<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; kehidupan</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/kehidupan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 02:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kehidupan</title>
		<link>http://pengharapan.com/kehidupan-2.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kehidupan-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 12:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[dermaga]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[lautan]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1362</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah perahu dibuat untuk belayar di lautan, bukan hanya diam di dermaga.
Demikian juga manusia untuk mengarungi kehidupan, bukan berdiam dan menunggu hidup ini berakhir.
Di dalam mengarungi kehidupan akan banyak ombak dan mungkin badai tetapi itulah seni dari kehidupan.
Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.
Jangan takut jatuh dan salah, setiap kesalahan yang pernah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/cangkir-kehidupan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cangkir Kehidupan'>Cangkir Kehidupan</a> <small>Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah perahu dibuat untuk belayar di lautan, bukan hanya diam di dermaga.</p>
<p>Demikian juga manusia untuk mengarungi kehidupan, bukan berdiam dan menunggu hidup ini berakhir.</p>
<p>Di dalam mengarungi kehidupan akan banyak ombak dan mungkin badai tetapi itulah seni dari kehidupan.</p>
<p>Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.<span id="more-1362"></span></p>
<p>Jangan takut jatuh dan salah, setiap kesalahan yang pernah dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.</p>
<p>Jangan menyesali suatu kesalahan tetapi sesalilah jika semua itu tidak berdampak adanya perubahan yang baik.</p>
<p>Mendung bukan untuk membuat kegelapan tetapi untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang akan turun.</p>
<p>Luka bukan hanya semata untuk membuat kita tersiksa tetapi agar kita tersadar bahwa kita hanyalah &#8220;Manusia Biasa&#8221;.</p>
<p>Genggam “KEYAKINAN” jangan pernah dilepaskan.</p>
<p>Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya kesenangan tetapi pada rasa SYUKUR.</p>
<p>Salam damai sejahtera dan selamat beraktifitas.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/cangkir-kehidupan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cangkir Kehidupan'>Cangkir Kehidupan</a> <small>Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kehidupan-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Pohon</title>
		<link>http://pengharapan.com/belajar-dari-pohon.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/belajar-dari-pohon.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 12:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1360</guid>
		<description><![CDATA[1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri.
Untuk hidup / tumbuh, pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, makin banyak nutrisi yang diserap.
Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan.
Kenapa buah kurma manis sekali? Pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter, kemudian ditutup dengan 4 [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup, Belajar Dari Kesalahan'>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</a> <small>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri.<br />
Untuk hidup / tumbuh, pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, makin banyak nutrisi yang diserap.</p>
<p>Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan.<br />
Kenapa buah kurma manis sekali? Pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter, kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon kurma itu tumbuh, dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir.<span id="more-1360"></span></p>
<p>Intinya, kita perlu proses perjuangan yang luar biasa ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa pula. Bisakah kita menjadi seperti &#8220;pegas&#8221; yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan?</p>
<p>2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang.<br />
Kadang kita protes, kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain. Inilah prinsip memberi.</p>
<p>Kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja untuk memberi buah.<br />
Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang memerlukan, bukan demi diri sendiri.</p>
<p>Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu; tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberi berkah pada orang lain dengan pemberian kita.</p>
<p>3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi.<br />
Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi dampak positif terhadap orang lain.</p>
<p>Bila kita menjadi seorang pemimpin..itu bukan masalah posisi/ jabatan, tapi mengenai pengaruh dan inspirasi yang bisa diberikan kepada orang lain.<br />
____</p>
<p>&#8220;Semoga kita semua bisa menjadi &#8216;Pohon&#8217; yang Bermanfaat!&#8221;</p>
<p>Diposting oleh Muryati Hapsari di <a href="http://facebook.com/pengharapan">http://facebook.com/pengharapan</a> tanggal 29 Desember 2011</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-belajar-dari-kesalahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup, Belajar Dari Kesalahan'>Hidup, Belajar Dari Kesalahan</a> <small>Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/belajar-dari-pohon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Kehidupan</title>
		<link>http://pengharapan.com/nilai-kehidupan-2.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/nilai-kehidupan-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 00:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan  rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya  raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati  kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa  jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya  hidup di dunia [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><!-- .fullpost { display: inline; } -->Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan  rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya  raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati  kesehariannya dengan baik.</p>
<p>Pada suatu ketika, si pemuda merasa  jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya  hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap  nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda  itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.</p>
<p>&#8220;Daripada  tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku  mengakhiri saja kehidupan ini,&#8221; katanya dalam hati. Disiapkannya seutas  tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.<span id="more-1137"></span></p>
