<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; isteri</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/isteri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kisah Para Suami</title>
		<link>http://pengharapan.com/kisah-para-suami.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kisah-para-suami.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 01:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[berani]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mencoba]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Berani mencoba?
Terdapat artikel di salah satu surat kabar atau majalah, terasa lucu
dan menarik artikel ini.
Isinya sebagai berikut:
Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya. Keesokan
harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman
wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling
akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal
ini.
Sebaliknya, suatu malam seorang pria [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berani mencoba?</p>
<p>Terdapat artikel di salah satu surat kabar atau majalah, terasa lucu<br />
dan menarik artikel ini.<br />
Isinya sebagai berikut:</p>
<p>Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya. Keesokan<br />
harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman<br />
wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling<br />
akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal<br />
ini.<br />
Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.<br />
Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di<br />
rumah teman prianya. Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya yang<br />
paling akrab, dan hasilnya : 8 orang diantaranya memastikan kalau<br />
suaminya menginap di rumah mereka, dan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 2 orang<br />
lainnya bahkan mengatakan bahwa suaminya MASIH berada di rumah<br />
mereka!<span id="more-704"></span><br />
Terasa menarik, seorang suami yang membaca artikel ini segera<br />
memanggil istrinya untuk membaca artikel ini, tidak disangka<br />
istrinya malah ingin mencoba apakah memang benar seperti yang<br />
ditulis di artikel ini.</p>
<p>Suaminya menasehatinya supaya JANGAN MENCOBA, tapi tidak berguna.<br />
Istrinya mengangkat telepon dan menghubungi satu persatu teman akrab<br />
suaminya, menanyakan apakah suaminya bersama mereka. Dan hasilnya<br />
tentu saja&#8230;</p>
<p>Apa yang ditulis dalam artikel ternyata berlaku di seluruh pelosok<br />
dunia!</p>
<p>Yang parahnya, ada salah satu teman suaminya malah mengatakan<br />
suaminya mabuk dan sampai sekarang masih tidur di dalam rumahnya.<br />
Dan malah bertanya kepada istrinya apakah perlu membangunkan<br />
suaminya untuk mendengar telepon? Istrinya kaget dan tidak mau<br />
membuat malu teman suaminya dan berkata sudahlah gak apa apa.<br />
Begitu istrinya menutup telepon, handphone suaminya langsung<br />
berdering. Begitu suaminya menjawab telepon, teman suaminya berkata :<br />
Dimana kamu? Cepat pulang ke rumah! Istrimu mencari cari kamu dari<br />
tadi, saya bilang kamu mabuk di rumah saya. Oh ya! jangan lupa minum<br />
sedikit bir sebelum pulang!</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kisah-para-suami.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istri Yang Bijak</title>
		<link>http://pengharapan.com/istri-yang-bijak.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/istri-yang-bijak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2010 03:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[mendukung]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Diceritakan bahwa Putri Tiara adalah istri saudagar kaya Amirhotep, berasal dari keluarga sederhana, tapi pintar, bijaksana dan berbudi pekerti yang baik. Karena ia berasal dari keluarga yang lebih miskin dibanding dengan suaminya, ia sering diperlakukan dengan tidak selayaknya.
