Kisah Para Suami

Berani mencoba?

Terdapat artikel di salah satu surat kabar atau majalah, terasa lucu
dan menarik artikel ini.
Isinya sebagai berikut:

Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya. Keesokan
harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman
wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling
akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal
ini.
Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di
rumah teman prianya. Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya yang
paling akrab, dan hasilnya : 8 orang diantaranya memastikan kalau
suaminya menginap di rumah mereka, dan……………… 2 orang
lainnya bahkan mengatakan bahwa suaminya MASIH berada di rumah
mereka! Read the rest of this entry »

Istri Yang Bijak

Diceritakan bahwa Putri Tiara adalah istri saudagar kaya Amirhotep, berasal dari keluarga sederhana, tapi pintar, bijaksana dan berbudi pekerti yang baik. Karena ia berasal dari keluarga yang lebih miskin dibanding dengan suaminya, ia sering diperlakukan dengan tidak selayaknya.

Suatu hari ia dan suaminya pergi ke desa nelayan dan melihat ada seorang nelayan yang miskin dan istrinya. Nelayan tersebut sangat miskin dan bahkan untuk membeli jala yang baru untuk mengganti jalanya yg robek pun ia tidak mampu. Read the rest of this entry »

Belajar Mendengarkan

Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon.
“Hallo?” dadaku berdegub-degub kencang. Aku memegang gagang telepon itu erat-erat. Kini suamiku terbangun dan menatap wajahku lekat-lekat.
“Mama?” terdengar suara di seberang sana.
Aku masih bisa mendengar bisikannya di tengah-tengah dengung telepon. Pikiranku langsung tertuju pada anak gadisku. Ketika suara itu semakin jelas, aku meraih dan menarik-narik pergelangan tangan suamiku.
“Mama, aku tahu ini sudah larut malam. Tapi jangan… jangan berkata apa-apa dahulu sampai aku selesai bicara. Dan, sebelum mama menanyai aku macam-macam, ya aku mengaku ma. Malam ini aku mabuk. Beberapa hari ini aku lari dari rumah, dan…”
Aku tercekat. Nafasku tersenggal-senggal. Aku lepaskan cengkeraman pada suamiku dan menekan kepalaku keras-keras. Kantuk masih mengaburkan pikiranku. Dan, aku berusaha agar tidak panik. Ada sesuatu yang tidak beres.
“…Dan aku takut sekali. Yang ada dalam pikiranku bagaimana aku telah melukai hati mama. Aku tak mau mati di sini. Aku ingin pulang. Aku tahu tindakanku lari dari rumah adalah salah. Aku tahu mama benar-benar cemas dan sedih. Sebenarnya aku bermaksud menelepon mama beberapa hari yang lalu, tapi aku takut… takut…”

I Love You Anyway

Dalam Hidup ini ada banyak yang mengisi kehidupan kita. Ada Iman ada pengharapan & ada Kasih. Nah yang terbesar diantaranya adalah Kasih
Hari itu Jum’at pagi dan seorang manajer muda akhirnya memutuskan untuk minta kenaikan gaji pada pimpinannya. Sebelum berangkat kerja, diapun juga memberi tahu istrinya apa yang akan ia kerjakan. Sepanjang hari ia merasa gelisah serta kuatir. Akhirnya, sore harinya ia kumpulkan segala keberaniannya untuk menjumpai majikannya, dan betapa gembiranya dia, ternyata bosnya itu menyetujui permohonannya.

Humor 01

SUSAH CARI KERJAAN
Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang lulusan ITS terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di Kebun Binatang Surabaya. “Apa boleh buat daripada nganggur kerja beginian juga bolehlah, yang penting halal!” begitu tekadnya.
Maka sejak hari itu sang insinyur muda mulai bekerja sebagai “monyet-monyetan” Sepanjang hari harus betah mengenakan baju monyet, pakai topeng monyet sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan. Dan harus jempalitan selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. Pokoknya tak beda dengan monyet asli yang sudah mulai punah. Tak ayal lagi pengunjung Kebon Binatang membludak lantaran mau ‘ngeliat si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan gesit tetapi juga cerdas! Lha wong ITS kok…
Sayang sekali yang namanya sial itu sulit dielakkan ….dan akhirnya apes-pun datang juga. Sedang enak-enaknya jumpalitan, tiba-tiba: .’gedebuk byurrrrrrrrrrr” Sang monyet terjatuh ke dalam kandang buaya. “Waduh, mati aku!” pikirnya sebelon dimangsa oleh buaya-buaya ganas itu. Tapi ketika mulut buaya terbuka lebar siap menggigit, dari dalam terdengar suara berbisik “jangan takut mas,kami dari UK Petra”

Jika Kau Mencintaiku

“Mengucap Syukurlah dalam Segala Hal”

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifat apa adanya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul ketika saya bersandar di-dadanya yang bidang. 3 tahun masa pacaran dan 5 tahun masa-masa pernikahan hingga saat ini. Sekarang saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan-alasan saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang tak menakjubkan lagi.
Saya seorang wanita yang sentimentil, benar-benar sensitif dan berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Sering saya berfantasi dan membayangkan suami saya bisa menjadi seperti pria-pria romantis di­ film-film, bahkan membanding-bandingkannya dengan mantan pacar-pacar saya yang terdahulu. Namun suami saya bertolak belakang, rasa sensitifnya kurang, ketidakbecusannya menciptakan suasana romantis dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta. Dia orang yang terlalu apa adanya & jauh dari romantis. Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tak pernah mau mengerti keinginanku”, jawab saya. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, ” Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”