<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; hati</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/hati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hikmat</title>
		<link>http://pengharapan.com/hikmat.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hikmat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 01:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hikmat]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[memecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[memuaskan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=997</guid>
		<description><![CDATA[Hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Karena bagi orang bijak hati berpikir sedikit keras dibandingkan otak.&#8221;
Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President &#38; CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?
Kini usianya sudah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Karena bagi orang bijak hati berpikir sedikit keras dibandingkan otak.&#8221;</p>
<p>Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President &amp; CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?</p>
<p>Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana. Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.<br />
<span id="more-997"></span><br />
Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis. Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.</p>
<p>Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri. Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya. Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam. Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.</p>
<p>Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilihan Anda menggantikan sang patriarch menjadi President &amp; CEO? Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu. Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender. Bagaimana jalan keluarnya? Konsultan angkat tangan. Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah.</p>
<p>Lalu dipanggilnya ketiga anaknya. Dibentangkannya persoalan secara gamblang. Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga. Dialog pun dimulai. Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.</p>
<p>&#8220;Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku,&#8221; kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut. Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian. &#8220;Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku,&#8221; katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. &#8220;Budget maksimum Rp1juta,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya. Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.</p>
<p>&#8220;Bagus, besok giliranmu,&#8221; kata si ayah kepada anak keduanya. Dua puluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styrofoam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.</p>
<p>&#8220;Oke, besok giliranmu,&#8221; kata sang patriarch menunjuk putrinya.Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong. &#8220;Lho, kok kosong?&#8221; tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja. Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.</p>
<p>&#8220;Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari,&#8221; katanya kalem. Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.<br />
Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation. Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak. Dari dulu botak memang ciri orang pintar. Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hikmat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marah</title>
		<link>http://pengharapan.com/marah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/marah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 01:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[dekat]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[jarak]]></category>
		<category><![CDATA[jauh]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; &#8220;Mengapa ketika
seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara
kuat atau berteriak?&#8221;
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan
menjawab;&#8221;Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena
itu ia lalu berteriak.&#8221;
&#8220;Tapi&#8230;&#8221; sang guru balik bertanya, &#8220;lawan bicaranya justru berada
disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara
secara [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; &#8220;Mengapa ketika<br />
seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara<br />
kuat atau berteriak?&#8221;</p>
<p>Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan<br />
menjawab;&#8221;Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena<br />
itu ia lalu berteriak.&#8221;<br />
&#8220;Tapi&#8230;&#8221; sang guru balik bertanya, &#8220;lawan bicaranya justru berada<br />
disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara<br />
secara halus?&#8221;</p>
<p>Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut<br />
pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru<br />
lalu berkata; &#8220;Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,<br />
jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik<br />
mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian,<br />
mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak,<br />
semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang<br />
ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka<br />
terpaksa berteriak lebih keras lagi.&#8221;<br />
<span id="more-583"></span><br />
Sang guru masih melanjutkan; &#8220;Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua<br />
orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika<br />
mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan<br />
kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu<br />
jelas. Mengapa demikian?&#8221; Sang guru bertanya sambil memperhatikan para<br />
muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani<br />
memberikan jawaban. &#8220;Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak<br />
berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah<br />
pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin<br />
mereka sampaikan.&#8221;</p>
<p>Sang guru masih melanjutkan;<br />
&#8220;Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan<br />
jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang<br />
mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak<br />
mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena<br />
waktu akan membantu anda.&#8221;</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/marah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Botol Acar</title>
		<link>http://pengharapan.com/botol-acar.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/botol-acar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 08:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[botol acar]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[keteguhan]]></category>
		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Sejauh yang aku ingat, botol acar terletak di lantai bersebelahan dengan lemari pakaian di kamar tidur orang tuaku. Apabila ayah hendak tidur, beliau akan mengosongkan isi kantongnya dan menjatuhkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Ketika koin-koin itu jatuh ke dalam botol yang masih kosong, mereka akan berbunyi sangat nyaring. Kemudian bunyinya perlahan akan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejauh yang aku ingat, botol acar terletak di lantai bersebelahan dengan lemari pakaian di kamar tidur orang tuaku. Apabila ayah hendak tidur, beliau akan mengosongkan isi kantongnya dan menjatuhkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Ketika koin-koin itu jatuh ke dalam botol yang masih kosong, mereka akan berbunyi sangat nyaring. Kemudian bunyinya perlahan akan melemah ketika botol telah terisi. Aku selalu jongkong di lantai di depan botol acar itu dan mengagumi bulatan tembaga dan perak yang berkilauan ketika matahari masuk melalui jendela seperti sebuah harta karun. Pada saat botol itu sudah terisi penuh, ayah akan duduk di meja dapur dan memutar koin-koin itu sebelum dibawa ke bank. Membawa koin ke bank selalu merupakan pekerjaan besar. Tertumpuk rapi di sebuah kotak kecil, uang-uang itu diletakkan diantara kursi ayah dan kursiku di truk tuanya.<br />
<span id="more-429"></span>Setiap saat selama kami menuju ke bank, ayah akan memandang penuh harap kepadaku.<br />
&#8220;Koin-koin itu akan membawamu jauh dari pabrik textile ini, Nak. Kamu akan lebih baik dari pada aku. Kota dengan pabrik tua ini tidak akan bisa menahanmu.&#8221;</p>
<p>Dan juga, setiap saat ketika dia membawa kotak yang berisi uang logam tersebut melewati counter menuju teller, dia akan tersenyum dengan bangga.<br />
&#8220;Ini adalah uang untuk biaya sekolah anakku. Dia tidak akan mengabdikan hidupnya di pabrik ini seperti aku.&#8221;</p>
