Life Is A Gift

Life Is A Gift I

Terjemahan bebas ada di bagian bawah

There was a blind girl who hated herself just because she was blind.
She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.

One day, someone donated a pair of eyes to her, she could see everything, including her boyfriend. Her boyfriend asked her, “now that you can see the world, will you marry me?” The girl was shocked when she saw that her boyfriend was blind too, and refused to marry him.

Her boyfriend walked away in tears, and later wrote a letter to her saying. “Just take care of my eyes dear.”
Read the rest of this entry »

Mental Untuk Memberi

Albert Schweitzer, seorang dokter sekaligus misionaris yang bertugas di Afrika pernah berkata, “Tujuan hidup manusia ialah untuk melayani dan menyayangi serta menolong orang lain.” Ia berpendapat bahwa sumbangan terbaik yang dapat diberikan seseorang yang berpikiran positif adalah dalam hal memberi kepada orang lain.
Harry Bullis, ketua serta pendiri komisi General Mills, pernah memberi nasihat pada para tenaga pemasarannya sebagai berikut: “Lupakanlah dulu jumlah penjualan yang kalian harapkan. Lebih baik pikirkan tentang pelayanan yang harus kalian berikan pada seseorang. Nyatanya saat seseorang lebih memikirkan tentang pelayanan yang harus diberikan pada orang lain, orang ini jadi lebih dinamis, lebih kuat, dan tahan uji. Lagi pula, bagaimana mungkin seseorang dapat menolak orang yang mencoba membantu memecahkan masalahnya?”

Read the rest of this entry »

Bunga Bakung

Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya.
Ia menjengkeli gurunya.
Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: ‘Pernahkan engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?’
Anak itu menggelengkan kepala. Read the rest of this entry »

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.

Maka si psikiater memanggil sorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya, “Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya.”
Read the rest of this entry »

Bahagia

Mengapa seringkali kita selalu berpikir, orang lain, sahabat, kenalan, dan tetangga lebih berbahagia? Gampang dikatakan, mereka lebih berbahagia dan lebih baik.

Kita berpikir, segala tenaga dan kemampuan telah kita curahkan, tapi hasilnya selalu mengecewakan. Anda bersikeras, di sebelah sana lebih bagus dan baik, sambil bergantung terus pada bayangan yang indah.

Tapi pernahkah kita berpikir bahwa mereka yang di sebelah sana melihat kita di sebelah sini sambil berpikir, kita lebih bahagia? Tapi mereka justu menyaksikan hanya yang menyenangkan tanpa mengenal kecemasan yang datang dan pergi di hati Anda.
Read the rest of this entry »

Saat Yang Tepat Untuk Memberi

Kejadiannya berlangsung beberapa tahun yang lalu. Malam itu saya dan istri saya baru selesai makan kenyang di suatu restoran terkenal. Suasana malam itu memang kurang enak karena saat makan malam sempat terlontar beberapa komentar dari saya yang mungkin kurang berkenan di hati istri saya, Louis. Yah, memang saya termasuk spesies yang kurang pandai berkata-kata dan kurang sensitif dalam perasaan.
Saat meninggalkan restoran,  saya masih dalam keadaan kekenyangan, dan saat itu terdengar suara seorang pria di lapangan parkir. Dari plat nomer mobilnya, saya tahu ia berasal dari luar kota yang cukup jauh. Pria itu mengeluarkan sebagian kepalanya dari mobil dan mengajak saya bicara.
“Maaf pak, saya dan istri sedang mencari kamar untuk bermalam, semua hotel di sekitar sini telah penuh. Dapatkah Bapak memberikan usul kepada kami dimana kami bisa bermalam?”
Hal itu tidak mengejutkan saya, belakangan ini memang saat banyak-banyaknya turis berkunjung ke kota saya. Tidak heran dia kehabisan kamar untuk bermalam. Saat pria itu bicara, saya melihat bahwa dia dan istrinya adalah pasangan muda, dan menurut pandangan mata saya, istri pria itu sedang hamil besar.

Hati Yang Sempurna

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.
Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata “Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?”.
Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?