Suatu hari ia dan suaminya pergi ke desa nelayan dan melihat ada seorang nelayan yang miskin dan istrinya. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diceritakan bahwa Putri Tiara adalah istri saudagar kaya Amirhotep, berasal dari keluarga sederhana, tapi pintar, bijaksana dan berbudi pekerti yang baik. Karena ia berasal dari keluarga yang lebih miskin dibanding dengan suaminya, ia sering diperlakukan dengan tidak selayaknya.</p>
<p>Suatu hari ia dan suaminya pergi ke desa nelayan dan melihat ada seorang nelayan yang miskin dan istrinya. Nelayan tersebut sangat miskin dan bahkan untuk membeli jala yang baru untuk mengganti jalanya yg robek pun ia tidak mampu. <span id="more-498"></span>Istri nelayan tersebut adalah orang yang pemboros, malas dan suka berjudi, seluruh penghasilan suaminya digunakannya untuk berfoya-foya.</p>
<p>Melihat kenyataan seperti itu, Putri Tiara berkata kepada suaminya, bahwa seharusnya istri nelayan tersebut membantu memperbaiki jala suaminya.</p>
<p>Amirhotep, menentang pendapat istrinya, mereka berdebat, sehingga Amirhotep marah dan kemudian memanggil nelayan miskin tersebut. Amirhotep menukarkan Putri Tiara dengan istri nelayan tersebut. Putri Tiara sedih karena terhina, suaminya memperlakukan seolah-olah dia adalah barang yang bisa dipertukarkan semaunya. Sang nelayan tertegun dan tidak berani membantah, karena Amirhotep terkenal kejam dan sadis karena kekayaannya.</p>
<p>Putri Tiara rajin membantu suaminya yang baru dalam bekerja. Karena kepandaian dan kebijaksanaan Putri Tiara, lambat laun sang nelayan menjadi kaya.</p>
<p>Suatu ketika ada seorang tua dengan baju compang-camping dan tidak terurus datang ke rumah Putri Tiara, pelayan di rumah tersebut mengenalinya sebagai Amirhotep. Amirhotep kemudian melepas terompahnya dan meletakkan di meja kecil di sudut rumah Putri Tiara. Oleh pelayan, terompah tersebut diberikan pada Putri Tiara dan menceritakan kondisi pemiliknya, sang putri mengenali terompah tersebut dan memerintahkan pelayannya untuk memberikan pada Amirhotep baju baru, terompah baru dan 3 keping uang emas ditambah pesan: aku tidak diwarisi kekayaan tetapi budi pekerti, kebijaksanaan dan kemauan untuk bekerja.</p>
<p>Amirhotep menerima pemberian itu dengan penyesalan akan tindakannya di masa lalu, karena ego-nya dia menukar istrinya yang baik dan bijaksana dengan seorang wanita yang hanya bisa menghamburkan harta suaminya.</p>
<p>Cerita tersebut sederhana, tapi menyentuh karena ternyata begitu besar pengaruh seorang istri untuk suaminya.</p>
<p>Oleh karenanya, hai wanita dampingi dan dukunglah pria dengan bijaksana, dan hai pria perlakukanlah wanita dengan penuh kasih, karena pada setiap pria yang sukses pasti terdapat seorang wanita yang mendukungnya dengan bijaksana.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/istri-yang-bijak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Mendengarkan</title>
		<link>http://pengharapan.com/belajar-mendengarkan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/belajar-mendengarkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 03:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[mendengarkan]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[telephon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon.
&#8220;Hallo?&#8221; dadaku berdegub-degub kencang. Aku memegang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon.</div>
<div>&#8220;Hallo?&#8221; dadaku berdegub-degub kencang. Aku memegang gagang telepon itu erat-erat. Kini suamiku terbangun dan menatap wajahku lekat-lekat.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama?&#8221; terdengar suara di seberang sana.</div>