<p>Kamipun selalu merayakan setiap tabungan dengan membeli es krim. Aku selalu membeli rasa coklat dan ayah selalu rasa vanilla. Ketika kasir di tempat es krim memberi kembalian kepada papa, dia akan menunjukkan kepadaku koin-koin yang ada di telapak tangannya.</p>
<p>&#8220;Begitu kita tiba di rumah, kita akan mulai mengisi botol lagi.&#8221;<br />
Dia selalu membiarkanku menjatuhkan koin pertama kedalam botol yang kosong. Pada saat koin-koin itu bergemerincingan dengan gembiranya di botol, kamipun saling tersenyum.</p>
<p>&#8220;Kamu akan kuliah dari setiap 1 sen, 5 sen, 10 sen dan 25 sen ini&#8221;, katanya. &#8220;Tapi kamu pasti berkuliah. Saya dapat melihatnya.&#8221;</p>
<p>Tahun-tahun berganti dan aku menyelesaikan kuliah kemudian bekerja di kota lain. Suatu kali, ketika mengunjungi orang tuaku, aku memakai telepon yang ada di kamar mereka dan memperhatikan bahwa botol acar itu sudah tidak ada lagi. Botol itu sudah berubah fungsi ke fungsi dasarnya dan telah dipindahkan. Perasaanku tersumbat pada tenggorokanku pada saat aku melihat tempat kosong di sebelah lemari pakaian, tempat dimana botol acar itu selalu berada. Ayah adalah seorang yang sangat jarang bicara dan tidak pernah mengajariku mengenai harga kebulatan tekad, ketekunan dan keyakinan. Dengan botol acar inilah dia menunjukkan perbuatan-perbuatan baiknya itu, ini lebih berharga dibandingkan kata-kata yang muluk-muluk.</p>
<p>Ketika aku menikah, aku menceritakan kepada isteriku mengenai botol acar yang tidak berharga yang mempunyai peranan penting saat aku masih muda. Dalam pikiranku, itu membuktikan lebih dari apapun betapa ayah sangat mencintaiku. Tidak peduli bagaimana beratnya keadaan di rumah,ayah terus menetapkan hati untuk menjatuhkan koin ke dalam botol. Bahkan ketika ayah dipecat dari pabrik dan ibu hanya menyajikan biji-bijian yang dikeringkan beberapa hari dalam seminggu, tidak pernah sesen pun diambil dari botol. Sebaliknya, saat ayah memandangiku diseberang meja, dia menjadi semakin meyakinkan dirinya untuk menemukan jalan keluar bagiku.</p>
<p>&#8220;Ketika kamu sudah lulus kuliah Nak,&#8221; dia berkata padaku dengan mata yang berkaca-kaca, &#8220;Kamu tidak akan pernah makan biji-bijian lagi.. kecuali kalau kamu memang menginginkannya&#8221;.</p>
<p>Natal pertama setelah anak kami, Jessica lahir, kami menghabiskan liburan bersama orang tuaku. Setelah makan malam, ayah dan ibu duduk berdampingan di sofa, mengemong cucu pertama mereka. Jessica mulai merengek pelan dan Susan mengambilnya dari tangan ayah.</p>
<p>&#8220;Mungkin popoknya harus diganti.&#8221; katanya, menggendong Jessica ke kamar orangtuaku untuk mengganti popok. Ketika Susan kembali ke ruang keluarga, ada pandangan aneh di matanya. Dia memberikan Jessica kembali kepada ayah sebelum menarik tanganku dan membawaku ke kamar.</p>
<p>&#8220;Lihat&#8221;, dia berkata lirih, matanya menuntunku melihat ke lantai di sebelah lemari pakaian.<br />
Sangat menakjubkan, disana, seperti tidak pernah dipindahkan, berdiri botol acar tua, di dasarnya sudah dipenuhi dengan koin-koin. Aku mendekati botol acar tersebut, merogoh isi kantongku dan menarik segenggam penuh koin. Dengan penuh perasaan, kujatuhkan koin-koin itu kedalam botol acar. Aku mengangkat pandangan dan melihat ayah menggendong Jessica masuk perlahan ke dalam kamar. Kami beradu pandangan, dan aku tahu dia merasakan perasaan yang sama denganku. Tidak ada satupun dari kami yang mampu bicara.</p>
<p>Ini sangat menyentuh hatiku&#8230; Aku tahu ini juga menyentuh hatimu. Terkadang kita terlalu sibuk menambah daftar penderitaan kita sehingga lupa menghitung berkat-berkat kita. Penderitaan selalu membawa kita melihat ke belakang. Kekhawatiran mengintai di sekeliling kita. Iman selalu membawa kita kepada <strong>PENGHARAPAN.</strong></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/botol-acar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuka Pintu Hati</title>
		<link>http://pengharapan.com/membuka-pintu-hati.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/membuka-pintu-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 03:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[ke bawah]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[membuka]]></category>
		<category><![CDATA[pintu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok orang yang baru saja meninggal mendapatkan diri mereka sedang berdiri antre di depan gerbang akhirat. Sambil menunggu pengadilan Illahi, mereka mulai menanyai diri mereka sendiri mengenai perilaku mereka di dunia.
