<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; memberi</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/memberi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 02:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Memberi Sebelum Meminta</title>
		<link>http://pengharapan.com/memberi-sebelum-meminta.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/memberi-sebelum-meminta.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 07:28:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[meminta]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1334</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. &#8221;Istri saya sakit,&#8221; terdengar suara minta pertolongan. &#8221;Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter  menjawab, &#8221;Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ?
Mobil saya sedang masuk bengkel.&#8221; Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. &#8221;Apa ?!&#8221; [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. &#8221;Istri saya sakit,&#8221; terdengar suara minta pertolongan. &#8221;Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter  menjawab, &#8221;Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ?<br />
Mobil saya sedang masuk bengkel.&#8221; Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. &#8221;Apa ?!&#8221; katanya dengan marah. &#8221;Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?&#8221;<span id="more-1334"></span></p>
<p>Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa.</p>
<p>Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu<br />
sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep &#8221;memberi sebelum meminta&#8221; yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Padahal &#8221;memberi sebelum meminta&#8221; adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.</p>
<p>Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang &#8221;miskin&#8221; dalam arti yang sesungguhnya.<br />
Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.</p>
<p>Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknya langsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen &#8221;Ada Udang Di Balik Batu.&#8221; Anda tak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.</p>
<p>Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlu percaya bahwa apapun yang Anda berikan suatu ketika pasti kembali kepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yang sejati.</p>
<p>Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun-ia berada.</p>
<p>Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.</p>
<p>Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anak terlantar dan orang-orang miskin ? Ini pun sebenarnya adalah tindakan &#8221;mementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.&#8221; Anda mungkin tak setuju dan mengatakan, &#8221;Bukankah saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela&#8221; .Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal ini.</p>
<p>Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali tak memahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak diri mereka sendiri.</p>
<p>Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang, menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati kemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.</p>
<p>Ditulis oleh Andreas Alvino di <a href="http://facebook.com/pengharapan">http://facebook.com/pengharapan</a> tanggal 1 Februari 2012</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/memberi-sebelum-meminta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life Is A Gift</title>
		<link>http://pengharapan.com/life-is-a-gift.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/life-is-a-gift.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 01:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Life Is A Gift I
Terjemahan bebas ada di bagian bawah
There was a blind girl who hated herself just because she was blind.
She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.
One day, someone donated a pair of [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Life Is A Gift I</strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Terjemahan bebas ada di bagian bawah</span></p>
<p>There was a blind girl who hated herself just because she was blind.<br />
She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.</p>
<p>One day, someone donated a pair of eyes to her, she could see everything, including her boyfriend. Her boyfriend asked her, &#8220;now that you can see the world, will you marry me?&#8221; The girl was shocked when she saw that her boyfriend was blind too, and refused to marry him.</p>
<p>Her boyfriend walked away in tears, and later wrote a letter to her saying. &#8220;Just take care of my eyes dear.&#8221;<br />
<span id="more-1034"></span><br />
This is how ones mind changes when ones situation changes. Only few remember what their lives were like before and who&#8217;s always been there for them even in the most painful situations.</p>
<p><strong>Life Is A Gift II</strong></p>
<p>Today before you think of saying an unkind word &#8211; Think of someone who can&#8217;t speak.</p>
<p>Before you complain about the taste of your food &#8211; Think of someone who has nothing to eat.</p>
<p>Before you complain about your husband or wife &#8211; Think of someone who&#8217;s crying out to God for a companion.</p>
<p>Today before you complain about life &#8211; Think of someone who had a short life.</p>
