<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; pantang menyerah</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/pantang-menyerah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 02:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Demi Impian Anda, Jangan Pernah Berhenti</title>
		<link>http://pengharapan.com/demi-impian-anda-jangan-pernah-berhenti.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/demi-impian-anda-jangan-pernah-berhenti.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 00:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hambatan]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1113</guid>
		<description><![CDATA[Zaman dahulu kala, hiduplah seorang ibu bersama seorang anak kesayangannya yang masih sekolah. Sang ibu sudah ditinggal oleh suaminya yang telah meninggal dunia terlebih dahulu. Untuk menopang keluarganya, sang ibu mencari nafkah dengan menerima jasa membuat lukisan.
Lukisan yang dibuatnya sungguh indah dan membuat orang kagum, sehingga banyak orang meminta dirinya untuk membuat lukisan. Hasil dari [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Zaman dahulu kala, hiduplah seorang ibu bersama seorang anak kesayangannya yang masih sekolah. Sang ibu sudah ditinggal oleh suaminya yang telah meninggal dunia terlebih dahulu. Untuk menopang keluarganya, sang ibu mencari nafkah dengan menerima jasa membuat lukisan.</p>
<p>Lukisan yang dibuatnya sungguh indah dan membuat orang kagum, sehingga banyak orang meminta dirinya untuk membuat lukisan. Hasil dari pembuatan lukisan tersebut cukup untuk menghidupi dirinya dan anaknya.</p>
<p>Sang anak pada mulanya sangat bersemangat dan rajin bersekolah. Namun, lama-kelamaan, kelakuannya mulai berubah. Sifatnya yang rajin mulai mengendur, tidak belajar saat ujian hampir tiba sehingga nilai sekolah kurang memuaskan. Dan yang paling berat adalah ia mulai sering bolos sekolah.<br />
<span id="more-1113"></span><br />
Sang ibu sudah diberitahu perihal kelakukan anaknya oleh pihak sekolah. Berkali-kali anak tersebut dinasihati, tetapi sifat buruknya tidak juga dibuang. Sampai suatu hari, anaknya mendapat surat peringatan terakhir. Jika anaknya terus-terusan membolos, maka ia akan dikeluarkan dari sekolah. Di sisi lain, nilainya yang anjlok kemungkinan besar bisa membuatnya gagal naik kelas.</p>
<p>Sang ibu menegur anaknya. Dan ketika kemarahannya mulai memuncak, sambil menangis, ia mencoret dan menyobek lukisan yang sudah hampir selesai. Lukisan yang telah dibuat berminggu-minggu dirusak begitu saja. Hati anaknya ikut teriris sebab ia tahu ibunya susah payah melukis untuk menyekolahkan dan menghidupi dirinya. Anaknya pun ikut menangis dan memeluk ibunya sambil meminta maaf.</p>
<p>&#8220;Ampun, Bu! Aku minta maaf, aku tidak akan jahat lagi. Aku tahu aku telah bersalah, tapi ibu jangan merusak lukisan yang sudah ibu lukis dengan susah payah,&#8221; ujar anaknya.</p>
<p>Ibunya pun berkata, &#8220;Tidak ada gunanya ibu melukis hanya untuk melihat dirimu seperti ini. Ibu membuat lukisan dengan harapan bisa menyekolahkanmu agar kelak kamu bisa menjadi orang yang berguna. Jika kamu dikeluarkan dari sekolah atau tinggal kelas, pengorbanan ibu akan menjadi sia-sia.&#8221;</p>
<p>Ibunya melanjutkan, &#8220;Lihat lukisan yang sudah rusak ini! Lukisan ini dibuat dari goresan demi goresan dan dibutuhkan ketekunan dan ketelitian untuk membuatnya menjadi indah. Karena itulah sebuah lukisan indah bisa bernilai tinggi. Karena ibu sudah mencoret dan merusaknya, maka lukisan ini sudah tidak bernilai lagi. Begitu juga dengan kamu. Apa yang sudah kamu pelajari di sekolah sampai sejauh ini sesungguhnya sangat berguna bagi masa depan kamu. Tetapi, sifat kamu yang buruk akan membuat semuanya menjadi tidak berguna dan bernasib sama seperti lukisan ini..&#8221;</p>
<p>Sambil berlinang air mata, anaknya sadar dan berjanji pada ibunya, &#8220;Aku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatanku yang dulu. Aku berjanji tidak akan bolos lagi dan akan belajar dengan rajin agar kelak bisa membahagiakan ibu.&#8221;</p>
<p>Sejak saat itu, anaknya mulai berubah menjadi anak yang rajin, ulet, tidak bolos sekolah, dan menyayangi ibunya.</p>
<p>Pesan kepada pembaca:<br />
