<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; cinta</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/cinta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cerita Mengharukan Dari Italia</title>
		<link>http://pengharapan.com/cerita-mengharukan-dari-italia.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/cerita-mengharukan-dari-italia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 00:28:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bersalah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[memaafkan]]></category>
		<category><![CDATA[menyesal]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1203</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa.
17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota , tak tahu aku bener ngak nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/cerita-sedih-di-lampu-merah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Sedih Di Lampu Merah'>Cerita Sedih Di Lampu Merah</a> <small>Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau....</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa.</p>
<p>17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota , tak tahu aku bener ngak nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini menderita leukemia kanker darah dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera. Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth.</p>
<p>Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul. Padahal jelas, ia akan menghadapi kesulitan besar. Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni. Kisah ini akan berakhir bagaimanakah?<span id="more-1203"></span></p>
<p>Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali. Martha,35 thn, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang. Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi di antara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian setia porang disekitar mereka untuk bertanya. Martha hanya tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini.</p>
<p>Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi. Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. “Harapan satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya.” Dokter menjelaskan lebih lanjut. “Diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pedonor tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.” Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka, dalam kasus seperti Monika ini, mencari pedonor yang cocok sangatlah kecil kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu cara yang paling manjur, yaitu Martha dan suaminya kembali mengandung anak lagi. dan mendonorkan darah anak untuk Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa suara, “Tuhan..kenapa menjadi begini?” Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa.</p>
<p>Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan pada mereka, “saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya.” Hal ini hanya didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama.<br />
Terakhir mereka hanya berkata, “Biarkan kami memikirkannya kembali.”</p>
<p>Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut. Martha menggigit bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada dokter. “Ada suatu hal yang perlu kami beritahukan padamu. Tapi harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun.” Dr. Adely menganggukkan kepalanya.  Lalu mereka menceritakan: “Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha ketika pulang kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat Martha sadar, dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1 malam. Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan. Sepertinya seluruh langit runtuh.” Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan kembali.<br />
“Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa. Aku dan Martha merupakan warga Kristen yang taat, pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika.”</p>
<p>Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami mengapa bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukkan kepala, Dr. Adely berkata “Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika.” Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan berkata, “Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnya cocok untuk Monika. Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian?” Martha berkata, “Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya.” Dr. Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu.</p>
<p>Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran. November 2002, di koran Wayeli termuat berita pencarian ini, seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak perempuan penderita leukimia! Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr.Adely bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini? Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.</p>
<p>Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir. Orang hitam itu akan munculkah? Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita sekarang menilainya? Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya? Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporakporandakan perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia seorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran terkelam merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang peran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan. Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikannya. Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya. 17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal untuk merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan dendamnya akibat pendiskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini.</p>
<p>Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga Ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese, meninggalkan kota ini. Di Napulese ia bertemu keberuntungannya.<br />
Ajili mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika.<br />
Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan penikahkannya dengan anak perempuan mereka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk mengelola toko mereka.</p>
<p>Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu. Dimata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik.  Tapi hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya. Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram. Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun.</p>
<p>Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Sedikitpun ia tak pernah membayangkan bahwa wanita malang itu mengandung anaknya, bahkan menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya. Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.Telepon Dr.Adely. Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun. Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus Martha. Sang istri, Lina berkata, “Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku diposisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang demikian.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan, “Kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu?” “Sedikitpun aku tak akan memaafkannya! Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut! Ia benar-benar seorang pengecut!”, demikian istrinya menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata :”Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku”.</p>