<p>Before you complain about your children, think of someone who can only dream of having them.</p>
<p>Before you argue about your dirty house, someone didn&#8217;t clean or sweep, think of the homeless.</p>
<p>Before whining about the distance you drive, think of someone who WALKS the same distance.</p>
<p>When you&#8217;re tired and you complain about your job, think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job.</p>
<p>Before you think of pointing the finger or condemning another, remember that not one of us are without sin and we all answer to one Maker.</p>
<p>And when depressing thoughts seem to get you down, put a smile on your face and thank God you&#8217;re alive and still around to enjoy life and the beauty that surrounds us. Thank God for the family and friends who&#8217;s companies you enjoy.</p>
<p>Life is a gift: LIVE IT, ENJOY IT, CELEBRATE IT and FULFILL IT !!!</p>
<p>Expecting the world to treat you fairly because you are a good person is a little like expecting the bull not to attack you because you are a vegetarian. We take life as it comes and try our very best to make the most of what we have. It is up to us to make each of our lives worse or better.</p>
<p>A pleasant day to all and may we all cherish today and everyday the most precious blessing that God has given us.</p>
<p>Cheers !!!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Siapapun juga dibencinya, kecuali kekasihnya tersayang. Kekasihnya itu selalu menemaninya. Gadis buta itu berkata bahwa seandainya dia bisa melihat dunia, maka gadis buta itu akan menikah dengan kekasihnya.<br />
Suatu hari, seseorang mendonasikan sepasang matanya untuk gadis buta itu, sehingga gadis itu sekarang sudah bisa melihat semuanya, termasuk melihat kekasihnya. Kekasihnya bertanya kepada gadis terebut, &#8220;Sekarang kamu sudah bisa melihat dunia, akankah kamu menikah dengan saya?&#8221; Gadis itu terkejut saat melihat bahwa kekasih laki2nya itu ternyata buta juga, dan gadis itu menolak untuk menikah.<br />
Kekasih laki2 itu menangis dan pergi dengan sangat sedih, kemudian dia menulis sepucuk surat untuk gadis itu, bunyinya: &#8220;Sayangku, jagalah kedua mataku baik2&#8243;.<br />
Cerita ini menggambarkan betapa mudahnya perasaan seseorang untuk berubah saat situasi berubah. Hanya sedikit yang menyadari pahitnya kehidupan masa lalu, dan siapa yang selalu bersama mereka saat mengalami situasi yang sangat pahit.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Hari ini sebelum anda ingin mengucapkan kata2 yang tidak menyenangkan &#8211; Pikirkan seseorang yang tidak bisa bicara<br />
Sebelum anda mengeluh tentang rasa makananmu &#8211; Pikirkan seseorang yang tidak memiliki apapun untuk dimakan<br />
Sebelum anda mengeluh tentang suami atau istri anda &#8211; Pikirkan seseorang yang selalu menangis kepada Tuhan untuk meminta pasangan hidup<br />
Sebelum anda mengeluh tentang hidupmu &#8211; Pikirkan seseorang yang berumur pendek<br />
Sebelum anda mengeluh tentang anak2mu &#8211; Pikirkan seseorang yang hanya dapat bermimpi untuk mempunyai anak<br />
Sebelum anda mengeluh tentang kotornya rumahmu dan tidak ada yang menyapu &#8211; Pikirkan orang yang tidak punya rumah<br />
Sebelum anda mengeluh tentang jauhnya jarak yang harus anda tempuh dengan mobil &#8211; Pikirkan seseorang yang harus menempuh jarak  yang sama itu dengan BERJALAN KAKI<br />
Ketika anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu &#8211; Pikirkan orang yang tidak punya pekerjaan, orang yang cacat, dan orang yang menginginkan untuk memiliki pekerjaan seperti anda<br />
Sebelum anda mengangkat jari dan menyalahkan orang lain &#8211; Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang bebas dari dosa<br />
Dan jika anda merasa tertekan hingga stress &#8211; Tersenyumlah dan berterima kasih kepada Tuhan karena anda masih hidup dan dapat menikmati kehidupan serta keindahan di sekitar anda. Berterima kasihlah kepada Tuhan untuk keluarga dan teman yang menemani anda menjalani hidup.<br />
Hidup adalah Anugerah: Jalani, Nikmati, Rayakan dan Isilah dengan kegiatan yang bermanfaat<br />
Mengharapkan dunia akan memperlakukan anda dengan adil karena anda adalah orang baik, adalah seperti mengharapkan seekor banteng tidak menyerang anda karena anda seorang vegetarian. Kita menjalani hidup seperti apa adanya dan berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakan apa yang kita bisa. Hidup kita menjadi baik atau buruk adalah tergantung dari diri kita sendiri.<br />
Semoga anda semua mengalami hari yang baik pada hari ini, dan berkat Tuhan menyertai kita semua</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/life-is-a-gift.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mental Untuk Memberi</title>
		<link>http://pengharapan.com/mental-untuk-memberi.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/mental-untuk-memberi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 01:14:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[melayani]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[menolong]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[menyayangi]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=979</guid>
		<description><![CDATA[Albert Schweitzer, seorang dokter sekaligus misionaris yang bertugas di Afrika pernah berkata, &#8220;Tujuan hidup manusia ialah untuk melayani dan menyayangi serta menolong orang lain.&#8221; Ia berpendapat bahwa sumbangan terbaik yang dapat diberikan seseorang yang berpikiran positif adalah dalam hal memberi kepada orang lain.