&#8220;Apakah dulu aku menjadi orang tua yang baik?&#8221;
&#8220;Apakah aku berhasil mencapai sesuatu yang berharga dalam hidupku?&#8221;
&#8220;Apakah aku rajin beribadah sepanjang malam?&#8221;
&#8220;Apakah aku cukup berderma kepada [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekelompok orang yang baru saja meninggal mendapatkan diri mereka sedang berdiri antre di depan gerbang akhirat. Sambil menunggu pengadilan Illahi, mereka mulai menanyai diri mereka sendiri mengenai perilaku mereka di dunia.</p>
<p>&#8220;Apakah dulu aku menjadi orang tua yang baik?&#8221;<br />
&#8220;Apakah aku berhasil mencapai sesuatu yang berharga dalam hidupku?&#8221;<br />
&#8220;Apakah aku rajin beribadah sepanjang malam?&#8221;<br />
&#8220;Apakah aku cukup berderma kepada fakir miskin?&#8221;</p>
<p>Dan, ketika akhirnya mereka sampai di gerbang, semua jiwa itu dihadapkan hanya pada satu pertanyaan, &#8220;Seberapa besar kamu dulu mengasihi?&#8221;<span id="more-389"></span>Mengasihi orang lain adalah langkah pertama dari perjalanan panjang masuk ke dalam diri. Perjalanan ke dalam diri memang tak mudah. Banyak orang menyerah ketika baru memulainya. Kesibukan sehari-hari sering menjadi alasan. Tapi, penyebab sebenarnya bukan itu. Persoalan sebenarnya adalah pintu hati kita yang tertutup, bahkan terkunci. Ini membuat telinga kita tak mendengar dan mata kita tak melihat. Kita tak akan pernah dapat memulai perjalanan sebelum menemukan kuncinya, yaitu &#8220;cinta dan kasih Sayang.&#8221;</p>
<p>Tanpa adanya rasa cinta pada sesama, pintu-pintu gerbang menuju kesadaran yang terdalam tak akan pernah terbuka. Agama-agama besar di dunia sebenarnya memiliki pesan tunggal: kasih sayang. Bahkan, Tuhan selalu dilukiskan sebagai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.</p>
<p>Salah satu cara praktis untuk mengembangkan sikap cinta kasih adalah dengan mulai menyadari akan penderitaan. Sadar akan penderitaan &#8212; entah itu penderitaan kita sendiri atau penderitaan orang lain &#8212; akan membuat hati kita melunak.</p>
<p>Mari kita mulai dengan sebuah cerita.</p>
<p>Di sebuah SD seorang guru bertanya pada murid-muridnya, &#8220;Siapa yang sudah sarapan pagi ini?&#8221;</p>
<p>Kira-kira separo murid mengacungkan tangan.</p>
<p>Guru itu kemudian bertanya kepada anak-anak yang tidak mengacungkan tangan, &#8220;Mengapa kalian tidak sarapan?&#8221;</p>
<p>Sebagian menjawab tak sempat karena sudah terlambat. Sebagian lagi mengatakan belum merasa lapar, ataupun tak menyukai sarapan yang disajikan. Semua memberikan jawaban senada kecuali satu anak.</p>
<p>&#8220;Karena,&#8221; jawabnya, &#8220;Sekarang bukan giliran saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan giliranmu?&#8221; tanya sang guru. &#8220;Apa maksudmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dalam keluarga kami ada empat anak,&#8221; ujarnya, &#8220;Tapi, ayah tak punya cukup uang untuk membeli makanan supaya tiap orang bisa sarapan setiap hari. Kami harus bergiliran dan hari ini bukan giliran saya.&#8221;</p>
<p>Apa yang Anda rasakan ketika membaca kisah ini?</p>
<p>Orang-orang seperti ini ada di sekitar kita. Tapi, kadang-kadang kita tak bisa melihatnya karena mata kita tertutup. Yang sebenarnya tertutup adalah mata hati kita. Ini bisa terjadi karena hati kita dipenuhi oleh ego dan kepentingan kita sendiri. Kita terlalu banyak tertawa dan sibuk bergaul dengan orang-orang berpunya. Ini membuat hati kita tertutup. Untuk menjalankan cinta kasih kita perlu memulai dengan mencintai diri kita, kemudian orang-orang terdekat kita. Lihatlah mereka dengan hati Anda.</p>
<p>Bukankah orang tua Anda adalah orang yang rela mengorbankan hidupnya bagi Anda? Bukankah pasangan Anda adalah orang yang telah memilih menyerahkan hidupnya kepada Anda? Bukankah anak-anak Anda sangat mengagumi Anda dan merindukan kebersamaan dengan Anda? Bukankah pembantu Anda adalah orang miskin yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Anda? Teruslah perluas dengan mengamati orang-orang di sekitar Anda. Mereka semua memiliki penderitaan dan tantangan masing-masing.</p>
<p>Seorang bijak pernah mengatakan, &#8220;Ketika kamu melihat dirimu tidak berbeda dari orang lain, ketika kamu merasakan apa yang mereka rasakan, lalu siapa yang bisa kamu sakiti?&#8221;</p>
<p>Inilah cara menumbuhkan cinta. Kita semua sama karena itu jangan pernah menilai orang dari penampilan fisiknya. Tubuh bukanlah diri kita yang sebenarnya tetapi hanya sekadar &#8217;sangkutan&#8217; dari jiwa. Jiwa itulah esensi manusia yang sejati.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/membuka-pintu-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lihatlah Dengan Kasih</title>
		<link>http://pengharapan.com/lihatlah-dengan-kasih.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/lihatlah-dengan-kasih.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 08:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[margaret]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Seperti ribuan remaja lainnya, Margaret sedang berusaha mendapatkan suatu pekerjaan. Dia membaca tentang adanya lowongan kerja di sebuah pabrik,dan dia merencanakan untuk pergi ke sana.
