<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; belajar</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/belajar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</title>
		<link>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 04:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[burung]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.
Sulitnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Dari Keledai'>Belajar Dari Keledai</a> <small>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur....</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.<br />
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.<br />
Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.<br />
semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,<br />
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.<span id="more-1277"></span><br />
Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.<br />
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>Walaupun sulit tetapi harus di praktekkan, jangan berhenti sampai ditengah jalan harus berjuang agar hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi ( better and better).<br />
mari kita bersama-sama melangkah dalam kemajuan hidup bukan sebaliknya.<br />
Sadari semua orang memiliki kelebihannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri dan harus terus berusaha untuk bersama-sama saling mendukung dan memotivasi.</p>
<p>Ini ada cerita renungan tentang seekor anak burung unta yang ingin belajar terbang,. Dia merasa malu karena orang tuanya dan kelompoknya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan dia sering sekali mengamati burung-burung lain yang dapat terbang kesana-kemari.<br />
Sedangkan hidup mereka hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.<br />
Akhirnya ketidakpuasan akan hidup pun melanda dirinya.</p>
<p>Dia pun pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya dan mereka meninggalkan anak burung unta itu sendirian.<br />
Anak burung unta tersebut pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo pun berkata: ”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang bagaimana bisa terbang, orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”</p>
<p>Lalu anak burung unta tersebut, masih penasaran dengan guru yang mungkin dapat membantunya belajar terbang dia pun mencari burung elang, Burung elang dengan sombongnya berkata:” Lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. Pulang saja sana!”<br />
Masih pantang menyerah dan pergi menemui burung nazar (burung pemakan bangkai).</p>
<p>Lalu Kawanan burung nasar itu senang dengan hadirnya burung unta yang bodoh itu sebab dia adalah santapan lezat untuk mereka. Mereka pun berkata: ”Hai anak burung, Kami akan mengajarimu terbang, tetapi kamu harus terbang dari puncak bukit ini dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu. Sekarang belajar dulu di daratan ini untuk mengepakan sayapmu, kemudian berlari sekuat tenaga untuk terbang melewati puncak tebing ini sampai di puncak tebing seberang ”</p>
<p>Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kemudian berpesta pora.<br />
Seandainya burung unta itu mendengarkan nasihat orang tuanya, maka ia akan baik-baik belajar tarian burung unta, dan akan hidup dengan bahagia menghibur semua orang di kebun binatang dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya dihargai sebagai burung ‘balerina’ dan ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’ . Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya.</p>
<p>Tuhan memberkati&#8230;</p>
<p>( Posting dari Andreas Alvino tanggal 18 Januari 2012 di http://facebook.com/pengharapan )</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Dari Keledai'>Belajar Dari Keledai</a> <small>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur....</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Keledai</title>
		<link>http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 01:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[keledai]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[melangkah]]></category>
		<category><![CDATA[menggoncangkan]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<category><![CDATA[pijakan]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.</p>
<p>Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.<br />
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.<span id="more-1025"></span><br />
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.<br />
Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !</p>
<p>Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari &#8217;sumur&#8217; (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari &#8217;sumur&#8217; dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.</p>
<p>Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari &#8217;sumur&#8217; yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !<br />
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!<br />
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :</p>
<ol>
<li>Bebaskan dirimu dari kebencian</li>
<li>Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan</li>
<li>Hiduplah sederhana</li>
<li>Berilah lebih banyak</li>
<li>Berharaplah lebih sedikit</li>
<li>Tersenyumlah</li>
</ol>
<p>Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.</p>
<p><strong>GUNCANGKANLAH !!!!</strong></p>
<p>&#8220;Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !&#8221;</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Kamu Berpikir Saya Tidak Melihat</title>
		<link>http://pengharapan.com/ketika-kamu-berpikir-saya-tidak-melihat.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/ketika-kamu-berpikir-saya-tidak-melihat.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 01:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[orang dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[tidak melihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=931</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pesan yang seharusnya dibaca semua orang dewasa, karena anak-anak memperhatikan kamu dan melakukan seperti apa yang kamu lakukan bukan seperti apa yang kamu katakan.