<p>Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun memeluk erat-erat sang anak dan berkata, “Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya.” Sampai sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata padanya untuk menenangkan ayahnya, “Baiklah, kumaafkan. Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya.”</p>
<p>Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri, “Aku ini sebenarnya<br />
orang baik, atau orang jahat?” Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri.</p>
<p>Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian padanya dengan menanyakan apakah ada masalah? Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah, “Selamat pagi, manager!” Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.</p>
<p>Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang, “Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu.” Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely menambahkan kalimat terakhirnya berkata, “Entah apa ia dapat menunggu hari kemunculan ayah kandungnya?” Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata, “Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika. Aku harus menyelamatkannya.”</p>
<p>Lina sangat terkejut, marah dan terluka, mendengar semuanya, ia berteriak marah, “Kau PEMBOHONG!”<br />
Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah ayah ibunya.  Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya, “Memang benar, kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah kamu memikirkan, ia dapat mengulurkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur. Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya Ataukah seornag suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini di dalamnya?”<br />
Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama.</p>
<p>Pagi-pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata, “Ajili, pergilah menemui Dr. Adely ! Aku akan menemanimu!”</p>
<p>3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.<br />
8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu.</p>
<p>Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika telah ditemukan.</p>
<p>Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus menelepon, menulis surat pada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat, “Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan!”</p>
<p>10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini.</p>
<p>18 Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili. Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata, “Maaf…mohon maafkan aku! Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu.” Martha menjawab :”Terima kasih kau mau muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku”.</p>
<p>19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili. Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika. Sang dokter berkata dengan antusias : “Ini suatu keajaiban!”</p>
<p>22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat.</p>
<p>Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata, “Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian”. “Saat ini juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di separoh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku !”</p>
<p>(Italia post)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/cerita-sedih-di-lampu-merah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Sedih Di Lampu Merah'>Cerita Sedih Di Lampu Merah</a> <small>Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau....</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/cerita-mengharukan-dari-italia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Bacanya Yang Keras Ya Pa&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://pengharapan.com/bacanya-yang-keras-ya-pa.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bacanya-yang-keras-ya-pa.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 00:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[John]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Magy]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>
		<category><![CDATA[terlambat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1149</guid>
		<description><![CDATA[Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.
Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.</p>
<p>Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.</p>
<p>Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya, &#8220;Papa lihat!&#8221; John menengok kearahnya dan berkata, &#8220;Wah, buku baru ya?&#8221;, &#8220;Ya Papa!&#8221; katanya berseri-seri, &#8220;Bacain dong!&#8221;, &#8220;Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh&#8221;, kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.<br />
<span id="more-1149"></span><br />
Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali &#8220;Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy&#8221;. Dengan perasaan agak kesal John menjawab: &#8220;Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya&#8221;. &#8220;Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa&#8221; katanya sendu. &#8220;Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu.&#8221; &#8220;Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan.&#8221;</p>
<p>John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku di sebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Magy mulai lagi &#8220;Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka&#8221;. &#8220;Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali!&#8221; dengan agak keras John membentak anaknya.</p>
<p>Hampir menangis Magy mulai menjauh, &#8220;Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali&#8221;. Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata &#8220;Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar&#8221;.</p>
<p>John hanya diam. Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 4 tahun meletakkan tangannya yang mungil diatas tangannya yang kasar mengatakan: &#8220;Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar&#8221;. Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan.</p>
<p>Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir. Mungkin&#8230;</p>
<p>JANGAN JADIKAN DIRI ANDA SEPERTI JOHN, SAAT SEMUANYA TERJADI, PENYESALAN SUDAH SANGAT TERLAMBAT&#8230;&#8230; LAKUKAN SESUATU SEBELUM ANDA TERLAMBAT UNTUK MENYADARINYA, BERIKANLAH KEBAHAGIAAN BAGI MEREKA YANG ANDA CINTAI. APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENCINTAI MEREKA?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bacanya-yang-keras-ya-pa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Dan Persahabatan</title>
		<link>http://pengharapan.com/cinta-dan-persahabatan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/cinta-dan-persahabatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 00:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[Mampukah kita membayangkan persahabatan tanpa cinta ?
Persahabatan dan cinta adalah teman terbaik. Karena dimana ada cinta, persahabatan selalu ada di sampingnya. Dan dimana persahabatan berada, cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan persahabatan.
