<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; bersyukur</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/bersyukur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kakek Dan Nenek</title>
		<link>http://pengharapan.com/kakek-dan-nenek.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kakek-dan-nenek.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 00:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[kakek]]></category>
		<category><![CDATA[nenek]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1187</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka  merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis  satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya  kepada mereka berdua, Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep  akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/shmily.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;SHMILY&#8221;'>&#8220;SHMILY&#8221;</a> <small>Senja sore itu kesedihan melanda keluarga kami, kakek kami tercinta...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka  merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis  satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya  kepada mereka berdua, Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep  akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami  yang muda-muda bisa belajar.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan  nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan  keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. “Aha,  Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.<span id="more-1187"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. “Ini  pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu  kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan  tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul bagaimana memperkuat  tali pernikahan. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta  mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian,  dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih  kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan  mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek  memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih  tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya  lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian  menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa. Mata  tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu nenek melanjutkan, “Nenek membacanya hingga selesai dan  kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutkan bercerita.”  Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. “Pagi itu, kakek membawa  kertas juga, tetapi…. kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas  itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya,  kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun.<br />
Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”</p>
<p style="text-align: justify;">Nenek segera menimpali, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh  pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau  sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar  dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”</p>
<p>**</p>
<p style="text-align: justify;">Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu  dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang  menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya  kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di  kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang  pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan,  pengharapan, dan kedamaian</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/shmily.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;SHMILY&#8221;'>&#8220;SHMILY&#8221;</a> <small>Senja sore itu kesedihan melanda keluarga kami, kakek kami tercinta...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kakek-dan-nenek.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sup Batu</title>
		<link>http://pengharapan.com/sup-batu.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/sup-batu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 00:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[kebijaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[sup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, tiga orang bijaksana berjalan melintasi sebuah desa kecil. Desa itu tampak miskin. Tampak dari sawah-sawah sekitarnya yang sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi. Ya, memang telah terjadi perang di negeri itu dan sebagai rakyat jelata, merekalah yang kena dampaknya. Macetnya distribusi pupuk, bibit, dan kesulitan-kesulitan lain membuat sawah mereka tidak mampu menghasilkan apa-apa [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, tiga orang bijaksana berjalan melintasi sebuah desa kecil. Desa itu tampak miskin. Tampak dari sawah-sawah sekitarnya yang sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi. Ya, memang telah terjadi perang di negeri itu dan sebagai rakyat jelata, merekalah yang kena dampaknya. Macetnya distribusi pupuk, bibit, dan kesulitan-kesulitan lain membuat sawah mereka tidak mampu menghasilkan apa-apa lagi. Cuma beberapa puluh orang yang masih setia tinggal di desa itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekonyong-konyong beberapa orang mengerubuti tiga orang bijaksana itu. Dengan memijit-mijit tangan dan punggung tiga orang itu, orang-orang desa memelas dan meminta sedekah, roti, beras, atau apalah yang bisa dimakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu dari tiga orang bijaksana itu lalu bertanya kepada penduduk desa itu, “Apakah kalian tidak punya apa-apa, hingga kalian meminta-minta seperti ini?”<br />
“Kami tidak memiliki apapun untuk dimakan, hanya batu-batu berserakan itu yang kita miliki.” Jawab salah satu penduduk desa.<br />
“Maukah kalian kuajari untuk membuat sup dari batu-batu itu ?” Tanya orang bijaksana sekali lagi.<span id="more-1160"></span><br />
Dengan setengah tidak percaya, penduduk itu menjawab, “Mau..”<br />
“Baiklah ikutilah petunjukku.” Orang bijaksana itu menjelaskan, “Pertama-tama, ambil tiga batu besar itu, lalu cucilah hingga bersih !” perintah orang bijaksana sambil menunjuk tiga buah batu sebesar kepalan tangan. Orang-orang pun mengikuti perintahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah batu itu dicuci dengan bersih hingga tanpa ada pasir sedikitpun di permukaannya. Orang bijaksana itu lalu menyuruh penduduk untuk menyiapkan panci yang paling besar dan menyuruh panci itu untuk diisi dengan air. Ketiga batu bersih itupun lalu dimasukkan ke dalam panci dan sesuai dengan petunjuk orang bijaksana itu batu-batu itupun mulai direbus.<br />
“Ada yang dari kalian tau bumbu masak ? Batu-batu itu tidak akan enak rasanya jika dimasak tanpa bumbu.” Tanya orang bijaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku tahu !” seru seorang ibu, kemudian ia mengambil sebagian persediaan bumbu dapurnya, kemudian meraciknya, dan memasukkannya kedalam panci besar itu.<br />
“Adakah dari kalian yang memiliki bahan-bahan sup yang lain ?” Tanya orang bijaksana itu. “Sup ini akan lebih enak jika kalian menambahkan beberapa bahan lain, jangan cuma batu saja.”<br />
Beberapa penduduk mulai mencari bahan-bahan makanan lain di sekitar desa. Beberapa waktu kemudian dua orang datang dengan membawa tiga kantung kentang. “Kami menemukannya di dekat kali, ternyata ada banyak sekali kentang liar tumbuh disana.” Katanya. Kemudian orang itu mengupas, mencuci, dan memotong-motong kentang-kentang itu dan memasukkannya ke dalam panci.<br />
Kurang dari satu menit, seorang ibu datang dengan membawa buncis dan sawi. “Aku masih punya banyak dari kebun di belakang halaman rumahku.” Kata ibu itu, lalu ibu itu meraciknya dan memasukkannya ke dalam panci.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesaat, datang pula seorang bapak dengan tiga ekor kelinci di tangannya. “Aku berhasil memburu tiga ekor kelinci, kalau ada waktu banyak, mungkin aku bisa membawa lebih lagi, soalnya aku baru saja menemukan banyak sekali kawanan kelinci di balik bukit itu.” Dengan bantuan beberapa orang, tiga kelinci itu pun disembelih dan diolah kemudian dimasukkan ke dalam panci.<br />
Merasa telah melihat beberapa orang berhasil menyumbang sesuatu. Penduduk-penduduk yang lain tidak mau kalah, mereka pun mulai mencari-cari sesuatu yang dapat dimasukkan ke dalam panci sebagai pelengkap sup batu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang dari satu jam, beberapa penduduk mulai membawa kol, buncis, jagung, dan bermacam-macam sayuran lain. Tak hanya itu, anak-anak juga membawa bermacam-macam buah dari hutan. Mereka berpikir akan enak sekali jika buah-buah itu bisa dijadikan pencuci mulut sesudah sup disantap. Ada pula seorang bapak yang membawa susu dari kambing piaraannya, dan ada pula yang membawa madu dari lebah liar yang bersarang di beberapa pohon di desa itu.<br />
Beberapa jam kemudian sup batu itu telah matang. Panci yang sangat besar itu sekarang telah penuh dengan berbagai sayuran dan siap disantap. Dengan suka cita, penduduk itu makan bersama dengan lahapnya. Mereka sudah sangat kenyang, hingga mereka lupa ‘memakan’ batu yang terletak di dasar panci.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga orang bijaksana itu hanya tersenyum melihat tingkah para penduduk itu. Dan mereka pun sadar, sekarang waktunya mereka untuk meneruskan perjalanan. Mereka mohon diri untuk meninggalkan desa itu. Sebelum beranjak pergi, seorang bapak sekonyong-konyong memeluk dan menciumi ketiga orang itu sambil berkata, “Terima kasih telah mengajari kami untuk membuat sup dari batu..”</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/sup-batu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Kehidupan</title>
		<link>http://pengharapan.com/nilai-kehidupan-2.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/nilai-kehidupan-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 00:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan  rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya  raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati  kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa  jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya  hidup di dunia [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><!-- .fullpost { display: inline; } -->Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan  rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya  raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati  kesehariannya dengan baik.</p>
<p>Pada suatu ketika, si pemuda merasa  jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya  hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap  nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda  itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.</p>
<p>&#8220;Daripada  tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku  mengakhiri saja kehidupan ini,&#8221; katanya dalam hati. Disiapkannya seutas  tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.<span id="more-1137"></span></p>
<p>Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti  itu, tiba-tiba menyela lembut. &#8220;Anak muda yang tampan dan baik hati,  tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini.  Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang  hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di  sekitar sini.&#8221;</p>
<p>Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi  melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat  bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, &#8220;Hai anak muda.  Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh  begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri,  silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah  bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.&#8221;</p>
<p>Sekali  lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon  yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, &#8220;Anak muda, karena  rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk  sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan  mati di sini.&#8221;</p>
<p>Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda  termenung dan berpikir, &#8220;Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai  kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak  terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat  bagi makhluk lain&#8221;.</p>
<p>Segera timbul kesadaran baru. &#8220;Aku manusia;  masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku  sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja  dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain&#8221;.</p>
<p>Si  pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.</p>
<p><strong>=====================================================</strong></p>
<p>Kalau  kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis,  tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak  mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu  bunuh diri.</p>
<p>Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya  kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai  kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh  dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta  mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.</p>
<p>Maka, <strong>jangan  melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran  positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan  menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar  biasa</strong>!</p>
<p>Sumber : andriewongso.com</p>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/nilai-kehidupan-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maksimalkan Kelebihan dan Kekuatan Yang Kita Punya</title>
		<link>http://pengharapan.com/maksimalkan-kelebihan-dan-kekuatan-yang-kita-punya.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/maksimalkan-kelebihan-dan-kekuatan-yang-kita-punya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 00:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[kura-kura]]></category>
		<category><![CDATA[memaksimalkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1103</guid>
		<description><![CDATA[Seekor kura-kura terlihat sedang berjalan sendirian di tepi hutan, ia berjalan lamban dan kurang bersemangat. Rupanya ia iri dengan kemampuan si Rusa yang bisa berlari cepat sedangkan ia hanya bisa berjalan lamban sekali. Si rusa mengabarkan bahwa si Raja Hutan sedang kelaparan dan ingin memangsa siapa saja yang ditemuinya. Melihat si Kura-Kura yang lamban ia [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/apa-yang-kita-pikirkan-belum-tentu-benar-adanya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Yang Kita Pikirkan Belum Tentu Benar Adanya'>Apa Yang Kita Pikirkan Belum Tentu Benar Adanya</a> <small>Dikisahkan, seorang pemuda sedang berada di ujung tanduk. Ia terancam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seekor kura-kura terlihat sedang berjalan sendirian di tepi hutan, ia berjalan lamban dan kurang bersemangat. Rupanya ia iri dengan kemampuan si Rusa yang bisa berlari cepat sedangkan ia hanya bisa berjalan lamban sekali. Si rusa mengabarkan bahwa si Raja Hutan sedang kelaparan dan ingin memangsa siapa saja yang ditemuinya. Melihat si Kura-Kura yang lamban ia mengatakan, wah kalo si Raja Hutan bertemu denganmu pasti kamu akan menjadi santapannya, karena berlari saja kamu tidak mampu. Mendengar perkataan si Rusa maka Kura-Kura pun minta tolong untuk diajarkan bagaimana cara berlari cepat sehingga bisa terhindar dari ancaman si Raja Hutan.<br />
<span id="more-1103"></span><br />
Rusapun mengajarkan cara berlari yang cepat untuk menghindar dari terkaman si Raja Hutan. Kura-kura belajar siang dan malam tanpa lelah, namun meskipun berusaha sekeras mungkin tetap saja ia berlari tidak secepat rusa.</p>
<p>Suatu hari, tanpa sengaja si Kura-Kura bertemu dengan si Raja Hutan. Melihat si Raja Hutan yg sedang kelaparan dan siap memangsanya, si Kura-Kura berlari secepat yg ia bisa, namun jalan si Kura-Kura terlihat malah aneh dan si Raja Hutan malah tertarik untuk menangkapnya. Ia pun menangkap dan mempermainkan si Kura-Kura dengan cakarnya yg tajam. Akhirnya si Kura-Kura pasrah dan menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam tempurung sambil berdiam diri menunggu eksekusi si Raja Hutan.</p>
<p>Si Raja hutan berusaha dengan segala cara untuk menghancurkan tempurung Kura-Kura dengan kukunya yang tajam, dan dengan gigitan-gigitannya, namun tempurung itu sangat kuat, kokoh laksana baja. Akhirnya si Raja Hutan menyerah dan meninggalkan Kura-Kura bersama tempurungnya.</p>
<p>Kejadian itu rupanya diamati oleh seekor monyet yang ada di atas pohon. Si Monyet memberitahu Kura-Kura bahwa ia selamat dan si Raja Hutan telah meninggalkannya dengan frustasi. Beruntung kamu Kura-Kura karena kamu mempunyai tempurung yang kuat sebagai pelindungmu, tanpa harus berssusah payah untuk lari atau memanjat pohon seperti kami, ujar si Monyet.</p>
<p>Demikianlah setiap makhluk mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagaimana diri kita. Janganlah terlalu fokus pada kelebihan orang lain, sampai anda melupakan untuk memaksimalkan kelebihan yang anda punya. Bersyukurlah atas apa yang kita punya dan jangan hanya memikirkan kelemahan diri kita, tetapi di balik kelemahan pasti ada kelebihan yang orang lain belum tentu punya.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/apa-yang-kita-pikirkan-belum-tentu-benar-adanya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Yang Kita Pikirkan Belum Tentu Benar Adanya'>Apa Yang Kita Pikirkan Belum Tentu Benar Adanya</a> <small>Dikisahkan, seorang pemuda sedang berada di ujung tanduk. Ia terancam...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/maksimalkan-kelebihan-dan-kekuatan-yang-kita-punya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah dan Berbahagialah</title>
