<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; kebahagiaan</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/kebahagiaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 02:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>&#8220;Bacanya Yang Keras Ya Pa&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://pengharapan.com/bacanya-yang-keras-ya-pa.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bacanya-yang-keras-ya-pa.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 00:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[John]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Magy]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>
		<category><![CDATA[terlambat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1149</guid>
		<description><![CDATA[Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.
Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.</p>
<p>Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.</p>
<p>Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya, &#8220;Papa lihat!&#8221; John menengok kearahnya dan berkata, &#8220;Wah, buku baru ya?&#8221;, &#8220;Ya Papa!&#8221; katanya berseri-seri, &#8220;Bacain dong!&#8221;, &#8220;Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh&#8221;, kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.<br />
<span id="more-1149"></span><br />
Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali &#8220;Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy&#8221;. Dengan perasaan agak kesal John menjawab: &#8220;Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya&#8221;. &#8220;Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa&#8221; katanya sendu. &#8220;Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu.&#8221; &#8220;Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan.&#8221;</p>
<p>John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku di sebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Magy mulai lagi &#8220;Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka&#8221;. &#8220;Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali!&#8221; dengan agak keras John membentak anaknya.</p>
<p>Hampir menangis Magy mulai menjauh, &#8220;Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali&#8221;. Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata &#8220;Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar&#8221;.</p>
<p>John hanya diam. Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 4 tahun meletakkan tangannya yang mungil diatas tangannya yang kasar mengatakan: &#8220;Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar&#8221;. Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan.</p>
<p>Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir. Mungkin&#8230;</p>
<p>JANGAN JADIKAN DIRI ANDA SEPERTI JOHN, SAAT SEMUANYA TERJADI, PENYESALAN SUDAH SANGAT TERLAMBAT&#8230;&#8230; LAKUKAN SESUATU SEBELUM ANDA TERLAMBAT UNTUK MENYADARINYA, BERIKANLAH KEBAHAGIAAN BAGI MEREKA YANG ANDA CINTAI. APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENCINTAI MEREKA?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bacanya-yang-keras-ya-pa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Lantai Pualam</title>
		<link>http://pengharapan.com/kisah-lantai-pualam.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kisah-lantai-pualam.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 00:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[pemahat]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan]]></category>
		<category><![CDATA[pualam]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam yang indah. Di tengah-tengah ruangan museum itu dipajang sebuah patung pualam pula yang sangat besar. Banyak orang datang dari seluruh dunia mengagumi keindahan patung pualam itu. Suatu malam, lantai pualam itu berkata pada patung pualam.
Lantai Pualam: &#8220;Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam yang indah. Di tengah-tengah ruangan museum itu dipajang sebuah patung pualam pula yang sangat besar. Banyak orang datang dari seluruh dunia mengagumi keindahan patung pualam itu. Suatu malam, lantai pualam itu berkata pada patung pualam.</p>
<p>Lantai Pualam: &#8220;Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil! Mengapa orang-orang dari seluruh dunia datang kemari untuk menginjak-injak diriku tetapi mereka mengagumimu? Benar-benar tidak adil!&#8221;<br />
<span id="more-1000"></span><br />
Patung Pualam: &#8220;Oh temanku, lantai pualam yang baik. Masih ingatkah kau bahwa kita ini sesungguhnya berasal dari gunung batu yang sama?&#8221;</p>
<p>Lantai Pualam: &#8220;Tentu saja, justru itulah mengapa aku semakin merasakan ketidakadilan itu. Kita berasal dari gunung batu yang sama, tetapi sekarang kita menerima perlakuan yang berbeda. Benar-benar tidak adil!&#8221;</p>
<p>Patung Pualam: &#8220;Lalu apakah kau masih ingat ketika suatu hari seorang pemahat datang dan berusaha memahat dirimu, tetapi kau malah menolak dan merusakkan peralatan pahatnya?&#8221;</p>
<p>Lantai Pualam: &#8220;Ya, tentu saja aku masih ingat. Aku sangat benci pemahat itu. Bagaimana ia begitu tega menggunakan pahatnya untuk melukai diriku. Rasanya sakit sekali!&#8221;</p>
<p>Patung Pualam: &#8220;Kau benar! Pemahat itu tidak bisa mengukir dirimu sama sekali karena kau menolaknya.&#8221;</p>
<p>Lantai Pualam: &#8220;Lalu?&#8221;</p>
<p>Patung Pualam: &#8220;Ketika ia memutuskan untuk tidak meneruskan pekerjaannya pada dirimu, lalu ia berusaha untuk memahat tubuhku. Saat itu aku tahu melalui hasil karyanya aku akan menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Aku tidak menolak peralatan pahatnya membentuk tubuhku. Aku berusaha untuk menahan rasa sakit yang luar biasa.&#8221;</p>
<p>Lantai Pualam: &#8220;Mmmmmm&#8230;.&#8221;</p>
<p>Patung Pualam: &#8220;Kawanku, ini adalah harga yang harus kita bayar pada segala sesuatu dalam hidup ini. Saat kau memutuskan untuk menyerah, kau tak boleh menyalahkan siapa-siapa atas apa yang terjadi pada dirimu sekarang.&#8221;</p>
<p>Dunia ini tidak selalu membawa kebahagiaan, ada kalanya kita harus menderita. Saat itulah kita diuji, jika kita dapat melalui ujian tersebut, kebahagiaan akan datang.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kisah-lantai-pualam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan Diperoleh Dari Memberi</title>
		<link>http://pengharapan.com/kebahagiaan-diperoleh-dari-memberi.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kebahagiaan-diperoleh-dari-memberi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 08:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[mengeluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=854</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.