Pada suatu hari persahabatan mulai berpikir bahwa cinta telah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi karena persahabatan mengganggap cinta lebih menarik dari [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mampukah kita membayangkan persahabatan tanpa cinta ?<br />
Persahabatan dan cinta adalah teman terbaik. Karena dimana ada cinta, persahabatan selalu ada di sampingnya. Dan dimana persahabatan berada, cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan persahabatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari persahabatan mulai berpikir bahwa cinta telah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi karena persahabatan mengganggap cinta lebih menarik dari pada dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm… seandainya tidak ada cinta mungkin aku lebih terkenal, dan lebih banyak orang memberi perhatian kepadaku begitu pikir persahabatan. Sejak hari itu persahabatan memusuhi cinta. Ketika cinta mulai bermain bersama persahabatan selalu seperti akan menjauhi cinta. Apabila cinta bertanya kenapa persahabatan menjauhi dirinya, persahabatan hanya memalingkan wajah dan menghindar meninggalkan cinta.<br />
<span id="more-1141"></span><br />
Kesedihan pun menghampiri cinta dan cinta tidak sanggup menahan air matanya lalu menangis tersedu-sedu. Kesedihan hanya termangu memandang cinta yang kehilangan teman baiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari tanpa cinta, persahabatan mulai bergaul dengan kecewa, putus asa, kemarahan dan kebencian. Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya, dan orang-orang mulai tidak menyukai persahabatan. Persahabatan mulai dijauhi dan tidak disukai lagi. Walaupun persahabatan cantik, tetapi sifatnya mulai memuakkan. Persahabatan menyadari dirinya bahwa tidak lagi disukai lantaran banyak orang yang menjauhi dirinya, persahabatan mulai menyesali keadaannya, dan saat itulah kesedihan melihat persahabatan. Lalu menyampaikan kepada cinta bahwa persahabatan dalam kedukaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan segera cinta berlari dan menghampiri persahabatan. Saat persahabatan melihat cinta menghampiri dirinya, dengan air mata yg berlinang persahabatan pun meluapkan seribu penyesalannya meninggalkan cinta. Akhirnya, persahabatan dan cinta kembali menjadi teman baik, persahabatan kembali menjadi pribadi yang menyenangkan dan cinta pun kembali tersenyum ceria. Semua orang akhirnya melihat kedua teman baik itu sebagai berkat dan anugrah dalam kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Moral,<br />
Mampukah persahabatan tanpa cinta?<br />
Mampukah cinta tanpa persahabatan??<br />
Sering kali kita temui banyak orang memisahkan persahabatan dan cinta karena mereka berpikir “kalau persahabatan sudah diselami dengan cinta, pasti akan menjadi sulit.” Terutama bagi mereka yg menjalin persahabatan antara lelaki dan wanita. Persahabatan merupakan bentuk hubungan yg indah antara manusia, di mana cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai persahabatan. Tanpa cinta, persahabatan mungkin akan di isi dengan kecewa, benci, marah, egois dan berbagai hal yg membuat persahabatan tidak lagi indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berhentilah membuat batas antara cinta dan persahabatan, biarkanlah mereka tetap menjadi teman baik, yang harus di luruskan adalah cinta bukanlah perusak persahabatan. Cinta memperindah persahabatan kita. Sering kali cinta cuma dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. Salah besar!! seharusnya dengan adanya cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman yang sedang mengalami goncangan dalam persahabatan, jangan salahkan cinta! tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta, karena cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman yg belum mengerti arti persahabatan, cobalah memulai sebuah persahabatan. Karena dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti. bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi dengan keinginan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman yang sedang kecewa dengan persahabatan, renungkanlah. Apakah saya sudah menjalani persahabatan dengan benar dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yg baik akan kita temui dalam persahabatan.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/cinta-dan-persahabatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;SHMILY&#8221;</title>
		<link>http://pengharapan.com/shmily.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/shmily.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 00:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kakek]]></category>
		<category><![CDATA[nenek]]></category>
		<category><![CDATA[SHMILY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1097</guid>
