<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; pekerjaan</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/pekerjaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Keseimbangan Hidup</title>
		<link>http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 00:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keseimbangan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.<span id="more-1080"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,&#8221; seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, &#8220;Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, &#8220;Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, &#8220;Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, &#8220;Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, &#8220;Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.&#8221; tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.<br />
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, &#8220;Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, &#8220;Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">======================================================</p>
<p style="text-align: justify;">Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.<br />
Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : andriewongso.com</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://pengharapan.com/hidup-yang-bermakna-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup Yang Bermakna'>Hidup Yang Bermakna</a> <small>Ada satu cerita tentang seorang guru yang berambisi menjadi kepala...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/keseimbangan-hidup.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Tuhan</title>
		<link>http://pengharapan.com/rencana-tuhan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/rencana-tuhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 01:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[diijinkan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[percaya]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang meyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang meyulam sesuatu di atas sehelai kain. 
Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #2a2424;">Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang meyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang meyulam sesuatu di atas sehelai kain. </span></p>
<p><span style="color: #2a2424;">Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, &#8220;Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.&#8221;<span id="more-628"></span></span></p>
<p><span style="color: #2a2424;">Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, &#8220;Anakku, mari ke sini, dan duduklah di pangkuan ibu.&#8221; Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang ruwet.</span></p>
<p><span style="color: #2a2424;">Kemudian ibu berkata, &#8220;Anakku, dari bawah memang ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.&#8221; &#8220;Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.&#8221;</span></p>
<p><span style="color: #2a2424;">Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada TUHAN, &#8220;apa yang Engkau lakukan?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Aku sedang menyulam kehidupanmu.&#8221; Dan aku membantah, &#8220;Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah? Kemudian TUHAN menjawab, &#8220;kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi ini. Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuan-Ku, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku!&#8221;</span></p>
<p><span style="color: #2a2424;">SERING KALI KITA TIDAK MENGERTI APA YANG TUHAN INGINKAN DALAM HIDUP KITA .. TAPI PERCAYALAH BAHWA SEMUA YANG TELAH DIA IJINKAN TERJADI DALAM HIDUP KITA ADALAH YANG TERBAIK.</span></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/rencana-tuhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Kasih Seorang Pramugari</title>
		<link>http://pengharapan.com/kisah-kasih-seorang-pramugari.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kisah-kasih-seorang-pramugari.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 08:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pramugari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pramugari selain mengenakan pakaian cantik seperti yang diketahui banyak orang, tentu saja ada kala nya saya menghadapi saat-saat sulit. Pramugari harus kerja lembur, di dalam pesawat harus mengantar makanan pada ratusan orang, menjual barang duty free, melayani tamu, sibuk sekali sampai tidak bisa tersenyum. Dalam keadaan demikian tetap harus mengingatkan diri bahwa pekerjaanku adalah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Seorang pramugari selain mengenakan pakaian cantik seperti yang diketahui banyak orang, tentu saja ada kala nya saya menghadapi saat-saat sulit. Pramugari harus kerja lembur, di dalam pesawat harus mengantar makanan pada ratusan orang, menjual barang duty free, melayani tamu, sibuk sekali sampai tidak bisa tersenyum. Dalam keadaan demikian tetap harus mengingatkan diri bahwa pekerjaanku adalah pelayanan, harus melayani banyak orang. Walaupun bagaimana memberitahu diri kadang-kadang ada saat dimana saya kehabisan tenaga, tak bisa bersabar dan tersenyum.</div>
<div id="_mcePaste">Sampai pada suatu hari teman baik saya bercerita tentang bagaimana dia melayani seorang kakek tua yang pikun, saya baru bisa mengubah sikap kerja saya. Ini adalah sebuah penerbangan dari Taipei ke New York. Pada saat pesawat terbang take off tak berapa lama, ada seorang kakek yang tidak bisa mengontrol untuk buang air besar. Dan akhirnya mengeluarkannya di tempat. Keluarga yang melihat hanya merasa jijik dan memaksa kakek ini untuk membersihkan diri di toilet sendirian. Orang tua ini tampak ragu sejenak, lalu kemudian seorang diri berjalan menuju toilet yang berada di belakang.</div>
<div id="_mcePaste">Pada saat kakek itu keluar dari toilet, walau bagaimana pun ia mengingat, ia tetap tidak mampu mengingat tempat duduknya sendiri. Kakek yang berumur 80-an ini menjadi cemas, takut, dan menangis seorang diri di teras toilet. Seorang pramugari datang membantu kakek ini, bau yang teramat sangat memenuhi badan kakek. Ternyata kakek ini tidak mengetahui dengan jelas letak tissue di dalam toilet tersebut sehingga ia membersihkannya dengan menggunakan bajunya. Toilet yang digunakannnya tadi jadi kotor dan berantakan sekali.</div>