Maka si psikiater memanggil sorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya, &#8220;Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya.&#8221;

Si wanita tua [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.</p>
<p>Maka si psikiater memanggil sorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya, &#8220;Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya.&#8221;<br />
<span id="more-854"></span><br />
Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: &#8220;OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa.. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya. Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum. Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur. Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi.&#8221;</p>
<p>Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia. Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.</p>
<p>Oleh: Frank Mihalic, SVD<br />
Sumber: The Millennium Stories<br />
Penterjemah: Handoko Luwanto</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kebahagiaan-diperoleh-dari-memberi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Be Happy</title>
		<link>http://pengharapan.com/be-happy.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/be-happy.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 02:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[1. Kebahagiaan sejati bukan berasal dari luar, melainkan ada di dalam diri kita sendiri. Belajarlah menerima diri Anda apa adanya sehingga Anda bisa merasakan kebahagian yang sesungguhnya.
2. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Setiap manusia dilahirkan dengan keunikan dan kelebihan sendiri. Dan tidak ada kehidupan yang lebih baik, selain bisa menjadi diri sendiri.
3. Belajarlah memberi [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Kebahagiaan sejati bukan berasal dari luar, melainkan ada di dalam diri kita sendiri. Belajarlah menerima diri Anda apa adanya sehingga Anda bisa merasakan kebahagian yang sesungguhnya.</p>
<p>2. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Setiap manusia dilahirkan dengan keunikan dan kelebihan sendiri. Dan tidak ada kehidupan yang lebih baik, selain bisa menjadi diri sendiri.<br />
<span id="more-532"></span>3. Belajarlah memberi dengan rasa ikhlas. Jangan bebani hidup dengan imbalan karena hanya akan mendatangkan kekecewaan jika Anda tak mendapatkannya. Anda bisa memulainya dengan hal-hal sederhana, misal selalu tersenyum atau memerhatikan orang-orang di sekeliling sehingga orang-orang pun akan merasa nyaman berada di dekat Anda.</p>
<p>4. Pandanglah setiap kesulitan dengan cara yang positif. Ini akan mendatangkan keindahan dan kebahagiaan. Semakin mampu menanggulagi kesulitan, Anda akan tampak semakin &#8220;bercahaya&#8221; dengan kekuatan yang Anda miliki.</p>
<p>5. Jangan mematok hidup terlalu tinggi. Ketahuilah batasan kemampuan Anda dan Anda akan merasa menjadi manusia yang lebih sempurna dan berarti.<br />
6. Jauhkan diri dari ketakutan, dekatkan diri pada Tuhan. Nikmati dan cintailah hal-hal kecil di sekeliling Anda yang dapat mendatangkan kebahagiaan, seperti mendengarkan suara burung di pagi hari atau bersenandung.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/be-happy.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan Adalah Pilihan</title>
		<link>http://pengharapan.com/kebahagiaan-adalah-pilihan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kebahagiaan-adalah-pilihan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 04:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki &#8220;Sang Jenderal Penakluk&#8221; oleh rakyat. Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak.
Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki &#8220;<strong>S</strong><strong>ang Jenderal</strong> <strong>Penakluk</strong>&#8221; oleh rakyat. Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak.</div>
<div id="_mcePaste">Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja. Sang Jenderal segera mengambil inisiatif, &#8220;Wahai seluruh pasukan, menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang. Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah! Biarlah dewa-dewa yang menentukan!&#8221; seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuk tos.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-339"></span></div>
<div>Ternyata sisi gambar yang muncul! Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal, &#8220;Hahaha… dewa-dewa di pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!&#8221; Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menunggang-langgang kan lawan yang berlipat-lipat banyaknya.</div>
<div id="_mcePaste">Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit berkata kepada Sang Jenderal, &#8220;Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita.&#8221;</div>
<div>Sang Jenderal menukas, &#8220;Apa iya sih?&#8221; sembari melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar.</div>
<div>Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau menjadi tidak berbahagia. Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan nasib baik atau nasib buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa-siapa, melainkan oleh diri kita sendiri. Ujung-ujungnya, kebahagiaan adalah sebuah pilihan proaktif.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kebahagiaan-adalah-pilihan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Air Kehidupan Mengalir</title>
		<link>http://pengharapan.com/ketika-air-kehidupan-mengalir.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/ketika-air-kehidupan-mengalir.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 04:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[mengalir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria mendatangi Sang Guru, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha
saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.

