<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; masalah</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/masalah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pantangan dan Pikiran</title>
		<link>http://pengharapan.com/pantangan-dan-pikiran.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/pantangan-dan-pikiran.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 00:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[pantangan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang murid shaolin sedang berjalan di hutan dengan seorang gurunya.  Di tengah perjalanan, ada seorang wanita cantik yang hendak menyeberang  sungai yang cukup dalam, namun takut karena tidak bisa berenang dan  takut tenggelam. Sang guru lalu menawarkan diri untuk menggendong  wanita tersebut menyeberangi sungai. Lalu mereka menyeberangi sungai  dengan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada seorang murid shaolin sedang berjalan di hutan dengan seorang gurunya.  Di tengah perjalanan, ada seorang wanita cantik yang hendak menyeberang  sungai yang cukup dalam, namun takut karena tidak bisa berenang dan  takut tenggelam. Sang guru lalu menawarkan diri untuk menggendong  wanita tersebut menyeberangi sungai. Lalu mereka menyeberangi sungai  dengan muridnya mengikuti di belakang mereka. Sang murid berkata  dalam hati, &#8220;Guru yg begitu saya kagumi, ternyata masih suka wanita.  Ia melanggar pantangan shaolin, huhh..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampai di seberang sungai,  sang guru menurunkan wanita itu, lalu ia dan muridnya melanjutkan  perjalanan, seolah tak ada apa-apa. Setelah beberapa jam berlalu,  sang guru tetap bertingkah seolah-olah tak terjadi apa-apa, ia tak  menjelaskan apapun pada muridnya perihal kejadian tadi. Sang murid  yang sepanjang perjalanan masih memikirkan hal tersebut, akhirnya tidak  tahan dan berkata pada gurunya, &#8220;Guru, aku sangat menghormati engkau.  Karena kau adalah panutanku. Namun kenapa engkau melanggar pantangan  shaolin di depan mataku?&#8221; Sang guru hanya tersenyum &#8220;Apa maksudmu?  Aku tidak melanggar pantangan apapun.&#8221; Sang murid makin emosi melihat  gurunya bersikap seperti tak bersalah, &#8220;Engkau tadi menggendong  wanita cantik itu ke seberang sungai kan? Itukan melanggar  pantangan!&#8221;<span id="more-1194"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sang guru tertawa terbahak-bahak dan berkata, &#8220;Di mataku  ia bukan wanita cantik. Aku memandang dia sebagai seorang yang butuh  pertolongan, lalu aku menolongnya. Lagipula aku hanya menggendongnya  sampai seberang sungai, hanya beberapa menit. Namun kau membawanya  dalam pikiranmu berjam-jam. Lalu siapa sebenarnya yang melanggar  pantangan?&#8221; Sang murid pun memahami dan meminta maaf kepada gurunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman,  kadangkala kita memandang segala masalah hidup sebagai sesuatu yang  teramat berat. Semakin kita pikirkan masalah itu akan semakin berat.  Cobalah kita mengangkat sebilah besi, 1/2 jam mungkin tidak terasa  berat, tapi bagaimana kalau 1/2 hari? Apakah masih terasa tidak  berat? Pernahkah Anda berpikir, bahwa sebenarnya masalah utama ada di  pikiran Anda, dan di cara Anda berpikir? Seperti kisah di atas..</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/pantangan-dan-pikiran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jembatan Harapan</title>
		<link>http://pengharapan.com/jembatan-harapan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/jembatan-harapan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 00:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[melangkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1181</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Nathalia Sunaidi
Sore itu perasaan Gedok sedang sangat kelam. Sepulang dari kerja ia langsung menyelonong masuk ke rumah dan berbaring di ranjangnya. Bagaimana perasaannya tidak kelam, dia sedang menanggung hutang ratusan juta rupiah!?!
