<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; papa</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/papa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Satu Jam Saja</title>
		<link>http://pengharapan.com/satu-jam-saja.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/satu-jam-saja.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 09:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[papa]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membaca kisah ini, tanyakanlah hati kecil Anda. Berapa banyak waktu berharga yang Anda berikan untuk anak-anak Anda? Berapa banyak kesempatan dalam hidup ini menikmati masa2 indah bersama anak2 sebelum mereka beranjak dewasa &#38; mempunyai kehidupannya sendiri ?
Seorang pria yang kembali terlambat pulang dari kerja, dlm keadaan letih lesu, menemukan putranya yg berusia 5 tahun [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Sebelum membaca kisah ini, tanyakanlah hati kecil Anda. Berapa banyak waktu berharga yang Anda berikan untuk anak-anak Anda? Berapa banyak kesempatan dalam hidup ini menikmati masa2 indah bersama anak2 sebelum mereka beranjak dewasa &amp; mempunyai kehidupannya sendiri ?</div>
<div>Seorang pria yang kembali terlambat pulang dari kerja, dlm keadaan letih lesu, menemukan putranya yg berusia 5 tahun sedang menantinya di depan pintu. &#8220;Papa, bolehkah saya tanya sesuatu?&#8221; &#8220;Tentu, Nak. Apa yg ingin kau tanyakan?&#8221; jawab pria tersebut. &#8220;Papa, berapa jumlah uang yang Papa peroleh dalam satu jam?&#8221; &#8220;Itu bukan urusanmu! Mengapa kamu bertanya seperti itu?&#8221; kata pria tersebut dengan marah. &#8220;Saya hanya ingin tahu. Tolong beritahukan berapa uang yang Papa peroleh dalam satu jam?&#8221; tanya anak itu. &#8220;Baiklah, bila kamu benar-benar ingin tahu. Papa mendapat 20 ribu per jam.&#8221; &#8220;Oh,&#8221; anak itu mengangguk-anggukkan kepalanya.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-209"></span></div>
<div>Kemudian dia memandang kembali kepada pria tersebut dan berkata, &#8220;Papa, bolehkah saya meminjam 10 ribu?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Dengan marah ayahnya menjawab, &#8220;Bila kamu hanya ingin tahu berapa jumlah uang yang papa peroleh dalam satu jam agar kamu dapat meminta uang untuk membeli suatu mainan konyol atau mainan tak berguna lainnya, lebih baik sekarang juga kamu pergi ke kamarmu dan tidur. Mengapa kamu begitu egois. Papa letih, bekerja keras berjam-jam setiap hari, dan tidak ada waktu untuk permainan seperti itu.&#8221; Dengan diam anak kecil itu pergi ke kamarnya dan menutup pintu. Pria tersebut kemudian duduk dan semakin bertambah marah saat ia memikirkan tentang pertanyaan putranya. Betapa beraninya ia bertanya seperti itu hanya untuk memperoleh sejumlah uang. Setelah beberapa jam, amarahnya menyurut dan ia mulai berpikir mungkin ia telah bersikap terlalu keras terhadap putranya. Lagipula putranya jarang meminta uang padanya.</div>
<div>Lalu ia berjalan ke kamar putranya &amp; membuka pintu. &#8221;Engkau sudah tidur, Nak?&#8221; tanya pria tersebut. &#8220;Belum, Papa&#8221; jawab anak itu. &#8220;Papa baru saja berpikir, mungkin Papa terlalu keras terhadapmu tadi,&#8221; &#8220;Hari ini Papa sangat lelah dan tanpa sadar Papa jadi cepat marah. Ini uang 10 ribu yang kamu minta.&#8221;Anak itu segera bangun dan berseru dengan gembira &#8220;Oh terima kash, Papa&#8221; Kemudian ia membalikkan bantalnya lalu mengambil sejumlah uang yang ada di bawahnya. Melihat bahwa putranya telah memiliki uang, pria tersebut menjadi marah lagi. &#8220;Mengapa kamu menginginkan uang lagi, padahal kamu sudah memilikinya?&#8221; tanya ayahnya dengan jengkel. &#8220;Karena uang saya belum cukup, tapi sekarang sudah cukup.&#8221;jawab anak tersebut.</div>
<div>Dengan perlahan anak itu menghitung uangnya dan kemudian memandang kepada ayahnya &#8220;Papa, saya sudah mempunyai uang 20 ribu. Sekarang, bisakah saya membeli satu jam dari waktu yang Papa miliki?&#8221;</div>
<div>Tiada Harta yg dapat membeli Waktu. Terlebih Waktu bersama orang-orang yang kita kasihi. Manfaatkanlah&#8230; Esok mungkin sudah terlambat  !!!</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/satu-jam-saja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Mata Papa</title>
		<link>http://pengharapan.com/air-mata-papa.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/air-mata-papa.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 08:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[air mata]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga]]></category>
		<category><![CDATA[papa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya&#8230;..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya&#8230;..</div>
<div id="_mcePaste">Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.</div>
<div id="_mcePaste">Lalu bagaimana dengan Papa?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?</div>
<div id="_mcePaste">Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-207"></span></div>
<div>Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil&#8230;&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.</div>
<div id="_mcePaste">Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Kemudian Mama bilang : &#8220;Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya&#8221; ,</div>
<div id="_mcePaste">Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi sadarkah kamu?</div>