Hari itu angin keras &#38; hujan turun deras. Di dalam bis, margaret melihat ada beberapa gadis yg lebih cantik &#38; berpakaian lebih baik dari dirinya. Mereka turun dari bis di tempat [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Seperti ribuan remaja lainnya, Margaret sedang berusaha mendapatkan suatu pekerjaan. Dia membaca tentang adanya lowongan kerja di sebuah pabrik,dan dia merencanakan untuk pergi ke sana.</div>
<div>Hari itu angin keras &amp; hujan turun deras. Di dalam bis, margaret melihat ada beberapa gadis yg lebih cantik &amp; berpakaian lebih baik dari dirinya. Mereka turun dari bis di tempat yg sama. Rupanya mereka juga ingin melamar bekerja di situ juga. &#8220;Ya Tuhan..&#8221; Margaret berdoa dalam hati, &#8220;bantulah saya. Keluarga saya sangat membutuhkan uang.&#8221;</div>
<div>Tepat pada saat itu, seorang wanita setengah baya turun dari bis, dan tergelincir jatuh di trotoar. Anak2 gadis itu melirik ke arahnya tetapi terus berjalan. Wanita itu tampak pusing. Topi, kaca mata, dan dompetnya tergeletak di kakinya. Untuk beberapa saat Margaret ragu2. Jika dia membantunya, anak2 gadis itu akan lebih cepat memasukkan lamaran kerja mereka daripada dia.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-317"></span></div>
<div>Dia merasa bahwa dia tidak punya kesempatan. Tiba2 nasehat ibunya terus menerus bergema di pikirannya &#8220;Lihatlah segala sesuatu dengan Kasih &amp; Kebaikan hati&#8221; Margaret berhenti dan membantu wanita itu berdiri dan memungut semua barang miliknya.</div>
<div>&#8220;Bisakah kamu membantu saya ke kantor?&#8221; pinta wanita itu. &#8220;Saya merasa agak gemetar.&#8221; Mereka pun berjalan sangat perlahan2 ke pabrik. Margaret memberitahu wanita itu bahwa dia datang untuk melamar pekerjaan. Ketika mereka sampai di kantor pabrik itu, nyonya itu berterima kasih kepadanya dan masuk ke aula. Beberapa saat kemudian, Margaret diantar ke kantor manajer dan ia melihat bahwa nyonya yg baru saja pergi itu sedang duduk di sana.</div>
<div>Nyonya itu berkata kepadanya, &#8220;Saya telah menunggumu,&#8221; katanya. &#8220;lowongan yg ada adalah sebagai resepsionis. Seorang gadis cerdas yg penuh perhatian sepertimu memenuhi syarat untuk pekerjaan itu.&#8221; Margaret lalu diterima bekerja di kantor pabrik itu.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/lihatlah-dengan-kasih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati Yang Sempurna</title>
		<link>http://pengharapan.com/hati-yang-sempurna.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hati-yang-sempurna.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 03:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[bekas]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[pak tua]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.</div>
<div>Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata &#8220;Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-292"></span></div>
<div>Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa &#8220;Anda pasti bercanda, pak tua&#8221;, katanya, &#8220;bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ya&#8221;, kata pak tua itu,&#8221; hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan &#8211; - memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu ?&#8221;</div>
<div>Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir kedalamnya.</div>
<div>Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hati-yang-sempurna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Cinta Kasih</title>
		<link>http://pengharapan.com/install-cinta-kasih.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/install-cinta-kasih.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 03:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta kasih]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[install]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Customer Service (CS) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
CS : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?