Setahun yang lalu dia meminjam uang kepada beberapa relasi dekatnya. Bunga dari pinjaman tersebut dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Gedok menggunakan uang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Penulis : Nathalia Sunaidi</p>
<p style="text-align: justify;">Sore itu perasaan Gedok sedang sangat kelam. Sepulang dari kerja ia langsung menyelonong masuk ke rumah dan berbaring di ranjangnya. Bagaimana perasaannya tidak kelam, dia sedang menanggung hutang ratusan juta rupiah!?!</p>
<p>Setahun yang lalu dia meminjam uang kepada beberapa relasi dekatnya. Bunga dari pinjaman tersebut dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Gedok menggunakan uang tersebut untuk membuka sebuah cafe. Bisnisnya berjalan lancar sekali, pengunjung cafe tersebut semakin banyak dan dia terus menambah fasilitas cafe-nya untuk menarik pengunjung lebih banyak lagi.</p>
<p>&#8220;Saat ini uang laba masih saya putar untuk mengembangkan cafe.&#8221; kata Gedok pada temannya yang waktu itu bertanya mengapa Gedok tidak membeli mobil. Tapi tiba-tiba sebulan yang lalu cafe itu terbakar habis. Ludes semua! Bahkan Gedok masih harus membayar beberapa perabot yang baru saja diantarkan minggu sebelumnya. Gedok panik dan takut tidak bisa membayar hutangnya pada kerabatnya. &#8220;Tidak enak hati. Tapi saya harus katakan saya belum bisa membayar hutang-hutang saya. Entah kapan bisa membayarnya, saya sama sekali tidak punya uang!&#8221; panik Gedok dalam hati.</p>
<p>Gedok adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan asing. Gajinya sedang-sedang saja, justru karena itulah ia membuka bisnis cafe untuk meningkatkan taraf hidupnya. Tapi ternyata musibah kebakaran itu terjadi. Rasa gundah tentang bagaimana caranya bisa membayar hutang-hutangnya menghantui setiap menit hari-harinya. Menyiksa! Bahkan niatan bunuh diri sempat terlintas di benaknya. Dalam keadaan setengah tidur dan setengah sadar, Gedok merasakan dirinya berada di sebuah pantai yag indah. &#8220;Sungguh, padahal saya waktu itu sedang tidur-tiduran di ranjang saya!&#8221; cerita Gedok pada pacarnya. &#8220;Saya berdiri membelakangi lautan yang sedang tenang di suasana sore hari yang teduh.<br />
<span id="more-1181"></span><br />
Tiba-tiba di hadapan saya berdiri banyak orang dalam formasi setengah lingkaran. Mereka terlihat begitu damai dan berwibawa. Ada yang memakai jubah putih panjang dengan jenggot dan rambut putih, ada yang memakai jas seperti seragam jenderal, ada wanita yang seperti peri, pokoknya mereka terlihat seperti malaikat yang ada di film-film! Dan mereka semua memandangi saya dengan senyum yang kalau kamu lihat akan membuat kamu damai.&#8221; lanjut cerita Gedok pada pacarnya. Gedok mengatakan seolah mereka sudah mengetahui permasalahan yang terjadi dalam hidup Gedok. Kemudian mereka berkata pada Gedok sambil menunjuk ke arah kanan atas, &#8220;Lihatlah ke lembah impian yang tercapai&#8230;&#8221; Lalu Gedok melihat ke sisi kirinya, &#8220;Di atas lembah di sebelah kiri langsung muncul gambaran film. Dan yang menjadi layarnya yang lebar itu adalah langit biru yang teduh.</p>
<p>Di film itu saya melihat saya sedang duduk di sebuah kantor. Mereka berkata &#8211; &#8220;Itulah kamu sedang berada di kantor pribadi kamu. Kamu adalah pemilik beberapa cabang cafe yang tersebar di seluruh kota.&#8221; &#8211; Saya bilang ke mereka boro-boro saya menjadi pemilik perusahaan itu, toh sekarang saya sedang dililit hutang dan tidak tahu kapan bisa membayarnya.&#8221; Kemudian para malaikat itu menunjukkan gambar-gambar lainnya. &#8220;Lalu saya melihat kamu di layar itu. Kamu sedang mengajar di hadapan para mahasiswa. Kamu terlihat sangat percaya diri dan menguasai materi yang kamu bawakan. Setelah itu saya melihat gambar ayah yang sedang mengawasi sebuah supermarket. Kemudian ada gambar ibu tapi tubuh ibu terlihat begitu langsing dan dia sedang mengelola sebuah restoran.&#8221;</p>
<p>Para malaikat mengatakan, &#8220;Itulah masa depan kalian, impian yang tercapai.&#8221; Gedok menjawab, &#8220;Tapi sekarang ayah saya hanya memiliki toko sederhana. Tiap malam ia hanya menonton TV dan tertidur di sofa sampai acara TV selesai. Ibu saya gemuk lagipula ia hanya ibu rumah tangga yang sekali-kali membantu ayah di toko. Sedangkan saya saat ini sedang terlilit hutang, entah bisa bangkit atau tidak. Mana mungkin itu adalah masa depan kami?&#8221; Tiba-tiba muncul sebuah pijakan di depan Gedok diikuti siluet jembatan melengkung yang mengarah ke lembah impian yang tercapai. &#8220;Kebanyakan dari kalian tidak pernah melanjutkan hidup. Kalian hanya terpaku di tempat. Atau bahkan kalian membuat jembatan ke arah yang berlawanan. Ayah dan ibu kamu membangun jembatan ke arah yang berlawanan.</p>