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu menggantungkan lukisan pertama saya pada lemari es dan saya ingin cepat-cepat untuk melukis yang lain lagi.
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, melihat [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pesan yang seharusnya dibaca semua orang dewasa, karena anak-anak memperhatikan kamu dan melakukan seperti apa yang kamu lakukan bukan seperti apa yang kamu katakan.</p>
<p>Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu menggantungkan lukisan pertama saya pada lemari es dan saya ingin cepat-cepat untuk melukis yang lain lagi.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, melihat kamu memberi makan seekor kucing liar, dan saya belajar adalah sungguh baik untuk menyayangi binatang. Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, melihat kamu membuat kue kesukaanku dan saya belajar bahwa hal kecil pun dapat menjadi sesuatu yang spesial dalam hidup.<span id="more-931"></span></p>
<p>Ketika kamu berpikir bahwa saya tidak melihat, saya mendengar kamu mengucapkan doa dan saya tahu di sana ada Tuhan yang selalu bisa saya ajak ngobrol dan saya belajar untuk percaya dalam Tuhan.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak memperhatikan, saya melihat kamu membuatkan makanan dan membawanya kepada seorang teman yang sakit, dan saya belajar bahwa segala yang kita punya dapat dipakai untuk menolong sesama.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu memberikan waktumu dan uangmu untuk menolong orang yang tidak memliki apapun dan saya belajar bahwa orang mempunyai sesuatu harus memberikan kepada orang tidak punya.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat kamu peduli dengan rumah kita dan kepada setiap orang di dalamnya dan saya belajar bahwa kita harus peduli pada apa yang diberikan kepada kita.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat bagaimana kamu memegang tanggung jawabmu, bahkan ketika kamu merasa tidak enak dan saya belajar bahwa saya akan menjadi orang bertanggungjawab ketika saya semakin dewasa.<br />
Ketika kamu berpikir bahwa saya tidak melihat, saya melihat air mata dari matamu dan saya belajar bahwa kadang kala sesuatu itu menyakitkan dan tidak salah untuk menangis.<br />
Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya melihat bahwa kamu peduli dan saya ingin menjadi segala sesuatu yang saya mampu.<br />
Ketika kamu berpikir bahwa saya tidak memperhatikan, belajar paling banyak dari masalah hidup bahwa saya perlu untuk mengetahui bagaimana menjadi orang yang baik dan produktif ketika saya bertumbuh dewasa.</p>
<p>Ketika kamu berpikir saya tidak melihat, saya mencarimu dan ingin mengatakan “Terimakasih untuk segala sesuatu yang saya lihat ketika kamu berpikir saya tidak melihat.</p>
<p>Mata Kecil Melihat Banyak Hal.<br />
Setiap dari kita, orang tua ataupun teman, mempengaruhi hidup dari seorang anak.<br />
Bagaimana kamu akan menyentuh kehidupan seseorang hari ini?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/ketika-kamu-berpikir-saya-tidak-melihat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencerahan</title>
		<link>http://pengharapan.com/pencerahan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/pencerahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 01:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[memaknai]]></category>
		<category><![CDATA[pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan adalah tempat dimana kita belajar banyak hal. Bacalah perlahan2 &#38; Renungkanlah baik2 artikel ini. Maka anda akan mengerti bahwa banyak sekali hal2 indah di-sekeliling hidup kita bersama dgn orang lain.