<div id="_mcePaste">Aku masih bisa mendengar bisikannya di tengah-tengah dengung telepon. Pikiranku langsung tertuju pada anak gadisku. Ketika suara itu semakin jelas, aku meraih dan menarik-narik pergelangan tangan suamiku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama, aku tahu ini sudah larut malam. Tapi jangan&#8230; jangan berkata apa-apa dahulu sampai aku selesai bicara. Dan, sebelum mama menanyai aku macam-macam, ya aku mengaku ma. Malam ini aku mabuk. Beberapa hari ini aku lari dari rumah, dan&#8230;&#8221;</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Aku tercekat. Nafasku tersenggal-senggal. Aku lepaskan cengkeraman pada suamiku dan menekan kepalaku keras-keras. Kantuk masih mengaburkan pikiranku. Dan, aku berusaha agar tidak panik. Ada sesuatu yang tidak beres.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;&#8230;Dan aku takut sekali. Yang ada dalam pikiranku bagaimana aku telah melukai hati mama. Aku tak mau mati di sini. Aku ingin pulang. Aku tahu tindakanku lari dari rumah adalah salah. Aku tahu mama benar-benar cemas dan sedih. Sebenarnya aku bermaksud menelepon mama beberapa hari yang lalu, tapi aku takut&#8230; takut&#8230;&#8221;</div>
<div><span id="more-347"></span></div>
<div id="_mcePaste">Ia menangis tersedan-sedan. Sengguknya benar-benar membuat hatiku iba. Terbayang aku akan wajah anak gadisku. Pikiranku mulai jernih, &#8220;Begini&#8230;&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Jangan ma, jangan bicara apa-apa. Biarkan aku selesai bicara.&#8221; ia meminta. Ia tampak putus asa.</div>
<div>Aku menahan diri dan berpikir apa yang harus aku katakan. Sebelum aku menemukan kata-kata yang tepat, ia melanjutkan, &#8220;Aku hamil ma. Aku tahu tak semestinya aku mabuk sekarang,tapi aku takut. Aku sungguh-sungguh takut!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Tangis itu memecah lagi. Aku menggigit bibirku dan merasakan pelupuk mataku mulai basah. Aku melihat pada suamiku yang bertanya perlahan, &#8220;Siapa itu?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Aku menggeleng-gelengkan kepala. Dan ketika aku tidak menjawab pertanyaannya, ia meloncat meninggalkan kamar dan segera kembali sambil membawa telepon portable. Ia mengangkat telepon portable yang tersambung pararel dengan teleponku. Terdengar bunyi klik.</div>
<div id="_mcePaste">Lalu suara tangis suara di seberang sana terhenti dan bertanya, &#8220;Mama, apakah mama masih ada di sana? Jangan tutup teleponnya ma. Aku benar-benar membutuhkan mama sekarang. Aku merasa kesepian.&#8221;</div>
<div>Aku menggenggam erat gagang telepon dan menatap suamiku, meminta pertimbangannya. &#8220;Mama masih ada di sini. Mama tidak akan menutup telepon,&#8221; kataku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Semestinya aku sudah bilang pada mama. Tapi bila kita bicara, mama hanya menyuruhku mendengarkan nasehat mama. Selama ini mamalah yang selalu berbicara. Sebenarnya aku ingin bicara pada mama, tetapi mama tak mau mendengarkan. Mama tak pernah mau mendengarkan perasaanku. Mungkin mama anggap perasaanku tidaklah penting. Atau mungkin mama pikir mama punya semua jawaban atas persoalanku. Tapi terkadang aku tak membutuhkan nasehat mama. Aku hanya ingin mama mau mendengarkan aku.&#8221;</div>
<div>Aku menelan ludahku yang tercekat di kerongkongan. Pandanganku tertuju pada pamflet &#8220;Bagaimana Berbicara Pada Anak Anda&#8221; yang tergeletak di sisi tempat tidurku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama mendengarkanmu,&#8221; aku berbisik.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tahukah mama, sekarang aku mulai cemas memikirkan bayi yang ada di perutku dan bagaimana aku bisa merawatnya. Aku ingin pulang. Aku sudah panggil taxi. Aku mau pulang sekarang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Itu baik sayang,&#8221; kataku sambil menghembuskan nafas yang meringankan dadaku. Suamiku duduk mendekat padaku. Ia meremas jemariku dengan jemarinya.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tapi ma, sebenarnya aku bermaksud pulang dengan menyetir sendiri mobil sendiri.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Jangan,&#8221; cegahku. Ototku mengencang dan aku mengeratkan genggaman tangan suamiku. &#8220;Jangan. Tunggu sampai taxinya datang. Jangan tutup telepon ini sampai taxi itu datang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Aku hanya ingin pulang ke rumah, mama.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama tahu. Tapi, tunggulah sampai taxi datang. Lakukan itu untuk mamamu.&#8221;</div>