Harry Bullis, ketua serta pendiri komisi General Mills, pernah memberi nasihat pada para [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Albert Schweitzer, seorang dokter sekaligus misionaris yang bertugas di Afrika pernah berkata, &#8220;Tujuan hidup manusia ialah untuk melayani dan menyayangi serta menolong orang lain.&#8221; Ia berpendapat bahwa sumbangan terbaik yang dapat diberikan seseorang yang berpikiran positif adalah dalam hal memberi kepada orang lain.<br />
Harry Bullis, ketua serta pendiri komisi General Mills, pernah memberi nasihat pada para tenaga pemasarannya sebagai berikut: &#8220;Lupakanlah dulu jumlah penjualan yang kalian harapkan. Lebih baik pikirkan tentang pelayanan yang harus kalian berikan pada seseorang. Nyatanya saat seseorang lebih memikirkan tentang pelayanan yang harus diberikan pada orang lain, orang ini jadi lebih dinamis, lebih kuat, dan tahan uji. Lagi pula, bagaimana mungkin seseorang dapat menolak orang yang mencoba membantu memecahkan masalahnya?&#8221;</p>
<p><span id="more-979"></span><br />
&#8220;Saya katakan pada para tenaga pemasaran saya,&#8221; ucap Bullis, &#8220;jika mereka setiap pagi memulai dengan pikiran, &#8216;Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin,&#8217; bukannya, &#8216;Hari ini saya ingin menjual produk sebanyak mungkin,&#8217; mereka akan menemukan lebih banyak kemudahan serta pendekatan terbuka pada para pembeli mereka, dan mereka akan berhasil melakukan lebih banyak penjualan. Orang yang bertujuan untuk menolong orang lain agar memperoleh cara hidup yang lebih menyenangkan dan lebih mudah, dan berarti ia sedang melatih diri menjadi tenaga penjual yang paling hebat.&#8221;<br />
Bila keinginan memberi kepada orang lain menjadi pandangan hidup kita, kita pasti akan mendapat ganjaran yang positif. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah cerita yang pernah saya dengar tentang seorang pria bernama Sandhu Sundar Singh. Suatu hari ia dan seorang temannya tengah melakukan perjalanan pada sebuah celah di pegunungan Himalaya. Di suatu tempat, mereka melihat sesosok tubuh terbaring di atas salju. Sundar Singh hendak berhenti dan menolong orang malang itu, tetapi temannya tidak mau, seraya berkata, &#8220;Ia hanya akan menjadi beban kita. Kita malahan bisa-2 ikut mati pula seperti dia.&#8221;<br />
Namun Sundar Singh tidak ingin membiarkan orang itu mati terbenam es dan salju. Saat temannya meninggalkannya, Sundar Singh mengangkat tubuh orang yang malang tadi ke punggungnya. Dengan usaha yang tidak kenal lelah, ia berjalan sambil memikul orang itu. Rupanya perlahan-lahan panas tubuh Sundar Singh menghangati orang yang malang tadi hingga akhirnya ia sadar kembali. Tak lama kemudian mereka berdua berjalan berdampingan. Ketika sampai di suatu tempat, mereka menemukan teman Sundar Singh tadi telah tewas membeku akibat cuaca yang begitu dingin.<br />
Suri tuladan dari tokoh Sundar Singh ini adalah bahwa, ia sampai mau memberikan segala yang ia miliki bahkan hidupnya sendiri untuk kepentingan orang lain. Sebagai imbalannya ia justru selamat. Sedangkan temannya yang tidak memiliki perasaan itu yang berusaha mempertahankan hidupnya sendiri, justru akhirnya tewas.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/mental-untuk-memberi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bunga Bakung</title>
		<link>http://pengharapan.com/bunga-bakung.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bunga-bakung.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 01:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bunga bakung]]></category>
		<category><![CDATA[diperhatikan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya.