Bagi sebagian besar orang, memulai sesuatu untuk meraih impian mungkin tidak sulit. Yang membuatnya menjadi sulit adalah begitu banyak orang yang memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Banyak orang yang memutuskan untuk menyerah karena berbagai masalah.</p>
<p>Mungkin Anda juga pernah mengalami hal seperti ini. Anda memiliki impian yang sangat ingin Anda raih. Semangat Anda begitu berkobar. Tekad Anda begitu besar untuk menjadi seperti yang Anda inginkan. Anda mulai mengambil tindakan. Tetapi seiring berjalannya waktu, semangat Anda mulai kendur. Hambatan demi hambatan membuat Anda putus asa dan menyerah. Akhirnya, impian Anda terkubur dalam-dalam dan mulai dilupakan. Impian yang begitu indah akhirnya ternoda dan rusak.</p>
<p>Sesungguhnya semua orang, termasuk Anda, bisa meraih impian jika Anda tidak pernah mau menyerah. Jika Anda terus berjalan, maka Anda akan tiba di tempat yang Anda impikan. Tidak peduli berapa banyak hambatan, rintangan, masalah atau kegagalan yang berusaha menghentikan Anda, jika Anda memutuskan untuk tidak berhenti, maka tidak akan ada yang bisa menghentikan langkah Anda untuk mencapai impian.</p>
<p>Bukankah musuh yang paling ditakuti adalah musuh yang tidak pernah mau menyerah? Berhenti dan menyerah bukanlah pilihan yang dibuat oleh seorang juara. Seorang juara tidak akan pernah menjadi juara jika ia memutuskan untuk berhenti. Seorang juara juga pernah jatuh, tetapi ia dikenang bukan karena ia pernah jatuh, melainkan karena memilih untuk tidak menyerah, bangkit dan akhirnya berhasil mencapai impian-impiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumberhttp://www.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap3767/Jangan_Pernah_Berhenti/</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/demi-impian-anda-jangan-pernah-berhenti.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolonel Sanders</title>
		<link>http://pengharapan.com/kolonel-sanders.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kolonel-sanders.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 01:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[apes]]></category>
		<category><![CDATA[Harlan Sanders]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[KFC]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[pecundang]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=737</guid>
		<description><![CDATA[Harlan Sanders adalah pecundang &#38; pria paling apes yang pernah ada dimuka bumi sebelumnya. la drop-out sekolah pd umur 14 tahun. Jadi buruh tani tapi sering dimarahi majikannya. Umur 16 thn ia jadi kondektur &#38; 3 bln kemudian dipecat. Mendaftar sebagai tentara, hanya kuat beberapa bulan karena tak tahan latihan2 beratnya, akhirnya ia menjadi stocker [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harlan Sanders adalah pecundang &amp; pria paling apes yang pernah ada dimuka bumi sebelumnya. la drop-out sekolah pd umur 14 tahun. Jadi buruh tani tapi sering dimarahi majikannya. Umur 16 thn ia jadi kondektur &amp; 3 bln kemudian dipecat. Mendaftar sebagai tentara, hanya kuat beberapa bulan karena tak tahan latihan2 beratnya, akhirnya ia menjadi stocker Iokomotif &amp; karena mengira bahwa ia sudah mapan maka ia nekat menikahi pacarnya.</p>
<p>Akhirnya iapun dipecat juga pada hari dimana istrinya ketahuan hamil. Ia segera memburu berbagai pekerjaan yg bisa ia dapatkan, namun tetap tak mendapat pekerjaan layak. Hingga suatu hari, saat pulang ke-rumahnya, ia melihat seluruh barang dirumahnya telah dijual &amp; istrinya kembali ke-rumah orangtuanya. Istrinya tak tahan lagi hidup dgn orang yg dilahirkan sebagai orang yg kalah ini.<span id="more-737"></span><br />
Namun Sanders tidak menyerah, ia mencoba belajar ilmu hukum melalui korespondensi tapi tidak tamat. jualan ban &amp; rugi, jualan asuransi tapi tak laku, bahkan mengelola kapal ferry &amp; akhirnya bangkrut. Hingga suatu hari ia mendengar acara radio yg berkata &#8220;Hidup dimulai pada usia 40&#8243;. Akhirnya ia nekat buka pom bensin &amp; restoran kecil2an di-Kentucky-USA dijalan tol utama ke-Florida. Hingga akhirnya ia menemuKan resep ayam gorengnya yg enak yg ia beri nama &#8220;Harlan Sanders Kentucky Fried Chicken Secret with Eleven Herbs &amp; Spices&#8221; (Resep Rahasia Ayam Goreng Kentucky Harlan Sanders dgn 11 bumbu &amp; rempah2). Ayam gorengnya ini mulai dikenal orang terutama sopir2 truk bahkan gubernur Kentucky menjulukinya Kentucky Colonel (yg dipakainya hingga kini) atas jasanya membuka restoran pinggir jalan. Namun malang saat gerbang tol dipindah hingga 12 km dari restonya, maka segera bisnisnya sepi &amp; bangkrut. Bahkan ia terpaksa mengandalkan cek jaminan sosial 100 US$ /bln karena jatuh miskin.<br />