		<description><![CDATA[Senja sore itu kesedihan melanda keluarga kami, kakek kami tercinta telah meninggalkan kami untuk selamanya. Aku tak tahan melihat nenek yang duduk terdiam dipojok ruangan sambil menahan kesedihan karena ditinggalkan seseorang yang sudah menemaninya puluhan tahun belakangan ini. Aku adalah cucu terkecil dari keluarga besar kami, kedekatanku pada kakek dan nenek membuatku belajar banyak hal [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Senja sore itu kesedihan melanda keluarga kami, kakek kami tercinta telah meninggalkan kami untuk selamanya. Aku tak tahan melihat nenek yang duduk terdiam dipojok ruangan sambil menahan kesedihan karena ditinggalkan seseorang yang sudah menemaninya puluhan tahun belakangan ini. Aku adalah cucu terkecil dari keluarga besar kami, kedekatanku pada kakek dan nenek membuatku belajar banyak hal dari mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu usiaku masih 13 tahun, pada saat liburan sekolah kuhabiskan sepanjang pekan dirumah kakek-nenek sambil mendengarkan mereka bercerita, mulai dari cerita dongeng hingga cerita masa muda mereka. Pada suatu pagi aku terbangun dan melihat sesuatu di kaca yang berembun &#8216;SHMILY&#8217;, sebuah tulisan &#8216;SHMILY&#8217; yang aku sendiri tidak tahu apa artinya. Ketika aku hendak mandi dan kakek memberikan handuk, kembali aku menemukan rajutan kata &#8216;SHMILY&#8217; yang sekali lagi tidak aku terlalu pedulikan. Namun selama hari-hari yang aku habiskan selama liburan sekolah itu, aku banyak menemukan kata yang sama &#8216;SHMILY&#8217;, di kaca saat embun pagi, dihanduk yang aku gunakan, dikertas catatan belanja nenek, ditempat-tempat yang tak terduga lainnya. Aku tidak berpikir apapun mengenai kata aneh itu, bagiku mungkin hanya coretan iseng yang dibuat kakek yang jenuh dengan masa pensiunnya atau coretan iseng nenek yang pusing dengan TTS yang sedang diisinya.<span id="more-1097"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kata itu terlupa dan tak terpedulikan hingga aku menatap jenazah kakek untuk terakhir kalinya sore ini, dalam tidurnya yang penuh damai aku menatap sehelai sapu tangan bertuliskan &#8216;SHMILY&#8217;, satu kata yang kembali mengusikku dan membuatku penasaran. Dengan dekapan erat yang lembut aku bertanya kepada nenek tersayang mengenai arti kata itu, dan jawabannya sungguh membuatku terharu dan menangis, arti kata itu adalah&#8230;See How Much I Love You (Lihat Betapa Aku Mencintaimu)&#8230;kata itu telah mereka saling tuliskan saat masa mereka berpacaran hingga ajal memisahkan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber http://www.kaskus.us/showthread.php?t=913612</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/shmily.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda Dari Rasa Cinta, Suka dan Sayang</title>
		<link>http://pengharapan.com/beda-dari-rasa-cinta-suka-dan-sayang.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/beda-dari-rasa-cinta-suka-dan-sayang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 01:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[beda]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[seseorang]]></category>
		<category><![CDATA[suka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[Dihadapan orang yang kita cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kita sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit
Dihadapan orang yang kita cintai, jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kita sukai, kita hanya merasa senang dan gembira saja. Apabila engkau melihat kepada mata orang yang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dihadapan orang yang kita cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah<br />
Dihadapan orang yang kita sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit<br />
Dihadapan orang yang kita cintai, jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat<br />
Dihadapan orang yang kita sukai, kita hanya merasa senang dan gembira saja. Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kita cintai, matamu berkaca-kaca<br />
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kita sukai, engkau hanya tersenyum saja <span id="more-967"></span><br />
Dihadapan orang yang kita cintai, kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam<br />
Dihadapan orang yang kita sukai, kata kata hanya keluar dari pikiran saja<br />
Jika orang yang kita cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya<br />
Jika orang yang kita sukai menangis, engkau hanya menghibur saja<br />
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga Jadi jika kita mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.<br />
Tapi apabila kita mencoba menutup matamu dari orang yang kita cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.<br />
Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta&#8230; ada perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang&#8230;. rasa yang tidak hilangsecepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kita sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.<br />
Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan. Tandanya kamu sedang jatuh cinta&#8230;.<br />
Ketika kamu sdg bersama dia, kau berlagak mengacuhkannya. Tapi ketika dia tidak ada, kamu berusaha mencarinya. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.<br />
Walaupun ada orang lain yg selalu membuatmu tertawa, mata dan perhatianmu hanya tertuju pada si dia. Maka, kamu sedang jatuh cinta.<br />
Walaupun seharusnya dia sudah meneleponmu untuk memberitahu kabarnya, tapi teleponmu tak berdering. Dan kau terus menunggu telepon itu. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.<br />
Jika kamu lebih tertarik dengan e-mail pendek darinya daripada e-mail yg panjang dari orang lain, kamu sedang jatuh cinta.<br />
Jika kamu tak bisa menghapus smua sms dlm HPmu karena ada 1 sms dari dia, maka kamu sedang jatuh cinta.<br />
Ketika kamu mendapat sepasang tiket gratis menonton film, kamu tidak akan pusing2 untuk langsung mengajak dia. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.<br />
Kamu selalu bilang pada dirimu,&#8221;dia hanyalah temanku&#8221;, tapi kamu menyadari kamu tidak bisa menghindari daya tariknya.<br />
Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.Jika kamu sedang membaca message ini dan seseorang muncul dalam pikiranmu, maka kamu sedang jatuh cinta pada orang itu.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/beda-dari-rasa-cinta-suka-dan-sayang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab Cinta</title>
		<link>http://pengharapan.com/sebab-cinta.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/sebab-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 01:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[lelah]]></category>
		<category><![CDATA[menghapus]]></category>
		<category><![CDATA[putus asa]]></category>
		<category><![CDATA[sebab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu muda berlari kencang mengejar bis yang berjalan merambat di depan halte di daerah Kebon Nanas, Tangerang, Banten. Saat berlari, ia tidak sendiri. Ia menggendong anaknya yang masih berusia satu tahun. Pundak kecilnya juga masih harus dibebani dengan sekotak alat musik karaoke. Dua beban yang tak menyurutkan laju kencangnya mengejar bis kota , sayangnya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ibu muda berlari kencang mengejar bis yang berjalan merambat di depan halte di daerah Kebon Nanas, Tangerang, Banten. Saat berlari, ia tidak sendiri. Ia menggendong anaknya yang masih berusia satu tahun. Pundak kecilnya juga masih harus dibebani dengan sekotak alat musik karaoke. Dua beban yang tak menyurutkan laju kencangnya mengejar bis kota , sayangnya bis besar itu hanya menyisakan kepulan asap hitam di wajah wanita pengamen itu.</p>
<p>Si kecil yang digendongnya, hanya bisa menutup mata untuk menghindari kepulan asap yang memerihkan mata. Ia, sungguh takkan pernah mengerti sebab apa dibawa berlari mengejar satu bis ke bis lainnya. Ia, juga takkan pernah memahami, setiap kali ibunya bernyanyi di depan puluhan pasang mata di dalam bis kota . Yang ia tahu hanyalah, terik matahari, atau derasnya hujan, debu jalanan, asap knalpot, aroma bis kota , tatapan iba, dan juga makian penumpang yang terganggu oleh hingar musik ibunya. Semua itu menjadi sahabat sehari-hari si kecil.<span id="more-949"></span></p>
<p>Lain lagi dengan pemandangan di Pasar pagi Cikokol, Tangerang, Banten. Pukul 02.00 dini hari, seorang anak berusia tidak lebih tiga tahun terlelap di tengah pasar. Berselimut angin malam, berteman aroma pasar, si kecil tertidur ditemani hiruk pikuk para aktor pasar; penjual dan pembeli. Sesekali mimpinya tergugah oleh klakson mobil, matanya terbuka melihat sekejap sang ibu yang sibuk melayani pembeli. Kemudian terlelap kembali merajut mimpi indahnya.</p>
<p>Anak pasar itu &#8211; kalau boleh disebut begitu &#8211; tak pernah tahu sebab apa ibunya menyertakannya dalam aktivitas di pasar dini hari itu. Ia tak pernah benar-benar mengerti kenapa dirinya berada di tengah &#8211; tengah tumpukan cabai, bawang, tomat dan sayuran setiap pagi dan melihat transaksi jual beli yang dilakukan ibunya. Saat terbangun dan menemani ibunya, cabai, bawang, tomat itulah sahabatnya. Angin pagi yang menusuk menjadi selimutnya, dan aroma tak sedap pasar becek lah yang kerap mengakrabinya.</p>
<p>Di tempat yang berbeda. Seorang ibu di Bogor naik turun KRL (kereta api listrik) menggendong anaknya yang cacat mental dan fisik, padahal si anak sudah berusia belasan tahun. Anak yang takkan pernah mengerti itu, benar-benar tidak tahu, sebab apa ibunya rela menanggung malu mengemis belas kasih dari penumpang kereta. Si anak juga tak pernah bertanya,</p>
<p>“beratkah ibu menggendong saya?”</p>
<p>Masih di kereta yang sama, seorang ibu lainnya menggendong anaknya yang berusia tiga tahun. Si kecil yang lucu dan ramah itu, hanya memiliki sebelah tangan. Ia tak dianugerahi tangan kiri dan dua kaki saat terlahir ke dunia ini. Anak itu, tak pernah memahami kenapa di setiap menit selalu ada tetes air mata di sudut mata ibunya. Si kecil selalu tersenyum, meski air muka ibunya tak pernah menyiratkan bahagia. Senyum sang ibu kerap dipaksakan di depan para penumpang kereta, demi sekeping receh yang diharapnya.</p>