Ia menjengkeli gurunya.
Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: &#8216;Pernahkan engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya.<br />
Ia menjengkeli gurunya.<br />
Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: &#8216;Pernahkan engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?&#8217;<br />
Anak itu menggelengkan kepala. <span id="more-883"></span><br />
&#8216;Bakung itu berkembang setiap pagi, dan di akhir hari kembang bakung tersebut akan layu dan mati. Namun sebelum mati, ia telah memberikan yang terbaik, ia telah memancarkan keindahannya.&#8217; Anak itu berhenti menangis dan mendengarkan dengan penuh hati.<br />
&#8216;Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama. Setiap hari ia memberikan keharuman yang sama walau kadang tak dihiraukan orang. Keindahannya tak pernah berkurang karena engkau tak pernah memperhatikannya. Ia tidak pernah bersedih bila tak diperhatikan orang, karena ia tahu bahwa dalam hidupnya ia cuma punya satu misi yakni memberikan keindahan.&#8217;<br />
Anak itu memahami maksud ibunya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bunga-bakung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan Diperoleh Dari Memberi</title>
		<link>http://pengharapan.com/kebahagiaan-diperoleh-dari-memberi.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kebahagiaan-diperoleh-dari-memberi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 08:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[mengeluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=854</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.
Maka si psikiater memanggil sorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya, &#8220;Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya.&#8221;

Si wanita tua [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.</p>
<p>Maka si psikiater memanggil sorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya, &#8220;Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya.&#8221;<br />
<span id="more-854"></span><br />
Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: &#8220;OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa.. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya. Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum. Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur. Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi.&#8221;</p>
<p>Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia. Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.</p>
<p>Oleh: Frank Mihalic, SVD<br />
Sumber: The Millennium Stories<br />
Penterjemah: Handoko Luwanto</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kebahagiaan-diperoleh-dari-memberi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahagia</title>
		<link>http://pengharapan.com/bahagia.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bahagia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 02:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[membandingkan]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa seringkali kita selalu berpikir, orang lain, sahabat, kenalan, dan tetangga lebih berbahagia? Gampang dikatakan, mereka lebih berbahagia dan lebih baik.
Kita berpikir, segala tenaga dan kemampuan telah kita curahkan, tapi hasilnya selalu mengecewakan. Anda bersikeras, di sebelah sana lebih bagus dan baik, sambil bergantung terus pada bayangan yang indah.
