Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa.

Sepasang Kaos Kaki

Menjadi “sama dan serupa” atau dengan panggilan “cool”, trendy dengan remaja lain merupakan keinginan semua remaja. Saya masih ingat bagaimana sebagai seorang remaja dalam tahun 70an saya merasakan harus memiliki sepasang kaus kaki sport fesyen yang terbaru yang sedang “in”. Persoalannya, bulan lalu saya baru saja membeli sepasang kaus kaki sekolah.
Tetapi, kaus kaki sport sekarang sedang menjadi kegilaan anak-anak muda, oleh sebab itu saya menjumpai ayah meminta bantuannya.
“Ayah, Saya perlukan sedikit uang untuk kaus kaki sport”, ujar saya satu petang di bengkel di mana ayah saya bekerja sebagai mekanik.
“Nak” ayah kelihatannya terkejut.
“kaus kakimu baru berumur satu bulan, tapi mengapa kini kau perlukan kaus kaki baru?”
“Setiap orang memakai kaus kaki sport yah!” sahut ku.
——————————————————————————–
“Memanglah begitu keadaannya nak, namun untuk ayah mendapatkannya untuk mu amatlah payah” ayah diam seketika.
“Gaji ayah kecil dan sering tidak mencukupi untuk memenuhi keperluan sehari-harian” sambung ayah.
“Ayah, saya akan kelihatan seperti budak bodoh memakai kaus kaki jenis ini ” kataku sambil menunjuk kepada sepasang kaus kaki yang sedang saya pakai.
Ayah memandang dalam-dalam ke mataku.
Kemudian dia menjawab, “Begini saja, Kau pakai kaus kaki ini untuk satu hari lagi. Besok, di sekolah, perhatikan semua kaus kaki dari kawan-kawanmu. Bila selesai sekolah jika kau masih berkeyakinan bahwa kaus kakimu paling buruk jika dibandingkan dengan kawan-kawanmu, ayah akan memotong uang belanja ibumu dan membelikan sepasang kaus kaki sports”