Didesak keadaan bangkrut pd usia 65 tahun, maka ia nekat menjajakan ayam gorengnya ke-seluruh negeri, ia mengetuk hingga lebih dari 1000 pintu sebelum akhirnya ia mendapat pesanan pertama &amp; ia mulai berpromosi mewaralabakan ayam gorengnya kpd lebih dari 500 calon investor &amp; mereka semua menolaknya. Hingga akhirnya ada satu orang yg mau membeli hak waralabanya. Perlahan tapi pasti restoran KFC-nya terus berkembang. Sanders meninggal tahun 1980 dgn mewariskan 32.500 resto KFC di-lebih dari 100 negara. Suksesnya dikenang sepanjang masa.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kolonel-sanders.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bambu dan Pakis</title>
		<link>http://pengharapan.com/bambu-dan-pakis.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bambu-dan-pakis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 03:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bambu]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[pakis]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya memutuskan untuk berhenti &#8230; berhenti dari pekerjaan yang selama ini telah saya tekuni, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitas yang selama ini saya jalani. saya pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. saya berkata kepada Tuhan : &#8220;Tuhan, berikan saya satu alasan untuk tidak berhenti?&#8221;
Dia [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari saya memutuskan untuk berhenti &#8230; berhenti dari pekerjaan yang selama ini telah saya tekuni, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitas yang selama ini saya jalani. saya pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. saya berkata kepada Tuhan : &#8220;Tuhan, berikan saya satu alasan untuk tidak berhenti?&#8221;</p>
<p>Dia memberi jawaban yang mengejutkan saya. &#8220;Lihat ke sekelilingmu&#8221; , kataNya. &#8220;Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?&#8221;. &#8220;Ya&#8221;, jawab saya. Lalu Tuhan berkata, &#8220;Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.<br />
<span id="more-464"></span>Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. &#8221;</p>
<p>&#8220;Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. &#8221; &#8220;Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. &#8221;</p>
<p>&#8220;Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu.&#8221;</p>
<p>Tuhan berkata &#8220;Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saat mu akan tiba&#8221;, Tuhan mengatakan itu kepada saya.<br />
&#8220;Engkau akan tumbuh sangat tinggi&#8221;<br />
&#8220;Seberapa tinggi saya harus bertumbuh?&#8221; tanya saya.<br />
&#8220;Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?&#8221;<br />
Tuhan balik bertanya.<br />
&#8220;Setinggi yang mereka mampu?&#8221; saya bertanya<br />
&#8220;Ya.&#8221; jawabNya, &#8220;Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai.&#8221;</p>
<p>Lalu saya pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap saya. Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bambu-dan-pakis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wilma Rudolph</title>
		<link>http://pengharapan.com/wilma-rudolph.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/wilma-rudolph.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 02:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[wilma rudolph]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Si-Lumpuh dari kota Tennese

Wilma Rudolph, lahir dari keluarga yg sangat miskin 23 Juni 1940, di­Tennesee, USA.  Anak ke-20 dari 22 bersaudara. Ayahnya hanya seorang porter KA / kuli angkut barang &#38; ibunya hanya tukang masak &#38; cuci baju tetangga. Hidup mereka benar2 miskin.