I&#8217;ve learned&#8230;. That the best classroom in the world is at the feet of a wise elderly person. Aku belajar&#8230;.bahwa pelajaran dikelas terbaik didunia dipelajari [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehidupan adalah tempat dimana kita belajar banyak hal. Bacalah perlahan2 &amp; Renungkanlah baik2 artikel ini. Maka anda akan mengerti bahwa banyak sekali hal2 indah di-sekeliling hidup kita bersama dgn orang lain.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That the best classroom in the world is at the feet of a wise elderly person. Aku belajar&#8230;.bahwa pelajaran dikelas terbaik didunia dipelajari didekat kaki orangtua yg bijak.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That when we&#8217;re in love, it shows. Aku belajar&#8230;. bahwa saat kita jatuh cinta, itu akan jelas terlihat.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That just one person saying to me, &#8220;You&#8217;ve made my day!&#8221; makes my day. Aku belajar&#8230; bahwa hanya karena seseorang berkata padaku &#8220;Engkau membahagiakan hariku!&#8221; maka itu akan membahagiakan hariku.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That being kind is more important than being right. Aku belajar&#8230; bahwa menjadi seorang yg baik, adalah lebih penting dari menjadi benar.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That you should never say no to a gift from a child. Aku belajar&#8230;. bahwa jgn pernah berkata tidak pd sebuah hadiah yg diberikan oleh seorang anak<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That I can always pray for someone, esspecially when I don&#8217;t have the strength to help him in some other way. Aku belajar&#8230; bahwa aku selalu bisa berdoa utk seseorang, khususnya disaat aku tak mempunyai kemampuan apapun utk menolongnya dengan cara lain.<span id="more-564"></span>I&#8217;ve learned&#8230;. That no matter how serious your life requires you to be, sometimes everyone needs a friend to act goofy with. Aku belajar&#8230;. bahwa seberapapun seriusnya hidup yang harus anda jalani, kadang setiap orang membutuhkan seorang teman untuk &#8220;gila2an&#8221;bersamanya.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That sometimes all a person needs is someone&#8217;s hand that able to hold &amp; conduct and a heart to understand. Aku belajar&#8230;. bahwa kadang2 yg dibutuhkan semua orang hanyalah tangan seseorang yang memegang &amp; membimbing dan hati yang mengerti.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That life is like a roll of toilet paper. The closer it gets to the end, the faster it goes. Aku belajar&#8230;bahwa hidup ini seperti kertas tissue toilet, menjelang penghabisan, semakin cepat habis.</p>
<p>I&#8217;ve learned&#8230;. That we should be glad God doesn&#8217;t give us every thing we ask for, so we will not greedy. Aku belajar&#8230; bahwa kita harus bersyukur bahwa ALLAH tidak memberikan semua hal yang kita minta, sehingga kita tidak serakah.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That money doesn&#8217;t buy honour. Aku belajar&#8230; bahwa uang tak dapat membeli kehormatan.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That it&#8217;s those small daily happenings that make life so spectacular. Aku belajar&#8230; bahwa hal2 kecil yang terjadi sehari2lah yg sering membuat hidup ini menjadi luar biasa<br />
I&#8217;ve learned &#8230; That under everyone&#8217;s hard shell is someone who wants to be appreciated and loved. Aku belajar&#8230; bhw dibalik seseorang berpenampilan keras, adalah seseorang yg butuh dihargai &amp; dicintai.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That the Lord didn&#8217;t create the world in one day. What makes me think I can do all things in one day? progress reached by step by step. Aku belajar&#8230; bahwa ALLAH tidak menciptakan dunia ini dalam sehari. Jadi apa yang membuatku berpikir bahwa aku bisa melakukan banyak hal dalam sehari? kemajuan dicapai setahap demi tahap<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That to ignore the facts does not change the facts. Aku belajar&#8230; bahwa mengabaikan kenyataan, tidak akan merubah kenyataan<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That love, not time, heals all heart wounds. Aku belajar&#8230; bahwa Cinta, bukan waktu, yang akan menyembuhkan semua luka2 hati.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That the easiest way for me to grow as a smart person is to surround myself with people smarter than I am. Aku belajar&#8230; bahwa cara termudah bagiku utk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas adalah menempatkan diriku bersama orang2 yang lebih cerdas dariku.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That everyone you meet deserves to be greeted with a smile. Aku belajar&#8230; bahwa setiap orang yg anda temui layak untuk disambut dgn senyuman.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That no one is perfect until you fall in love with someone. Aku belajar&#8230; tiada seorang yg sempurna hingga anda jatuh cinta dgn seseorang.