<p>Coba kamu renungkan apa yang mereka selalu utarakan?&#8221; tanya salah seorang malaikat berjenggot putih pada Gedok. &#8220;Ayah sering bilang rejeki sudah dipatok dan mustahil dia menjadi kaya karena orang tuanya dulu pun mengatakan hal yang sama.&#8221; Lalu muncul gambaran ayahnya di samping Gedok dengan pijakan-pijakan jembatan yang mengarah ke arah sebaliknya. &#8220;Kamu lihat kan, pikiran dan ucapan ayah kamu membuat jembatan ke arah yang berlawanan? Begitu juga yang terjadi dengan ibumu, dia tidak pernah mengembangkan potensinya. Makanya jembatan mereka mengantar mereka ke kehidupan sekarang ini, bukan ke masa depan yang semestinya menjadi potensi mereka.</p>
<p>Sedangkan kamu hanya terpaku di tempatmu saja. &#8220;Bagaimana lagi? Saya sudah tidak tahu lagi harus ngapain. Sudah ludes semua!&#8221;. &#8220;Buatlah harapan. Harapan akan membuat kamu tetap hidup. Saat ini apa yang paling kamu harapkan?&#8221; &#8220;Saya hanya berharap saya bisa berbicara dengan baik-baik dengan kerabat saya dan menegosiasikan perpanjangan waktu untuk membayar hutang-hutang saya.&#8221; Tiba-tiba muncul sebuah pijakan di hadapan Gedok. &#8220;Apa ini?&#8221; tanya Gedok. &#8220;Jembatan harapan mulai terbangun. Jembatan ini terbuat dari harapan. Dan harapan akan membuat kamu tetap hidup.&#8221; Kemudian Gedok terbangun dengan masih terngiang kata <strong>&#8220;Harapan akan membuat kamu tetap hidup&#8221;</strong> di pikirannya. &#8220;Saya bermimpi, tapi mimpi itu nyata banget!&#8221; kata Gedok menutup percakapannya dengan pacarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
====================================================</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hidup kadang kita dihadapkan pada situasi yang membuat kita depresi dan sangat tertekan. Di saat seperti itu seolah tidak ada jalan keluar yang bisa ditemukan. Maka kata bunuh diri bisa terngiang di pikiran dan terdengar menjadi satu-satunya solusi. Tapi ada satu hal yang perlu kita ingat, di hadapan kita selalu terdapat berbagai potensi masa depan terbaik yang bisa kita capai dalam hidup ini. Jika saya memprogresi para klien saya ke masa depan mereka, mereka akan melihat potensi masa depan mereka begitu mengagumkan.</p>
<p>Dan masa depan yang dimunculkan oleh alam bawah sadar itu adalah masa depan yang sangat mungkin diraih karena itu merupakan projection dari segala potensi/talenta yang ada di dalam diri kita. Ada sebuah cerita ilustrasi di mana seorang anak perempuan remaja selalu melihat gambaran-gambaran yang tersorot dari dahi setiap orang. Anak perempuan itu kemudian menanyakan hal tersebut pada mamanya, &#8220;Ma, apa sih gambaran-gambaran yang selalu aku lihat di depan dahi setiap orang?&#8221; Jawab mamanya, &#8220;Oh, itu adalah masa depan mereka yang tercipta dari pikiran, ucapan dan tindakan mereka. Tapi nak, coba kamu lihat gambaran-gambaran yang ada di atas kepala mereka.</p>
<p>Itulah masa depan terbaik yang semestinya bisa mereka raih. Kamu lihat di dahi pemuda itu tersorot dia akan meninggal akibat HIV/AIDS karena kemarin dia baru saja berhubungan seksual dengan salah seorang wanita pengidap HIV+ yang dia temui di pesta. Padahal kamu lihatkan, di atas kepalanya ada gambaran dia sedang memandang gedung pencakar langit miliknya yang dia namakan sesuai namanya?&#8221;</p>
<p>Selalu ada potensi masa depan terbaik yang sedang terbentang di hadapan kita yaitu di lembah impian yang tercapai. Dan impian itu bisa kita capai dengan membangun jembatan harapan langkah demi langkah. Pacar saya, Gunawan, mengatakan jembatan harapan itu adalah planning yang kita buat dalam meraih goal kita. Tapi saya lebih suka menyebut jembatan itu adalah harapan-harapan yang kita buat dimulai dari posisi kita sekarang sampai ke impian terindah kita. (Bisakah Anda melihat perbedaan pola pikir kami?)</p>
<p>Gunawan adalah dominan otak kiri yang selalu merasionalkan segala hal dan saya adalah dominan otak kanan yang selalu mengikuti hati dan keindahan). &#8220;Apa pun boleh hilang. Asal jangan hilang harapan&#8221; (kata-kata ini saya kutip dari kartu nama seorang guru spiritual yang saya kagumi dan saya menambahkan) karena harapan membuat kita tetap hidup. www.nathaliainstitute.com</p>
<p>dari http://www.andriewongso.com/awartikel-1273-Artikel_Tetap-Jembatan_Harapan</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/jembatan-harapan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Bersalah</title>
		<link>http://pengharapan.com/tak-bersalah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/tak-bersalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 00:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[menyalahkan]]></category>
		<category><![CDATA[tak bersalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Aku baru masuk kuliah saat bertemu dengan Keluarga White. Mereka sangat berbeda dengan keluargaku, namun aku langsung merasa betah bersama mereka. Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya menyambutku-orang luar-seperti sepupu jauh.
Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting. “Siapa yang melakukan ini?” ibuku membentak melihat dapur berantakan. “lni semua salahmu, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku baru masuk kuliah saat bertemu dengan Keluarga White. Mereka sangat berbeda dengan keluargaku, namun aku langsung merasa betah bersama mereka. Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya menyambutku-orang luar-seperti sepupu jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting. “Siapa yang melakukan ini?” ibuku membentak melihat dapur berantakan. “lni semua salahmu, Katharine,” ayahku berkeras jika kucing berhasil keluar rumah atau mesin cuci piring rusak. Sejak kami kecil, aku dan saudara-saudaraku saling mengadu. Kami menyiapkan kursi untuk si Terdakwa di meja makan. Tapi Keluarga White tidak mencemaskan siapa berbuat apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka merapikan yang berantakan dan melanjutkan hidup mereka. Indahnya hal ini kusadari penuh pada musim panas ketika Jane meninggal.<br />
<span id="more-1116"></span><br />
Keluarga White memiliki enam anak: tiga lelaki, tiga perempuan. Satu putranya meninggal saat masih kecil, mungkin karena itulah kelima yang tersisa menjadi dekat. Di bulan Juli, aku dan tiga putri White memutuskan berjalan-jalan naik mobil dari rumah mereka di Florida ke New York. Dua yang tertua, Sarah dan Jane, adalah mahasiswa, dan yang terkecil, Amy, baru menginjak enam belas tahun. Sebagai pemilik SIM baru yang bangga, Amy gembira ingin melatih keterampilan mengemudinya selama perjalanan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan tawanya yang lucu, ia memamerkan SIM-nya kepada siapa saja yang ditemuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua kakaknya ikut mengemudikan mobil pada bagian pertama perjalanan, tapi saat mereka tiba di daerah yang berpenduduk jarang, mereka membolehkan Amy mengemudi. Di suatu tempat di South Carolina, kami keluar dari jalan tol untuk makan. Setelah makan, Amy mengemudi lagi. Ia tiba di perempatan dengan tanda stop untuk mobil dari arah kami. Entah ia gugup atau tidak memperhatikan atau tidak melihat tandanya tak akan ada yang tahu. Amy terus menerjang perempatan tanpa berhenti. Pengemudi trailer semi-traktor besar itu tak mampu mengerem pada waktunya, dan menabrak kendaraan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Jane langsung meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku selamat hanya dengan sedikit memar. Hal tersulit yang kulakukan adalah menelepon Keluarga White dan memberitakan kecelakaan itu dan bahwa Jane meninggal. Sesakit apa pun perasaanku kehilangan seorang sahabat, aku tahu bagi mereka jauh lebih pedih kehilangan anak. Saat suami-istri White tiba di rumah sakit, mereka mendapatkan dua putri mereka di sebuah kamar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala dibalut perban; kaki Amy digips. Mereka memeluk kami semua dan menitikkan air mata duka dan bahagia saat melihat putri mereka. Mereka menghapus air mata kedua putrinya dan menggoda Amy hingga tertawa sementara ia belajar menggunakan kruknya. Kepada kedua putri mereka, dan terutama kepada Amy, berulang-ulang mereka hanya berkata,</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami gembira kalian masih hidup.”</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tercengang. Tak ada tuduhan. Tak ada tudingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, aku menanyakan Keluarga White mengapa mereka tak pernah membicarakan fakta bahwa Amy yang mengemudi dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Bu White berkata, “Jane sudah tiada, dan kami sangat merindukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada yang dapat kami katakan atau perbuat yang dapat menghidupkannya kembali. Tapi hidup Amy masih panjang. Bagaimana ia bisa menjalani hidup yang nyaman dan bahagia jika ia merasa kami menyalahkannya atas kematian kakaknya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka benar. Amy lulus kuliah dan menikah beberapa tahun yang lalu. Ia bekerja sebagai guru sekolah anak luar biasa. Putrinya sendiri sudah dua, yang tertua bernama Jane. Aku belajar dari Keluarga White bahwa menyalahkan sebenarnya tidak penting. Bahkan, kadang-kadang, tak ada gunanya sama sekali.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/tak-bersalah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Keledai</title>
		<link>http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 01:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[keledai]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[melangkah]]></category>
		<category><![CDATA[menggoncangkan]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<category><![CDATA[pijakan]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.</p>
<p>Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.<br />
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.<span id="more-1025"></span><br />
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.<br />
Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !</p>
<p>Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari &#8217;sumur&#8217; (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari &#8217;sumur&#8217; dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.</p>
<p>Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari &#8217;sumur&#8217; yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !<br />
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!<br />
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :</p>
<ol>
<li>Bebaskan dirimu dari kebencian</li>
<li>Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan</li>
<li>Hiduplah sederhana</li>
<li>Berilah lebih banyak</li>
<li>Berharaplah lebih sedikit</li>
<li>Tersenyumlah</li>
</ol>
<p>Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.</p>
<p><strong>GUNCANGKANLAH !!!!</strong></p>
<p>&#8220;Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !&#8221;</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/belajar-dari-keledai.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmat</title>
		<link>http://pengharapan.com/hikmat.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hikmat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 01:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hikmat]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[memecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[memuaskan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=997</guid>
		<description><![CDATA[Hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Karena bagi orang bijak hati berpikir sedikit keras dibandingkan otak.&#8221;
Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President &#38; CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?
