Satu Jam Saja

Sebelum membaca kisah ini, tanyakanlah hati kecil Anda. Berapa banyak waktu berharga yang Anda berikan untuk anak-anak Anda? Berapa banyak kesempatan dalam hidup ini menikmati masa2 indah bersama anak2 sebelum mereka beranjak dewasa & mempunyai kehidupannya sendiri ?
Seorang pria yang kembali terlambat pulang dari kerja, dlm keadaan letih lesu, menemukan putranya yg berusia 5 tahun sedang menantinya di depan pintu. “Papa, bolehkah saya tanya sesuatu?” “Tentu, Nak. Apa yg ingin kau tanyakan?” jawab pria tersebut. “Papa, berapa jumlah uang yang Papa peroleh dalam satu jam?” “Itu bukan urusanmu! Mengapa kamu bertanya seperti itu?” kata pria tersebut dengan marah. “Saya hanya ingin tahu. Tolong beritahukan berapa uang yang Papa peroleh dalam satu jam?” tanya anak itu. “Baiklah, bila kamu benar-benar ingin tahu. Papa mendapat 20 ribu per jam.” “Oh,” anak itu mengangguk-anggukkan kepalanya.

Air Mata Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Bukan Aku Tak Cinta

Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30.
“Tinnn.. Tiiiinnnnn…!!”
Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.