<div>Lalu aku mendengar senyap di sana. Ketika aku tak mendengar suaranya, aku gigit bibir dan memejamkan mata. Bagaimana pun aku harus mencegahnya mengemudikan mobil itu sendiri.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Nah, itu taxinya datang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Lalu aku dengar suara taxi berderum di sana. Hatiku terasa lega.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Aku pulang ma,&#8221; katanya untuk terakhir kali. Lalu ia tutup telepon itu. Air mata meleleh dari mataku. Aku berjalan keluar menuju kamar anak gadisku yang berusia 16 tahun. Suamiku menyusul dan memelukku dari belakang. Dagunya ditaruh di atas kepalaku.</div>
<div id="_mcePaste">Aku menghapus airmata dari pipiku. &#8220;Kita harus belajar mendengarkan,&#8221; kataku pada suamiku.</div>
<div id="_mcePaste">Ia terdiam sejenak, dan bertanya, &#8220;Kau pikir, apakah gadis itu sadar kalau ia telah menelepon nomor yang salah?&#8221;</div>
<div>Aku melihat gadisku sedang tertidur nyenyak. Aku berkata pada suamiku, &#8220;Mungkin itu tadi bukan nomor yang salah.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ma? Pa? Apa yang terjadi?,&#8221; terdengar gadisku menggeliat dari balik selimutnya.</div>
<div id="_mcePaste">Aku mendekati gadisku yang kini terduduk dalam gelap, &#8220;Kami baru saja belajar,&#8221; jawabku.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Belajar apa?&#8221; tanyanya. Lalu ia kembali berbaring dan matanya terpejam lagi.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mendengarkan,&#8221; bisikku sambil mengusap pipinya.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/belajar-mendengarkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I Love You Anyway</title>
		<link>http://pengharapan.com/i-love-you-anyway.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/i-love-you-anyway.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 04:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[mendukung]]></category>
		<category><![CDATA[menerima]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[total]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Hidup ini ada banyak yang mengisi kehidupan kita. Ada Iman ada pengharapan &#38; ada Kasih. Nah yang terbesar diantaranya adalah Kasih

Hari itu Jum&#8217;at pagi dan seorang manajer muda akhirnya memutuskan untuk minta kenaikan gaji pada pimpinannya. Sebelum berangkat kerja, diapun juga memberi tahu istrinya apa yang akan ia kerjakan. Sepanjang hari ia merasa gelisah serta [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Dalam Hidup ini ada banyak yang mengisi kehidupan kita. Ada Iman ada pengharapan &amp; ada Kasih. Nah yang terbesar diantaranya adalah Kasih</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Hari itu Jum&#8217;at pagi dan seorang manajer muda akhirnya memutuskan untuk minta kenaikan gaji pada pimpinannya. Sebelum berangkat kerja, diapun juga memberi tahu istrinya apa yang akan ia kerjakan. Sepanjang hari ia merasa gelisah serta kuatir. Akhirnya, sore harinya ia kumpulkan segala keberaniannya untuk menjumpai majikannya, dan betapa gembiranya dia, ternyata bosnya itu menyetujui permohonannya.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-336"></span></div>
<div>Suami yang berbesar hati itu tiba dirumah dan disambut dengan meja makan yang tersiap begitu indah dengan porselen terbaik dan lilin2 menyala. Mencium ada bau makanan untuk pesta, ia curiga, men-duga2, seseorang dari kantornya pasti telah menelpon istrinya dan membocorkan kabar gembira itu. Ia mencari istrinya di dapur, ia begitu bersemangat membagikan detail kabar baik itu. Mereka saling merangkul dan berdansa di sekeliling ruangan itu sebelum duduk menikmati masakan enak yang disediakan sang istri itu. Disebelah piringnya ia temukan secarik catatan artistik sekali, bunyinya:</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Selamat ya, sayangku, aku sudah tahu kau bakal mendapatkan kenaikan ini! Makan malam ini untuk menyatakan padamu betapa aku mencintaimu. &#8220;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Belakangan, selagi berjalan ke dapur hendak menolong istrinya menyajikan makanan kecil, ia melihat ada sehelai kartu kedua yang jatuh dari saku istrinya. Sambil mengambilnya dari lantai, ia membaca, &#8220;Jgn kuatir jika kau tak mendapat kenaikan gaji! Walau seharusnya kau layak menerimanya. Makan malam ini utk menyatakan padamu betapa aku</div>