Kini usianya sudah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Karena bagi orang bijak hati berpikir sedikit keras dibandingkan otak.&#8221;</p>
<p>Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President &amp; CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?</p>
<p>Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana. Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.<br />
<span id="more-997"></span><br />
Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis. Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.</p>
<p>Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri. Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya. Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam. Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.</p>
<p>Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilihan Anda menggantikan sang patriarch menjadi President &amp; CEO? Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu. Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender. Bagaimana jalan keluarnya? Konsultan angkat tangan. Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah.</p>
<p>Lalu dipanggilnya ketiga anaknya. Dibentangkannya persoalan secara gamblang. Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga. Dialog pun dimulai. Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.</p>
<p>&#8220;Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku,&#8221; kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut. Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian. &#8220;Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku,&#8221; katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. &#8220;Budget maksimum Rp1juta,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya. Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.</p>
<p>&#8220;Bagus, besok giliranmu,&#8221; kata si ayah kepada anak keduanya. Dua puluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styrofoam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.</p>
<p>&#8220;Oke, besok giliranmu,&#8221; kata sang patriarch menunjuk putrinya.Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong. &#8220;Lho, kok kosong?&#8221; tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja. Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.</p>
<p>&#8220;Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari,&#8221; katanya kalem. Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.<br />
Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation. Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak. Dari dulu botak memang ciri orang pintar. Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hikmat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu Besar</title>
		<link>http://pengharapan.com/batu-besar.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/batu-besar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 01:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[batu besar]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kerikil]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[pasir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA.
Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, &#8220;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&#8221;
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA.<br />
Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, &#8220;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&#8221;<br />
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.<br />
Ia bertanya pada kelas, &#8220;Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?&#8221;<br />
Semua mahasiswa serentak berkata, &#8220;Ya!&#8221;<br />
Dosen bertanya kembali, &#8220;Sungguhkah demikian?&#8221;<span id="more-895"></span></p>
<p>Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu.<br />
Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, &#8220;Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&#8221;<br />
Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, &#8220;Mungkin tidak.&#8221;<br />
&#8220;Bagus sekali,&#8221; sahut dosen.</p>
<p>Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.<br />
Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, &#8220;Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&#8221;<br />
&#8220;Belum!&#8221; sahut seluruh kelas.<br />
Sekali lagi ia berkata, &#8220;Bagus. Bagus sekali.&#8221;<br />
Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.</p>
<p>Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, &#8220;Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?&#8221;<br />
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, &#8220;Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.&#8221;<br />
&#8220;Oh, bukan,&#8221; sahut dosen, &#8220;Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa:<br />
Bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.&#8221;<br />
Apa yang dimaksud dengan &#8220;batu besar&#8221; dalam hidup anda?</p>
<ul>
<li> Anak-anak anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Pasangan anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Pendidikan anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Hal-hal yang penting dalam hidup anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Mengajarkan sesuatu pada orang lain</li>
</ul>
<ul>
<li> Melakukan pekerjaan yang kau cintai</li>
</ul>
<ul>
<li>Waktu untuk diri sendiri</li>
</ul>
<ul>
<li> Kesehatan anda</li>
</ul>
<ul>
<li> Teman anda</li>
</ul>
<p>Ingatlah untuk selalu memasukkan &#8220;Batu Besar&#8221; pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.<br />
Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri: &#8220;Apakah &#8216;Batu Besar&#8217; dalam hidup saya?&#8221; Lalu kerjakan itu pertama kali.<br />
<strong>NIAT BAIK JANGAN DITUNDA.</strong></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/batu-besar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Letak Kekuatan</title>
		<link>http://pengharapan.com/letak-kekuatan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/letak-kekuatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 01:18:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[kedamaian]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemah lembutan]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesetiaan]]></category>
		<category><![CDATA[letak]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[murah hati]]></category>
		<category><![CDATA[penguasaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah
orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan
diri sendiri.
Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang tertawa gembira adalah orang
yang kuat, karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.
Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai
bahagia adalah orang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah<br />
orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan<br />
diri sendiri.</p>
<p>Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang tertawa gembira adalah orang<br />
yang kuat, karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai<br />
bahagia adalah orang yang kuat, karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak<br />
mudah diombang-ambingkan.<span id="more-740"></span><br />
Ada kekuatan di dalam kesabaran, dan orang yang sabar adalah orang yang<br />
kuat, karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa<br />
disakiti.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang<br />
kuat, karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan<br />
yang baik bagi sesamanya.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat,<br />
karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat<br />
karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya<br />
kepada Allah dan sesama.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah<br />
orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri<br />
adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengendalikan segala nafsu<br />
keduniawian.</p>
<p>Disitulah semua letak-letak dimana Kekuatan Sejati berada&#8230;.</p>
<p>Dan sadarlah bahwa kalian juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi<br />
segala masalah kalian. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/letak-kekuatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reach Your Dream</title>
		<link>http://pengharapan.com/reach-your-dream.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/reach-your-dream.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 01:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[berkorban]]></category>
		<category><![CDATA[Charles Darrow]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[Esther]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[kenyataan]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[menciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[merancang]]></category>
		<category><![CDATA[mewujudkan]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda berusia dua puluh tahunan bermimpi suatu hari nanti ia menjadi seorang jutawan. Ia sepenuhnya sadar bahwa impian adalah sesuatu yang mampu membangkitkan motivasi dan memberikan arah bagi kehidupan setiap insan. Impian ini kemudian disampaikannya kepada sang kekasih. Beberapa waktu kemudian mereka menikah.
Sayangnya tidak lama kemudian terjadi krisis ekonomi yang parah. Masa depresi besar [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemuda berusia dua puluh tahunan bermimpi suatu hari nanti ia menjadi seorang jutawan. Ia sepenuhnya sadar bahwa impian adalah sesuatu yang mampu membangkitkan motivasi dan memberikan arah bagi kehidupan setiap insan. Impian ini kemudian disampaikannya kepada sang kekasih. Beberapa waktu kemudian mereka menikah.</p>
<p>Sayangnya tidak lama kemudian terjadi krisis ekonomi yang parah. Masa depresi besar tiba! Pasangan ini kemudian mengalami berbagai peristiwa menyedihkan dalam kehidupan mereka. Mulai dari kehilangan pekerjaan dan mobil, rumah yang digadaikan hingga tabungan yang kian menipis dari hari ke hari. Sang pemuda ini mengalami frustrasi luar biasa. Ia kerap duduk termenung seorang diri. Ia bahkan menyarankan agar istrinya meninggalkan dia. Ia merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik. Ia merasa telah gagal dalam hidupnya.</p>
<p>Siapa menduga sang istri justru tidak kehilangan harapannya sedikit pun? Sang istri yang penuh kasih sayang ini selalu dekat dan menguatkannya. Dengan tidak bosan-bosannya ia meyakinkan sang suami bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati dan mereka pasti bisa mencapainya bersama-sama suatu hari kelak. “Suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita itu tetap hidup,” katanya berulang kali kepada sang suami. “Tetap hidup?” jawab sang suami, “Impian kita telah mati! Kita telah gagal!”<span id="more-633"></span></p>
<p>Sang istri tetap tidak mau percaya bahwa impian itu telah mati. Ia bahkan sama sekali tidak bersedia untuk mengubur impian tersebut! Untuk tetap menjaga kehidupan impian tersebut ia mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali selesai makan malam.</p>
<p>Waktu terus berlalu dan mereka masih saja melakukan kegiatan yang sama hingga suatu hari sang suami mendapatkan sebuah ide brilian: menciptakan permainan uang. Yakni barang-barang apa saja yang akan dibeli jika seseorang memiliki “uang”, misalnya tanah, rumah, gedung, dsb. Gagasan ini terus mereka matangkan. Mereka menambahkan papan permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil, dsb. Bisakah Anda menebak permainan apakah ini? Ya, tepat! Permainan itu bernama monopoli. Ya, begitulah cerita bagaimana Charles Darrow dan istrinya, Esther menciptakan permainan tersebut. Permainan ini kemudian dijual kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar dan impian jadi jutawan pun terwujud!</p>
<p>Cerita ini sungguh menggugah hati saya. Betapa tidak, dalam hidup ini tidak banyak orang yang bisa dengan teguh memegang impian mereka. Terkadang impian itu menjadi “layu sebelum berkembang”. Kasihan sekali! Banyak orang yang tahu bahwa impian kerap menjadi awal perjuangan untuk mewujudkan hari esok yang lebih baik namun sayangnya banyak juga yang belum berani bermimpi. Padahal bermimpi itu gratis. Bermimpi itu hak setiap manusia. Lagipula, bermimpi bukanlah tindakan kriminal.</p>
<p>Ada juga kelompok orang yang berani bermimpi namun enggan berkorban untuk mewujudkan impiannya tersebut. Dalam berbagai seminar atau training saya sering mengatakan, “Jika Anda tidak bersedia berkorban maka lupakan saja impian Anda. Semakin besar impian Anda maka semakin besar pula pengorbanan yang harus Anda lakukan.”</p>
<p>Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya agar impian kita dapat menjadi kenyataan? Berdasarkan pengalaman pribadi dan dari apa yang saya pelajari ada sejumlah tahap penting yang diperlukan agar sebuah impian dapat menjadi kenyataan. Pertama, perjelas impian Anda. Buatlah impian Anda menjadi sebuah target dan tuliskan. Anda harus bisa membayangkan dalam pikiran Anda impian Anda tersebut.</p>
<p>Orang sering mengatakan jadikan target Anda itu memiliki unsur <strong>S.M.A.R.T.</strong> S=specific (buatlah sespesifik mungkin), M=measurable (dapat diukur atau ada angkanya. Misalnya pengen punya uang berapa rupiah atau mobil dengan harga berapa), A=achievable (dapat diraih. Buktinya sudah ada orang yang meraihnya saat ini), R=realistic (realistis, artinya sesuai dengan sumber daya yang saat ini Anda miliki atau masih dalam kendali Anda, bukan orang lain) dan T=time bound (ada batas waktunya, artinya kapan Anda ingin itu terwujud).</p>
<p>Kedua, coba tuliskan manfaat yang bisa didapatkan jika impian itu terwujud. Sebaiknya manfaat itu bukan hanya bagi diri Anda sendiri melainkan juga bagi orang yang paling Anda cintai, orang-orang di sekitar Anda dan sesama lainnya. Semakin besar manfaat yang bisa Anda peroleh maka Anda akan semakin bersemangat dalam menggapainya. Apalagi jika kita sadar nama Tuhan akan semakin dimuliakan jika impian itu terwujud.</p>
<p>Ketiga, doakan impian Anda tersebut. Mintalah bantuan Tuhan sebab bagaimana pun kerasnya kita bekerja akan sia-sia jika Sang Sumber Segala Rahmat tidak memberkatinya. Terkadang impian kita tidak kunjung terwujud karena bertentangan dengan kehendak-Nya atau memang belum waktunya. Untuk itu, usahakan Anda meluangkan waktu yang cukup sehingga dapat berkomunikasi dengan-Nya mengenai impian Anda ini.</p>
