Belajar Mendengarkan

Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon.
“Hallo?” dadaku berdegub-degub kencang. Aku memegang gagang telepon itu erat-erat. Kini suamiku terbangun dan menatap wajahku lekat-lekat.
“Mama?” terdengar suara di seberang sana.
Aku masih bisa mendengar bisikannya di tengah-tengah dengung telepon. Pikiranku langsung tertuju pada anak gadisku. Ketika suara itu semakin jelas, aku meraih dan menarik-narik pergelangan tangan suamiku.
“Mama, aku tahu ini sudah larut malam. Tapi jangan… jangan berkata apa-apa dahulu sampai aku selesai bicara. Dan, sebelum mama menanyai aku macam-macam, ya aku mengaku ma. Malam ini aku mabuk. Beberapa hari ini aku lari dari rumah, dan…”
Aku tercekat. Nafasku tersenggal-senggal. Aku lepaskan cengkeraman pada suamiku dan menekan kepalaku keras-keras. Kantuk masih mengaburkan pikiranku. Dan, aku berusaha agar tidak panik. Ada sesuatu yang tidak beres.
“…Dan aku takut sekali. Yang ada dalam pikiranku bagaimana aku telah melukai hati mama. Aku tak mau mati di sini. Aku ingin pulang. Aku tahu tindakanku lari dari rumah adalah salah. Aku tahu mama benar-benar cemas dan sedih. Sebenarnya aku bermaksud menelepon mama beberapa hari yang lalu, tapi aku takut… takut…”

Soichiro Honda

Bila Anda saat ini sedang merasa malu karena “Terpaksa” menjual perhiasan istri Anda buat modal kerja, maka mulai sekarang jangan malu lagi & belajarlah pada Soichiro Honda, pendiri salah satu pabrik otomotif terbesar didunia : HONDA MOTORS. CO.LTD.
Soichiro Honda lahir ditahun 1906. la adalah putra sulung Gihei. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga besarnya yg sangat berat, Gihei membuka bengkel reparasi sepeda
Sejak kecil, Honda sudah terpaksa membantu ayahnya mencari nafkah di bengkel. Meski berat, namun Honda menyukai pekerjaannya & dari situlah ia mulai belajar hal2 tehnik & membuatnya sangat menyukai mesin. Honda menjadi senang mengamati cara kerja mesin penggilingan padi, ia suka menunggu berjam2 petugas memasang kabel telpon, senang mengamati pesawat terbang militer Amerika di-pangkalan Hamamatsu desanya, serta mengagumi satu2nya mobil didesa tetangganya.