Saat usia 4 tahun, ia menderita radang paru2 &#38; demam tinggi yg menyebabkan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Si-Lumpuh dari kota Tennese</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Wilma Rudolph, lahir dari keluarga yg sangat miskin 23 Juni 1940, di­Tennesee, USA.  Anak ke-20 dari 22 bersaudara. Ayahnya hanya seorang porter KA / kuli angkut barang &amp; ibunya hanya tukang masak &amp; cuci baju tetangga. Hidup mereka benar2 miskin.</div>
<div>Saat usia 4 tahun, ia menderita radang paru2 &amp; demam tinggi yg menyebabkan kakinya lumpuh karena polio. Orgtuanya tak mampu membeli obat karena waktu itu Amerika masih ada rasialisme yg membuat orang2 kulit hitam mendapatkan perlakuan buruk dalam kesehatan &amp; pendidikan. Akhirnya, la harus menggunakan kruk/penyangga &amp; dokter menyatakan bahwa kakinya akan lumpuh selamanya. Tetapi ibunya terus berdoa pd TUHAN &amp; memberi keyakinan pd Wilma bahwa ia pasti normal kembali. Di-saat yg buruk, kakinya yg lumpuh semakin mengecil &amp; hanya terjuntai ke­bawah tak bereaksi apapun. Namun Wilma terus mengucapkan kata2 iman &amp; berkata &#8220;Aku akan menjadi wanita tercepat di-dunia di-lintasan lari.&#8221; &amp; ia terus mencoba berdiri, walau sdh ribuan kali ia mencoba &amp; jatuh. Ia tak menyerah.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-299"></span></div>
<div>Pada usia 9 tahun, ia nekat melanggar nasehat dokter &amp; membuang tongkatnya &amp; melakukan langkah pertama yg menurut dokter2 takkan pernah dapat dilakukannya. Selama 3 tahun ia terus mencoba melangkah, berjalan &amp; berlari. Pada usia 13 tahun ia mengikuti lomba lari pertama kalinya &amp; menjadi peserta satu2nya yg berkaki tak sempurna. Ia kalah. Tapi Wilma terus melaju. Ia terus bertanding di-ratusan lomba &amp; mengalami ratusan kekalahan. Hingga suatu hari ia berhasil menang lomba lari dlm satu kejuaraan Provinsi yg membuatnya berhasil meraih beasiswa di-Tennesee State University &amp; mempertemukannya dengan seorang pelatih atletik bernama Ed Temple.</div>
<div id="_mcePaste">Wilma berkata pd Ed &#8220;Saya ingin menjadi wanita tercepat di-lintasan atletik dunia.&#8221; Dibawah bimbingan Ed, Wilma terus berlatih siang malam, mengatasi berbagai rintangan, bertanding dalam ratusan lomba &amp; terus melaju hingga akhirnya Sejarah mencatat, pada Olimpiade tahun 1960, Wilma Glodean Rudolph, Seorang wanita kulit hitam pertama yg pernah menderita polio &amp; lumpuh, akhirnya menjadi juara Olimpiade &amp; memenangkan 3 medali emas di-lintasan lari 100 meter, 200 meter &amp; estafet 400 meter &amp; menjadi wanita tercepatdi-dunia di-lintasan lari.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/wilma-rudolph.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampul Coklat</title>
		<link>http://pengharapan.com/sampul-coklat.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/sampul-coklat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 05:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[sampul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Hidup ini memang penuh kesulitan, namun mereka yang mempunyai kesabaran, kreativitas ketekunan akan mampu merubah kesulitan menjadi peluang. Tidak tunduk pada keadaan, namun mempengaruhi keadaan menjadi lebih baik.