<p>Keempat, identifikasi semua masalah atau hambatan yang kiranya akan Anda hadapi dalam rangka mewujudkan impian tersebut. Kelima, identifikasi orang, kelompok orang atau organisasi yang kiranya dapat membantu Anda mewujudkan impian tersebut. Barangkali Anda akan mendapatkan ada orang, kelompok atau organisasi yang dapat bersinergi dengan Anda bahkan bisa jadi mereka memiliki impian yang sama sehingga Anda bisa bekerja sama dengan mereka.</p>
<p>Keenam, identifikasi pengetahuan dan ketrampilan apa saja yang sangat Anda perlukan dalam upaya untuk meraih impian tersebut. Barangkali Anda harus membaca buku-buku tertentu, mengikuti kursus, seminar atau training. Jangan ragu untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Les Brown pernah berkata, “To achieve something you have never achieved before, you must become someone you have never been before.” Ya, untuk mencapai sesuatu yang belum pernah Anda capai Anda harus menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya.</p>
<p>Ketujuh, buatlah plan of action yakni langkah-langkah yang akan Anda tempuh. Kedelapan: action. Tanpa action, Anda hanya akan menjadi anggota organisasi terlarang bagi orang-orang yang ingin sukses yakni NADO (no action dream only). Kesembilan, jaga sikap mental Anda. Tetaplah berpikir positif dan beranilah bangkit dari kegagalan. Ingatlah bahwa sikap positif akan menarik sukses semakin dekat kepada diri Anda! Kesepuluh, evaluasi secara kontinyu langkah Anda. Sekiranya diperlukan perubahan, jangan ragu untuk melakukannya. Jangan kaku! Bersikaplah fleksibel dalam soal cara atau metode.</p>
<p>Perkenankanlah saya menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah nasihat yang sangat berharga dari Dr. Benjamin Mays, “Perlu sekali menumbuhkan dalam pikiran kita pendapat bahwa berbagai tragedi dalam kehidupan tidak boleh menjadi alasan tidak tercapainya impian kita. Tragedi apapun jangan sampai menjadi alasan impian kita tidak tercapai. Mati dengan impian yang tidak tercapai bukanlah suatu bencana, namun tidak mempunyai impian sama sekali adalah sebuah malapetaka. Tidak bisa menggapai bintang bukanlah sesuatu yang memalukan namun tidak mempunyai keinginan menggapai bintang sangatlah memalukan. Kegagalan itu biasa tapi tidak punya kemauan itu kekeliruan besar!”</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/reach-your-dream.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepiting Marah</title>
		<link>http://pengharapan.com/kepiting-marah.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kepiting-marah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 02:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[diganggu]]></category>
		<category><![CDATA[kepiting]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[meredam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 1986, saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya di sana mengajak saya memancing kepiting. 
Bagaimana cara memancing kepiting ? Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><span>Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 1986, saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya di sana mengajak saya memancing kepiting. </span></span></p>
<p><span><span style="font-size: small;">Bagaimana cara memancing kepiting ? Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang kami incar, kami mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting itu marah, dan kalau itu berhasil maka kepiting itu akan &#8216;menggigit&#8217; tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor kepiting gemuk yang sedang marah. <span id="more-607"></span></span></span></p>
<p><span><span style="font-size: small;">Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala. </span></span></p>
<p><span><span style="font-size: small;">Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan-nya dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat. </span></span></p>
<p><span><span style="font-size: small;">Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil. Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena : <strong>MARAH</strong>. </span></span></p>
<p><span><span style="font-size: small;">Jadi kalau kita menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka kita mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan kita </span></span></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kepiting-marah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kupu &#8211; Kupu</title>
		<link>http://pengharapan.com/kupu-kupu.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kupu-kupu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 03:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[keberanian]]></category>
		<category><![CDATA[kupu-kupu]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[memperjuangkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[When Love touch you, no one will harm you!