<p>***</p>
<p>Anak-anak itu, memang belum akan mengerti sebab apa ibunya mengejar bis kota , mengakrabi malam di pasar, dan menyusuri gerbong demi gerbong kereta api. Yang mereka tahu hanyalah, mereka tak pernah jauh dari ibunya. Yang mereka rasakan adalah kecupan di kening dan wajah setiap kali sang ibu berkesah tak mendapatkan rezeki.</p>
<p>Bahasa kalbu ibu berkata,</p>
<p>“sebab cinta, ibu melakukan semua ini nak”.</p>
<p>Sungguh, jika tak karena cinta, langkahnya sudah terhenti. Cintalah yang mengajarkannya untuk menghapus kata “lelah” dan “putus asa” dalam kamus hidup seorang ibu.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/sebab-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pola Cinta</title>
		<link>http://pengharapan.com/pola-cinta.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/pola-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 01:50:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Billy]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pola]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[Timmy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tahun di hari Natal, Service Club kami mengajak anak-anak dari keluarga yang kurang mampu di kota kami untuk berjalan-jalan dan berbelanja seharian. Pada hari itu, aku mengajak Timmy dan Billy yang ayahnya baru saja berhenti bekerja. Setelah memberi mereka uang saku masing-masing $4.00, kami memulai perjalanan ini.
Di setiap toko yang kami lalui, aku memberikan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap tahun di hari Natal, Service Club kami mengajak anak-anak dari keluarga yang kurang mampu di kota kami untuk berjalan-jalan dan berbelanja seharian. Pada hari itu, aku mengajak Timmy dan Billy yang ayahnya baru saja berhenti bekerja. Setelah memberi mereka uang saku masing-masing $4.00, kami memulai perjalanan ini.<br />
Di setiap toko yang kami lalui, aku memberikan saranku, tapi mereka selalu dengan tegas menggelengkan kepalanya, &#8220;Tidak&#8221;.<br />
Akhirnya aku bertanya, &#8220;Kemana sebaiknya kita pergi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mari kita pergi ke toko sepatu, Pak&#8221;, jawab Timmy. &#8220;Kami mencari sepasang sepatu untuk ayah, supaya dia dapat kembali bekerja&#8221;.<br />
Di toko sepatu, pegawainya menanyakan apa yang anak-anak itu inginkan.<br />
Sambil mengeluarkan secarik kertas coklat, mereka berkata, &#8220;Kami menginginkan sepatu kerja yang cocok ukurannya dengan kaki ini&#8221;.<br />
Billy menjelaskan bahwa itu adalah pola kaki ayah mereka. Mereka menggambarnya kala ayah mereka tertidur di kursi. <span id="more-903"></span></p>
<p>Pegawai toko itu memegang kertas tersebut dan mengambil pengukur, seraya beranjak ke dalam. Tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah kotak terbuka.<br />
&#8220;Apakah yang ini cocok?&#8221; dia bertanya.<br />
Timmy dan Billy memegang sepatu itu dengan antusias sekali.<br />
&#8220;Berapa harganya?&#8221; tanya Billy.<br />
Timmy melihat label harga pada kotak tersebut.<br />
&#8220;Harganya $16.95&#8243;, katanya dengan terkejut. &#8220;Kita hanya punya $8.00&#8243;.<br />
Aku memandang pegawai itu dan sambil berdehem dia berkata, &#8220;Itu harga normal, tapi khusus hari ini saja sedang ada obral. Harganya hanya $3.98&#8243;<br />
Kemudian dengan gembira membawa sepatu di tangan, kedua bocah itu membelikan hadiah untuk ibu dan kedua saudara perempuan mereka. Mereka tidak memikirkan sama sekali keinginan mereka.<br />
Sehari setelah Natal, ayah kedua anak laki-laki itu menemuiku di jalan. Kakinya mengenakan sepatu baru. Tampak rasa syukur dan terimakasih di matanya.<br />
&#8220;Saya sangat berterima kasih pada Tuhan untuk orang-orang yang peduli&#8221;, katanya.<br />
&#8220;Dan saya berterima kasih pada Tuhan untuk kedua putra anda,&#8221; jawabku. &#8220;Mereka telah mengajariku lebih banyak tentang Natal dalam satu hari dibanding yang telah aku pelajari sepanjang hidupku.&#8221;</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/pola-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman Adalah Hadiah</title>
		<link>http://pengharapan.com/teman-adalah-hadiah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/teman-adalah-hadiah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 01:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=858</guid>
		<description><![CDATA[Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.</p>
<p>Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.</p>
<p>Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.<br />
<span id="more-858"></span><br />
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.</p>
<p>Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua <strong>BUKAN</strong>-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.</p>
