri: Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi bulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi Pulau Batam, Voni pergi Kekepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali. Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua orang tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi selama mereka berbulan madu. Tapi berita yang dikirim agar singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka menggunakan Kode/Sandi tentang moto-moto Iklan. dan biar praktis dan murah, disepakati pengiriman lewat SMS. <span id="more-661"></span><br />
2 hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah sebuah SMS&#8230; yang rupanya dari VIRA di Pulau Batam. Isi berita nya cukup sederhana &#8220;STANDARD CHARTERED&#8221;. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari Iklan Standard Chartered di Koran dan terbacalah Tulisan besar berbunyi &#8220;BESAR, KUAT dan BERSAHABAT&#8221;. Tersenyum lah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira.<br />
Hari ke 4 datang SMS kedua , yang rupanya berasal dari Voni di kepulauan seribu&#8230;..isi berita nya juga cukup singkat yaitu&#8230;NESCAFE. Setelah membaca surat tersebut .dengan tergesa-gesa kedua orang tua mereka mencari koran dan membaca Iklan NESCAFE .yang berbunyi . &#8220;NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR&#8221;. Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit haha..hihi.</p>
<p>Hari ke 5 ditunggu tidak ada berita/SMS yang datang hari ke 6 begitu pula tidak ada sebuah SMS pun hari ke 7 begitu pula tidak ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu . Memasuki hari ke 8&#8230;&#8230; akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS juga dari Veni yang berbulan madu di Bali dan Isi beritanya cukup singkat CATHAY PACIFIC!!! Segera kedua orang tua mereka mencari Iklan penerbangan Cathay Pacific yang ada dikoran ..dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan besar &#8220;7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP. Kedua orang tua tersebut langsung memanjatkan doa untuk keselamatan anaknya yang bungsu itu&#8230;..</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/punya-3-anak-menikah-semua.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Seorang Ibu</title>
		<link>http://pengharapan.com/cinta-seorang-ibu-2.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/cinta-seorang-ibu-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 03:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ketulusan]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, &#8220;Tuhan tolong Kau sadarkan anakku yang ku sayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat, sebelum Aku mati&#8221;.<br />
<span id="more-501"></span>Namun semakin lama si Anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.</p>
<p>Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman Pancung.</p>
<p>Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis, meratapi Anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan.</p>
<p>&#8220;Tuhan, Ampunilah Anak Hamba.Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya.&#8221; Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah . Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.</p>
<p>Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan Pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.</p>
<p>Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan , lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada. Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah, darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana Lonceng diikat.</p>
<p>Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi?</p>
<p>Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng . Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan.Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke Atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/cinta-seorang-ibu-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