		<link>http://pengharapan.com/bersyukurlah-dan-berbahagialah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bersyukurlah-dan-berbahagialah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berbahagia]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[orang lain]]></category>
		<category><![CDATA[pencapaian]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[tersenyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yg menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. &#8221; Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yg menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. &#8221; Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?&#8221;<br />
Murid-murid tampak saling pandang.Terdengar suara lagi dari Pak Guru,<br />
&#8221; Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian &#8230;&#8221;<br />
Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.<br />
&#8221; Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu &#8230;&#8221; <span id="more-976"></span><br />
Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid,&#8221; Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini.&#8221;<br />
Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. &#8221; Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !&#8221;<br />
Pak Guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang.<br />
&#8221; Pak Guru &#8230; Pak, saya belum bercerita.&#8221;<br />
Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.<br />
&#8221; Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua,&#8221; ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.<br />
&#8221; Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?&#8221; ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.<br />
&#8221; Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah &#8230; saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu.&#8221;<br />
Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.<br />
Dari sudut kelas, ada yang berkomentar,<br />
&#8221; Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon. Buku Telepon ? Betapa menyedihkan &#8230; hahaha &#8230;&#8221;<br />
Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, &#8221; Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?&#8221;<br />
Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.<br />
&#8221; Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak &#8230;&#8221;<br />
Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.<br />
&#8221; Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan. Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi.&#8221;<br />
Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.<br />
&#8221; Tapi, kini Papa telah berubah. Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya. Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya. Dan kini, Papa berhasil. Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi.&#8221;<br />
&#8221; Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ? Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi. Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya.&#8221;<br />
Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. &#8221; Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti &#8230;&#8221;<br />
Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal :<br />
&#8221; Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.Sekecil apapun &#8230;Sebesar apapun &#8230;&#8221;</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bersyukurlah-dan-berbahagialah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filsafat Bolak Balik</title>
		<link>http://pengharapan.com/filsafat-bolak-balik.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/filsafat-bolak-balik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 01:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[bolak-balik]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[menikmati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan
Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.
Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress&#8230;,takut kalah kaya sama yg lain)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (kecapekan kerja&#8230;,nggak punya waktu mikir yg aneh2)
Orang kaya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.<br />
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan</p>
<p>Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.<br />
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.</p>
<p>Orang kaya mampu beli ranjang enak,<br />
tapi gak bisa tidur enak (stress&#8230;,takut kalah kaya sama yg lain)<br />
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,<br />
tapi bisa tidur enak (kecapekan kerja&#8230;,nggak punya waktu mikir yg aneh2)<span id="more-909"></span></p>
<p>Orang kaya punya duit buat foya-foya,<br />
tapi gak punya waktu.<br />
Orang miskin punya waktu buat foya-foya,<br />
tapi gak punya duit.</p>
<p>Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan,<br />
Udah kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan.<br />
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan,<br />
udah keburu tua gak ada tenaga&#8230;</p>
<p>Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat !!</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/filsafat-bolak-balik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JIKA</title>
		<link>http://pengharapan.com/jika.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/jika.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 01:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[jika]]></category>
		<category><![CDATA[karunia]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca &#8230; anda adalah bagian dari kelompok terpilih.
Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat &#8230;
anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.
Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca &#8230; anda adalah bagian dari kelompok terpilih.</p>
<p>Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat &#8230;<br />
anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.</p>
<p>Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan &#8230;<br />
anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.</p>
<p>Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati &#8230;<br />
anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.<span id="more-825"></span><br />
Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat, anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.</p>
<p>Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian<br />
uang untuk menikmati hidangan di restoran &#8230;<br />
Anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.</p>
<p>Jika orang tua anda masih hidup &amp; menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan<br />
mereka &#8230;<br />
maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.</p>
<p>Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia &#8230;<br />
Anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak<br />
memperoleh kenikmatan tersebut.</p>
<p>Jika anda dapat membaca pesan ini&#8230;&#8230;<br />
anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan<br />
anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar<br />
orang yang tidak dapat membaca sama sekali</p>
<p>Semoga anda menikmati hari yang indah ini.<br />
Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung. Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/jika.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Bahagia Bila &#8230;..</title>
		<link>http://pengharapan.com/manusia-bahagia-bila.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/manusia-bahagia-bila.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 01:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia
memiliki banyak hal yang berarti.
Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa
ia dicintai.
Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa
mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang
tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia<br />
memiliki banyak hal yang berarti.</p>
<p>Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa<br />
ia dicintai.</p>
<p>Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa<br />
mencintainya dengan tulus.</p>
<p>Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang<br />
tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak<br />
mau menerima dan mensyukuri yang ada.<br />
<span id="more-772"></span><br />
Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri sendiri, tidak sadar<br />
bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah<br />
baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.</p>
<p>Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih,<br />
menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di<br />
depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun<br />
serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu<br />
menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.</p>
<p>Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu<br />
hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh<br />
orang lain.</p>
<p>Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri. Jika berharap dari<br />
orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk<br />
dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya,<br />
mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau<br />
menerima orang lain.</p>
<p>Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu<br />
diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan<br />
memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari<br />
ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai<br />
begitu banyak orang.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/manusia-bahagia-bila.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nick Vujizic</title>
		<link>http://pengharapan.com/nick-vujizic.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/nick-vujizic.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 01:42:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[amarah]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jangan menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[makna]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[Nick Vujizic]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hai, i&#8217;ll coming to indo next month.&#8221; teriaknya di-telpon. Saya tersenyum. Itulah Nick Vujizic, dlm segala keadaan ia slalu bahagia &#38; bersemangat. Namun nyala api itu tak didapatnya dlm semalam. Nick Vujizic, sahabat saya dari Australia, lahir dalam kondisi cacat. Tanpa lengan &#38; kaki (hanya ada satu kaki kecil tak sempurna dgn hanya 1 jari [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Hai, i&#8217;ll coming to indo next month.&#8221; teriaknya di-telpon. Saya tersenyum. Itulah Nick Vujizic, dlm segala keadaan ia slalu bahagia &amp; bersemangat. Namun nyala api itu tak didapatnya dlm semalam. Nick Vujizic, sahabat saya dari Australia, lahir dalam kondisi cacat. Tanpa lengan &amp; kaki (hanya ada satu kaki kecil tak sempurna dgn hanya 1 jari jempol).</p>
<p>Masa kecilnya dipenuhi amarah besar. Dia tak dapat menerima keadaannya yg cacat tanpa lengan &amp; kaki. Hidupnya susah &amp; dilalui dgn berat. Dia sering bertanya2 &#8220;Mengapa aku lahir seperti ini? Bagaimana masa depanku? Apakah aku bisa bekerja seperti org lain? Adakah gadis yg mau mencintaiku dgn tulus, bukan sekedar kasihan? dsb&#8221;<span id="more-725"></span><br />
Masa remajanyapun dilalui dgn berat &amp; penuh rasa minder. Hingga suatu saat Nick bertemu TUHAN dlm satu ibadah. Firman TUHAN yg disampaikan menyentuh hatinya. Sejak itu Nick mengerti bahwa makna &amp; tujuan hidup bukanlah dirinya sendiri, tapi TUHAN. Kalau sebelumnya ia selalu bertanya tentang &#8220;aku, aku, diriku, hidupku, masa depanku, dsb.&#8221; Sejak itu ia tak pernah bertanya apapun tentang dirinya sendiri. Ia selalu bertanya &#8220;Apa yg TUHAN kehendaki dlm hidupku? Bagaimana aku bisa menyenang kan hati TUHAN? Bagaimana aku dpt menjadi berkat &amp; berguna bagi org lain? Sejak itu ia terus melawan berbagai rintangan. Lulus terbaik dgn 2 gelar sarjana, mendirikan bisnis cukup sukses, menyanyi &amp; membuat album, melayani TUHAN di-gereja &amp; sudah<br />
berkeliling ke-lebih dari 40 negara utk jad pembicara motivasi &amp; memberi semangat pd banyak org. Jika Anda dlm kesulitan saat ini, renungkanlah&#8230;Apa kondisi Anda seburuk Nick yg tak punya tangan &amp; kaki, Bersyukurlah &amp; Jgn Menyerah!!!</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/nick-vujizic.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati Yang Indah</title>
		<link>http://pengharapan.com/hati-yang-indah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hati-yang-indah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[fisik]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.
Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.
&#8220;Lho, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.</p>
<div>Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Lho, dia ini juga hampir cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun,&#8221; pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh&#8230;!</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, &#8220;Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar.</div>
<div>&#8220;Aku rasa mungkin karena wajahku&#8230; Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi&#8230;&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Untuk sesaat aku mulai ragu-ragu, tapi kemudian kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: &#8220;Oh aku bisa kok tidur dikursi goyang diluar sini, di beranda samping ini. Toh bisku esok pagi-pagi juga sudah berangkat.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-178"></span></div>
<div>Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat diberanda. Aku masuk kedalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau-kalau ia mau ikut makan.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan.&#8221; Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat.</div>
<div id="_mcePaste">Selesai dengan mencuci piring-piring, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang ter-lampau besar untuk dijejalkan ketubuhnya yang kecil ini.</div>
<div></div>
<div>Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak-anaknya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka ditulang punggung. Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Allah untuk suatu berkat!</div>
<div></div>
<div>Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa-rupanya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya ke-kuatan untuk bisa terus maju dan bertahan.</div>
<div id="_mcePaste">Saatnya tidur, kami bukakan ranjang-lipat-kain berkemah untuknya dikamar anak-anak. Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di beranda.</div>
<div></div>
<div>Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, &#8220;Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal disini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak dikursi.&#8221;</div>
<div></div>
<div>Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, &#8220;Anak-anak anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak-anak tampaknya tidak terganggu.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Aku katakan silahkan datang kembali setiap saat.</div>
<div>Ketika ia datang lagi, Ia tiba pagi-pagi jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh-oleh, ia bawakan seekor Ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar.</div>
<div></div>
<div>Aku tahu bis-nya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami. Selama tahun-tahun ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih.</div>
<div></div>
<div>Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman-kiriman dia menjadi makin bernilai&#8230;</div>
<div>Ketika aku menerima kiriman oleh-oleh itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!&#8221;</div>
<div>Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya, mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah.</div>
<div id="_mcePaste">Baru-baru ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman-tanaman bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan (timum) yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas. Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Dalam hati aku berkata, &#8220;Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam didalam bejana terindah yang kumiliki.&#8221;</div>
<div>Tapi temanku merubah cara pikirku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu,&#8221; ia coba terangkan, &#8220;dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya ditaman.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Ia pastilah terheran-heran sendiri melihat aku tertawa begitu gembira, tapi aku membayangkan kejadian dan skenario seperti itu disurga.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Hah, yang ini luar biasa bagusnya,&#8221; mungkin begitulah kata Allah saat Ia sampai pada jiwa nelayan tua baik itu.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ia pastilah tidak akan keberatan memulai dulu didalam badan kecil ini.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Semua ini sudah lama terjadi, dulu &#8211; dan kini, didalam taman Allah, betapa tinggi mestinya berdirinya jiwa manis baik ini.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>&#8220;Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati.&#8221; (1 Samuel 16:7b)</div>
<div>Sahabat-sahabat adalah istimewa sekali. Mereka membuatmu tersenyum dan mendorongmu jadi sukses. Mereka meminjamimu sebuah kuping dan berbagi suatu kata pujian.</div>
<div id="_mcePaste">Buatlah seseorang tersenyum hari ini.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hati-yang-indah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