<div id="_mcePaste">mencintaimu.Apapun yg terjadi&#8230;&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Menerima seluruhnya, mendukung sepenuhnya, mencintai seluruhnya secara total. Istrinya berdiri dibelakangnya walau apapun yg terjadi, melembutkan hantaman2, menyembuhkan luka2 &amp; meyakini serta percaya padanya. Kita boleh saja ditolak oleh banyak orang asal kita dicintai oleh seseorang.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/i-love-you-anyway.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor 01</title>
		<link>http://pengharapan.com/humor-01.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/humor-01.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 10:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[cari]]></category>
		<category><![CDATA[diperintah]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[susah]]></category>
		<category><![CDATA[teka-teki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[SUSAH CARI KERJAAN
Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang lulusan ITS terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di Kebun Binatang Surabaya. &#8220;Apa boleh buat daripada nganggur kerja beginian juga bolehlah, yang penting halal!&#8221; begitu tekadnya.
Maka sejak hari itu sang insinyur muda mulai bekerja sebagai &#8220;monyet-monyetan&#8221; Sepanjang hari harus betah mengenakan baju monyet, pakai topeng monyet sambil mengunyah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>SUSAH CARI KERJAAN</strong></div>
<div id="_mcePaste">Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang lulusan ITS terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di Kebun Binatang Surabaya. &#8220;Apa boleh buat daripada nganggur kerja beginian juga bolehlah, yang penting halal!&#8221; begitu tekadnya.</div>
<div id="_mcePaste">Maka sejak hari itu sang insinyur muda mulai bekerja sebagai &#8220;monyet-monyetan&#8221; Sepanjang hari harus betah mengenakan baju monyet, pakai topeng monyet sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan. Dan harus jempalitan selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. Pokoknya tak beda dengan monyet asli yang sudah mulai punah. Tak ayal lagi pengunjung Kebon Binatang membludak lantaran mau &#8216;ngeliat si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan gesit tetapi juga cerdas! Lha wong ITS kok&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Sayang sekali yang namanya sial itu sulit dielakkan &#8230;.dan akhirnya apes-pun datang juga. Sedang enak-enaknya jumpalitan, tiba-tiba: .&#8217;gedebuk byurrrrrrrrrrr&#8221; Sang monyet terjatuh ke dalam kandang buaya. &#8220;Waduh, mati aku!&#8221; pikirnya sebelon dimangsa oleh buaya-buaya ganas itu. Tapi ketika mulut buaya terbuka lebar siap menggigit, dari dalam terdengar suara berbisik &#8220;jangan takut mas,kami dari UK Petra&#8221;</div>
<div><span id="more-321"></span></div>
<div id="_mcePaste"><strong>BANYAK PACAR</strong></div>
<div id="_mcePaste">Dua tahun sudah Moli dan Andun menikah. Suatu hari ketika mereka sedang bersantai Moli berkata, &#8220;Aku kemarin ketemu dengan Mira, teman kuliahmu. Katanya kamu dulu banyak pacarnya. Benarnggak?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Yaaah, nggak banyak-banyak amat kok. Itu sih bisa-bisanya Mira aja,&#8221;jawab Andun. &#8220;Berapa sih jumlah perempuan yang pernah mengisi hatimu?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Sudahlah, itu kan masa lalu. Untuk apa diungkit-ungkit lagi?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Aah, cuma ingin tahu aja kok. Berapa sih?&#8221; &#8220;Janji Nggak marah?!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ya&#8230;Janji!!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Andun pun mulai menghitung dengan tangannya, &#8220;Satu &#8230; dua &#8230; tiga &#8230;empat &#8230; lima &#8230; enam&#8221; Kemudian Andun berhenti sebentar lalu melanjutkan &#8220;kamu &#8230; delapan &#8230;sembilan&#8230;sepuluh&#8230;sebelas&#8230;&#8221;</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste"><strong>TEKA-TEKI BULAN INI</strong></div>