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That life is tough, but I&#8217;m tougher. Aku belajar&#8230; bahwa hidup ini keras, tapi aku lebih kuat<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That opportunities are never lost; someone will take the ones you miss. Aku belajar&#8230; kesempatan2 takkan pernah hilang, hanya seseorg akan mengambil kesempatan2 yg kita lewatkan.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That when you harbor bitterness, happiness will dock else where. Aku belajar&#8230; bahwa saat anda melabuhkan kepahitan &amp; dendam, maka kebahagiaan akan merapat ke-tempat lain<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That I wish I could have told my Dad that I love him one more time before he passed away. Aku belajar.. bahwa aku berharap telah menyampaikan pada ayahku bahwa aku mencintainya, sekali lagi, sebelum ia tiada<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That a smile is an inexpensive way to improve your looks. Aku belalar&#8230; bahwa sebuah senyuman adalah satu cara termurah utk memperbaiki penampilan anda.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That I can&#8217;t choose how I feel, but I can choose what I do about it. Aku belajar&#8230; bahwa aku tak dapat memilih perasaanku, tapi aku dapat memilih apa yg akan kulakukan terhdp perasaan itu.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That everyone wants to live on top of his success mountain, but honestly all the happiness and growth occurs while you&#8217;re climbing it. Aku belajar&#8230; bahwa setiap orang ingin hidup dipuncak gunung kesuksesannya, namun sebenarnya semua kebahagiaan &amp; pertumbuhan terjadi saat kita mendakinya.<br />
I&#8217;ve learned &#8230; That it is best to give advice in only two circumstances; when it is requested and when it is a life threatening situation. Aku belajar&#8230; bahwa adalah baik utk memberi nasehat hanya saat dalam dua keadaan; saat diminta &amp; saat dlm situasi yg membahayakan hidup.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That the less time I have to work with, the more things I get done. Aku belajar&#8230; bahwa semakin singkat waktu bekerja, justru semakin banyak hal yang dapat kuselesaikan<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That there&#8217;s nothing sweeter than sleeping with our babies and feeling their breath on our cheeks. Aku belajar&#8230; bahwa tiada yg lebih indah daripada terlelap bersama bayi kita &amp; merasakan nafasnya berhembus di-pipi kita<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That simple walks with my father around the block on some nights when I was a child did unforgetable &amp; the most wonderful moments, even for me as an adult. Aku belajar&#8230;. bahwa berjalan kaki sejenak bersama ayahku mengelilingi komplek perumahan dimalam hari saat masa kecilku, ternyata menjadi saat2 terindah &amp; menakjubkan yg tak terlupakan, bahkan hingga di-saat aku telah dewasa.<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That having a child fall a sleep in your arms is one of the most peaceful feelings in my life. Aku belajar&#8230;. bahwa saat seorang bayi kecil terlelap dibahuku, itu adalah saat yang paling penuh damai di dalam hidupku<br />
I&#8217;ve learned&#8230;. That when your newly born child holds your finger in his little fist, that you&#8217;re trapped by his soft love. Aku belajar &#8230; bahwa disaat bayi anda yang baru lahir memegang jemari anda dalam genggaman tangan mungilnya, maka anda sdg terjebak dlm kelembutan cintanya</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/pencerahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap Langkah Adalah Anugerah</title>
		<link>http://pengharapan.com/setiap-langkah-adalah-anugerah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/setiap-langkah-adalah-anugerah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 03:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[Profesor]]></category>
		<category><![CDATA[Ralph]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakan nya, bernama Ralph.
Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakan nya, bernama Ralph.</p>
<p>Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.<span id="more-512"></span>&#8220;Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?&#8221; tanya sang profesor.<br />
&#8220;Melakukan apa?&#8221; kata Ralph.<br />
&#8220;Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?&#8221;<br />
&#8220;Oh,&#8221; kata Ralph, &#8220;Selama perang, saya kira.&#8221;</p>
<p>Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. &#8220;Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,&#8221; katanya. &#8220;Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.&#8221;</p>
<p>Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/setiap-langkah-adalah-anugerah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Mendengarkan</title>
		<link>http://pengharapan.com/belajar-mendengarkan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/belajar-mendengarkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 03:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[mendengarkan]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[telephon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon.
