<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengharapan.com &#187; perjuangan</title>
	<atom:link href="http://pengharapan.com/tag/perjuangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengharapan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 12:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perkataan Ibu Teresa</title>
		<link>http://pengharapan.com/perkataan-ibu-teresa.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/perkataan-ibu-teresa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 01:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ibu Teresa]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perkataan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Inilah perkataan yang diucapkan ibu Teresa sebelum kematiannya :
&#8220;Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat &#8211; kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.&#8221;
Mereka yang miskin secara [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah perkataan yang diucapkan ibu Teresa sebelum kematiannya :</p>
<p>&#8220;Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat &#8211; kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.&#8221;</p>
<p>Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah.</p>
<p>Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan. Dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk. <span id="more-874"></span></p>
<p>Saya memberitahu para suster : &#8220;Kalian merawat yang tiga; saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.&#8221;</p>
<p>Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : &#8221; Terima kasih &#8221; lalu ia meninggal.</p>
<p>Saya tidak bisa tidak harus memeriksa hati nurani saya sendiri. Dan saya bertanya : &#8221; Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia ?&#8221; dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri.</p>
<p>Mungkin saya berkata : &#8221; Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya&#8221;. Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia mati dengan senyum di wajahnya.</p>
<p>Lalu ada seorang laki-laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata : &#8220;Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.&#8221;</p>
<p>Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah : &#8220;Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan&#8221; &#8211; lalu ia mati.</p>
<p>Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin secara materi.</p>
<p>* Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.<br />
* Hidup adalah keindahan, kagumi itu.<br />
* Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.<br />
* Hidup adalah tantangan, hadapi itu.<br />
* Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.<br />
* Hidup adalah pertandingan, jalani itu.<br />
* Hidup adalah mahal, jaga itu.<br />
* Hidup adalah kekayaan, simpan itu.<br />
* Hidup adalah kasih, nikmati itu.<br />
* Hidup adalah janji, genapi itu.<br />
* Hidup adalah kesusahan, atasi itu.<br />
* Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.<br />
* Hidup adalah perjuangan, terima itu.<br />
* Hidup adalah tragedi, hadapi itu.<br />
* Hidup adalah petualangan, lewati itu.<br />
* Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.<br />
* Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.</p>
<p>Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/perkataan-ibu-teresa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja Adalah Kehormatan</title>
		<link>http://pengharapan.com/kerja-adalah-kehormatan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/kerja-adalah-kehormatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 06:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[eksekutif muda]]></category>
		<category><![CDATA[gadis kecil]]></category>
		<category><![CDATA[kebanggaan]]></category>
		<category><![CDATA[kehormatan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.Setengah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.</p>
<p>”Om beli bunga Om.”</p>
<p>”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.</p>
<p>”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.<span id="more-509"></span>Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”</p>
<p>Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.</p>
<p>”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.</p>
<p>”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.</p>
<p>Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak boleh menjadi pengemis.”</p>
<p>Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.</p>
<p>Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/kerja-adalah-kehormatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wilma Rudolph</title>
		<link>http://pengharapan.com/wilma-rudolph.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/wilma-rudolph.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 02:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[wilma rudolph]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Si-Lumpuh dari kota Tennese

Wilma Rudolph, lahir dari keluarga yg sangat miskin 23 Juni 1940, di­Tennesee, USA.  Anak ke-20 dari 22 bersaudara. Ayahnya hanya seorang porter KA / kuli angkut barang &#38; ibunya hanya tukang masak &#38; cuci baju tetangga. Hidup mereka benar2 miskin.