<div id="_mcePaste">Knapa baju Superman berlambang &#8220;S&#8221; ? Supaya Ketat!!! Kalo XL kedodoran dong&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Knapa Celana dalam Superman Merah? Soalnya yg item dipake Batman</div>
<div id="_mcePaste">Knapa Sepatu Superman warna merah? Supaya &#8216;Matching&#8217; ama celananya dong</div>
<div id="_mcePaste">Kenapa Superman pake sayap?</div>
<div id="_mcePaste">Spy tak berkerut &amp; tak tembus ke-samping</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste"><strong>SUAMI TAKUT ISTERI</strong></div>
<div id="_mcePaste">Suatu hari si-Joni wafat &amp; antri di-akherat. Di depan pintu surga tergantung papan bertuliskan, &#8216;UTK PARA LELAKI YG SELAMA INI DIPERINTAH ISTRI MEREKA. Di bawahnya terlihat barisan yang panjang sekali tiada habis2nya.</div>
<div id="_mcePaste">Disebelah papan itu, tergantung papan yang bertuliskan, `UNTUK PARA LELAKI YANG SELAMA INI TIDAK DIPERINTAH ISTRI MEREKA&#8217;. Di bawahnya, hanya terlihat seorang lelaki.</div>
<div id="_mcePaste">Joni menghampiri lelaki tersebut. &#8220;Mengapa kau berdiri disitu?&#8221; tanya Joni. &#8220;Mana kutahu?&#8221; kata lelaki itu sambil menoleh kesana kemari, &#8220;Aku disuruh istriku.&#8221;</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/humor-01.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Kau Mencintaiku</title>
		<link>http://pengharapan.com/jika-kau-mencintaiku.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/jika-kau-mencintaiku.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 07:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[mengucap syukur]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mengucap Syukurlah dalam Segala Hal&#8221;


Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifat apa adanya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul ketika saya bersandar di-dadanya yang bidang. 3 tahun masa pacaran dan 5 tahun masa-masa pernikahan hingga saat ini. Sekarang saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan-alasan saya mencintainya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>&#8220;Mengucap Syukurlah dalam Segala Hal&#8221;</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div id="_mcePaste">Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifat apa adanya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul ketika saya bersandar di-dadanya yang bidang. 3 tahun masa pacaran dan 5 tahun masa-masa pernikahan hingga saat ini. Sekarang saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan-alasan saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang tak menakjubkan lagi.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saya seorang wanita yang sentimentil, benar-benar sensitif dan berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Sering saya berfantasi dan membayangkan suami saya bisa menjadi seperti pria-pria romantis di­ film-film, bahkan membanding-bandingkannya dengan mantan pacar-pacar saya yang terdahulu. Namun suami saya bertolak belakang, rasa sensitifnya kurang, ketidakbecusannya menciptakan suasana romantis dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta. Dia orang yang terlalu apa adanya &amp; jauh dari romantis. Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mengapa?&#8221;, dia bertanya dengan terkejut. &#8220;Saya lelah, kamu tak pernah mau mengerti keinginanku&#8221;, jawab saya. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, &#8221; Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?&#8221;</div>
<div><span id="more-310"></span></div>
<div>Seseorang berkata, mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit dan itu benar, saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya. &#8221; Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya, saya akan merubah pikiran saya&#8221;. Saya menatap matanya dalam-dalam dan berkata &#8220;Seandainya, saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung curam &amp; kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untukku?&#8221; Dia terdiam cukup lama&#8230; dan berkata, &#8220;Saya akan memberikan jawabannya besok.&#8221; Huuh&#8230;Hati saya jengkel sekali mendengar responnya.</div>