CS [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>Customer Service (CS)</strong></span><span style="color: #0000ff;"> </span>: Ya, ada yang bisa saya bantu?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>Pelanggan (P)</strong></span> : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong></span> : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong></span> : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?</div>
<div><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Langkah pertama adalah membuka <strong>HATI</strong> anda. Tahukan anda di mana <strong>HATI</strong> anda?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong></span> : Program apa saja yang sedang aktif?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong></span> : Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah <strong>SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE</strong> dan <strong>BENCI.COM</strong>.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-273"></span></div>
<div><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong></span> : Tidak apa-apa. <strong>CINTA-KASIH</strong> akan menghapus <strong>SAKITHATI.EXE</strong> dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. <strong>CINTA-KASIH</strong> akan menimpa <strong>MINDER.EXE</strong> dengan modul yang disebut <strong>PERCAYADIRI.EXE</strong>. Tetapi anda harus mematikan<strong> B</strong><strong>ENCI.COM</strong> dan <strong>DENDAM.EXE</strong>. Program tersebut akan menyebabkan <strong>CINTA-KASIH</strong> tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan <strong>MEMAAFKAN.EXE</strong>. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai <strong>BENCI.COM</strong> dan <strong>DENDAM.EXE</strong> terhapus.</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: OK, sudah.<strong> CINTA-KASIH</strong> mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Ya, anda akan menerima pesan bahwa <strong>CINTA-KASIH</strong> akan terus diinstal kembali dalam <strong>HATI</strong> anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan <strong>HATI</strong> yang lain agar untuk mengupgradenya.</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Apa pesannya?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: <strong>ERROR 412 &#8211; PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT&#8221;</strong>. apa artinya?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program <strong>CINTA-KASIH</strong> diset untuk aktif di <strong>HATI</strong> eksternal tetapi belum bisa aktif dalam <strong>HATI</strong> internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus <strong>men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i</strong> mesin anda sendiri sebelum <strong>men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i </strong>orang lain.</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Lalu apa yang harus saya lakukan?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut &#8220;<strong>PASRAH</strong>&#8220;?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Ya, sudah.</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori &#8220;<strong>MYHEART</strong>&#8221; <strong>MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC</strong>, dan <strong>MENYADARI</strong><strong>-KEKURANGAN.TXT</strong>. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Sudah. Hei! <strong>HATI</strong> saya terisi file-file baru. <strong>SENYUM.MP</strong><strong>G</strong> aktif di monitor saya dan menandakan bahwa <strong>DAMAI.EXE </strong>dan <strong>KEPUASAN.COM</strong> dikopi ke <strong>HATI</strong>. Apakah ini wajar?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi <strong>CINTA-KASIH</strong> telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #ff0000;"><strong>P</strong> </span>: Apa?</div>
<div id="_mcePaste"><span style="color: #0000ff;"><strong>CS</strong> </span>: <strong>CINTA-KASIH</strong> adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/install-cinta-kasih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati Yang Indah</title>
		<link>http://pengharapan.com/hati-yang-indah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hati-yang-indah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[fisik]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.
Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.