Dalam Kehidupan ini, ada hal-hal yang Layak untuk diperjuangkan &#38; dipertahankan. Dalam kisah nyata ini, anda akan mengerti bagaimana memperjuangkan hal-hal itu.
Ketika berjalan kaki menyusuri sebuah jalur kecil di samping pepohonan, saya melihat sebuah genangan air di depan saya. Saya mengambil keputusan untuk mengitarinya pada bagian yang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>When Love touch you, no one will harm you!<br />
Dalam Kehidupan ini, ada hal-hal yang Layak untuk diperjuangkan &amp; dipertahankan. Dalam kisah nyata ini, anda akan mengerti bagaimana memperjuangkan hal-hal itu.</p>
<p>Ketika berjalan kaki menyusuri sebuah jalur kecil di samping pepohonan, saya melihat sebuah genangan air di depan saya. Saya mengambil keputusan untuk mengitarinya pada bagian yang tidak becek. Sewaktu saya menghampiri genangan itu, tiba-tiba saya diserang !!!<br />
Saya tak menghindar karena serangan itu begitu tiba-tiba dan datang dari sumber yang sangat tak terduga. Saya terkejut namun tidak terluka sekalipun sudah diserang empat atau lima kali. Saya mundur selangkah dan penyerang saya berhenti menyerang. Penyerang itu melayang di udara; dia adalah seekor kupu-kupu dengan sayapnya yang indah. Andai saya terlukapun saya tak akan menganggap kejadian itu menakjubkan. <span id="more-524"></span>Tentu saja saya tidak terluka, dan saya tertawa melihatnya. Seekor kupu-­kupu menyerang saya??? hahahaha betapa lucunya, kupu2 kecil itu menyerang saya<br />
Setelah berhenti tertawa, saya melangkah maju lagi. Kupu2 penyerang kembali menyerang saya. Ia menabrakkan dirinya pada dada saya, menyerang saya berkali-kali dengan segenap kekuatannya, berusaha mendorong saya. Untuk kedua kalinya, saya mundur selangkah sementara kupu-kupu itu berhenti. Lalu saya maju lagi, dan dia pun kembali menyerang. Saya diserang pada dada saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kecuali mundur lagi. Lagipula, tidak setiap hari saya bisa mengalah bertarung dengan seekor kupu2.</p>
<p>Kali ini, saya  mundur beberapa langkah ke arah lain untuk melihat mengapa kupu2 itu menyerang saya. Dia terbang merendah &amp; kemudian mendarat di tanah kering di samping genangan air tadi. Saat itulah saya menyadari mengapa dia tadi menyerang saya. Kupu2 itu mendarat dekat seekor kupu2 lain yg kemungkinan adalah pasangannya, dan pasangannya itu sedang sekarat &amp; hampir mati. Berdiam di dekat pasangannya, kupu2 penyerang itu membuka &amp; menutup sayapnya seolah2 untuk mengipasinya. Saya hanya dapat mengagumi kasih dan keberanian kupu2 itu untuk menjaga pasangannya. Kupu2 itu berani menyerang saya demi hidup pasangannya, sekalipun sudah jelas bahwa pasangannya sebentar lagi akan mati &amp; saya begitu besar untuk dihadapi. Dia lakukan hal itu agar pasangannya mendapatkan sedikit perpanjangan waktu untuk hidup, karena jika tidak saya pasti sudah akan menginjaknya tadi. Sekarang saya tahu untuk siapa dan mengapa ia bertaruh nyawa seperti itu.</p>
<p>Cuma ada satu pilihan bagi saya. Perlahan-lahan saya mengambil jalur yang lain, sekalipun jalur itu sangat becek dan berlumpur. Keberanian kupu-kupu itu untuk menyerang saya yang ribuan kali lebih besar dan lebih berat dari dirinya sendiri demi keamanan pasangannya telah menggugah hati saya. Saya tidak dapat melakukan hal yang lain kecuali memilih jalan yang kotor dan membiarkan kupu-kupu itu menemani pasangannya yang tengah sekarat. Dia layak untuk menghabiskan waktu-waktu terakhir bersama pasangannya tanpa diganggu oleh saya. Setelah meninggalkan mereka, saya membersihkan sepatu saya yang kotor dan segera menuju ke mobil.<br />
Sejak saat itu, saya selalu berusaha untuk mengingat keberanian kupu-­kupu itu setiap kali saya melihat masalah menghalangi saya. Saya menggunakan keberanian kupu2 itu sebagai inspirasi untuk mengingatkan saya bahwa hal-hal yg baik patut utk diperjuangkan sekuat tenaga. Sejak itu pula, saya lebih mencintai istri &amp; anak2 saya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kupu-kupu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