<div id="_mcePaste">Esok paginya, dia tak ada dirumah, dan saya melihat selembar kertas dengan coret-2an tangannya dibawah sebuah gelas berisi susu hangat yang bertuliskan : &#8220;Istriku Sayang&#8230; <strong>&#8216;AKU TIDAK MAU MENGAMBILKAN BUNGA</strong><strong> ITU UNTUKMU&#8217;</strong>, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.&#8221; Ya TUHAN, jawaban-nya itu menghancurkan hati saya. Saya lanjutkan untuk membaca kembali :</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis didepan monitor, aku harus memberikan jari2-ku supaya saya bisa menolongmu untuk memperbaiki programnya. &#8220;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan aku harus memberikan kakiku supaya bisa mendobrak rumah, membuka pintu untukmu. &#8220;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-2 baru yang kamu kunjungi, aku harus menjemputmu, atau memberikan mataku mengarahkanmu saat kamu menyetir mobil. &#8220;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Kamu selalu pegal-2 pada waktu &#8220;teman baikmu&#8221; datang setiap bulannya, saya harus memberikan tanganku untuk memijat kakimu yang pegal. &#8220;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Kamu senang diam didalam rumah, dan aku kuatir kamu akan jadi &#8220;aneh&#8221;. Sehingga aku harus memberikan mulutku untuk ceritakan humor dan cerita-2 untuk menyembuhkan kebosananmu. Serta mengajar banyak hal tentang berita2 perkembangan dunia, agar kamu bisa terus mengikutinya. &#8220;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Kamu senang membaca banyak buku dan itu tak baik untuk kesehatan matamu, aku harus menjaga mataku agar saat kita tua nanti, aku masih dapat menolong menggunting kukumu dan mencabuti ubanmu, atau memegang tanganmu menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir laut yang indah, menceritakan warna-2 bunga kepadamu yang bersinar indah seperti wajah cantikmu. &#8220;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Sayangku, aku begitu yakin tak ada orang yang lebih mengenalmu selain diriku dan tak ada yang mencintaimu lebih dan aku mencintaimu. Aku ingin menjagamu dan bersamamu selalu. Karena itu, aku tak akan mengambil bunga itu lalu mati &amp; tak bisa lagi bersamamu&#8230; aku ingin menemanimu seumur hidupku, hingga usai masa, hingga akhir segala sesuatu, percayalah&#8230;aku mengasihimu lebih dari yang kamu duga!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Air mata saya jatuh ke atas tulisannya, membuat tintanya menjadi kabur. Saya terlalu menuntutnya menjadi seorang yang bukan dirinya. Lalu, saya membaca kembali, &#8220;Dan sekarang sayangku, jika kamu telah selesai membaca jawabanku, jika kamu puas dgn semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, aku sekarang sedang berdiri disana dengan susu segar dan roti bakar kesukaanmu?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti. Oh, saya percaya, tidak ada org yang pernah mencintai saya seperti yang dia lakukan dan saya tahu harus melupakan &#8220;romantisme film2&#8243; itu sendiri. Saya berjanji takkan pernah lagi memaksanya memetik &#8220;bunga&#8221; itu, saya akan mencintai cintanya yang tulus, jujur dan apa adanya meski terlihat kurang romantis</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Itulah kehidupan, ketika seseorg dikelilingi cinta, kemudian perasaan itu mulai berangsur2 hilang dalam perkawinan, karena sering kita abaikan pengorbanan2 kecil sehari2 dan cinta sejati yang berada diantara kedamaian dan kesepian. Cinta menunjukkan berbagai macam bentuknya, bahkan dalam bentuk yang sederhana, sangat kecil dan dangkal, atau bahkan tak berbentuk dan bisa juga dalam bentuk yang tidak kita ingini.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Bunga, Perhatian, Saat2 yg Romantis, Sapaan lembut, dsb, hanyalah bentuk awal dari suatu hubungan jangka panjang. Diatas semuanya itu, Pilar Cinta Sejati berdiri kokoh justru melalui pengorbanan2 kecil setiap hari, Pengorbanan2 sederhana yang jarang kita sadari dan hargai keberadaannya, namun sungguh bermakna</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/jika-kau-mencintaiku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