Tahun ajaran baru, selalu mengingatkan saya pada banyak hal. Salah satunya, adalah sampul coklat. Ya, sampul buku dari kertas tipis berwarna coklat, yang selalu dipakai untuk sekolah, hingga [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Hidup ini memang penuh kesulitan, namun mereka yang mempunyai kesabaran, kreativitas ketekunan akan mampu merubah kesulitan menjadi peluang. Tidak tunduk pada keadaan, namun mempengaruhi keadaan menjadi lebih baik.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Tahun ajaran baru, selalu mengingatkan saya pada banyak hal. Salah satunya, adalah sampul coklat. Ya, sampul buku dari kertas tipis berwarna coklat, yang selalu dipakai untuk sekolah, hingga saat ini. Benda itu, mengajarkan saya tentang kesederhanaan, dan juga kasih sayang. Benda itu juga menunjukkan kepada saya bahwa kemuliaan tak selalu datang dan sesuatu yang serba mahal.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Dulu, saat saya kelas 2 SD, Pak guru mengharuskan setiap anak untuk menyampul semua buku tugas dengan sampul coklat. &#8220;Agar lebih rapi &amp; bersih.&#8221; begitu kira-kira ucapan beliau. Saya pun merasa wajib untuk menurutinya, apalagi saya ditunjuk menjadi ketua kelas saat itu. Dan besok, buku tugas itu harus sudah dikumpulkan, lengkap dengan sampul coklat.</div>
<div id="_mcePaste">Namun sayang, saya agaknya tak dapat memenuhi perintah Pak Guru. Saat saya sampaikan kepada lbu di rumah, lbu berkata bahwa ia tak punya cukup uang untuk membeli sampul coklat. Saat itu, adik saya memang sedang sakit. Dan lbu baru saja membeli obat, sehingga tabungan lbu belum cukup untuk membeli beberapa lembar sampul, sedangkan ayah juga belum pulang dari keliling berjualan barang ke-luar kota. Duh duh, saya bingung saat itu. Bimbang, antara takut dengan perintah Pak Guru &amp; kasihan pada lbu yg tak punya uang.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-270"></span></div>
<div>&#8220;Uang Ibu sudah habis, tadi sudah buat beli obat,&#8221; begitu kira-kira yang disampaikannya. Aduh, rasanya mau menangis saat itu. Namun, saya beruntung sekali mempunyai lbu seperti beliau yang kreatif &amp; tak pernah menyerah dalam keadaan sesulit apapun. Tak kurang akalnya untuk membahagiakan semua anak ­anaknya, walau keadaan sering mempersulit kami.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saya ingat, saat itu lbu memandang saya dengan wajah amat memelas, saya tahu ia ingin sekali membelikan sampul coklat buat saya meski keterbatasan menghimpitnya. Namun sedetik kemudian ibuku tersenyum &amp; mengelus rambutku. Ia masuk ke-dapur &amp; mengambil sejumlah kalender bekas yang ada di ruang belakang. Dipilihnya yang terbaik dan masih bersih. Ia lalu menggunting beberapa lembar, dan menyusunnya menjadi sebuah sampul buku dengan posisi terbalik. &#8220;Sampul yang ini lebih bagus,&#8221; katanya. Kemudian, diguntingnya kembali kalender-kalender bekas itu, dan dirangkainya menjadi susunan sampul.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Aaahh, saya ingat kembali masa-masa itu. Saya masih ingat saat lbu menggunting-gunting, memotong-motong dan melipat-lipat kalender itu dan menjadikannya sampul buku. Tangannya tampak berkelok kelok mengikuti alur kertas kalender, membentuk garis-garis panjang. Ia selalu ingin memberikan yang terbaik buat saya. Sambil bercerita macam-macam, lbu juga tak lupa memberikan hiasan lipatan di ujung-ujung buku, agar sampul buku buat saya ini lebih manis dan tak kalah dengan milik anak-anak lainnya.</div>
<div id="_mcePaste">Saya juga masih ingat, saat lbu juga menjerang air berisi sagu untuk membuat lem, sambil mengendong adik yang sakit. Ya, kami membuat lem sagu, sebab selotip yang mahal bukanlah alat yang biasa kami punya &amp; saat itu kami benar2 kekurangan uang. Saya juga membantu lbu mengelem buku-buku itu, hingga membua tjari2 tangan kami tebal dan sedikit kepanasan. Ya, saya masih ingat saat itu&#8230;saat lbu meniupi jari-jemari saya yang kepanasan saat mengoles lem itu di sampul buku. Hingga hari beranjak malam saat kami selesai membuat sampul kalender itu. Di depan saya, kini tertumpuk beberapa buku yang tampak lebih tebal dengan sampul bagian belakang kalender yang berwarna putih. Esok, saya akan membawa buku-buku tugas itu. Walaupun berbeda &amp; membuat saya sedikit ragu, namun saya tetap bangga dengan sampul ­sampul buku itu. Ternyata, sampul kalender saya lebih bagus dan berkilap. Saat terkena cahaya, akan tampak sinar yang memantul, membuat buku-buku itu berkilau.