&#8220;Hallo?&#8221; dadaku berdegub-degub kencang. Aku memegang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon.</div>
<div>&#8220;Hallo?&#8221; dadaku berdegub-degub kencang. Aku memegang gagang telepon itu erat-erat. Kini suamiku terbangun dan menatap wajahku lekat-lekat.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama?&#8221; terdengar suara di seberang sana.</div>
<div id="_mcePaste">Aku masih bisa mendengar bisikannya di tengah-tengah dengung telepon. Pikiranku langsung tertuju pada anak gadisku. Ketika suara itu semakin jelas, aku meraih dan menarik-narik pergelangan tangan suamiku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama, aku tahu ini sudah larut malam. Tapi jangan&#8230; jangan berkata apa-apa dahulu sampai aku selesai bicara. Dan, sebelum mama menanyai aku macam-macam, ya aku mengaku ma. Malam ini aku mabuk. Beberapa hari ini aku lari dari rumah, dan&#8230;&#8221;</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Aku tercekat. Nafasku tersenggal-senggal. Aku lepaskan cengkeraman pada suamiku dan menekan kepalaku keras-keras. Kantuk masih mengaburkan pikiranku. Dan, aku berusaha agar tidak panik. Ada sesuatu yang tidak beres.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;&#8230;Dan aku takut sekali. Yang ada dalam pikiranku bagaimana aku telah melukai hati mama. Aku tak mau mati di sini. Aku ingin pulang. Aku tahu tindakanku lari dari rumah adalah salah. Aku tahu mama benar-benar cemas dan sedih. Sebenarnya aku bermaksud menelepon mama beberapa hari yang lalu, tapi aku takut&#8230; takut&#8230;&#8221;</div>
<div><span id="more-347"></span></div>
<div id="_mcePaste">Ia menangis tersedan-sedan. Sengguknya benar-benar membuat hatiku iba. Terbayang aku akan wajah anak gadisku. Pikiranku mulai jernih, &#8220;Begini&#8230;&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Jangan ma, jangan bicara apa-apa. Biarkan aku selesai bicara.&#8221; ia meminta. Ia tampak putus asa.</div>
<div>Aku menahan diri dan berpikir apa yang harus aku katakan. Sebelum aku menemukan kata-kata yang tepat, ia melanjutkan, &#8220;Aku hamil ma. Aku tahu tak semestinya aku mabuk sekarang,tapi aku takut. Aku sungguh-sungguh takut!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Tangis itu memecah lagi. Aku menggigit bibirku dan merasakan pelupuk mataku mulai basah. Aku melihat pada suamiku yang bertanya perlahan, &#8220;Siapa itu?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Aku menggeleng-gelengkan kepala. Dan ketika aku tidak menjawab pertanyaannya, ia meloncat meninggalkan kamar dan segera kembali sambil membawa telepon portable. Ia mengangkat telepon portable yang tersambung pararel dengan teleponku. Terdengar bunyi klik.</div>
<div id="_mcePaste">Lalu suara tangis suara di seberang sana terhenti dan bertanya, &#8220;Mama, apakah mama masih ada di sana? Jangan tutup teleponnya ma. Aku benar-benar membutuhkan mama sekarang. Aku merasa kesepian.&#8221;</div>
<div>Aku menggenggam erat gagang telepon dan menatap suamiku, meminta pertimbangannya. &#8220;Mama masih ada di sini. Mama tidak akan menutup telepon,&#8221; kataku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Semestinya aku sudah bilang pada mama. Tapi bila kita bicara, mama hanya menyuruhku mendengarkan nasehat mama. Selama ini mamalah yang selalu berbicara. Sebenarnya aku ingin bicara pada mama, tetapi mama tak mau mendengarkan. Mama tak pernah mau mendengarkan perasaanku. Mungkin mama anggap perasaanku tidaklah penting. Atau mungkin mama pikir mama punya semua jawaban atas persoalanku. Tapi terkadang aku tak membutuhkan nasehat mama. Aku hanya ingin mama mau mendengarkan aku.&#8221;</div>
