<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; malaikat</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/malaikat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 02:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Janji</title>
		<link>http://pengharapan.com/janji.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/janji.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 00:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[botak]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, ”berapa lama lagi kamu baca koran itu? tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, ”berapa lama lagi kamu baca koran itu? tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.</p>
<p><span id="more-1349"></span></p>
<p>Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak ,nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, “boleh ayah. Akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta…” agak ragu2 sejenak… “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”</p>
<p>Aku menjawab,<br />
“Oh pasti sayang”.</p>
<p>Sindu tanya sekali lagi,<br />
“betul nih ayah?”</p>
<p>“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.</p>
<p>Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.” Sindu menjawab, “jangan khawatir ,Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”</p>
<p>Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang<br />
memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya,dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata, “permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak<br />
mungkin!” Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. Aku coba membujuk: “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.”</p>
<p>Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, “tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, “tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.” Sindu dengan menangis berkata, “ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala )untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya<br />
sendiri.”</p>
<p>Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “janji kita harus ditepati.” Secara serentak istri dan ibuku berkata, “apakah aku sudah gila?” “Tidak,” jawabku, “kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri.”</p>
<p>“Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”</p>
<p>Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya.” Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang.</p>
<p>Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “anak anda ,Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”</p>
<p>Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih.</p>
<p>Diposting oleh Andreas Alvino di http://facebook.com/pengharapan   tanggal 2 April 2012</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/janji.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malaikat Pelindung</title>
		<link>http://pengharapan.com/malaikat-pelindung.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/malaikat-pelindung.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 06:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[pelindung]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan, “Ya Tuhan, engkau akan mengirimkan aku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”. Tuhanpun menjawab, “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu, dia akan merawat dan mengasihimu.”

Si kecil [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan, “Ya Tuhan, engkau akan mengirimkan aku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”. Tuhanpun menjawab, “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu, dia akan merawat dan mengasihimu.”</div>
<div></div>
<div>Si kecil bertanya lagi, “Tapi disini disurga ini aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu sudah cukup untuk membuatku bahagia.” Tuhanpun menjawab, “Taka apa, Malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.”</div>
<div><span id="more-161"></span></div>
<div>Namun Si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?</div>
<div>Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang indah, dia akan selalu sabar berada disampingmu. Dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. Si kecil bertanya lagi, “Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu Ya Tuhan?”</div>
<div id="_mcePaste">Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu akan membimbingmu, dia akan menengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdo’a.” Lagi-lagi Si kecil menyelidik, “Namun aku mendengar disana banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”</div>
<div id="_mcePaste">Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun Sikecil kini malah menjadi sedih, “Tuhan tentu aku akan menjadi sedih jika tak melihat-Mu lagi.”</div>
<div id="_mcePaste">Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu aku akan selalu ada disisimu.”</div>
<div></div>
<div>Hening. Kedamaianpun kembali menerpa surga. Suara-suara panggilan dari bumi mulai sayup-sayup terdengar. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama dari malaikat pelingdungku itu…”</div>
<div id="_mcePaste">Tuhan kembali menjawab, “Nama malaikatmu itu tak begitu penting… Hanya saja kamu akan sering menyebutnya dengan panggilan: Ibu…”</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/malaikat-pelindung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Ayam &amp; Sapi</title>
		<link>http://pengharapan.com/kisah-ayam-sapi.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kisah-ayam-sapi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 08:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang kaya yg baru saja mati sedang antri masuk neraka. Sambil nongkrong, ia ngobrol2 sama Malaikat penjaga gerbang neraka. &#8220;Wahai malaikat, kenapa sih orang2 pada ngatain gua pelit, bahkan gua dibilanq kikir segala sampe musti masuk neraka. apa nggak salah tuh TUHAN nyemplungin gua kesini? bukankah menjelang kematianku, aku sudah membagi warisanku untuk yayasan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Ada orang kaya yg baru saja mati sedang antri masuk neraka. Sambil nongkrong, ia ngobrol2 sama Malaikat penjaga gerbang neraka. &#8220;Wahai malaikat, kenapa sih orang2 pada ngatain gua pelit, bahkan gua dibilanq kikir segala sampe musti masuk neraka. apa nggak salah tuh TUHAN nyemplungin gua kesini? bukankah menjelang kematianku, aku sudah membagi warisanku untuk yayasan sosial, rumah2 ibadah &amp; panti2 asuhan?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Malaikat penjaga neraka cuman senyum2 geli &amp; menjawab &#8220;Gini aja deh, kalo kamu penasaran, gua mau kasih cerita dikit tentang Ayam &amp; Sapi.&#8221; Sapi binatang yang begitu populer, sementara ayam begitu dengki dengannya. Suatu hari ayam tak tahan lagi &amp; ngomel2 ke­ sapi. Heh sapi, orang bicara tentang kamu begitu manis tentang kelembutanmu &amp; matamu yang begitu memancarkan penderitaan.&#8221; kata ayam pada sapi dengan dongkol. &#8220;orang mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim &amp; susu. Bagaimana dengan aku, hah? Aku memberi daging ayam, aku memberi bulu2ku buat kemoceng, bahkan mereka memasak &amp; membuat sup dengan kakiku untuk kaldu? Tapi kenapa justru kamu yg disanjung2? Kenapa?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-102"></span></div>
<div>Sapi dg tenang menjawab.&#8221;Hmmm, Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Dieennkkkkk !!! mendengar cerita itu, si-kaya pun menyesal sekali.</div>
<div id="_mcePaste">Semasa kecil, saya sering ingin tahu bagaimana cara jadi orang kaya. Setelah saya dewasa &amp; bertemu serta belajar dari para pebisnis yg berhasil, maka saya mengamati bahwa hampir semua orang kaya yang menikmati &amp; mensyukuri hidupnya selalu melakukan satu hal sepele yg ternyata amat penting. Dlm Islam, Kristen, Buddha, dsb, satu hal penting itu disebut Zakat, Infaq, Perpuluhan, Persembahan Syukur, dll, dsb. Namanya macam2. Namun inti dari semuanya rtu adalah sama, yaitu : Memberi !!!</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Tahukah anda bahwa perusahaan pasta gigi Colgate-Amerika, mendonasi 90% penghasilannya untuk amal?Tahukah anda pengusaha2 papan atas yg sangat berhasil rata2 rnenyisihkan uangnya utk sosial, yatim piatu, rumah2 ibadah, dsb.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saya percaya bahwa &#8220;Memberi&#8221; itu akan mendatangkan Berkah berlipat ganda. Masalahnya hanyalah, kapan anda memberikannya? seperti sapi atau ayam? semasa hidup atau sesudah semua terlambat karena didahului maut &amp; anda menyesalinya di gerbang neraka?</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kisah-ayam-sapi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