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Memang, Pak Guru tampak kaget dengan buku-buku yang saya miliki. Sebab, saya adalah satu-satunya anak yang tak mempunyai buku bersampul coklat&#8230;Beliau sempat mempertanyakannya. Namun, setelah mendengarkan penjelasan dari saya, beliau bisa mengerti. Saya menjadi anak yang istimewa, dan ini berkat sampul kalender dari lbu.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Pembaca Terkasih, seorang lbu, adalah layaknya malaikat pelindung buat anak-anaknya. Dan lbu, mungkin lebih dari itu. lbu buat saya adalah seperti papan tulis seluas samudera, tempat saya memahami, mendengarkan, dan menyimak pelajaran-pelajaran hidup. lbu buat saya adalah seperti air terjun yang mencurahkan hikmah-hikmah, dan menyiramkan nasihat­-nasihat yang tak terucapkan.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Pada lbu-lah saya berharap tentang kasih-sayang antara manusia, dan cinta-kasih yang tak pernah putus. Pada lbu-lah saya menemukan telaga cinta, tempat saya bebas menghirup beningnya kasih dan jernihnya sayang. Pada lbu-lah saya belajar tentang kesederhanaan dan kemuliaan walaupun hanya lewat sampul kalender buatannya. Saya berharap, bisa menjadi anaknya yang bersinar, berkilap, dan berkilau seperti sampul kalender buatannya. Saya juga berharap bisa menjadi anak yang berbeda, istimewa, dan terpilih, walaupun dengan keterbatasan2 yang saya punya. Sebab, bukankah kemuliaan tak dilihat dari luarnya saja?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Terima kasih kepada lbu, yang telah memberikan saya kesempatan untuk memahami bahwa setiap lbu akan selalu berusaha membahagiakan anak-anaknya. Setiap lbu, akan melakukan segalanya agar sang anak bisa tersenyum, gembira dan bahagia dengan apa yang dilakukannya.</div>
<div id="_mcePaste">Terima kasih ibu, sekarang aku mengerti arti kata &#8220;Tidak Menyerah&#8221; dalam keadaan sesulit apapun. Tidak tunduk pada keadaan, tapi merubah keadaan buruk itu menjadi kesempatan yang lebih baik.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Terima kasih lbu atas segala kasih sayangmu,..juga atas sampul kalender yang sederhana namun indah itu. Akan kusimpan kenangan2 manis tentang cintamu, disudut terhangat di-dalam hatiku.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/sampul-coklat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Kau Inginkan Dalam Hidupmu</title>
		<link>http://pengharapan.com/apa-yang-kau-inginkan-dalam-hidupmu.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/apa-yang-kau-inginkan-dalam-hidupmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 03:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[Shang Da]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa.</div>
<div><span id="more-261"></span></div>
<div>Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.</div>
<div>Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.</div>
<div id="_mcePaste">Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.</div>
<div></div>
<div>Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.</div>
<div>Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da.</div>
<div>Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.</div>
<div>Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, &#8220;Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!&#8221; Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, &#8220;Sebut saja, mereka bisa membantumu&#8221; Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, &#8220;Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!&#8221; demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.</div>
<div>Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.</div>
<div>Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya&#8230;ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan&#8230;. bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/apa-yang-kau-inginkan-dalam-hidupmu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