<div>Aku menelan ludahku yang tercekat di kerongkongan. Pandanganku tertuju pada pamflet &#8220;Bagaimana Berbicara Pada Anak Anda&#8221; yang tergeletak di sisi tempat tidurku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama mendengarkanmu,&#8221; aku berbisik.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tahukah mama, sekarang aku mulai cemas memikirkan bayi yang ada di perutku dan bagaimana aku bisa merawatnya. Aku ingin pulang. Aku sudah panggil taxi. Aku mau pulang sekarang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Itu baik sayang,&#8221; kataku sambil menghembuskan nafas yang meringankan dadaku. Suamiku duduk mendekat padaku. Ia meremas jemariku dengan jemarinya.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tapi ma, sebenarnya aku bermaksud pulang dengan menyetir sendiri mobil sendiri.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Jangan,&#8221; cegahku. Ototku mengencang dan aku mengeratkan genggaman tangan suamiku. &#8220;Jangan. Tunggu sampai taxinya datang. Jangan tutup telepon ini sampai taxi itu datang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Aku hanya ingin pulang ke rumah, mama.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama tahu. Tapi, tunggulah sampai taxi datang. Lakukan itu untuk mamamu.&#8221;</div>
<div>Lalu aku mendengar senyap di sana. Ketika aku tak mendengar suaranya, aku gigit bibir dan memejamkan mata. Bagaimana pun aku harus mencegahnya mengemudikan mobil itu sendiri.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Nah, itu taxinya datang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Lalu aku dengar suara taxi berderum di sana. Hatiku terasa lega.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Aku pulang ma,&#8221; katanya untuk terakhir kali. Lalu ia tutup telepon itu. Air mata meleleh dari mataku. Aku berjalan keluar menuju kamar anak gadisku yang berusia 16 tahun. Suamiku menyusul dan memelukku dari belakang. Dagunya ditaruh di atas kepalaku.</div>
<div id="_mcePaste">Aku menghapus airmata dari pipiku. &#8220;Kita harus belajar mendengarkan,&#8221; kataku pada suamiku.</div>
<div id="_mcePaste">Ia terdiam sejenak, dan bertanya, &#8220;Kau pikir, apakah gadis itu sadar kalau ia telah menelepon nomor yang salah?&#8221;</div>
<div>Aku melihat gadisku sedang tertidur nyenyak. Aku berkata pada suamiku, &#8220;Mungkin itu tadi bukan nomor yang salah.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ma? Pa? Apa yang terjadi?,&#8221; terdengar gadisku menggeliat dari balik selimutnya.</div>
<div id="_mcePaste">Aku mendekati gadisku yang kini terduduk dalam gelap, &#8220;Kami baru saja belajar,&#8221; jawabku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Belajar apa?&#8221; tanyanya. Lalu ia kembali berbaring dan matanya terpejam lagi.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mendengarkan,&#8221; bisikku sambil mengusap pipinya.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/belajar-mendengarkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soichiro Honda</title>
		<link>http://pengharapan.com/soichiro-honda.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/soichiro-honda.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 02:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[honda]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[mengamati]]></category>
		<category><![CDATA[menjual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Bila Anda saat ini sedang merasa malu karena &#8220;Terpaksa&#8221; menjual perhiasan istri Anda buat modal kerja, maka mulai sekarang jangan malu lagi &#38; belajarlah pada Soichiro Honda, pendiri salah satu pabrik otomotif terbesar didunia : HONDA MOTORS. CO.LTD.

