Kisah Pohon Epal

Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon epal yang amat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon epal ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan epal sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon epal tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon epal itu juga menyukai anak tersebut.
Masa berlalu…
Anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon epal tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon epal tersebut dengan wajah yang sedih.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon epal itu.
” Aku bukan lagi kanak- kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab remaja itu.
” Aku maukan permainan. Aku perlukan uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada yang sedih.
Lalu pohon epal itu berkata, “Kalau begitu, petiklah epal-epal yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan.”
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua epal di pohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon epal itu merasa sedih.

Penebang Pohon

Apakah Produktivitas & Kreativitas Anda menurun?
Pernahkan Anda merasakan bahwa produktivitas anda makin hari makin rendah? atau tambah lama kreativitas anda makin berkurang? dsb. Padahal, waktu yg anda curahkan bagi pekerjaan tsb sama besarnya dgn sebelumnya. Bahkan anda sudah bekerja & menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga, dana, dsb. Namun hasilnya bukan tambah baik, melainkan tambah merosot.