Siapa Yang Bodoh

Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tidak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka. Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling terbodoh di dunia”. Pengusaha itu kemudian bertanya “Apa iya?”.

Tukang cukur dengan bersemangat “Mari… saya buktikan!” Lalu, dia memanggil si Bejo, tukang cukur itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu ia memanggil bejo dan berkata, “Bejo, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!”. Bejo pun melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada dua lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil lembaran uang Rp 500. Read the rest of this entry »

Satu Jam Saja

Sebelum membaca kisah ini, tanyakanlah hati kecil Anda. Berapa banyak waktu berharga yang Anda berikan untuk anak-anak Anda? Berapa banyak kesempatan dalam hidup ini menikmati masa2 indah bersama anak2 sebelum mereka beranjak dewasa & mempunyai kehidupannya sendiri ?
Seorang pria yang kembali terlambat pulang dari kerja, dlm keadaan letih lesu, menemukan putranya yg berusia 5 tahun sedang menantinya di depan pintu. “Papa, bolehkah saya tanya sesuatu?” “Tentu, Nak. Apa yg ingin kau tanyakan?” jawab pria tersebut. “Papa, berapa jumlah uang yang Papa peroleh dalam satu jam?” “Itu bukan urusanmu! Mengapa kamu bertanya seperti itu?” kata pria tersebut dengan marah. “Saya hanya ingin tahu. Tolong beritahukan berapa uang yang Papa peroleh dalam satu jam?” tanya anak itu. “Baiklah, bila kamu benar-benar ingin tahu. Papa mendapat 20 ribu per jam.” “Oh,” anak itu mengangguk-anggukkan kepalanya.

Tukang Cukur

Ada seorang tukang cukur tua yang baik hati di sebuah kota di United States. Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya untuk memotong rambut. Selesai potong rambut, dia bermaksud membayar tetapi tukang cukur menjawab, “Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan.” Si penjual bunga sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut.