<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; hidup</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/hidup/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hanya Ada 3 Hari Dalam Hidup Ini</title>
		<link>http://pengharapan.com/hanya-ada-3-hari-dalam-hidup-ini.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hanya-ada-3-hari-dalam-hidup-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[3 hari]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1289</guid>
		<description><![CDATA[Yang pertama :
&#8220;HARI KEMARIN&#8221;
Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi.
Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan.
Dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin berlalu,
LEPASKAN saja.

Yang kedua :
&#8220;HARI ESOK&#8221;
Hingga mentari terbit esok hari,
Kamu tak tahu apa yang akan terjadi.
Kamu belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari.
Kamu tak mungkin [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseimbangan Hidup'>Keseimbangan Hidup</a> <small>Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup, Belajar Dari Kesalahan'>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</a> <small>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang pertama :</p>
<p>&#8220;HARI KEMARIN&#8221;</p>
<p>Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi.<br />
Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.<br />
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan.<br />
Dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin.<br />
Biarkan hari kemarin berlalu,<br />
LEPASKAN saja.<br />
<span id="more-1289"></span><br />
Yang kedua :</p>
<p>&#8220;HARI ESOK&#8221;</p>
<p>Hingga mentari terbit esok hari,<br />
Kamu tak tahu apa yang akan terjadi.<br />
Kamu belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari.<br />
Kamu tak mungkin tahu, sedih atau ceria di esok hari.<br />
Karena esok hari belum tiba,<br />
BIARKAN saja.</p>
<p>Yang tersisa kini hanyalah :</p>
<p>&#8220;HARI INI&#8221;</p>
<p>Pintu masa lalu telah tertutup.<br />
Pintu masa depanpun belum tiba.<br />
Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini.<br />
Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini.<br />
Bila kamu mampu melupakan hari kemarin.<br />
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari.<br />
Hiduplah HARI INI.</p>
<p>Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.</p>
<p>Hiduplah apa adanya.<br />
Karena yang ada hanyalah hari ini.</p>
<p>Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat.<br />
Meski mereka berlaku buruk pada kamu.</p>
<p>Sayangilah seseorang sepenuh hati hari ini karena mungkin besok cerita sudah berganti.</p>
<p>Ingatlah bahwa kamu menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka tetapi karena siapakah diri kamu sendiri.</p>
<p>Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu.<br />
Atau masa depan membuatmu bingung.</p>
<p>Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu. Sepenuh jiwa ragamu.</p>
<p>Berterima kasihlah pada orang yang telah melukai hatimu, karena dia telah membuat hatimu kuat.</p>
<p>Berterima kasihlah pada orang yang telah membohongimu, karena dia membuat hidupmu makin bijaksana.</p>
<p>Berterima kasihlah pada orang yang telah membencimu, karena dia yang mengasah ketegaranmu.</p>
<p>Dan berterima kasihlah pada orang yang telah menyayangimu, karena itulah ANUGERAH TERINDAH dalam hidupmu.</p>
<p>Diposting oleh Muryati Hapsari di http://facebook.com/pengharapan tanggal 3 Januari 2012</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseimbangan Hidup'>Keseimbangan Hidup</a> <small>Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup, Belajar Dari Kesalahan'>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</a> <small>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hanya-ada-3-hari-dalam-hidup-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</title>
		<link>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 04:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[burung]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.
Sulitnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Dari Keledai'>Belajar Dari Keledai</a> <small>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur....</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.<br />
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.<br />
Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.<br />
semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,<br />
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.<span id="more-1277"></span><br />
Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.<br />
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>Walaupun sulit tetapi harus di praktekkan, jangan berhenti sampai ditengah jalan harus berjuang agar hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi ( better and better).<br />
mari kita bersama-sama melangkah dalam kemajuan hidup bukan sebaliknya.<br />
Sadari semua orang memiliki kelebihannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri dan harus terus berusaha untuk bersama-sama saling mendukung dan memotivasi.</p>
<p>Ini ada cerita renungan tentang seekor anak burung unta yang ingin belajar terbang,. Dia merasa malu karena orang tuanya dan kelompoknya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan dia sering sekali mengamati burung-burung lain yang dapat terbang kesana-kemari.<br />
Sedangkan hidup mereka hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.<br />
Akhirnya ketidakpuasan akan hidup pun melanda dirinya.</p>
<p>Dia pun pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya dan mereka meninggalkan anak burung unta itu sendirian.<br />
Anak burung unta tersebut pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo pun berkata: ”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang bagaimana bisa terbang, orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”</p>
<p>Lalu anak burung unta tersebut, masih penasaran dengan guru yang mungkin dapat membantunya belajar terbang dia pun mencari burung elang, Burung elang dengan sombongnya berkata:” Lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. Pulang saja sana!”<br />
Masih pantang menyerah dan pergi menemui burung nazar (burung pemakan bangkai).</p>
<p>Lalu Kawanan burung nasar itu senang dengan hadirnya burung unta yang bodoh itu sebab dia adalah santapan lezat untuk mereka. Mereka pun berkata: ”Hai anak burung, Kami akan mengajarimu terbang, tetapi kamu harus terbang dari puncak bukit ini dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu. Sekarang belajar dulu di daratan ini untuk mengepakan sayapmu, kemudian berlari sekuat tenaga untuk terbang melewati puncak tebing ini sampai di puncak tebing seberang ”</p>
<p>Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kemudian berpesta pora.<br />
Seandainya burung unta itu mendengarkan nasihat orang tuanya, maka ia akan baik-baik belajar tarian burung unta, dan akan hidup dengan bahagia menghibur semua orang di kebun binatang dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya dihargai sebagai burung ‘balerina’ dan ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’ . Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya.</p>
<p>Tuhan memberkati&#8230;</p>
<p>( Posting dari Andreas Alvino tanggal 18 Januari 2012 di http://facebook.com/pengharapan )</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Dari Keledai'>Belajar Dari Keledai</a> <small>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur....</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Alergi Hidup'>Kisah Alergi Hidup</a> <small>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Alergi Hidup</title>
		<link>http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 04:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya sudah bosan hidup. Benar -benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati ”.
Sang Guru tersenyum : “ Oh, kamu sakit ”.
“ Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseimbangan Hidup'>Keseimbangan Hidup</a> <small>Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-lantai-pualam.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Lantai Pualam'>Kisah Lantai Pualam</a> <small>Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “ Guru, saya sudah bosan hidup. Benar -benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati ”.</p>
<p>Sang Guru tersenyum : “ Oh, kamu sakit ”.</p>
<p>“ Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati ”.<span id="more-1221"></span><br />
Seolah &#8211; olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : “ Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “ Alergi Hidup ”. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal -hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status &#8211; quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang -surutnya. Dalam berumah &#8211; tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita ”.<br />
“ Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar &#8211; benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku ”, kata sang Guru.<br />
“ Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul &#8211; betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi ”, pria itu menolak tawaran sang Guru.<br />
“ Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul &#8211; betul ingin mati ? ”, tanya Guru.<br />
“ Ya, memang saya sudah bosan hidup ”, jawab pria itu lagi.<br />
“ Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini … Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang ”.<br />
Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih &#8211; alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul &#8211; betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.<br />
Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “ obat ” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.<br />
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “ Sayang, aku mencintaimu ”.<br />
Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.<br />
Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis ! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : “ Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang ”.<br />
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “ Hari ini, Bos kita kok aneh ya ? ”. Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis ! Tiba &#8211; tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran,<br />
bahkan menghargai terhadap pendapat &#8211; pendapat yang berbeda. Tiba &#8211; tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.<br />
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : “ Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu ”. Anak &#8211; anak pun tidak ingin ketinggalan : “ Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami ”.<br />
Tiba &#8211; tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba &#8211; tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?<br />
Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : “ Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan<br />
egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”.<br />
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseimbangan Hidup'>Keseimbangan Hidup</a> <small>Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak...</small></li>
<li><a href='http://pengharapan.com/kisah-lantai-pualam.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Lantai Pualam'>Kisah Lantai Pualam</a> <small>Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kisah-alergi-hidup.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Bersalah</title>
		<link>http://pengharapan.com/tak-bersalah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/tak-bersalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 00:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[menyalahkan]]></category>
		<category><![CDATA[tak bersalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Aku baru masuk kuliah saat bertemu dengan Keluarga White. Mereka sangat berbeda dengan keluargaku, namun aku langsung merasa betah bersama mereka. Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya menyambutku-orang luar-seperti sepupu jauh.
Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting. “Siapa yang melakukan ini?” ibuku membentak melihat dapur berantakan. “lni semua salahmu, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku baru masuk kuliah saat bertemu dengan Keluarga White. Mereka sangat berbeda dengan keluargaku, namun aku langsung merasa betah bersama mereka. Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya menyambutku-orang luar-seperti sepupu jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting. “Siapa yang melakukan ini?” ibuku membentak melihat dapur berantakan. “lni semua salahmu, Katharine,” ayahku berkeras jika kucing berhasil keluar rumah atau mesin cuci piring rusak. Sejak kami kecil, aku dan saudara-saudaraku saling mengadu. Kami menyiapkan kursi untuk si Terdakwa di meja makan. Tapi Keluarga White tidak mencemaskan siapa berbuat apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka merapikan yang berantakan dan melanjutkan hidup mereka. Indahnya hal ini kusadari penuh pada musim panas ketika Jane meninggal.<br />
<span id="more-1116"></span><br />
Keluarga White memiliki enam anak: tiga lelaki, tiga perempuan. Satu putranya meninggal saat masih kecil, mungkin karena itulah kelima yang tersisa menjadi dekat. Di bulan Juli, aku dan tiga putri White memutuskan berjalan-jalan naik mobil dari rumah mereka di Florida ke New York. Dua yang tertua, Sarah dan Jane, adalah mahasiswa, dan yang terkecil, Amy, baru menginjak enam belas tahun. Sebagai pemilik SIM baru yang bangga, Amy gembira ingin melatih keterampilan mengemudinya selama perjalanan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan tawanya yang lucu, ia memamerkan SIM-nya kepada siapa saja yang ditemuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua kakaknya ikut mengemudikan mobil pada bagian pertama perjalanan, tapi saat mereka tiba di daerah yang berpenduduk jarang, mereka membolehkan Amy mengemudi. Di suatu tempat di South Carolina, kami keluar dari jalan tol untuk makan. Setelah makan, Amy mengemudi lagi. Ia tiba di perempatan dengan tanda stop untuk mobil dari arah kami. Entah ia gugup atau tidak memperhatikan atau tidak melihat tandanya tak akan ada yang tahu. Amy terus menerjang perempatan tanpa berhenti. Pengemudi trailer semi-traktor besar itu tak mampu mengerem pada waktunya, dan menabrak kendaraan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Jane langsung meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku selamat hanya dengan sedikit memar. Hal tersulit yang kulakukan adalah menelepon Keluarga White dan memberitakan kecelakaan itu dan bahwa Jane meninggal. Sesakit apa pun perasaanku kehilangan seorang sahabat, aku tahu bagi mereka jauh lebih pedih kehilangan anak. Saat suami-istri White tiba di rumah sakit, mereka mendapatkan dua putri mereka di sebuah kamar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala dibalut perban; kaki Amy digips. Mereka memeluk kami semua dan menitikkan air mata duka dan bahagia saat melihat putri mereka. Mereka menghapus air mata kedua putrinya dan menggoda Amy hingga tertawa sementara ia belajar menggunakan kruknya. Kepada kedua putri mereka, dan terutama kepada Amy, berulang-ulang mereka hanya berkata,</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami gembira kalian masih hidup.”</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tercengang. Tak ada tuduhan. Tak ada tudingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, aku menanyakan Keluarga White mengapa mereka tak pernah membicarakan fakta bahwa Amy yang mengemudi dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Bu White berkata, “Jane sudah tiada, dan kami sangat merindukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada yang dapat kami katakan atau perbuat yang dapat menghidupkannya kembali. Tapi hidup Amy masih panjang. Bagaimana ia bisa menjalani hidup yang nyaman dan bahagia jika ia merasa kami menyalahkannya atas kematian kakaknya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka benar. Amy lulus kuliah dan menikah beberapa tahun yang lalu. Ia bekerja sebagai guru sekolah anak luar biasa. Putrinya sendiri sudah dua, yang tertua bernama Jane. Aku belajar dari Keluarga White bahwa menyalahkan sebenarnya tidak penting. Bahkan, kadang-kadang, tak ada gunanya sama sekali.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/tak-bersalah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keseimbangan Hidup</title>
		<link>http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 00:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keseimbangan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.<span id="more-1080"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,&#8221; seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, &#8220;Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, &#8220;Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, &#8220;Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, &#8220;Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, &#8220;Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.&#8221; tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.<br />
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, &#8220;Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, &#8220;Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">======================================================</p>
<p style="text-align: justify;">Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.<br />
Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : andriewongso.com</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life Is A Gift</title>
		<link>http://pengharapan.com/life-is-a-gift.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/life-is-a-gift.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 01:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Life Is A Gift I
Terjemahan bebas ada di bagian bawah
There was a blind girl who hated herself just because she was blind.
She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.
One day, someone donated a pair of [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Life Is A Gift I</strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Terjemahan bebas ada di bagian bawah</span></p>
<p>There was a blind girl who hated herself just because she was blind.<br />
She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.</p>
<p>One day, someone donated a pair of eyes to her, she could see everything, including her boyfriend. Her boyfriend asked her, &#8220;now that you can see the world, will you marry me?&#8221; The girl was shocked when she saw that her boyfriend was blind too, and refused to marry him.</p>
<p>Her boyfriend walked away in tears, and later wrote a letter to her saying. &#8220;Just take care of my eyes dear.&#8221;<br />
<span id="more-1034"></span><br />
This is how ones mind changes when ones situation changes. Only few remember what their lives were like before and who&#8217;s always been there for them even in the most painful situations.</p>
<p><strong>Life Is A Gift II</strong></p>
<p>Today before you think of saying an unkind word &#8211; Think of someone who can&#8217;t speak.</p>
<p>Before you complain about the taste of your food &#8211; Think of someone who has nothing to eat.</p>
<p>Before you complain about your husband or wife &#8211; Think of someone who&#8217;s crying out to God for a companion.</p>
<p>Today before you complain about life &#8211; Think of someone who had a short life.</p>
<p>Before you complain about your children, think of someone who can only dream of having them.</p>
<p>Before you argue about your dirty house, someone didn&#8217;t clean or sweep, think of the homeless.</p>
<p>Before whining about the distance you drive, think of someone who WALKS the same distance.</p>
<p>When you&#8217;re tired and you complain about your job, think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job.</p>
<p>Before you think of pointing the finger or condemning another, remember that not one of us are without sin and we all answer to one Maker.</p>
<p>And when depressing thoughts seem to get you down, put a smile on your face and thank God you&#8217;re alive and still around to enjoy life and the beauty that surrounds us. Thank God for the family and friends who&#8217;s companies you enjoy.</p>
<p>Life is a gift: LIVE IT, ENJOY IT, CELEBRATE IT and FULFILL IT !!!</p>
<p>Expecting the world to treat you fairly because you are a good person is a little like expecting the bull not to attack you because you are a vegetarian. We take life as it comes and try our very best to make the most of what we have. It is up to us to make each of our lives worse or better.</p>
<p>A pleasant day to all and may we all cherish today and everyday the most precious blessing that God has given us.</p>
<p>Cheers !!!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Siapapun juga dibencinya, kecuali kekasihnya tersayang. Kekasihnya itu selalu menemaninya. Gadis buta itu berkata bahwa seandainya dia bisa melihat dunia, maka gadis buta itu akan menikah dengan kekasihnya.<br />
Suatu hari, seseorang mendonasikan sepasang matanya untuk gadis buta itu, sehingga gadis itu sekarang sudah bisa melihat semuanya, termasuk melihat kekasihnya. Kekasihnya bertanya kepada gadis terebut, &#8220;Sekarang kamu sudah bisa melihat dunia, akankah kamu menikah dengan saya?&#8221; Gadis itu terkejut saat melihat bahwa kekasih laki2nya itu ternyata buta juga, dan gadis itu menolak untuk menikah.<br />
Kekasih laki2 itu menangis dan pergi dengan sangat sedih, kemudian dia menulis sepucuk surat untuk gadis itu, bunyinya: &#8220;Sayangku, jagalah kedua mataku baik2&#8243;.<br />
Cerita ini menggambarkan betapa mudahnya perasaan seseorang untuk berubah saat situasi berubah. Hanya sedikit yang menyadari pahitnya kehidupan masa lalu, dan siapa yang selalu bersama mereka saat mengalami situasi yang sangat pahit.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Hari ini sebelum anda ingin mengucapkan kata2 yang tidak menyenangkan &#8211; Pikirkan seseorang yang tidak bisa bicara<br />
Sebelum anda mengeluh tentang rasa makananmu &#8211; Pikirkan seseorang yang tidak memiliki apapun untuk dimakan<br />
Sebelum anda mengeluh tentang suami atau istri anda &#8211; Pikirkan seseorang yang selalu menangis kepada Tuhan untuk meminta pasangan hidup<br />
Sebelum anda mengeluh tentang hidupmu &#8211; Pikirkan seseorang yang berumur pendek<br />
Sebelum anda mengeluh tentang anak2mu &#8211; Pikirkan seseorang yang hanya dapat bermimpi untuk mempunyai anak<br />
Sebelum anda mengeluh tentang kotornya rumahmu dan tidak ada yang menyapu &#8211; Pikirkan orang yang tidak punya rumah<br />
Sebelum anda mengeluh tentang jauhnya jarak yang harus anda tempuh dengan mobil &#8211; Pikirkan seseorang yang harus menempuh jarak  yang sama itu dengan BERJALAN KAKI<br />
Ketika anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu &#8211; Pikirkan orang yang tidak punya pekerjaan, orang yang cacat, dan orang yang menginginkan untuk memiliki pekerjaan seperti anda<br />
Sebelum anda mengangkat jari dan menyalahkan orang lain &#8211; Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang bebas dari dosa<br />
Dan jika anda merasa tertekan hingga stress &#8211; Tersenyumlah dan berterima kasih kepada Tuhan karena anda masih hidup dan dapat menikmati kehidupan serta keindahan di sekitar anda. Berterima kasihlah kepada Tuhan untuk keluarga dan teman yang menemani anda menjalani hidup.<br />
Hidup adalah Anugerah: Jalani, Nikmati, Rayakan dan Isilah dengan kegiatan yang bermanfaat<br />
Mengharapkan dunia akan memperlakukan anda dengan adil karena anda adalah orang baik, adalah seperti mengharapkan seekor banteng tidak menyerang anda karena anda seorang vegetarian. Kita menjalani hidup seperti apa adanya dan berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakan apa yang kita bisa. Hidup kita menjadi baik atau buruk adalah tergantung dari diri kita sendiri.<br />
Semoga anda semua mengalami hari yang baik pada hari ini, dan berkat Tuhan menyertai kita semua</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/life-is-a-gift.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Yang Bermakna</title>
		<link>http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 01:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bermakna]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala sekolah. Sebagai pengajar yang baru dia hanya butuh waktu setahun untuk beradaptasi pada pekerjaan dan lingkungannya. Selanjutnya, ia terbenam dalam rutinitas sehari-hari. Beberapa tahun berselang, ia merasa bahwa waktu yang dilaluinya telah cukup memadai untuk bekal menjadi seorang kepala sekolah. Demi cita-cita itu mulailah sang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala sekolah. Sebagai pengajar yang baru dia hanya butuh waktu setahun untuk beradaptasi pada pekerjaan dan lingkungannya. Selanjutnya, ia terbenam dalam rutinitas sehari-hari. Beberapa tahun berselang, ia merasa bahwa waktu yang dilaluinya telah cukup memadai untuk bekal menjadi seorang kepala sekolah. Demi cita-cita itu mulailah sang guru ke sana ke mari mencari lowongan kepala sekolah di kotanya. Namun, setiap kali melamar ia selalu gagal dan gagal. Selama bertahun-tahun dia berjuang dan sudah 8 kali hampir menjadi kepala sekolah, tetapi entah mengapa akhirnya gagal juga.<br />
<span id="more-993"></span><br />
Tak terasa, 15 tahun berlalu sudah dan dia masih tetap menjadi seorang guru. Kenyataan pahit ini membuatnya gusar dan kecewa. Apalagi jika dibandingkan dengan guru lain yang hanya berpengalaman kerja tujuh tahun, yang telah berhasil menduduki posisi yang ia dambakan.</p>
<p>Dengan marah, ia menelepon salah satu ketua yayasan sekolah yang pernah dilamarnya. Aneh sekali kalau anda menerima orang tersebut. Saya lebih berpengalaman. Lima belas tahun, sedangkan ia hanya 7 tahun, kritiknya pedas bernada mencemooh. Oh, anda keliru sekali, sela ketua yayasan. Memang ia berpengalaman 7 tahun, sementara anda hanya satu tahun, yang diulang sebanyak 15 kali.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah dan Berbahagialah</title>
		<link>http://pengharapan.com/bersyukurlah-dan-berbahagialah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bersyukurlah-dan-berbahagialah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berbahagia]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[orang lain]]></category>
		<category><![CDATA[pencapaian]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[tersenyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yg menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. &#8221; Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yg menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. &#8221; Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?&#8221;<br />
Murid-murid tampak saling pandang.Terdengar suara lagi dari Pak Guru,<br />
&#8221; Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian &#8230;&#8221;<br />
Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.<br />
&#8221; Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu &#8230;&#8221; <span id="more-976"></span><br />
Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid,&#8221; Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini.&#8221;<br />
Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. &#8221; Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !&#8221;<br />
Pak Guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang.<br />
&#8221; Pak Guru &#8230; Pak, saya belum bercerita.&#8221;<br />
Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.<br />
&#8221; Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua,&#8221; ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.<br />
&#8221; Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?&#8221; ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.<br />
&#8221; Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah &#8230; saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu.&#8221;<br />
Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.<br />
Dari sudut kelas, ada yang berkomentar,<br />
&#8221; Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon. Buku Telepon ? Betapa menyedihkan &#8230; hahaha &#8230;&#8221;<br />
Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, &#8221; Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?&#8221;<br />
Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.<br />
&#8221; Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak &#8230;&#8221;<br />
Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.<br />
&#8221; Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan. Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi.&#8221;<br />
Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.<br />
&#8221; Tapi, kini Papa telah berubah. Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya. Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya. Dan kini, Papa berhasil. Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi.&#8221;<br />
&#8221; Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ? Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi. Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya.&#8221;<br />
Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. &#8221; Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti &#8230;&#8221;<br />
Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal :<br />
&#8221; Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.Sekecil apapun &#8230;Sebesar apapun &#8230;&#8221;</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bersyukurlah-dan-berbahagialah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaya Hidup Orang Kaya</title>
		<link>http://pengharapan.com/gaya-hidup-orang-kaya.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/gaya-hidup-orang-kaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 01:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[gaya]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[orang kaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=953</guid>
		<description><![CDATA[Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres.<br />
<span id="more-953"></span><br />
Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul “The Millionaire Mind” Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan jika disimpulkan gaya hidup orang-orang tersebut, terangkum menjadi 10 gaya hidup yaitu :</p>
<p>1. Orang-orang tersebut memiliki gaya hidup hemat</p>
<p>Artinya: Mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu dimana beli barang bagus tapi murah.</p>
<p>2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income yang mereka peroleh</p>
<p>Mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.</p>
<p>3. Sangat loyal terhadap pasangan &#8211; tidak cerai dan setia!</p>
<p>4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos).</p>
<p>Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: “Overcoming worry and fear with The Bible and pray,with faith to God. We have God and His word”</p>
<p>5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan</p>
<p>contoh: Kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka “man of production” bukan “man of consumption”</p>
<p>6. Ketika ditanya kunci suksesnya;</p>
<ul>
<li>Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.</li>
<li>Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.</li>
<li>Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.</li>
<li>Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.</li>
</ul>
<p>7. Pembagian waktu/aktivitas</p>
<p>paling banyak untuk hal-hal berikut:</p>
<ul>
<li>Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya: dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).</li>
</ul>
<ul>
<li>Banyak memikirkan tentang investment.</li>
</ul>
<ul>
<li>Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, mempelajari kitab suci. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.</li>
</ul>
<ul>
<li>Attending religious activities.</li>
</ul>
<ul>
<li>Sosializing with children and grand child</li>
</ul>
<ul>
<li>Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.</li>
</ul>
<p>8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.</p>
<p>9. Religious millionaire</p>
<p>Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.</p>
<p>10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah TUHAN</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/gaya-hidup-orang-kaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filsafat Bolak Balik</title>
		<link>http://pengharapan.com/filsafat-bolak-balik.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/filsafat-bolak-balik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 01:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[bolak-balik]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[menikmati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan
Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.
Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress&#8230;,takut kalah kaya sama yg lain)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (kecapekan kerja&#8230;,nggak punya waktu mikir yg aneh2)
Orang kaya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.<br />
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan</p>
<p>Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.<br />
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.</p>
<p>Orang kaya mampu beli ranjang enak,<br />
tapi gak bisa tidur enak (stress&#8230;,takut kalah kaya sama yg lain)<br />
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,<br />
tapi bisa tidur enak (kecapekan kerja&#8230;,nggak punya waktu mikir yg aneh2)<span id="more-909"></span></p>
<p>Orang kaya punya duit buat foya-foya,<br />
tapi gak punya waktu.<br />
Orang miskin punya waktu buat foya-foya,<br />
tapi gak punya duit.</p>
<p>Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan,<br />
Udah kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan.<br />
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan,<br />
udah keburu tua gak ada tenaga&#8230;</p>
<p>Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat !!</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/filsafat-bolak-balik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

