Semangkuk Bakmi Panas

Pada malam itu, ada seorang anak gadis yang bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, gadis itu segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, dia baru menyadari bahwa dirinya sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, dia melewati sebuah kedai bakmi dan mencium harumnya aroma masakan. Gadis itu ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi dirinya segera sadar kalau dia tidak mempunyai uang sama sekali.

Pemilik kedai melihat gadis itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, saya tidak membawa uang” jawab gadis itu dengan malu-malu “Tidak apa-apa, saya akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, saya akan memasakkan bakmi untukmu”. Read the rest of this entry »

Punya 3 Anak Menikah Semua

Alkisah ada 3 anak putri: Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi bulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi Pulau Batam, Voni pergi Kekepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali. Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua orang tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi selama mereka berbulan madu. Tapi berita yang dikirim agar singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka menggunakan Kode/Sandi tentang moto-moto Iklan. dan biar praktis dan murah, disepakati pengiriman lewat SMS. Read the rest of this entry »

Orang Tua Yang Kesepian

Suatu hari salah seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika sahabat saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sahabat saya tertuju pada seorang kakek tua yang duduk menyendiri sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong. Lalu sahabat saya mencoba mendekati kakek itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang kakek akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si kakek menceritakan kisah hidupnya.

Si kakek memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.
Read the rest of this entry »

Hanya Sedetik

Beberapa hari yang lalu aku menerima telepon dari salah seorang teman kuliahku yang sudah lama sekali tidak pernah terdengar kabarnya. Pembicaraan yang semula mengenai kegembiraan masa lalu dan acara wisuda yang baru saja ia lalui berubah menjadi pembicaraan yang sangat menyentuh hati ketika ia bercerita mengenai ayahnya.

Kesehatan ayahnya yang memburuk akhir-akhir ini membuat ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Karena penyakit yang dideritanya, ayahnya menjadi susah tidur dan sering berceloteh sendiri. Temanku yang sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena menjaga ayahnya menjadi jengkel dan berkata dengan ketus pada ayahnya supaya ayahnya diam dan tidur dengan tenang. Ayahnya menjawab bahwa ia juga sebenarnya ingin beristirahat karena ia sudah lelah sekali, dan jika temanku itu keberatan menemani dirinya, biarlah ia sendiri menjalani perawatan di rumah sakit.
Read the rest of this entry »

Pelajaran Hidup

Saat kau berumur 1 tahun,
dia menyuapi dan memandikanmu
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam

Saat kau berumur 2 tahun,
dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu

Saat kau berumur 3 tahun,
dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai

Saat kau berumur 4 tahun,
dia memberimu pensil berwarna
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan

Saat kau berumur 5 tahun,
dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah

Saat kau berumur 6 tahun,
dia mengantarmu pergi ke sekolah
Sebagai balasannya, kau berteriak : “NGGAK MAU!”
Read the rest of this entry »

Obat Mujizat

Saat itu, menjelang hari raya Idul Fitri. Semua orang berbelanja banyak hal untuk mempersiapkannya. Anik, seorang adis kecil berusia 7 tahun terlihat berlari terengah menuju sebuah apotik. Setibanya di-apotik itu, Anik mengeluarkan uang 10 ribu rupiah didepan kasir & bertanya, “Pak, saya mau beli obat mujizat?” si-penjJaga apotik bingung. “Cari apa, dik?” “Saya mau beli obat mujizat” kata Anik. “Hah? kita nggak jual mujizat, nggak ada obat namanya mujizat…” kata penjaga apotik kebingungan. “Tapi bapak saya bilang ada, kok.” kata Anik memaksa. Ya, itu Bapakmu yg edan.” kata penjaga apotik ketus. Read the rest of this entry »