Tapi pernahkah kita berpikir bahwa mereka yang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa seringkali kita selalu berpikir, orang lain, sahabat, kenalan, dan tetangga lebih berbahagia? Gampang dikatakan, mereka lebih berbahagia dan lebih baik.</p>
<p>Kita berpikir, segala tenaga dan kemampuan telah kita curahkan, tapi hasilnya selalu mengecewakan. Anda bersikeras, di sebelah sana lebih bagus dan baik, sambil bergantung terus pada bayangan yang indah.</p>
<p>Tapi pernahkah kita berpikir bahwa mereka yang di sebelah sana melihat kita di sebelah sini sambil berpikir, kita lebih bahagia? Tapi mereka justu menyaksikan hanya yang menyenangkan tanpa mengenal kecemasan yang datang dan pergi di hati Anda.<br />
<span id="more-547"></span>Hidup bahagia adalah bentuk seni yang mengagumkan termasuk di dalamnya adalah kepuasan. Kebahagiaan terletak bukan di sebelah sana, melainkan di sini, di dalam hatimu sendiri.</p>
<p>Yang perlu kita lakukan agar kita bahagia adalah :</p>
<p>Stop membandingkan:<br />
Stop membanding dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar.  Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, dimulai dari membandingkan.<br />
Kita harus mulai belajar menerima keadaan. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun dari dalam. &#8220;Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri. Itulah kebahagiaan yang sebenar-benarnya !&#8221;</p>
<p>Rajin memberi:<br />
Sebab utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama,adalah untuk memberi. &#8220;Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi,artinya kita harus memberi lebih banyak, Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan. I intend good, I do good and I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita konsentrasi pada hal memberi,&#8221; Belajar dari Istri Saya tercinta dimana dia yakin sekali dengan kekuatan memberi, dia sering memberi sesuatu kepada orang yang tidak dikenalnya, baik makanan, senyuman ataupun perhatian setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and happiness. &#8220;Tak perlu khawatir, setiap pemberian itu ada yang mencatat. Jika atasan Anda di kantor tidak mencatat pemberian Anda, ada &#8216;Atasan Tertinggi&#8217; yang mencatatnya. Mirip dengan petani, orang-orang yang suka memberi akan memanen hasil-hasil yang diharapkan&#8221;</p>
<p>Berawal dari semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.<br />
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi,semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan. &#8220;Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik. Jadi semuanya ada gunanya. Jadi bahagialah menjadi diri anda sendiri. &#8220;Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri,&#8221; Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian mengetahui kehidupan.</p>
<p>Jadi sederhana untuk bahagia yaitu terima dan nikmati kehidupan anda, maka anda akan bahagia</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bahagia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Yang Tepat Untuk Memberi</title>
		<link>http://pengharapan.com/saat-yang-tepat-untuk-memberi.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/saat-yang-tepat-untuk-memberi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 03:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kamar]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[penuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Kejadiannya berlangsung beberapa tahun yang lalu. Malam itu saya dan istri saya baru selesai makan kenyang di suatu restoran terkenal. Suasana malam itu memang kurang enak karena saat makan malam sempat terlontar beberapa komentar dari saya yang mungkin kurang berkenan di hati istri saya, Louis. Yah, memang saya termasuk spesies yang kurang pandai berkata-kata dan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Kejadiannya berlangsung beberapa tahun yang lalu. Malam itu saya dan istri saya baru selesai makan kenyang di suatu restoran terkenal. Suasana malam itu memang kurang enak karena saat makan malam sempat terlontar beberapa komentar dari saya yang mungkin kurang berkenan di hati istri saya, Louis. Yah, memang saya termasuk spesies yang kurang pandai berkata-kata dan kurang sensitif dalam perasaan.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Saat meninggalkan restoran,  saya masih dalam keadaan kekenyangan, dan saat itu terdengar suara seorang pria di lapangan parkir. Dari plat nomer mobilnya, saya tahu ia berasal dari luar kota yang cukup jauh. Pria itu mengeluarkan sebagian kepalanya dari mobil dan mengajak saya bicara.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Maaf pak, saya dan istri sedang mencari kamar untuk bermalam, semua hotel di sekitar sini telah penuh. Dapatkah Bapak memberikan usul kepada kami dimana kami bisa bermalam?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Hal itu tidak mengejutkan saya, belakangan ini memang saat banyak-banyaknya turis berkunjung ke kota saya. Tidak heran dia kehabisan kamar untuk bermalam. Saat pria itu bicara, saya melihat bahwa dia dan istrinya adalah pasangan muda, dan menurut pandangan mata saya, istri pria itu sedang hamil besar.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-325"></span></div>
