Cinta Seorang Ibu

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan tolong Kau sadarkan anakku yang ku sayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat, sebelum Aku mati”.
Read the rest of this entry »

Hadiah yang Lebih Berharga

Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. Kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.

Setahun sudah lewat sejak Susan, 34 tahun, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa, dia kehilangan penglihatannya dan terlempar ke dunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri.
Sebagai wanita yang sangat independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya, dan menjadi beban bagi semua orang di sekelilingnya.
Read the rest of this entry »

Pelajaran Hidup

Saat kau berumur 1 tahun,
dia menyuapi dan memandikanmu
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam

Saat kau berumur 2 tahun,
dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu

Saat kau berumur 3 tahun,
dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai

Saat kau berumur 4 tahun,
dia memberimu pensil berwarna
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan

Saat kau berumur 5 tahun,
dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah

Saat kau berumur 6 tahun,
dia mengantarmu pergi ke sekolah
Sebagai balasannya, kau berteriak : “NGGAK MAU!”
Read the rest of this entry »

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.
Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm di bawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh, sangat aneh.
Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih.
Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, “Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?”
“Tidak,” jawabku dengan sungguh-sungguh.
“Oh,” sahutnya. “Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan.”
Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil.
“Saya rasa kamu tak akan pernah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu.”
Tommy mengangkat bahu, lalu pergi. Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.
Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi. Read the rest of this entry »

Jembatan

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.
Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.
Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu.
Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan, kata pria itu dengan ramah? Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?
Oh ya !? jawab sang kakak. Saya punya sebuah pekerjaan untukmu.? Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.

I Love You Anyway

Dalam Hidup ini ada banyak yang mengisi kehidupan kita. Ada Iman ada pengharapan & ada Kasih. Nah yang terbesar diantaranya adalah Kasih
Hari itu Jum’at pagi dan seorang manajer muda akhirnya memutuskan untuk minta kenaikan gaji pada pimpinannya. Sebelum berangkat kerja, diapun juga memberi tahu istrinya apa yang akan ia kerjakan. Sepanjang hari ia merasa gelisah serta kuatir. Akhirnya, sore harinya ia kumpulkan segala keberaniannya untuk menjumpai majikannya, dan betapa gembiranya dia, ternyata bosnya itu menyetujui permohonannya.

Jika Kau Mencintaiku

“Mengucap Syukurlah dalam Segala Hal”

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifat apa adanya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul ketika saya bersandar di-dadanya yang bidang. 3 tahun masa pacaran dan 5 tahun masa-masa pernikahan hingga saat ini. Sekarang saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan-alasan saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang tak menakjubkan lagi.
Saya seorang wanita yang sentimentil, benar-benar sensitif dan berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Sering saya berfantasi dan membayangkan suami saya bisa menjadi seperti pria-pria romantis di­ film-film, bahkan membanding-bandingkannya dengan mantan pacar-pacar saya yang terdahulu. Namun suami saya bertolak belakang, rasa sensitifnya kurang, ketidakbecusannya menciptakan suasana romantis dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta. Dia orang yang terlalu apa adanya & jauh dari romantis. Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tak pernah mau mengerti keinginanku”, jawab saya. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, ” Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”

Hati Yang Sempurna

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.
Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata “Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?”.
Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?

Sampul Coklat

Hidup ini memang penuh kesulitan, namun mereka yang mempunyai kesabaran, kreativitas ketekunan akan mampu merubah kesulitan menjadi peluang. Tidak tunduk pada keadaan, namun mempengaruhi keadaan menjadi lebih baik.
Tahun ajaran baru, selalu mengingatkan saya pada banyak hal. Salah satunya, adalah sampul coklat. Ya, sampul buku dari kertas tipis berwarna coklat, yang selalu dipakai untuk sekolah, hingga saat ini. Benda itu, mengajarkan saya tentang kesederhanaan, dan juga kasih sayang. Benda itu juga menunjukkan kepada saya bahwa kemuliaan tak selalu datang dan sesuatu yang serba mahal.
Dulu, saat saya kelas 2 SD, Pak guru mengharuskan setiap anak untuk menyampul semua buku tugas dengan sampul coklat. “Agar lebih rapi & bersih.” begitu kira-kira ucapan beliau. Saya pun merasa wajib untuk menurutinya, apalagi saya ditunjuk menjadi ketua kelas saat itu. Dan besok, buku tugas itu harus sudah dikumpulkan, lengkap dengan sampul coklat.
Namun sayang, saya agaknya tak dapat memenuhi perintah Pak Guru. Saat saya sampaikan kepada lbu di rumah, lbu berkata bahwa ia tak punya cukup uang untuk membeli sampul coklat. Saat itu, adik saya memang sedang sakit. Dan lbu baru saja membeli obat, sehingga tabungan lbu belum cukup untuk membeli beberapa lembar sampul, sedangkan ayah juga belum pulang dari keliling berjualan barang ke-luar kota. Duh duh, saya bingung saat itu. Bimbang, antara takut dengan perintah Pak Guru & kasihan pada lbu yg tak punya uang.

Ayahku Tak Bisa Datang

Cinta & Kasih sayang dapat melintasi batas sejauh apapun, bahkan menuju tempat jauh yang sepertinya tak mungkin terjangkau.
Gadis kecil itu berumur 6 tahun Rambutnya diikat gaya buntut kuda pakaian favoritnya terikat simpul hias. Hari ini adalah Hari Bapak di sekolah, dan sudah tak sabar ia ingin pergi. Tapi ibunya mencoba untuk menerangkan dan mencegahnya agar sebaiknya ia tinggal dirumah. Sebab teman2 sekelasnya tak akan mengerti & bertanya2, mengapa ia ke sekolah sendirian tanpa disertai ayahnya, padahal ini adalah hari Bapak di sekolah & semua teman2nya akan datang didampingi ayahnya. Mereka dengan bangga akan memperkenalkan ayahnya masing2 di depan kelas.
Namun gadis kecil ini tak gentar & tak takut. Ia sudah tahu apa yang akan dikatakan nanti. Gadis kecil ini sudah siap menceritakan alasan apa pada rekan2 sekelasnya, mengapa ayahnya tak bisa hadir hari ini. Tapi ibunya tetap saja kuatir, ibunya takut kalau2 teman2nya mengejeknya & membuatnya menangis, ibunya takut sekali membayangkan anak gadisnya dihina & menghadapi acara hari ini sendirian. Itu pula sebabnya ia coba sekali lagi, berusaha menahan putrinya dirumah. Tapi gadis kecil itu tetap bersikeras ke sekolah, ia ingin menceritakan pada semua teman2nya. Tentang ayahnya yang tak pernah ia lihat lagi, seorang ayah yang tak pernah menelpon lagi, tentang ayahnya yang meninggalkannya dihari ulang tahunnya.