&#8220;Lho, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.</p>
<div>Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Lho, dia ini juga hampir cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun,&#8221; pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh&#8230;!</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, &#8220;Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar.</div>
<div>&#8220;Aku rasa mungkin karena wajahku&#8230; Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi&#8230;&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Untuk sesaat aku mulai ragu-ragu, tapi kemudian kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: &#8220;Oh aku bisa kok tidur dikursi goyang diluar sini, di beranda samping ini. Toh bisku esok pagi-pagi juga sudah berangkat.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-178"></span></div>
<div>Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat diberanda. Aku masuk kedalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau-kalau ia mau ikut makan.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan.&#8221; Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat.</div>
<div id="_mcePaste">Selesai dengan mencuci piring-piring, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang ter-lampau besar untuk dijejalkan ketubuhnya yang kecil ini.</div>
<div></div>
<div>Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak-anaknya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka ditulang punggung. Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Allah untuk suatu berkat!</div>
<div></div>
<div>Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa-rupanya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya ke-kuatan untuk bisa terus maju dan bertahan.</div>
<div id="_mcePaste">Saatnya tidur, kami bukakan ranjang-lipat-kain berkemah untuknya dikamar anak-anak. Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di beranda.</div>
<div></div>
<div>Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, &#8220;Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal disini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak dikursi.&#8221;</div>
<div></div>
<div>Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, &#8220;Anak-anak anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak-anak tampaknya tidak terganggu.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Aku katakan silahkan datang kembali setiap saat.</div>
<div>Ketika ia datang lagi, Ia tiba pagi-pagi jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh-oleh, ia bawakan seekor Ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar.</div>
<div></div>
<div>Aku tahu bis-nya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami. Selama tahun-tahun ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih.</div>
<div></div>
<div>Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman-kiriman dia menjadi makin bernilai&#8230;</div>
<div>Ketika aku menerima kiriman oleh-oleh itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!&#8221;</div>
<div>Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya, mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah.</div>
<div id="_mcePaste">Baru-baru ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman-tanaman bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan (timum) yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas. Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Dalam hati aku berkata, &#8220;Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam didalam bejana terindah yang kumiliki.&#8221;</div>
<div>Tapi temanku merubah cara pikirku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu,&#8221; ia coba terangkan, &#8220;dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya ditaman.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Ia pastilah terheran-heran sendiri melihat aku tertawa begitu gembira, tapi aku membayangkan kejadian dan skenario seperti itu disurga.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Hah, yang ini luar biasa bagusnya,&#8221; mungkin begitulah kata Allah saat Ia sampai pada jiwa nelayan tua baik itu.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ia pastilah tidak akan keberatan memulai dulu didalam badan kecil ini.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Semua ini sudah lama terjadi, dulu &#8211; dan kini, didalam taman Allah, betapa tinggi mestinya berdirinya jiwa manis baik ini.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>&#8220;Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati.&#8221; (1 Samuel 16:7b)</div>
<div>Sahabat-sahabat adalah istimewa sekali. Mereka membuatmu tersenyum dan mendorongmu jadi sukses. Mereka meminjamimu sebuah kuping dan berbagi suatu kata pujian.</div>
<div id="_mcePaste">Buatlah seseorang tersenyum hari ini.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hati-yang-indah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Kasih di Matamu</title>
		<link>http://pengharapan.com/ada-kasih-di-matamu.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/ada-kasih-di-matamu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 05:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.

Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.</div>
<div></div>
<div>Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. Ia membiarkan kuda yang pertama lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju.</div>
<div><span id="more-77"></span></div>
<div>Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang, dan berkata, &#8220;Pak, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki.&#8221;</div>
<div>Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, &#8220;Tentu. Naiklah.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda. Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer.</div>
<div>Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda mendorongnya untuk bertanya, &#8220;Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang kuda lain lewat tanpa berusaha meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin begini bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana ?&#8221;</div>
<div>Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggan kuda, dan menjawab, &#8220;Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang.&#8221;</div>
<div>Si orang tua melanjutkan, &#8220;Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat ke matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terlihat jelas. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya</div>
<div>pertolongan pada saat saya membutuhkannya.&#8221;</div>
<div>Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak&#8221;, ia berkata pada si orang tua. &#8220;Mudah-mudahan saya tidak akan sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain dengan kasih dan kebaikan hati saya.&#8221;</div>
<div>Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/ada-kasih-di-matamu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