&#8220;Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221; &#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221;
Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  Sang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Seorang pria mendatangi Sang Guru, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha</div>
<div id="_mcePaste">saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>&#8220;Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221; &#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  Sang Guru meneruskan, &#8220;Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup.&#8221;</div>
<div>Banyak  sekali  di  antara  kita  yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa  disadari  kita  melakukan hal-hal yang  bertentangan dengan norma kehidupan.  Sungai  kehidupan  ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.</div>
<div><span id="more-40"></span></div>
<div>Resistensi kita, penolakan kita untuk  ikut mengalir bersama kehidupan</div>
<div>membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.   Dalam hal   berumah  tangga, bentrokan-bentrokan   kecil  itu  lumrah. Persahabatan pun  tidak  selalu  langgeng.</div>
<div id="_mcePaste">Apa  sih  yang  langgeng, yang abadi dalam hidup ini?</div>
<div>Kita tidak  menyadari   sifat  kehidupan.  Kita  ingin mempertahankan  suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Penyakitmu  itu  bisa  disembuhkan,  asal  kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti  petunjukku,&#8221;  kata  Sang Guru.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tidak  Guru, tidak! Saya sudah betul-betul  bosan.  Saya tidak ingin hidup,&#8221; pria itu menolak tawaran sang guru.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Jadi  kamu  tidak  ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?&#8221; &#8220;Ya, memang saya  sudah bosan hidup.&#8221; &#8220;Baiklah, kalau</div>
<div id="_mcePaste">begitu maumu. Ambillah botol obat ini.  Setengah  botol  diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Giliran  pria  itu  jadi  bingung.  Setiap  guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat</div>
<div id="_mcePaste">hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah  menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya  dengan  senang hati.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah  botol&#8221;obat&#8221; dari Sang Guru. Dan&#8230; ia merasakan ketenangan yang tidak  pernah ia rasakan sebelumnya.. . Begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia  akan mati.  Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam  itu,ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu  yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.</div>
<div>Pikir-pikir  malam  terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan,  ia  bersenda  gurau.  Suasananya santai</div>
<div id="_mcePaste">banget! Sebelum tidur, ia mencium  istrinya  dan  berbisik, &#8220;Sayang, aku mencintaimu. &#8220;</div>
<div></div>
<div>Esoknya bangun tidur,  ia  membuka  jendela  kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan  tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah  setengah  jam kemudian, ia  melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk  dapur  dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.</div>
<div>Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan  kenangan manis! Sang  istri  pun merasa aneh sekali.</div>
<div id="_mcePaste">Selama ini, mungkin aku salah, &#8220;Maafkan aku, sayang.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Di  kantor,  ia  menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, &#8220;Hari ini, Boss kita kok  aneh  ya?&#8221; Dan sikap mereka pun</div>
<div id="_mcePaste">langsung berubah. Mereka menjadi lembut.  Karena  siang  itu  adalah  siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah  dan  lebih  toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Tiba-tiba  hidup menjadi indah.  Ia mulai  menikmatinya. Pulang ke rumah petang  itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda. Kali ini justru sang istri  yang memberikan ciuman kepadanya, &#8220;Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.&#8221; Anak-anak pun tidak  ingin ketinggalan,  &#8221;Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami.&#8221;</div>
<div></div>
<div>Tiba-tiba,  sungai  kehidupannya  mengalir kembali.Seketika hidup menjadi sangat  indah.  Ia  mengurungkan niatnya untuk</div>
<div id="_mcePaste">bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan  setengah  botol  yang sudah ia minum? Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat  wajah  pria</div>
<div id="_mcePaste">itu, Sang  Guru langsung  mengetahui apa yang telah terjadi, &#8220;Buang saja  botol itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh!</div>
<div>Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan  saja, maka  kau  akan menikmati setiap detik kehidupan. Hilangkan   egomu, keangkuhanmu.   Jadilah lembut,selembut  air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.  Itulah  rahasia  kehidupan.  Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan. &#8220;</div>
<div></div>
<div>Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja.´Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!</div>
<div>Tunggu.  Kita  semua  <strong>SUDAH  TAHU</strong> bahwa  kita</div>
<div id="_mcePaste"><strong>BISA MATI KAPAN SAJA.</strong></div>
<div id="_mcePaste">Tapi masalahnya: apakah kita <strong>SELALU SADAR</strong> bahwa</div>
<div id="_mcePaste">kita <strong>BISA MATI KAPAN SAJ</strong><strong>A?</strong></div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/ketika-air-kehidupan-mengalir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