<p>Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti  itu, tiba-tiba menyela lembut. &#8220;Anak muda yang tampan dan baik hati,  tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini.  Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang  hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di  sekitar sini.&#8221;</p>
<p>Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi  melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat  bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, &#8220;Hai anak muda.  Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh  begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri,  silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah  bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.&#8221;</p>
<p>Sekali  lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon  yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, &#8220;Anak muda, karena  rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk  sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan  mati di sini.&#8221;</p>
<p>Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda  termenung dan berpikir, &#8220;Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai  kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak  terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat  bagi makhluk lain&#8221;.</p>
<p>Segera timbul kesadaran baru. &#8220;Aku manusia;  masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku  sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja  dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain&#8221;.</p>
<p>Si  pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.</p>
<p><strong>=====================================================</strong></p>
<p>Kalau  kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis,  tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak  mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu  bunuh diri.</p>
<p>Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya  kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai  kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh  dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta  mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.</p>
<p>Maka, <strong>jangan  melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran  positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan  menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar  biasa</strong>!</p>
<p>Sumber : andriewongso.com</p>
</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/nilai-kehidupan-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan Seekor Elang</title>
		<link>http://pengharapan.com/kehidupan-seekor-elang.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kehidupan-seekor-elang.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 01:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[elang]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[menyakitkan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, kukunya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.</p>
<p>Ketika elang berumur 40 tahun, kukunya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.<br />
<span id="more-940"></span><br />
Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:</p>
<ul>
<li>Menunggu kematian, atau</li>
<li>Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan &#8212; suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.</li>
</ul>
<p>Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.</p>
<p>Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu kuku-kukunya dan ketika kuku yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.</p>
<p>Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan kuku baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh bertenaga!</p>
<p><strong>PENGAJARAN:</strong></p>
<p>Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang konservatif, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melelahkan.</p>
<p>Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal- hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.</p>
<p>Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.</p>
<p>Jangan biarkan masa lalu menumpulkan rasa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu. Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kehidupan-seekor-elang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JIKA</title>
		<link>http://pengharapan.com/jika.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/jika.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 01:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[jika]]></category>
		<category><![CDATA[karunia]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca &#8230; anda adalah bagian dari kelompok terpilih.
Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat &#8230;
anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.
Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca &#8230; anda adalah bagian dari kelompok terpilih.</p>
<p>Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat &#8230;<br />
anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.</p>
<p>Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan &#8230;<br />
anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.</p>
<p>Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati &#8230;<br />
anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.<span id="more-825"></span><br />
Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat, anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.</p>
<p>Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian<br />
uang untuk menikmati hidangan di restoran &#8230;<br />
Anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.</p>
<p>Jika orang tua anda masih hidup &amp; menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan<br />
mereka &#8230;<br />
maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.</p>
<p>Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia &#8230;<br />
Anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak<br />
memperoleh kenikmatan tersebut.</p>
<p>Jika anda dapat membaca pesan ini&#8230;&#8230;<br />
anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan<br />
anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar<br />
orang yang tidak dapat membaca sama sekali</p>
<p>Semoga anda menikmati hari yang indah ini.<br />
Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung. Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/jika.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan Siang Bersama Tuhan</title>
		<link>http://pengharapan.com/makan-siang-bersama-tuhan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/makan-siang-bersama-tuhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 01:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[makan siang]]></category>
		<category><![CDATA[merubah]]></category>
		<category><![CDATA[senyuman]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya.
Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung-burung.
Sang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya.<br />
Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung-burung.<br />
Sang anak duduk dekat dengannya lalu membuka tas. Ketika ia mengambil root beer (bir tidak beralkohol) untuk melepaskan dahaganya ia perhatikan bahwa orang tua itu kelihatan lapar sedang memandang padanya. Dengan segera ia menawarkan kue Twinkie kepada orang tua itu.<br />
Dengan gembira orang tua itu menerima dan memberikan senyum padanya. senyum itu luar biasa menarik sehingga anak ini senang untuk menikmatinya lagi. Itu sebabnya anak ini menawarkan lagi kepada orang tua itu sekaleng root beer.<span id="more-807"></span><br />
Sekali lagi, orang tua itu tersenyum kepadanya. Anak ini sangat gembira! Sepanjang petang mereka duduk disana, makan dan tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata.<br />
Ketika malam turun, anak ini merasa lelah, ia berdiri untuk meninggalkan tempat itu, namun sebelum ia melangkahkan kakinya, ia berbalik dan lari ke orang tua itu dan memberikan sebuah pelukan.</p>
<p>Orang tua itu memberikan senyumnya yang lebar. Ketika anak ini membuka pintu rumahnya beberapa waktu kemudian, ibunya terkejut melihat kegembiraan memancar di wajah anaknya. Ia bertanya: Apa yang terjadi hari ini sehingga membuat kamu begitu senang?<br />
Sang anak menjawab: &#8220;Saya berkesempatan makan siang bersama Tuhan&#8221;.<br />
Dan sebelum ibu memberikan responsnya, anak ini menambahkan: &#8221; Ibu, Ibu tahu senyumnya, itulah senyum paling indah yang pernah saya lihat&#8221;.<br />
Sementara itu, si orang tua di taman tadi, juga penuh dengan kegembiraan, pulang kerumahnya. Anaknya terpesona melihat kedamaian memancar diwajahnya dan bertanya: &#8220;Ayah, apa yang terjadi hari ini membuat kamu sangat bergembira?<br />
Ia menjawab: &#8220;Saya makan Kue Twinkies di taman bersama Tuhan&#8221;.<br />
Dan sebelum anaknya merespon, ia menambahkan: &#8220;Kamu tahu, Dia lebih muda dari yang saya duga.&#8221;<br />
Terlalu sering kita menganggap remeh kuasa dalam senyum, jamahan, kata-kata yang baik, telinga yang mendengar, pemberian yang tulus atau perhatian-perhatian kecil. Semua itu berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi istimewa atau bahkan merubah kehidupan seseorang.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/makan-siang-bersama-tuhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolonel Sanders</title>
		<link>http://pengharapan.com/kolonel-sanders.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kolonel-sanders.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 01:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[apes]]></category>
		<category><![CDATA[Harlan Sanders]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[KFC]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[pecundang]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=737</guid>