Saat usia 4 tahun, ia menderita radang paru2 &#38; demam tinggi yg menyebabkan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Si-Lumpuh dari kota Tennese</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Wilma Rudolph, lahir dari keluarga yg sangat miskin 23 Juni 1940, di­Tennesee, USA.  Anak ke-20 dari 22 bersaudara. Ayahnya hanya seorang porter KA / kuli angkut barang &amp; ibunya hanya tukang masak &amp; cuci baju tetangga. Hidup mereka benar2 miskin.</div>
<div>Saat usia 4 tahun, ia menderita radang paru2 &amp; demam tinggi yg menyebabkan kakinya lumpuh karena polio. Orgtuanya tak mampu membeli obat karena waktu itu Amerika masih ada rasialisme yg membuat orang2 kulit hitam mendapatkan perlakuan buruk dalam kesehatan &amp; pendidikan. Akhirnya, la harus menggunakan kruk/penyangga &amp; dokter menyatakan bahwa kakinya akan lumpuh selamanya. Tetapi ibunya terus berdoa pd TUHAN &amp; memberi keyakinan pd Wilma bahwa ia pasti normal kembali. Di-saat yg buruk, kakinya yg lumpuh semakin mengecil &amp; hanya terjuntai ke­bawah tak bereaksi apapun. Namun Wilma terus mengucapkan kata2 iman &amp; berkata &#8220;Aku akan menjadi wanita tercepat di-dunia di-lintasan lari.&#8221; &amp; ia terus mencoba berdiri, walau sdh ribuan kali ia mencoba &amp; jatuh. Ia tak menyerah.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-299"></span></div>
<div>Pada usia 9 tahun, ia nekat melanggar nasehat dokter &amp; membuang tongkatnya &amp; melakukan langkah pertama yg menurut dokter2 takkan pernah dapat dilakukannya. Selama 3 tahun ia terus mencoba melangkah, berjalan &amp; berlari. Pada usia 13 tahun ia mengikuti lomba lari pertama kalinya &amp; menjadi peserta satu2nya yg berkaki tak sempurna. Ia kalah. Tapi Wilma terus melaju. Ia terus bertanding di-ratusan lomba &amp; mengalami ratusan kekalahan. Hingga suatu hari ia berhasil menang lomba lari dlm satu kejuaraan Provinsi yg membuatnya berhasil meraih beasiswa di-Tennesee State University &amp; mempertemukannya dengan seorang pelatih atletik bernama Ed Temple.</div>
<div id="_mcePaste">Wilma berkata pd Ed &#8220;Saya ingin menjadi wanita tercepat di-lintasan atletik dunia.&#8221; Dibawah bimbingan Ed, Wilma terus berlatih siang malam, mengatasi berbagai rintangan, bertanding dalam ratusan lomba &amp; terus melaju hingga akhirnya Sejarah mencatat, pada Olimpiade tahun 1960, Wilma Glodean Rudolph, Seorang wanita kulit hitam pertama yg pernah menderita polio &amp; lumpuh, akhirnya menjadi juara Olimpiade &amp; memenangkan 3 medali emas di-lintasan lari 100 meter, 200 meter &amp; estafet 400 meter &amp; menjadi wanita tercepatdi-dunia di-lintasan lari.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/wilma-rudolph.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jacky Chan</title>
		<link>http://pengharapan.com/jacky-chan.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/jacky-chan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 05:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Jacky Chan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Saat bayi, dijual ibunya untuk biaya rumah sakit. Jackie Chan, lahir di-Hong Kong 7 April 1954 dengan nama Chan Kong Sang. Ayah &#38; ibunya adalah pesuruh di-kedutaan Francis. Saking miskinnya, saat lahir, Jackie dijual ke-dokter yang membantunya lahir karena orang tuanya tak sanggup membayar biaya obat. Untunglah salah satu teman ayahnya mau memberi pinjaman 500HK (Rp. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Saat bayi, dijual ibunya untuk biaya rumah sakit. Jackie Chan, lahir di-Hong Kong 7 April 1954 dengan nama Chan Kong Sang. Ayah &amp; ibunya adalah pesuruh di-kedutaan Francis. Saking miskinnya, saat lahir, Jackie dijual ke-dokter yang membantunya lahir karena orang tuanya tak sanggup membayar biaya obat. Untunglah salah satu teman ayahnya mau memberi pinjaman 500HK (Rp. 250.000) untuk menebus Jackie.</div>
<div>Saat 7 tahun orang tuanya terpaksa meninggalkannya mencari nafkah di kedutaan Cina di-Australia. Jackie kecil diserahkankan ke-sekolah opera Peking dibimbing guru Yu Jim Yuen. Awalnya, Jackie gembira sekali, namun kemudian dia sadar betapa keras kehidupan harus dihadapinya.</div>
<div>Di-Sekolah Opera Peking, ia harus bangun &amp; siap pada jam 5 pagi, lari keliling sekolah, latihan keras 6 jam, istirahat tanpa makan siang, latihan lagi, mandi, makan malam, latihan lagi &amp; tidur jam 9 malam. Ia juga sering dihajar habis2an oleh gurunya, dipukuli, dijambak, ditampar, dsb saat melakukan kesalahan. Sering ia harus tidur jam 2 pagi karena salah gerakan &amp; harus mengulang hingga berhasil. Bahkan bila satu murid saja membuat gurunya marah, maka semua murid dihajar habis. Kebrutalan ini membuat Jackie kecil &amp; teman2nya berusaha saling melindungi satu sama lain &amp; terikat persahabatan hingga sekarang dengan rekan2 seperguruan seperti Sammo Hung, Yuen Piao, Yuen Wah &amp; Correy Yuen Kwai.(semua sama2 terjun ke dunia film)</div>
<div><span id="more-223"></span></div>