Soichiro Honda lahir ditahun 1906. la adalah putra sulung Gihei. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga besarnya yg sangat berat, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Bila Anda saat ini sedang merasa malu karena &#8220;Terpaksa&#8221; menjual perhiasan istri Anda buat modal kerja, maka mulai sekarang jangan malu lagi &amp; belajarlah pada Soichiro Honda, pendiri salah satu pabrik otomotif terbesar didunia : <strong>HONDA MOTORS. CO.LTD.</strong></div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Soichiro Honda lahir ditahun 1906. la adalah putra sulung Gihei. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga besarnya yg sangat berat, Gihei membuka bengkel reparasi sepeda</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Sejak kecil, Honda sudah terpaksa membantu ayahnya mencari nafkah di bengkel. Meski berat, namun Honda menyukai pekerjaannya &amp; dari situlah ia mulai belajar hal2 tehnik &amp; membuatnya sangat menyukai mesin. Honda menjadi senang mengamati cara kerja mesin penggilingan padi, ia suka menunggu berjam2 petugas memasang kabel telpon, senang mengamati pesawat terbang militer Amerika di-pangkalan Hamamatsu desanya, serta mengagumi satu2nya mobil didesa tetangganya.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-116"></span></div>
<div>Saking senang pada mobil, maka Honda jadi malas belajar &amp; berkali2 tak naik kelas hingga ia lulus SD pada usia 14 tahun &amp; magang di-Art Shokai, sebuah bengkel mobil di Tokyo. Meskipun ia masih muda &amp; banyak pelanggan yg meremehkan hasil kerjanya, namun Honda selalu bekerja dgn rajin &amp; menyelesaikan semua tugasnya dgn baik. Bahkan saat pimpinannya memberi kesempatan, Honda malah berhasil membuat mobil balap dari bahan seadanya di-bengkel. Dan yg lebih gila lagi,saat tak ada yg berani mengemudi mobil &#8220;Ala kadarnya&#8221; itu, ia nekat menjadi pengemudinya &amp; berhasil menjadi juara serta menciptakan rekor kecepatan yg bertahan s/d. 10 tahun.</div>
<div></div>
<div>Akhirnya, di-usia 21 tahun, boss-nya memberi kesempatan Honda membuka cabang Art Shokai di-Hamamatsu, di-kota inilah ia bertemu gadis cantik yg di-kemudian hari menjadi istrinya</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Sebagai pimpinan bengkel baru, Honda sangat sedih saat bengkelnya tak laku, namun ia bekerja keras siang malam melayani pelanggannya dgn sungguh2, dan hanya dalam 2 tahun saja bengkelnya laku keras &amp; menjadikannya pengusaha tersukses di-kota Hamamatsu.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Tahun 1931, ia berhasil menciptakan jeruji roda dari besi tuang &amp; mendapat paten. la juga menciptakan ring piston, namun gagal. Kegagalan ini menimbulkan niatnya untuk sekolah lagi di Sekolah tinggi tehnik Hamamatsu, namun tak lulus meski sudah belajar mati2an. Karena sibuk sekolah, maka usaha bengkelnya perlahan2 surut &amp; bangkrut, Hondapun menjadi miskin.</div>
<div></div>
<div>Tapi Honda tidak menyerah !!! ia memin1am perhiasan mas kawin istrinya utk dijadikan modal kerja lagi. Meski dimasa perang, ia justru nekat membuka bengkel yg memasok suku2 cadang militer serta menjadi subkontraktor Toyota yg waktu itu sudah memproduksi mobil. Dan dari Toyota-lah, Honda belajar mengenai manajemen industri mobil. Namun usai perang, Honda terpaksa harus menjual pabriknya setelah hancur terkena bom. Dan iapun menjual pabriknya ke-Toyota.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Setelah itu ia beristirahat selama setahun &amp; dgn modal pinjaman, serta sekali lagi perhiasan istrinya dipreteli, ia mendirikan Honda Technical Research lnstitute.yg berhasil memproduksi mesin sendiri &amp; menciptakan sepeda motor yg bermesin sisa2 mesin perang. Motor murah meriah inipun laris dipasaran hingga 500 unit &amp; menjadi tonggak arah awal bagi Honda utk menguasai industri otomotif dunia seperti saat ini.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Sejak saat itulah sinar karirnya begitu cemerlang &amp; penuh inovasi. Berbekal pinjaman dari Mitsubishi Bank, ia mengembalikan perhiasan istrinya yg digadaikannya. Industri otomotif yang dibangunnya saat ini menjadi salah satu industri paling disegani didunia.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Siapa sangka anak seorang tukang reparasi sepeda, bisa menjadi penguasa industri otomotif dunia ???. Kita pun bisa !!!</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/soichiro-honda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