<div><span id="more-344"></span></div>
<div id="_mcePaste">Setelah mengantarkan kakek kembali ke tempat duduknya. Para penumpang di sekitarnya mulai mengeluh bau busuk yang berasal dari badannya. Pramugari menanyakan kepada saudaranya apakah mereka masih memiliki baju pengganti yang bisa digunakan oleh kakek ini. Saudaranya mengatakan, semua pakaian ada di bagasi pesawat, jadi kakek ini tidak memiliki baju pengganti. Dan saudaranya berkata, &#8220;Sekarangkan penerbangan ini tidak terisi full, saya melihat ada beberapa baris bagian belakang yang masih kosong, bawa saja kakek ini untuk duduk di belakang.&#8221; Pramugari ini hanya bisa mengikuti keinginan dari saudaranya.dan membawa kakek ini ke barisan belakang.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Kemudian mengunci toilet yang telah digunakan oleh kakek ini agar penumpang lain tidak salah masuk toilet. Akhirnya kakek ini duduk di bangku belakang seorang diri, menundukan kepala dan tak henti-hentinya menghapus air matanya yang terus mengalir.</div>
<div id="_mcePaste">Siapa sangka satu jam kemudian, kakek ini sudah berganti pakaian, dengan badan yang bersih dan tersenyum riang kembali ke tempat duduknya semula. Di depan mejanya tersaji seporsi makanan baru yang masih hangat. Semua orang saling bertanya siapa gerangan yang membantunya? Ternyata teman baik saya ini yang mengorbankan waktu makan malamnya. Dia menggunakan tissue dan lap basah pelan-pelan membersihkan badan kakek ini sampai bersih.dan meminjam baju baru dari co-pilot untuk mengganti baju kakek ini. Terlebih lagi, pramugari ini membersihkan toilet yang telah digunakan oleh kakek ini hingga bersih dan menyemprotkan parfumnya sendiri ke dalam toilet tersebut.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Rekan kerjanya mengatakan dia bodoh, harus begitu susah payah membantu orang lain, bukankah sampai akhirnya tidak akan ada orang yang mengenang dan berterimah kasih. Sudah lelah, namun tidak mendatangkan keuntungan apa pun. Dia dengan tenang dan tegas menjawab, &#8220;Jam penerbangan masih belasan jam, kalau saya menjadi orang tua tersebut, saya pastilah sangat sedih, siapa yang berharap kalau awal dari perjalanan ini bisa jadi begini.</div>
<div id="_mcePaste">Lagi pula tigapuluhan orang harus menggunakan satu toilet, kurang satu toilet tentu sangat merepotkan. Saya bukan hanya membantu orang tua itu tapi juga membantu penumpang yang lain.&#8221;</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Setelah mendengar cerita ini saya sangat menyesali sikap saya. Teman baikku pernah menyampaikan kepada saya bahwa pekerjaan yang paling membahagiakan adalah pekerjaan yang mengantarkan orang lain dari satu tempat ke tempat lain dengan selamat. Sejak mendengar pengalaman indah dari teman baik ini, saya baru menyadari bahwa pelayanan sungguh merupakan sebuah berkah yang harus dihargai. Cara terbaik menghargai berkah adalah dengan membagikan berkah ini kepada orang lain. Pengalaman teman baikku ini telah mengubah sikapku dalam bertugas.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kisah-kasih-seorang-pramugari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lihatlah Dengan Kasih</title>
		<link>http://pengharapan.com/lihatlah-dengan-kasih.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/lihatlah-dengan-kasih.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 08:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[margaret]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Seperti ribuan remaja lainnya, Margaret sedang berusaha mendapatkan suatu pekerjaan. Dia membaca tentang adanya lowongan kerja di sebuah pabrik,dan dia merencanakan untuk pergi ke sana.
Hari itu angin keras &#38; hujan turun deras. Di dalam bis, margaret melihat ada beberapa gadis yg lebih cantik &#38; berpakaian lebih baik dari dirinya. Mereka turun dari bis di tempat [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Seperti ribuan remaja lainnya, Margaret sedang berusaha mendapatkan suatu pekerjaan. Dia membaca tentang adanya lowongan kerja di sebuah pabrik,dan dia merencanakan untuk pergi ke sana.</div>
<div>Hari itu angin keras &amp; hujan turun deras. Di dalam bis, margaret melihat ada beberapa gadis yg lebih cantik &amp; berpakaian lebih baik dari dirinya. Mereka turun dari bis di tempat yg sama. Rupanya mereka juga ingin melamar bekerja di situ juga. &#8220;Ya Tuhan..&#8221; Margaret berdoa dalam hati, &#8220;bantulah saya. Keluarga saya sangat membutuhkan uang.&#8221;</div>
<div>Tepat pada saat itu, seorang wanita setengah baya turun dari bis, dan tergelincir jatuh di trotoar. Anak2 gadis itu melirik ke arahnya tetapi terus berjalan. Wanita itu tampak pusing. Topi, kaca mata, dan dompetnya tergeletak di kakinya. Untuk beberapa saat Margaret ragu2. Jika dia membantunya, anak2 gadis itu akan lebih cepat memasukkan lamaran kerja mereka daripada dia.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-317"></span></div>
<div>Dia merasa bahwa dia tidak punya kesempatan. Tiba2 nasehat ibunya terus menerus bergema di pikirannya &#8220;Lihatlah segala sesuatu dengan Kasih &amp; Kebaikan hati&#8221; Margaret berhenti dan membantu wanita itu berdiri dan memungut semua barang miliknya.</div>
<div>&#8220;Bisakah kamu membantu saya ke kantor?&#8221; pinta wanita itu. &#8220;Saya merasa agak gemetar.&#8221; Mereka pun berjalan sangat perlahan2 ke pabrik. Margaret memberitahu wanita itu bahwa dia datang untuk melamar pekerjaan. Ketika mereka sampai di kantor pabrik itu, nyonya itu berterima kasih kepadanya dan masuk ke aula. Beberapa saat kemudian, Margaret diantar ke kantor manajer dan ia melihat bahwa nyonya yg baru saja pergi itu sedang duduk di sana.</div>
<div>Nyonya itu berkata kepadanya, &#8220;Saya telah menunggumu,&#8221; katanya. &#8220;lowongan yg ada adalah sebagai resepsionis. Seorang gadis cerdas yg penuh perhatian sepertimu memenuhi syarat untuk pekerjaan itu.&#8221; Margaret lalu diterima bekerja di kantor pabrik itu.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/lihatlah-dengan-kasih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