		<description><![CDATA[Harlan Sanders adalah pecundang &#38; pria paling apes yang pernah ada dimuka bumi sebelumnya. la drop-out sekolah pd umur 14 tahun. Jadi buruh tani tapi sering dimarahi majikannya. Umur 16 thn ia jadi kondektur &#38; 3 bln kemudian dipecat. Mendaftar sebagai tentara, hanya kuat beberapa bulan karena tak tahan latihan2 beratnya, akhirnya ia menjadi stocker [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harlan Sanders adalah pecundang &amp; pria paling apes yang pernah ada dimuka bumi sebelumnya. la drop-out sekolah pd umur 14 tahun. Jadi buruh tani tapi sering dimarahi majikannya. Umur 16 thn ia jadi kondektur &amp; 3 bln kemudian dipecat. Mendaftar sebagai tentara, hanya kuat beberapa bulan karena tak tahan latihan2 beratnya, akhirnya ia menjadi stocker Iokomotif &amp; karena mengira bahwa ia sudah mapan maka ia nekat menikahi pacarnya.</p>
<p>Akhirnya iapun dipecat juga pada hari dimana istrinya ketahuan hamil. Ia segera memburu berbagai pekerjaan yg bisa ia dapatkan, namun tetap tak mendapat pekerjaan layak. Hingga suatu hari, saat pulang ke-rumahnya, ia melihat seluruh barang dirumahnya telah dijual &amp; istrinya kembali ke-rumah orangtuanya. Istrinya tak tahan lagi hidup dgn orang yg dilahirkan sebagai orang yg kalah ini.<span id="more-737"></span><br />
Namun Sanders tidak menyerah, ia mencoba belajar ilmu hukum melalui korespondensi tapi tidak tamat. jualan ban &amp; rugi, jualan asuransi tapi tak laku, bahkan mengelola kapal ferry &amp; akhirnya bangkrut. Hingga suatu hari ia mendengar acara radio yg berkata &#8220;Hidup dimulai pada usia 40&#8243;. Akhirnya ia nekat buka pom bensin &amp; restoran kecil2an di-Kentucky-USA dijalan tol utama ke-Florida. Hingga akhirnya ia menemuKan resep ayam gorengnya yg enak yg ia beri nama &#8220;Harlan Sanders Kentucky Fried Chicken Secret with Eleven Herbs &amp; Spices&#8221; (Resep Rahasia Ayam Goreng Kentucky Harlan Sanders dgn 11 bumbu &amp; rempah2). Ayam gorengnya ini mulai dikenal orang terutama sopir2 truk bahkan gubernur Kentucky menjulukinya Kentucky Colonel (yg dipakainya hingga kini) atas jasanya membuka restoran pinggir jalan. Namun malang saat gerbang tol dipindah hingga 12 km dari restonya, maka segera bisnisnya sepi &amp; bangkrut. Bahkan ia terpaksa mengandalkan cek jaminan sosial 100 US$ /bln karena jatuh miskin.<br />
Didesak keadaan bangkrut pd usia 65 tahun, maka ia nekat menjajakan ayam gorengnya ke-seluruh negeri, ia mengetuk hingga lebih dari 1000 pintu sebelum akhirnya ia mendapat pesanan pertama &amp; ia mulai berpromosi mewaralabakan ayam gorengnya kpd lebih dari 500 calon investor &amp; mereka semua menolaknya. Hingga akhirnya ada satu orang yg mau membeli hak waralabanya. Perlahan tapi pasti restoran KFC-nya terus berkembang. Sanders meninggal tahun 1980 dgn mewariskan 32.500 resto KFC di-lebih dari 100 negara. Suksesnya dikenang sepanjang masa.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kolonel-sanders.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lingkungan Kita Adalah Pikiran Kita</title>
		<link>http://pengharapan.com/lingkungan-kita-adalah-pikiran-kita.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/lingkungan-kita-adalah-pikiran-kita.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cara pandang]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[negatif]]></category>
		<category><![CDATA[Norman Vincent Peale]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.
“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.
“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.
Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.</p>
<p>“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.<br />
“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.<br />
Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of Positive Thinking”, tersenyum penuh simpati. “Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya Norman dengan lembut.</p>
<p>Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa. <span id="more-732"></span><br />
“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu dalam kesedihan.<br />
“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”<br />
“Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Norman.<br />
“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!”<br />
“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.<br />
“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat mencintai”.<br />
“Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”<br />
“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!&#8221;<br />
“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam penjara.”</p>
<p>Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.                                                                            “Menggelikan sekali,betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dgn cara seperti itu,” katanya.<br />
Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riangpun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak berkata lain, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran,duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.<br />
Tuliskanlah hal-hal positif yang Kita pernah dan sedang anda miliki dalam hidup ini, bebaskan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yg hanya akan menyedot energi negatif dari luar diri kita. Dgn berfikir positif, kehidupan akan terasa amat indah dan tidak sekejam yg kita bayangkan. Segala yang berada di sekitar kita sangatlah tergantung dari bagaimana cara kita memandang dan mempersepsikannya.<br />
Lingkungan Kita adalah Pikiran Kita. Lingkungan akan berdampak positif kepada Kita jika Kita mempersepsikannya baik, sebaliknya Lingkungan akan berdampak negatif kepada kita ketika kita mempersepsikan negatif.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/lingkungan-kita-adalah-pikiran-kita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuh Keajaiban Dunia</title>
		<link>http://pengharapan.com/tujuh-keajaiban-dunia.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/tujuh-keajaiban-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 01:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tujuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari &#8220;Tujuh Keajaiban Dunia.&#8221;
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang
mereka pikir merupakan &#8220;Tujuh Keajaiban Dunia&#8221; saat ini. Walaupun ada
beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;

Piramida
Taj Mahal
Tembok Besar Cina
Menara Pisa
Kuil Angkor
Menara Eiffel
Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar,
seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari &#8220;Tujuh Keajaiban Dunia.&#8221;<br />
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang<br />
mereka pikir merupakan &#8220;Tujuh Keajaiban Dunia&#8221; saat ini. Walaupun ada<br />
beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;</p>
<ol>
<li>Piramida</li>
<li>Taj Mahal</li>
<li>Tembok Besar Cina</li>
<li>Menara Pisa</li>
<li>Kuil Angkor</li>
<li>Menara Eiffel</li>
<li>Kuil Parthenon</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar,<span id="more-636"></span><br />
seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi,<br />
sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.</p>
<p style="text-align: left;">Gadis pendiam itu menjawab, &#8220;Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena<br />
sangat banyaknya.&#8221; Sang guru berkata, &#8220;Baik, katakan pada kami apa yang<br />
kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca,  Saya pikir  &#8220;Tujuh Keajaiban</p>
<p style="text-align: left;">Dunia&#8221; adalah :</p>
<ol>
<li>Bisa melihat</li>
<li>Bisa mendengar</li>
<li>Bisa menyentuh</li>
<li>Bisa menyayangi, Dia ragu lagi sebentar dan kemudian melanjutkan …</li>
<li>Bisa merasakan</li>
<li>Bisa tertawa. Dan&#8230;</li>
<li>Bisa mencintai</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk<br />
melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya &#8220;keajaiban&#8221;. Sementara<br />
kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita<br />
menyebutnya sebagai &#8220;biasa&#8221;. Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala<br />
hal yang betul betul ajaib dalam kehidupan anda.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/tujuh-keajaiban-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kisah Kehidupan</title>
		<link>http://pengharapan.com/sebuah-kisah-kehidupan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/sebuah-kisah-kehidupan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 01:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berjudi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kepedulian]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mencopet]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi &#8220;setan atau malaikat&#8221; (John Scheffer)
Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya.Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi &#8220;setan atau malaikat&#8221; (John Scheffer)</p>
<p>Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya.Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? <span id="more-615"></span><br />
Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya? Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua.</p>
<p>Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.</p>
<p>Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk. Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya,atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi di zaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?</p>
<p>Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.</p>
<p>Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul. Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.</p>
<p>***<br />
Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu, Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.<br />
Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang. Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?</p>
<p>Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:</p>
<p>***<br />
&#8220;Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.<br />
Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras. Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.</p>
<p>Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?</p>
<p>Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.</p>
<p>Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.</p>
<p>Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet. Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.</p>
<p>Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.</p>
<p>Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.&#8221;</p>
<p>***<br />
Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.<br />
Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja. Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.</p>
<p>Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.</p>
<p>Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya. Yuni menghampiri saya dan bilang, &#8220;Mama, saya bangga jadi anak Mama.&#8221; Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/sebuah-kisah-kehidupan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