<div>Karena suasana hati saya memang sedang kurang enak, saya tidak ingin berpanjang kata dengannya. Saya mengatakan padanya untuk tetap berusaha mencari terus, kunjungi saja semua hotel, pasti nanti ketemu ada  kamar yang kosong, saya ucapkan selamat tinggal kepadanya, lalu berjalan pergi.</div>
<div id="_mcePaste">Pasangan muda itu tidak berkata apa-apa tetapi pelan-pelan mundur dari lapangan parkir dan segera berlalu. Kami juga segera masuk ke mobil dan berangkat pulang.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Sejenak dalam perjalanan pulang, bayang-bayang kedua anak muda itu terus menghantui pikiran saya. Kedua anak muda itu datang dari tempat yang jauh, istriya sedang hamil besar dan mulai panik karena tidak menemukan tempat untuk bermalam. Sekilas saya teringat, bukankah ribuan tahun yang lalu, ada sepasang anak muda naik keledai, si istri hamil tua dan juga kesulitan menemukan penginapan? Anda pasti tahu ceritanya, tidak ada kamar untuk mereka sehingga mereka akhirnya bermalam di kandang binatang dan sang istri melahirkan anak disana.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saat itu saya langsung berkata kepada Louis, istri saya bahwa kami perlu untuk berputar balik dan menemukan pasangan muda itu. Kami tinggal di rumah yang cukup besar dan ada kamar kosong yang bisa digunakan untuk pasangan muda itu bermalam. Louis adalah seorang yang besar hati, dan tanpa ragu-ragu menyatakan persetujuannya.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Kami kembali ke tempat parkir untuk mencari pasangan muda itu, dan menelusuri jalan mencari mereka. Saya akan gembira jika cerita ini berakhir happy-ending, bagaimana saya menemukan mereka, memberikan kamar kepada mereka dan berteman dengan mereka.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi, sayangnya hal itu tidak terjadi.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Kami tidak dapat menemukan mereka. Saya tidak tahu apakah mereka menemukan kamar atau tidak, karena seperti kedatangannya yang misterius, kepergiannya juga misterius adanya.</div>
<div id="_mcePaste">Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan pasangan muda itu &#8211; tapi saya membayangkan apa yang mereka pikirkan saat bertemu orang yang tidak mau mengerjakan apapun untuk menolong mereka.</div>
<div id="_mcePaste">Sampai dengan hari ini, saya percaya Tuhanlah yang menguji saya, untuk melihat apakah saya siap membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Apakah saya memahami dan mempraktekkan ajaran keagamaan yang telah diajarkan sejak saya kecil.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saya mengambil pengalaman dari kejadian ini dan belajar memahami apa yang Tuhan inginkan dari saya. Saya harus memahami bahwa <strong>MEMBERI</strong> bukanlah pada saat yang <strong>ENAK</strong> dan <strong>NYAMAN</strong> bagi saya. Saya harus siap memberi <strong>SETIAP SAAT</strong> ada yang memerlukan, di <strong>SETIAP TEMPAT. BUKAN MENUNGGU SITUASINYA ENAK BARU MEMBERI.</strong></div>
<div id="_mcePaste">Seperti Mother Teresa katakan &#8220;Tuhan membuat segalanya sangat jelas.Apapun yang kau kerjakan pada orang miskin, kau melakukannya untuKU. Berikan segelas air, kau memberikannya untukKU. Menerima seorang anak kecil, Engkau menerimaKU&#8221;.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/saat-yang-tepat-untuk-memberi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati Yang Sempurna</title>
		<link>http://pengharapan.com/hati-yang-sempurna.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/hati-yang-sempurna.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 03:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[bekas]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[pak tua]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.</div>
<div>Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata &#8220;Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-292"></span></div>
<div>Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa &#8220;Anda pasti bercanda, pak tua&#8221;, katanya, &#8220;bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Ya&#8221;, kata pak tua itu,&#8221; hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan &#8211; - memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu ?&#8221;</div>
<div>Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir kedalamnya.</div>
<div>Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/hati-yang-sempurna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