<div id="_mcePaste">Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.</div>
<div id="_mcePaste">Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : &#8220;Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?</div>
<div id="_mcePaste">Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.</div>
<div id="_mcePaste">Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika kamu sudah beranjak remaja&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: &#8220;Tidak boleh!&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?</div>
<div id="_mcePaste">Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat &#8211; sangat luar biasa berharga..</div>
<div id="_mcePaste">Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,</div>
<div id="_mcePaste">Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia&#8230;. :&#8217;)</div>
<div id="_mcePaste">Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..</div>
<div id="_mcePaste">Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?</div>
<div id="_mcePaste">Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.</div>
<div id="_mcePaste">Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut &#8211; larut&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .</div>
<div id="_mcePaste">Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata &#8211; mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika kamu menjadi gadis dewasa&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Papa harus melepasmu di bandara.</div>
<div id="_mcePaste">Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?</div>
<div id="_mcePaste">Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini &#8211; itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. ..</div>
<div id="_mcePaste">Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata &#8220;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&#8221;. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT&#8230;kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.</div>
<div id="_mcePaste">Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : &#8220;Tidak&#8230;. Tidak bisa!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan &#8220;Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu&#8221;. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.</div>
<div id="_mcePaste">Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.</div>
<div id="_mcePaste">Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..</div>
<div id="_mcePaste">Karena Papa tahu&#8230;..</div>
<div id="_mcePaste">Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.</div>
<div id="_mcePaste">Dan akhirnya&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?</div>
<div id="_mcePaste">Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: &#8220;Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Bahagiakanlah ia bersama suaminya&#8230;&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dengan rambut yang telah dan semakin memutih&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Papa telah menyelesaikan tugasnya&#8230;.</div>
<div id="_mcePaste">Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .</div>
<div id="_mcePaste">Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa &#8220;KAMU BISA&#8221; dalam segala hal&#8230;</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/air-mata-papa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Aku Tak Cinta</title>
		<link>http://pengharapan.com/bukan-aku-tak-cinta.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/bukan-aku-tak-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 07:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[cassie]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[papa]]></category>
		<category><![CDATA[pelampiasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.</div>
<div>Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tinnn.. Tiiiinnnnn&#8230;!!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-105"></span></div>
<div>Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.</div>
<div>&#8220;Mama, mama.. Mama, mama&#8230;&#8221; Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja.</div>
<div id="_mcePaste">Dengan cemas Cassie bertanya, &#8220;Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.</div>
<div id="_mcePaste">Cassie makin gencar bertanya, &#8220;Mama, mama&#8230; mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Tiba-tiba&#8230;</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!&#8221; Mama membentak dengan suara tinggi.</div>
<div>Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama&#8230; Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama?</div>
<div>Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.</div>
<div id="_mcePaste">Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Tinnn.. Tiiiinnnnn&#8230;!!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan.</div>
<div>&#8220;Cassie mana?&#8221;. &#8220;Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste">Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: &#8220;Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.&#8221;</div>
<div>Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka.</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?&#8221;</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/bukan-aku-tak-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