<div>Walau keras, guru Yu punya perhatian khusus pada Jackie &amp; mengangkatnya sebagai anak. Sebagai anak angkat, bukannya enak, malah ia harus jadi contoh teladan bagi murid2 lainnya, sehingga bila ada yang salah, ia lebih dahulu digebuki walau itu bukan salahnya. Jackie kecil sangat menderita, tapi ia tak pernah menangis. Ia berusaha tabah &amp; kuat. Latihan keras inilah yang membuatnya hebat seperti sekarang.</div>
<div id="_mcePaste">Saat berusia 17 thn, ia bekerja sebagai stuntman di-film2 HongKong &amp; pernah jadi stuntmannya Bruce Lee di-film Fist of Fury &amp; Enter the Dragon. Di-film inilah ia mengalami patah tulang leher saat dihajar Bruce Lee.</div>
<div>Setelah bertahun2 kerja sebagai stuntman, Jackie akhirnya bisa main film sendiri &#8220;Master with Cracked Fingers&#8221; yang gagal, jeblok di pasaran. Sebagai stuntman &amp; bintang film tak laku, Jackie sering kehabisan uang &amp; bekerja apa saja asal bisa makan. Akhirnya ia ke-Australia &amp; bekerja sebagai kuli bangunan. Di-Australia inilah, mandor bangunan memberinya nama panggilan Little Jack &amp; diubah jadi Jacky, namun karena dinilai seperti nama wanita, setelah itu dirubah lagi jadi Jackie.</div>
<div id="_mcePaste">Setelah uang terkumpul, ia balik lagi ke-Hongkong &amp; meneken kontrak film dengan sutradara Lo Wei yang ingin Jackie jadi penerus Bruce Lee. Meski berat hati karena butuh, Jackie terpaksa mau memerankan &amp; menjadi imitasi Bruce Lee, hingga akhirnya ia bertemu Willie Chan yang akhirnya jadi manajer &amp; sahabat baiknya. Willie inilah yang akhirnya berhasil membuat Jackie dikontrak Seasonal sendiri &#8220;Snake in the Eagle&#8217;s Shadow&#8221; yg disutradarai Yuen Wo Ping. (koreaqrafer The Matrix &amp; Crouching Tiger Hidden Dragon). Di-film2 inilah ia mulai menuai sukses, terutama film &#8220;Drunken Master&#8221;. Meski sukses, ia melanggar kontrak kerja untuk sutradara lain, sehingag sempat bentrok dengan mafia2 Triads yang disewa Lo Wei, namun Jackie tidak takut &amp; melawan. Karena itu ia sangat benci pada Mafia. Akhirnya Raymond Chow dari perusahaan film Golden Harvest menyelamatkan &amp; membeli kontrak Jackie dengan Lo Wei senilai 1O juta HK.</div>
<div>Dengan dukungan Golden Harvest, Jackie terus melaju dengan film2nya seperti Project A, Armour of God, Dragons Forever, dsb, semuanya hampir selalu box office &amp; selalu ditunggu2 fansnya di-Asia. Jackie juga berkali2 mencoba Hollywood dengan Cannonball Run, The Protector, dsb, namun semua gagal &amp; hampir membuatnya putus asa, namun ia mencoba lagi dengan &#8220;Rumble In The Bronx&#8221; &amp; berhasil mencetak box office di-USA, hinqga industri2 film Amerika spt Miramax &amp; New Line berebut membeli hak edar film2nya. Jackiepun terus melaju dengan film2 box office Rush Hour, Rush Hour-2, Shanghai Noon &amp; flm2 terbarunya Shanghai Knights, Highbinders &amp; The Tuxedo siap ditayangkan. Sepanjang karirnya is mengalami belasan kali patah tulang, ratusan luka &amp; puluhan kali masuk RS. Siapa sangka anak pesuruh yg pernah dijual ibunya ini berhasil jadi legenda perfilman dunia.</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/jacky-chan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kisah Di musim Dingin</title>
		<link>http://pengharapan.com/sebuah-kisah-di-musim-dingin.html</link>
		<comments>http://pengharapan.com/sebuah-kisah-di-musim-dingin.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 04:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>happy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi, Inspirasi dan Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kemarahan]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Lie Mei]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Siu Lan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengharapan.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Negeri China pada masa lalu bukanlah negeri yang kaya seperti saat ini. Pada saat itu, masih sangat banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sepotong kue bagi mereka bisa berarti sebuah nyawa. Inilah kisahnya:
Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Negeri China pada masa lalu bukanlah negeri yang kaya seperti saat ini. Pada saat itu, masih sangat banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sepotong kue bagi mereka bisa berarti sebuah nyawa. Inilah kisahnya:</div>
<div id="_mcePaste">Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain. Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru. Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya. Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-182"></span></div>
<div>Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar. Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca ,”Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang tahun.&#8221;</div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengharapan.com/sebuah-kisah-di-musim-dingin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