<p>Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa &#8220;lutut&#8221; mereka luka atau mereka &#8220;takut air&#8221;, mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.</p>
<p>Mereka akan bilang:<br />
&#8220;Menari itu tidak menarik&#8221;<br />
&#8220;Tidak ada yang cocok denganku&#8221;<br />
&#8220;Teman-temanku sudah lulus semua&#8221;<br />
&#8220;Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku&#8221;<br />
&#8220;Kisah hidupku membosankan&#8221;</p>
<p>Mereka tidak akan bilang:<br />
&#8220;Aku tidak bisa menari&#8221;<br />
&#8220;Aku membutuhkan kamu denganku&#8221;<br />
&#8220;Aku kesepian&#8221;<br />
&#8220;Aku butuh diterima&#8221;<br />
&#8220;Aku ingin didengarkan&#8221;</p>
<p>Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/teman-adalah-hadiah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Cinta</title>
		<link>http://pengharapan.com/cerita-cinta.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/cerita-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 01:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[diuji]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika kebersamaan mereka diuji dengan datangnya badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau yang mereka tempati.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri mereka masing-masing. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika kebersamaan mereka diuji dengan datangnya badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau yang mereka tempati.</p>
<p>Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri mereka masing-masing. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan dari sahabat-sahabatnya yang akan lewat. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.<span id="more-840"></span><br />
Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, sahabatnya si kekayaan tidak mau menolongnya namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,ijinkan aku naik perahu bersamamu” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.</p>
<p>Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengar jawaban dari kecantikan. Ia mulai menangis terisak-isak karena sahabat-sahabatnya tidak ada yang mau menolongnya. Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa karena sahabat-sahabatnya telah pergi meninggalkan dirinya sendirian tanpa ada yang mau membawa cinta ikut serta dalam perahu mereka.</p>
<p>Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran. “Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/cerita-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Letak Kekuatan</title>
		<link>http://pengharapan.com/letak-kekuatan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/letak-kekuatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 01:18:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[kedamaian]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemah lembutan]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesetiaan]]></category>
		<category><![CDATA[letak]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[murah hati]]></category>
		<category><![CDATA[penguasaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah
orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan
diri sendiri.
Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang tertawa gembira adalah orang
yang kuat, karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.
Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai
bahagia adalah orang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah<br />
orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan<br />
diri sendiri.</p>
<p>Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang tertawa gembira adalah orang<br />
yang kuat, karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai<br />
bahagia adalah orang yang kuat, karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak<br />
mudah diombang-ambingkan.<span id="more-740"></span><br />
Ada kekuatan di dalam kesabaran, dan orang yang sabar adalah orang yang<br />
kuat, karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa<br />
disakiti.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang<br />
kuat, karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan<br />
yang baik bagi sesamanya.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat,<br />
karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat<br />
karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya<br />
kepada Allah dan sesama.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah<br />
orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri<br />
adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengendalikan segala nafsu<br />
keduniawian.</p>
<p>Disitulah semua letak-letak dimana Kekuatan Sejati berada&#8230;.</p>
<p>Dan sadarlah bahwa kalian juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi<br />
segala masalah kalian. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/letak-kekuatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

